bootstrap adalah

Belajar Bootstrap: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

Untuk seorang front end developer membuat sebuah tampilan web ataupun aplikasi yang menarik akan menjadi salah satu tanggung jawab yang harus dilakukan. Di sinilah seorang front end developer akan sangat sering berhubungan dengan CSS.

Tentu akan sangat menyusahkan jika harus membuat syntax setiap kali akan mendesain dengan menggunakan CSS. Hal ini lah mengapa seorang developer membutuhkan sebuah framework dalam pekerjaannya.

Framework akan sangat membantu karena seorang developer menjadi tidak perlu menuliskan syntax setiap kali akan bekerja. Pada CSS ini salah satu framework yang sangat banyak digunakan adalah bootstrap.

Bootstrap sendiri merupakan salah satu framework yang berjalan dengan menggunakan bahasa pemograman CSS  yang bersifat open source. Hal ini juga yang membuat framework ini memiliki banyak pengguna.

Apa Itu Bootstrap

Bootstrap merupakan salah satu framework yang sering digunakan dalam bahasa pemograman CSS. Untuk seorang web developer, framework tentu saja merupakan salah satu hal yang akan sangat sering digunakan. Menggunakan framework akan sangat mempersingkat waktu kerja bagi seorang developer.

Bootstrap sendiri merupakan framework yang bersifat open source yang sering digunakan oleh para front end developer terutama untuk kebutuhan pengembangan web ataupun aplikasi.

Bootstrap sendiri sering digunakan untuk membuat berbagai fungsi dan komponen seperti grid, navigasi, button, dan lain – lain. Framework ini dianggap memiliki kelebihan karena mampu membuat web ataupun aplikasi menjadi lebih responsif dan juga user interface menjadi lebih optimal pada berbagai dimensi.

Bootstrap sendiri merupakan salah satu CSS framework yang sangat sederhana dan pengembangan sistemnya sangat konsisten. Hal ini juga merupakan karena framework ini memiliki banyak pengguna. Salah satu alasan mengapa bootstrap banyak digunakan juga karena bisa membuat web ataupun aplikasi menjadi lebih ringan secara ukuran karena memiliki struktur yang lebih teratur.

Bootstrap Versi 3 dan Versi 4

Untuk saat ini, ada 2 versi bootstrap yang sering digunakan yaitu bootstrap versi 3 dan bootstrap versi 4. Ada sedikit perbedaan antara kedua versi ini. Beberapa perbedaan ini bisa dilihat dari beberapa sisi seperti grid salah satunya. Beberapa perbedaan yang terlihat diantara keduanya seperti :

1. Secara Global

Secara global perbedaan dari keduanya bisa dilihat dari ukuran font. Pada versi yang ke 3 bootstrap menggunakan font dengan ukuran 14 px sementara pada versi terbarunya bootstrap ini menggunakan font dengan ukuran 16 px. Selain masalah ukuran, type font bawaan dari kedua versi ini juga berbeda.

2. Secara Grid

Grid merupakan salah satu ciri khas dari bootstrap. Jelas perbedaan kedua versi ini pada bagian grid akan sangat terlihat. Untuk setiap class grid misalnya, pada bootstrap versi tidak lagi diperlukan col-. Berbeda dengan bootstrap versi 3 yang masih memerlukan col- di depannya seperti “col-sm” untuk pembuatan baris.

Selain itu, jika pada bootstrap versi 3 hanya ada 4 grid maka pada bootstrap terbaru ada 5 grid. Grid terbaru itu adalah col-* yang berfungsi untuk mendefinisikan semua perangkat tanpa harus ditentukan sebelumnya. Secara mudah, perubahan pada versi yang terbaru ini dibuat untuk lebih meringkaskan penggunaan baris dibanding dengan versi – versi sebelumnya.

3. Secara Tabel

Salah satu masalah pada bootstrap versi 3 adalah tidak bisa merubah tampilan header dan juga membuat judul untuk tabel. Masalah ini tidak akan terjadi lagi pada versi terbaru karena pada versi bootstrap 4 sudah mendukung untuk merubah tampilan header dan juga membuat judul tabel.

