Berapa Bahasa Pemrograman Yang Harus Anda Kuasai ? Banyak atau Beberapa ?

MakinRajin – Jika anda bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) atau jika anda berkuliah di jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer pasti anda sudah tidak asing lagi dengan yang namanya programming language (bahasa pemrograman). [Baca : Perbedaan Teknik Informatika, Teknik Komputer, Sistem Informasi]
 
Programming, Languages, Icon, Collection

Bahasa pemrograman adalah kumpulan skrip yang terdiri dari perintah-perintah untuk membuat sebuah program komputer, smartphone, dan masih banyak lagi. Bahasa pemrograman bertugas untuk melatih sebuah benda ajaib di dunia ini yang sering disebut komputer. 
 
 
     Apabila anda mengerti apa yang saya sampaikan, syukurlah. Tetapi jika anda belum mengerti tentang apa yang saya sampaikan, saya berikan gambaran tentang penggunaan bahasa pemrograman di dalam sebuah komputer. 
 
Misalnya gini : Anda ingin membuat secangkir teh hangat untuk diminum oleh anda. Maka, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah megambil sebuah gelas. Setelah itu, anda bisa mengambil teh, menuangkan gula, ataupun menuangkan air. 
 
Anda tinggal pilih. Sama halnya dengan coding (membuat program komputer dengan bahasa pemrograman), anda harus menuliskan perintah satu per satu, dan anda bisa menggunakan logika untuk mengurutkannya. 
 
Jangan khawatir, sebelum dikenalkan bahasa pemrograman, pasti di sekolah anda sudah dikenalkan oleh Algoritma yang bertujuan untuk membangun logika pemrograman anda.
 
     Nah, bicara soal bahasa pemrograman, ada banyak pertanyaan dari orang-orang.
 
  1. “Eh, sebaiknya berapa banyak sih bahasa pemrograman yang harus gue kuasain ?”
 
  2. “Apa sebaiknya gue kuasain aja ya semua bahasa pemrograman biar gue jadi programmer yang jenius ?”
 
  3. “Apa yang harus gue lakukan supaya gue bisa jadi programmer yang handal ?”
 
 
     Untuk pertanyaan yang nomor 3, saya sarankan anda untuk membaca artikel ini. Sedangkan pertanyaan nomor 1 dan 2, lebih baik anda baca terus artikel ini sampai benar-benar selesai, kalau perlu dibookmark aja sekalian hehe, karena artikel ini sepertinya bisa menjawab pertanyaan satu dan dua. Langsung saja kita ulas dan bahas.
 
 
     Kedua pertanyaan di atas ( nomor 1 dan 2) jika saya gabungkan akan menjadi pertanyaan seperti ini :
 
   “Berapa Banyak Bahasa Pemrograman Yang Harus Saya Kuasai ?”
 
     Anggap saja pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan nomor 4, dan pertanyaan tersebut akan saya bahas di artikel ini.
 
 
     Sebenarnya kita tidak perlu menguasai bahasa pemrograman yang banyak. Karena sangat susah untuk “benar benar menguasai” bahasa pemrograman. Saya sengaja menebalkan dan memberi tanda petik untuk beberapa kata di atas dengan tujuan untuk menegaskan apa arti dari kalimat tersebut. Karena arti dari kalimat tersebut sangat penting dalam membatu anda menetapkan strategi menguasai bahasa pemrograman dengan tepat. 
 
 
     Seseorang yang benar-benar menguasai bahasa pemrograman pasti akan dengan lancarnya meng coding program dengan bahasa pemrograman yang ia kuasai. 
 
Sebaliknya, seseorang yang “HANYA” menguasai kulitnya saja pasti akan kesulitan dalam membuat suatu program. [Baca : 6 Cara Agar Bisa Memahami Bahasa Pemrograman [ Studi Kasus] ]
 
Nah, pada intinya kita dituntut untuk menguasai bahasa pemrograman (    untuk yang ingin menjadi seorang programmer yang handal ). Tinggal kitanya aja, ingin bahasa pemrograman yang seperti apa.
 
 
     Apakah anda ingin menguasai bahasa pemrograman yang banyak tetapi anda hanya menguasai kulitnya saja ?
Kuasai Bahasa Pemrograman
codepolitan.com
 
 
 
ATAU
 

Anda ingin menguasai sedikit bahasa pemrograman yang sedikit tetapi bisa mahir dan menjadi mastah di jenis bahasa pemrograman tersebut ?
 
codepolitan.com
 
 
 
Saya sarankan anda untuk tidak memilih cara pertama, karena cara tersebut malah justru mengkerdilkan anda. 
 
Nah bayangkan, jika anda hanya menguasai kulitnya saja, maka anda tidak paham bahasa pemrograman sepenuhnya. Otomatis, anda pasti akan membuka tutorial untuk mengerjakan suatu program. 
 
Kalau sesekali sih tidak apa-apa, tapi kalau setiap akan mengcoding anda selalu membuka tutorial dan tidak mau tau fungsi dari setiap perintah-perintah bahasa pemrograman, maka anda bisa terpaku pada tutorial yang membuat kreativitas anda terhenti sampai di situ. 
 
Kelemahan dari cara seperti ini yaitu jika anda diberi soal yang berbeda sedikit dari biasanya, anda pasti dusah kesusahan karena anda hanya hafal sintaks nya, bukan paham sintaksnya. 
 
Untuk yang sedang memakai cara ini, saya sarankan untuk memilih cara kedua saja, karena cara kedua itu saya kira lebih efisien dan berkualitas sehingga bisa meningkatkan kredibilitas anda. 
 

BACA : 30 Bahasa Pemrograman Terpopuler Yang Mudah Dipahami dan Dicari Perusahaan

 
   Untuk anda yang sedang belajar bahasa pemrograman, saya sarankan anda menguasai 2 atau 3 bahasa pemrograman saja karena tidak ada manusia yang sempurna. 
 
Lebih baik kuasai 2 atau 3 bahasa pemrogaman tetapi bisa mengerti tuntas sampai ke akar-akarnya, jangan hanya kulitnya saja karena jika kulitnya saja, orang yang baru belajar bahasa pemrograman pun bisa melakukan hal itu. H
 
Hampir semua perusahaan mencari seorang programmer yang mampu menguasai bahasa pemrograman hingga se detail mungkin walaupun dia hanya menguasai 2 atau 3 bahasa pemrograman.
 
Lakukanlah hal yang sulit, karena semakin tinggi tingkat kesulitan sesuatu yang anda lakukan, maka semakin besar hadiah yang anda dapatkan. 
 
Sekian dari saya, semoga artikel ini bisa membantu anda menyusun strategi dalam menguasai bahasa pemrogaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *