Seiring peningkatan minat audiens yang signifikan, berbagai media online kini memperketat aturan pengiriman konten, termasuk untuk artikel. Sebab itu, bila ingin bergabung sebagai kontributor artikel pada suatu platform daring, penting untuk memahami cara mengirim artikel ke media online tersebut.
Bagaimana Cara Mengirim Artikel ke Media Online?
Berikut 5 tahapan atau cara mengirim artikel ke media online dengan mudah.
1. Persiapan Matang Sebelum Pengiriman Artikel
Tahap pertama, yaitu persiapan matang sebelum pengiriman. Sebagai langkah yang krusial, ada 3 langkah yang perlu Anda kerjakan, antara lain.
A. Pemilihan Topik yang Tepat
Topik merupakan jiwa utama dari suatu artikel, yang menjadi penentu utama audiens tertarik atau tidak dengan tulisan Anda. Artikel yang baik harus memiliki karakteristik-karakteristik di bawah ini.
- Aktual, karena memiliki relevansi dengan isu terkini.
- Menawarkan keunikan meskipun mengangkat topik umum, bisa dengan menawarkan sudut pandang baru, analisis komprehensif, dan solusi berbeda.
- Sesuai dengan target audiens yang dituju.
- Materi artikel berbobot dan akurat, tapi tetap mudah diikuti pembaca.
- Isi artikel dapat dipertanggungjawabkan oleh penulis.
Baca Juga: Apakah Jumlah Kata Artikel Mempengaruhi SEO? Ini Jawabannya
B. Riset Topik Secara Mendalam
Setelah memilih topik, tahap persiapan berikutnya adalah melakukan riset mendalam untuk bahan artikel tersebut. Anda perlu mengumpulkan data dan fakta dari sumber-sumber kredibel, serta melakukan analisa statistik untuk memperoleh kata kunci (keyword) terpopuler dari topik yang dipilih.
C. Buat Artikel Berkualitas Tinggi
Bila data-data yang dibutuhkan sebagai referensi artikel sudah cukup, silakan mulai proses penulisannya. Terlebih dulu, buat kerangka tulisan (outline), agar isi artikel terorganisir dengan baik. Setelah itu, tulis artikel berkualitas dengan memasukkan aspek-aspek berikut.
- Judul singkat, menarik, dan mengandung kata kunci.
- Menerapkan kaidah Bahasa Indonesia yang tepat, baik dari tata bahasa dan ejaan. Gunakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai acuan utama.
- Merupakan karya orisinal Anda sebagai penulis dan tidak terdeteksi tindakan plagiarisme.
- Menyertakan data-data yang valid, seperti contoh kasus, serta ilustrasi atau gambar pendukung.
- Ditutup dengan kesimpulan yang merangkum poin penting dari isi artikel.
Usai merampungkan penulisan artikel, persiapan terakhir dari cara mengirim artikel ke media online adalah melakukan penyuntingan dan koreksi. Istirahatkan sejenak artikel tersebut, lalu baca ulang untuk memastikan tidak ada kesalahan pengetikan dan penggunaan bahasa yang bertele-tele.
2. Temukan Media Online yang Tepat
Ketika artikel Anda sudah sepenuhnya siap, saatnya memilih media online yang cocok untuk mempublikasikannya. Pilih platform yang sesuai dengan topik artikel Anda atau kumpulkan beberapa opsi untuk kemudian memilih yang terbaik. Setelah itu, cari tahu informasi untuk menjadi kontributor platform.
3. Pahami dan Ikuti Panduan Pengiriman
Setiap media online memiliki aturan berbeda terkait penerimaan artikel dari kontributor. Pahami dan ikuti panduan pengiriman, yang biasanya dijabarkan pada salah satu kolom menu di website resmi mereka. Perhatikan jenis format file yang diminta, media pengiriman, serta elemen tambahan, seperti:
- Panjang minimum dan maksimum artikel;
- Aturan khusus terkait penambahan gambar; serta
- Informasi lengkap kontributor.
4. Menulis Surel Pengantar yang Profesional
Selain memenuhi aturan-aturan pengiriman, Anda juga perlu mengirim surel pengantar (pitch) untuk membangun kesan baik dengan redaksi. Sertakan subjek yang jelas, berikan sapaan yang sopan dan hangat, beri perkenalan diri singkat, lalu jelaskan latar belakang artikel serta kesesuaian dengan platform.
Jangan lupa untuk mencantumkan kontak yang dapat dihubungi oleh tim redaksi media daring tersebut. Kemudian, tutup dengan kalimat hangat penuh harapan, agar dapat menjadi bagian dari platform sebagai kontributor. Jangan menggunakan kata-kata yang terkesan mendesak, hingga membuat tim redaksi jengah.
5. Menunggu dan Menerima Keputusan Redaksi
Terakhir, Anda hanya perlu menunggu keputusan dari pihak media daring, terkait artikel yang sudah dikirimkan. Ada dua hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan selama proses tersebut, yaitu memberikan tekanan melalui spam chat dan mendesak untuk segera melakukan follow up.
Bila kemudian artikel Anda diterima, langkah berikutnya adalah mengupayakan agar lalu lintas konten tersebut tinggi. Anda bisa melakukannya dengan membagikan link artikel melalui media sosial dan layanan perpesanan. Lalu lintas konten yang tinggi akan membantu konten-konten berikutnya diterima lebih cepat.
Bagaimana jika mendapatkan penolakan? Anda perlu membedah kembali artikel untuk mengetahui faktor yang membuat artikel tersebut gagal lolos seleksi redaksi. Setelahnya, coba lakukan revisi dan kembali mengirimkan artikel sesuai panduan kepada media yang sama atau platform lainnya.
3 Tips Rahasia Menembus Dapur Redaksi Media Online
Selain mempraktikkan langkah-langkah cara mengirim artikel ke media online di atas, ada 3 tips jitu yang bisa Anda coba untuk memudahkan artikel lolos seleksi di meja redaksi, antara lain.
1. Memahami Selera Tim Editor Media Incaran
Bukan hanya target audiens yang seleranya perlu Anda pahami agar tertarik dengan konten yang dibuat, tetapi juga tim editor platform yang Anda incar. Cara memahami selera mereka cukup mudah, yaitu dengan mempelajari gaya penulisan artikel-artikel yang sudah dipublikasikan.
Pahami gaya penulisan, sudut pandang, dan poin-poin penting lainnya dari konten-konten tersebut. Anda tidak harus mengadaptasi penuh artikel-artikel yang sudah tayang, melainkan memodifikasi dan menggabungkannya dengan gaya sendiri, sehingga menciptakan keunikan sekaligus orisinalitas.
2. Menyisipkan Backlink Berkualitas
Hal yang satu ini acap kali terlewat dari calon kontributor, sehingga kadang tidak menyertakan backlink, ada pula yang asal menyertakan tanpa memeriksa kredibilitasnya terlebih dulu. Upayakan memilih dan menyisipkan backlink berkualitas yang kredibel dan lalu lintas padat.
Trik ini ampuh untuk memperluas jangkauan pemirsa dari konten artikel Anda. Pastikan backlink tersebut memiliki keterikatan kuat dengan topik yang Anda bahas dalam artikel. Bila menyisipkan backlink yang tidak memiliki korelasi dengan topik, sistem bisa mendeteksi artikel sebagai hasil AI.
3. Konsistensi
Tidak dapat dimungkiri bahwa serangkaian cara mengirim artikel ke media online di atas selain membutuhkan ketelitian, juga memerlukan konsistensi dalam upaya menaklukkan redaksi. Jangan mudah menyerah ketika mendapatkan penolakan dan terus berusaha menunjukkan perbaikan kualitas tulisan Anda.
Baca Juga: 6 Pengaruh Artikel untuk SEO, Apa Saja?
Tembus Dapur Redaksi Media Online Bersama Makinrajin
Bila merasa kesulitan melalui proses tersebut sendirian, Makinrajin dapat Anda jadikan andalan. Makinrajin menyediakan berbagai layanan digital, termasuk riset kata kunci dan backlink berkualitas. Kedua layanan tersebut dapat membantu Anda menyusun artikel secara lebih cepat, tanpa mengorbankan akurasi isi kontennya.

Alexandromeo Lawrence is the CEO of Makinrajin and focuses on digital growth strategy, SEO, organic growth, and content strategy. He has worked on digital marketing projects across various industries and regularly shares insights on SEO, content, and digital growth.