Pada bootstrap versi 4 juga jika ingin membuat tabel menjadi responsif bisa langsung dilakukan di dalam tag <table> berbeda dengan bootstrap versi 3 yang harus menambahkan class .table-responsive ke dalam tag <div>.

Selain perbedaan seperti di atas, pada bootstrap versi terbaru juga mendukung untuk penggunaan flexbox dan SASS.

Fungsi Bootstrap

Sementara itu, bootstrap ini juga memiliki banyak fungsi yang bisa membantu anda sebagai developer. Beberapa fungsi dari bootstrap diantaranya adalah :

  1. Membantu dalam hal pembuatan dan desain untuk sebuah web atau aplikasi terutama membuat web atau aplikasi menjadi lebih responsif
  2. Berfungsi untuk membuat web yang bersifat dinamis ataupun statis
  3. Berfungsi untuk membuat website menjadi lebih ringan agar lebih cepat saat diakses
  4. Berfungsi untuk membantu melakukan pengaturan pada layout dan tampilan web atau aplikasi
  5. Berfungsi sebagai tempat untuk membuat desai dan tampilan agar lebih variatif

File Utama Pada Bootstrap

Bootstrap sendiri memiliki 3 file utama sebagai basisnya. File utama yang ada pada bootstrap adalah

Bootstrap.css

Ini adalah file yang berfungsi untuk mengatur dan mengelola layout pada website atau aplikasi. Fungsi utama dari file ini akan terasa ketika anda sedang membuat desain untuk sebuah tampilan halaman. File ini memungkinkan anda untuk membuat tampilan yang sama setiap halamannya dengan hanya satu kali kerja

Bootstrap.js

File ini merupakan bagian yang berfungsi untuk membuat website atau aplikasi menjadi lebih interaktif. Beberapa fungsi dari file ini adalah seperti membuat widget, menggunakan berbagai fungsi dari plug in javascript, membuat berbagai animasi, menjalankan perintah ajax, dan lain sebagainya.

Glyphicons

Ini merupakan file yang sangat berperan penting terutama bagi para front end developer. File ini akan sangat berguna terutama dalam masalah user interface. Berbagai macamf hal yang akan berkaitan dengan masalah desain dan tampilan akan sangat terasa dengan file ini.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Bootstrap

Ada berbagai kelebihan dan kekurangan dari Bootstrap dalam membuat website. Apa saja?

Kelebihan

Sebagai salah satu framework dengan banyak pengguna, bootstrap memang memiliki banyak kelebihan. Beberapa kelebihan tersebut diantaranya adalah :

1. Responsif

Salah satu keunggulan dari menggunakan framework ini adalah bisa membuat web ataupun aplikasi yang responsif. Web ataupun aplikasi yang dibangun dengan menggunakan framework ini nantinya akan tampil menyesuaikan dengan berbagai ukuran layar.

Untuk membuat hal seperti ini juga seorang developer tidak memasukan syntax yang rumit. Fitur fluid grid layout pada framework ini akan mampu membuat web atau aplikasi yang dikembangkan menjadi sesuai dengan ukuran layar.

2. Mudah Digunakan

Hal ini menjadi salah satu keunggulan yang ada pada framework ini. Menggunakan bootstrap membuat seorang developer akan menjadi lebih fokus untuk mengembangkan berbagai fitur pada website atau aplikasi tanpa harus memikirkan berbagai syntax yang digunakan.

Framework ini menyediakan berbagai syntax yang bisa digunakan secara bebas oleh para developer. Seorang developer cukup memikirkan pengembangan seperti apa yang akan mereka buat.

3. Mempercepat Proses Pengembangan

Bagi seorang developer, bekerja dengan cepat tentu menjadi salah satu keharusan. Terutama untuk masalah pengembangan berbagai aplikasi yang sering digunakan oleh banyak pengguna.

