Alexandromeo Lawrence

Alexandromeo Lawrence is the CEO of Makinrajin and focuses on digital growth strategy, SEO, organic growth, and content strategy. He has worked on digital marketing projects across various industries and regularly shares insights on SEO, content, and digital growth.

Optimalkan Potensi Website Perusahaan dengan Content Audit

3 min read

Optimalkan Potensi Website Perusahaan dengan Content Audit

Website perusahaan memiliki andil signifikan dalam persaingan pasar digital karena berperan sebagai wajah perusahaan dan media promosi. Itulah alasan optimasi konten di website dibutuhkan. Namun, bagaimana cara mengetahui jenis konten yang efektif dan memenuhi keinginan pelanggan? Jawabannya adalah melalui content audit.

Apa itu content audit, manfaatnya, dan bagaimana cara melakukannya? Artikel ini akan mengupas tuntas tentang audit konten. Yuk, simak hingga tuntas!

Apa Itu Content Audit?

Content audit adalah proses analisis konten yang telah dipublikasikan di website untuk menilai kualitas dan kinerjanya dalam mendukung tujuan bisnis. Kegiatan audit konten ini dapat membantu menemukan konten yang unggul atau memiliki performa buruk di website perusahaan.

Jika hasil audit menunjukkan banyak konten yang performanya di bawah ekspektasi atau tujuan bisnis, maka Anda bisa mengevaluasi letak kekurangannya dan memperbaikinya. Namun, jika Anda merasa konten tersebut tidak relevan dengan kebutuhan konsumen, maka Anda bisa menghapusnya.

Sebaliknya, konten yang mendapat performa tinggi menandakan sesuai dengan selera konsumen dan jenis konten demikian bisa diperbanyak lagi. Audit konten membantu Anda memahami kekuatan dan kelemahan strategi konten yang ada. Jadi, Anda bisa memperbaiki strategi tersebut untuk mengoptimalkan brand melalui website.

Waktu audit sendiri tidak ada patokannya. Namun, akan lebih baik jika Anda jadwalkan secara rutin setiap 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun sekali. Di luar itu, audit bisa Anda lakukan setelah ada perubahan besar dalam perusahaan atau menjelang campaign tertentu untuk mengoptimalkan performa website.

Baca Juga: Cara Menggunakan Screaming Frog untuk Audit Website

Tahapan Melakukan Audit Konten

Proses audit konten memiliki beberapa tahapan. Ikuti tata cara melakukan content audit pada website perusahaan berikut ini.

1. Tentukan Tujuan

Menetapkan tujuan yang jelas sejak awal akan mempermudah proses audit. Misalnya, tujuan audit adalah untuk meningkatkan trafik organik, memperbaiki struktur konten, atau meningkatkan interaksi pengunjung di website.

Jika ingin lebih optimis, Anda bisa menentukan tujuan secara spesifik, contohnya meningkatkan trafik organik hingga 500.000 kunjungan setiap bulan. Tak perlu ragu untuk menentukan tujuan audit konten. Sebab, semakin jelas tujuannya, maka proses audit konten akan lebih terarah.

2. Kumpulkan Semua Konten

Kumpulkan semua konten yang telah terpublikasi di website. Lalu, himpun data dari masing-masing konten, seperti judul, meta deskripsi, kata kunci, link, tanggal publikasi, metrik performa, dan interaksi pengunjung. Simpan data di spreadsheet agar lebih rapi dan mudah melacaknya.

3. Analisis Konten

Analisis konten berdasarkan hasil performa SEO, tingkat relevansi, atau kuantitas interaksi pengunjung. Untuk menganalisis performa SEO, Anda bisa memperhatikan data pageviews, bounce rate, backlink, engagement, dan ranking keyword.

Proses analisis akan membantu Anda mengidentifikasi masalah pada konten-konten yang memiliki performa buruk, misalnya karena topik konten telah usang atau terdapat kesalahan SEO. Selama analisis, biasanya akan muncul ide peluang konten baru karena Anda sudah memahami letak kesalahan dan celah perbaikan.

4. Evaluasi Konten

Setelah menganalisis performa konten, saatnya mengevaluasi. Pada tahapan ini, Anda bisa membagi konten dalam beberapa kategori.

  • Pertahankan dan perbanyak konten yang relevan dan performa SEO tinggi;
  • Modifikasi konten relevan karena format penulisan tidak lagi efektif;
  • Perbaiki konten berpotensi tinggi karena performa SEO perlu ditingkatkan; atau
  • Hapus konten tidak relevan dan performa SEO rendah.

5. Susun Strategi Perbaikan

Buat rencana perbaikan berdasarkan hasil analisis evaluasi. Beberapa strategi yang bisa Anda terapkan adalah memperbarui konten, ubah CTA, ganti jadwal publikasi konten, tambah visual dalam landing page, atau optimasi judul dan meta deskripsi.

Pastikan strategi yang akan Anda terapkan sesuai dengan tujuan. Misalnya, tujuan Anda ingin meningkatkan konversi atau interaksi pengunjung, maka CTA yang baru harus mampu meninggalkan kesan bagi pengunjung.

Manfaat Menerapkan Audit Konten

Apa untungnya melakukan serangkaian audit yang memakan waktu? Simak manfaat content audit di bawah ini untuk menjawab pertanyaan tersebut.

1. Mengoptimalkan SEO

Aturan SEO terus berubah mengikuti perkembangan dunia digital. Rutin melaksanakan audit konten akan membuat konten di website lebih update dengan perubahan aturan SEO. Alhasil, performa konten akan tetap bertahan dan unggul di hasil pencarian.

Baca Juga: Fungsi dan Cara Melakukan Manual SEO Audit Lengkap

2. Memudahkan Penyusunan Strategi Content Marketing

Hasil audit konten akan memperlihatkan konten yang sudah baik, butuh perbaikan, dan harus dihapus. Selain itu, Anda juga bisa mengidentifikasi adanya peluang konten baru. Temuan ini akan membantu penyusunan strategi content marketing karena Anda sudah tahu letak kekuatan dan kelemahan konten Anda selama ini.

3. Meningkatkan Konversi

Tujuan akhir dari adanya website adalah untuk mendorong penjualan perusahaan. Konten-konten di website dibuat sedemikian rupa agar mampu meningkatkan konversi. Sederhananya, konversi merupakan jumlah pengunjung website yang melakukan pembelian.

Dengan adanya audit konten, Anda akan lebih memahami kebutuhan dan keinginan target konsumen. Pada akhirnya, strategi pemasaran akan berjalan efektif dan konsumen semakin tertarik untuk membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Alat Bantu Audit Konten

Jika audit konten sepenuhnya dijalankan oleh tenaga manusia, akan memakan waktu lama dan tidak menutup kemungkinan banyak pekerjaan akan terbengkalai. Supaya proses audit konten lebih efektif dan efisien, Anda bisa menggunakan beberapa software berikut ini.

  • Google Analytics: memberikan analisis mendalam terkait pola perilaku dan minat pengunjung.
  • Google Search Console: memantau performa website di Google, jumlah klik, kata kunci, dan posisi konten di hasil pencarian.
  • Google Spreadsheet: mengumpulkan data per kategori menjadi lebih rapi.

Baca Juga: 7 Langkah Membuat Content Mapping untuk Optimalkan SEO

Raih Performa Terbaik Website dengan Content Audit!

Content audit tak hanya membantu Anda merekap aset konten, tetapi juga mengoptimalkan potensi website secara menyeluruh. Melalui audit, Anda bisa mengidentifikasi konten yang menghambat bisnis, menemukan peluang inovasi konten, serta memastikan konten sejalan dengan tujuan bisnis dan kebutuhan target konsumen.

Dengan melakukan audit konten secara rutin, website perusahaan bisa menjadi media pertumbuhan yang efektif dan berdaya saing tinggi di tengah kompetitifnya pemasaran digital. Content audit memberikan hasil nyata pada pertumbuhan bisnis, tetapi prosesnya cukup menyita waktu dan sumber daya perusahaan.Untuk itu, Makinrajin hadir sebagai solusi bagi Anda yang memiliki keterbatasan waktu dan SDM. Sebagai digital marketing agency, kami siap membantu Anda meningkatkan trafik, penjualan di website secara organik, dan menyusun strategi content marketing yang terarah dengan target realistis. Hubungi kami untuk optimalkan website Anda!

Alexandromeo Lawrence

Alexandromeo Lawrence is the CEO of Makinrajin and focuses on digital growth strategy, SEO, organic growth, and content strategy. He has worked on digital marketing projects across various industries and regularly shares insights on SEO, content, and digital growth.

Hai!

Silakan pilih salah satu dari agent kami

Customer Service Makinrajin Admin
6288215431609
Silakan hubungi kami kapanpun Anda mau
Hai! Ada yang bisa saya bantu?
×
Butuh bantuan?