Inilah salah satu kelebihan yang juga ditawarkan oleh bootstrap. Menggunakan framework ini memungkinkan seorang developer bekerja dengan lebih cepat. Selain karena bootstrap menyediakan berbagai kerangka siap pakai, hal ini juga didukung karena framework ini bisa menggunakan pre build coding blocks.

Seorang developer, bisa membuat pengembangan lalu memasukannya saat dibutuhkan. Selain itu, framework ini juga menyediakan berbagai template yang bisa digunakan oleh para developer secara gratis. Dengan adanya beragam fitur dan keunggulan ini juga membuat para developer memiliki waktu kerja yang lebih efisien.

4. Memiliki Banyak Pengguna

Dengan banyak nya developer yang menggunakan bootstrap sebagai framework, hal ini juga tentu menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Akan sangat banyak dokumentasi yang bisa anda gunakan ketika kalian mengalami kebingungan.

Selain itu dengan banyaknya pengguna, maka pertukaran informasi pun akan menjadi semakin masif. Hal ini tentu akan sangat memudahkan para developer terutama ketika mereka sedang mengalami kesulitan karena mereka tahu harus bertanaya kemana.

5. Konsistensi

Terutama dalam masalah pengembangan, framework ini sangat konsisten untuk melakukan perbaikan demi perbaikan. Hal ini juga didukung karena banyak nya orang yang menggunakan framework ini. Konsistensi dalam hal ini juga akan memudahkan para developer karena mereka akan selalu mendapatkan apa yang mereka butuhkan secara up date.

6. Open Source

Ini juga menjadi salah satu keunggulan dari framework ini. Sifatnya yang open source juga menjadi salah satu alasan mengapa framework ini memiliki banyak pengguna. Karena bersifat open source, para pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menggunakan framework ini.

Para developer juga ikut serta dalam berbagai pengembangan yang ada di framework ini. Para developer juga bisa membagikan apa yang mereka buat kepada pengguna lain.

7. Fleksibel

Salah satu keunggulan lain dari bootstrap juga adalah bisa membuat pekerjaan seorang developer menjadi lebih fleksibel. Framework ini bisa digunakan sesuai dengan keinginan dan kebuthan seorang developer. Jika ada fitur yang dirasa tidak diperlukan maka anda bisa tidak memasangnya pada proses instalasi.

Bootstrap juga merupakan salah satu framework yang memiliki tools lengkap. Hal ini membuat developer bisa berkreasi dengan bebas dan mendapat dukungan fasilitas penuh untuk segala hal yang mereka butuhkan selama proses kerja mereka.

8. Design Oriented

Design yang ada pada bootstrap juga dianggap sangat membantu memudahkan kerja dari para pengembang. Para pengembang bisa menggunakan desain yang ada ini untuk dijadikan sebagai panduan ketika mereka akan membuat sebuah tampilan web ataupun aplikasi.

Bootstrap memiliki sebuah desain baku yang bernama grid. Grid ni merupakan sebuah struktur yang memadukan garis vertikal dan horizontal yang membuat sebuah kolom dan baris. Kolom dan baris ini yang akan dibuat sebagai representasi dari sebuah tampilan akhir website.

9. Terdapat Javascript Library

Pada bootstrap ini juga sudah dilengkapi dengan javascript library. Ini menjadi suatu keuntungan karena seorang developer bisa mendapatkan dua hal di satu tempat. Nantinya, javascript ini akan sangat membantu terutama untuk membuat website ataupun aplikasi menjadi lebih interaktif.

10. Komponen Siap Pakai

Anda sebagai developer tentu akan sangat direpotkan jika harus menulis berbagai syntax untuk setiap fungsi dan komponen yang anda perlukan. Pada bootstrap ada satu fitur yang sudah menyediakan berbagai macam fungsi dan komponen yang populer yang bisa digunakan oleh siapapun. Ada banyak sekali macam fitur dan komponen pada bootstrap ini dimana anda sebagai pengguna bisa menggunakannya dengan bebas. Anda bahkan bisa merubah setiap fitur dan komponen tersebut sesuai dengan apa yang ana butuhkan.

Kekurangan

Meskipun memiliki banyak kelebihan yang sangat mengutungkan, framework ini juga tidak lepas dari beberapa kekurangan. Beberapa kekurangan yang sering dikeluhkan oleh para pengguna bootstrap diantanya adalah :

1. Syntax Cukup Rumit

Beberapa pengguna, terutama mereka yang baru mulai menggunakan framework ini menganggap jika beberapa syntax yang ada pada bootstrap dianggap membingungkan. Syntax pada bootstrap dianggap terlalu rumit meskipun hal ini akan menjadi semakin mudah seiring dengan sering nya pengguna menggunakan framework ini.

2. File yang Cukup Besar

Berbagai fitur dan keunggulan yang dimiliki bootstrap juga membuat framework ini memiliki file dengan ukuran yang cukup besar jika dibandingkan dengan framework sejenis lainnya. Sebenarnya hal ini bisa diakali dengan menghapus beberapa komponen ataupun fungsi yang tidak diperlukan. Namun jika kebutuhannya untuk eksplorasi maka file utuh dari framework ini menjadi salah satu masalah yang sering dikeluhkan.

Fitur Pada Bootstrap

fitur dan cara menggunakan bootstrap

Sebagai salah satu framework dengan banyak pengguna, tentu saja bootstrap juga memiliki banyak fitur yang bisa digunakan dan diandalkan. Beberapa fitur yang ada pada bootstrap dan sangat berguna diantaranya adalah

1. Kustomisasi Lengkap

Salah satu hal yang juga akan sering dilakukan oleh seorang developer ketika akan mengembangkan sebuah website atau aplikasi adalah dengan merubah tampilan dari tampilan sebelumnya. Ini merupakan hal yang lazim dilakukan karena bisa membawa suasana yang lebih baru.

Untuk mendukung kebutuhan ini, maka bootstrap pun menyediakan berbagai pilihan kustomissasi dengan lengkap. Dari mulai merubah tampilan secara total maupun hanya merubah sebagian tampilan saja. Pilihan kustomisasi ini juga mendukung untuk berbagai perubahan lain seperti tipe font dan juga layout.

Fitur ini juga didukung dengan berbagai template yang sudah tersedia yang bisa digunakan oleh para developer. Banyaknya pilihan kustomisasi ini juga bisa dijadikan sebagai bahan referensi oleh para developer untuk menciptakan pengembangan yang lebih baru.

2. Media Responsif

Salah satu hal yang sering menjadi tantangan bagi seorang developer ketika melakukan pengembangan adalah membuat sebuah media seperti gambar bisa berubah dimensi ukurannya menyesuaikan dengan ukuran perangkat pengguna namun memiliki tingkat ratio dan resolusi yang tetap sama apapun ukuran perangkat penggunanya.

Kesulitan ini tidak akan ditemui lagi jika menggunakan bootstrap. Framework ini memiliki fitur yang membuat media seperti gambar atau video bisa berubah ukuran nya secara otomatis mengikuti ukuran layar pengguna namun dengan tingkat ratio dan resolusi yang sama.

3. Grid Responsif

Jika ingin membuat grid, seorang developer harus membuat satu per satu syntax untuk setiap grid. Dengan menggunakan bootstrap maka hal ini sudah tidak diperlukan lagi. Bootstrap akan secara otomatis membuat setiap grid tersebut. Hal ini membuat seorang developer cukup memikirkan penempatan untuk setiap komponen yang ada pada web atau aplikasi yang sedang mereka kembangkan.

4. Kompatibilitas Browser

Fitur yang menarik dari framework ini juga adalah kemampuannya untuk digunakan di hampir seluruh mesin pencari yang ada. Hampir semua browser dengan berbagai versi bisa untuk menjalankan framework ini. Namun demikian, khusus untuk browser Internet Explorer maka versi yang didukung hanyalah versi 10 dan setelahnya.

4. Reboot.css

Ini merupakan salah satu fitur yang ada pada bootstrap yang memungkinkan anda untuk kembali ke versi sebelumnya jika versi yang sedang dikembangkan memiliki masalah. Fitur ini memberikan kenyaman pada developer karena mereka tidak takut kehilangan data pada saat proses pengembangan dilakukan.

5. Javascript

Ini juga menjadi salah satu fitur yang menjadi salah satu kelebihan dari framework ini adalah dengan adanya javascript pada bootstrap. Adanya fitur ini membuat pengembangan web dan aplikasi yang dibuat dengan bootstrap bisa menjadi lebih responsif.

Cara Install Bootstrap

Untuk anda yang mulai tertarik untuk menggunakan framework untuk mendukung kerja anda, maka anda bisa langsung menginstall framework ini langsung ke perangkat anda. Secara dasar ada dua cara untuk menginstall bootstrap, yaitu secara offline atau online.

Namun ada juga cara untuk menginstall bootstrap dengan menggunakan bower atau NPM. Bower atau NPM merupakan cara untuk menginstall bootstrap jika anda juga menggunakan Node JS. Saat ini sebagian besar orang menginstall bootstra secara offline dan manual ke dalam project mereka.

Inilah beberapa cara untuk memasang bootstrap:

Secara Offline

Ini merupakan cara yang paling sering digunakan krena dengan menginstall secara offline dianggap lebih memudahkan ketika proses pengembangan. Pada proses offline ketika anda membutuhkan file resource maka anda akan langsung mengambil dari penyimpanan utama. Adapun langkah – langkah nya adalah sebagai berikut

1. Download Bootstrap

Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan menginstall bootstrap adalah mendapatka file nya. File bootstrap ini bisa didapatkan dengan cara mendownload secara legal di website resmi mereka.

2. Ekstrak File Hasil Download

Setelah file selesai didownload maka langkah selanjutya adalah dengan mengekstrak file tersebut dan membuat sebuah folder baru. Nantinya di dalam folder tersebut akan ada folder CSS da Javascript.

3. Buat File HTML

Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah dengan membuat sebuah file HTML menggunakan kode editor. Buat file HTML dengan kode seperti ini.

<!Doctype html>
<html lang="en">
  <head>
    <meta charset="utf-8">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
    <title>BOOTSTRAP</title>
    <link href="bootstrap/css/bootstrap.min.css" rel="stylesheet">
  </head>
  <body>
  <h1> Cara Install Bootstrap</h1>
  </body>
    <script src="http://bootstrap/js/jquery-3.2.1.js">
</script>
    <script src="http://bootstrap/js/bootstrap.min.js"></script>
</html>

Simpan file tersebut di folder bootstrap yang sebelumnya dibuat. Simpan dalam bentuk HTML.

Secara Online

Selain secara offline, bootstrap juga bisa anda dapatkan dengan cara online. Jika pada cara offline anda harus mendownload maka pada cara online anda tidak perlu melakukan hal tersebut.

Pada cara online anda hanya perlu untuk menuliskan alamat server di mana library bootstrap disimpan. Syarat utama untuk melakukan instalasi secara online ini adalah harus selalu terkoneksi dengan internet.

Salah satu kekurangan dari cara menginstall ini adalah masalah kecepatan yang bisa terganggu. Anda bisa menggunakan CDN untuk memanggil file bootstrap.

Apa yang Diperlukan untuk Menggunakan Bootstrap?

Bagi anda yang mulai tertarik untuk menggunakan framework ini maka  anda juga perlu memperhatikan beberapa hal yang bisa menjadi penunjang anda. Beberapa hal yang diperlukan ketika anda akan menggunakan bootstrap diantaranya adalah

1. File Distribusi Bootstrap

Hal penting pertama yang perlu anda miliki ketika akan menggunakan bootstrap adalah file distribusi atau resource file nya itu sendiri. File ini bisa anda dapatkan di situs resmi dari bootstrap. Setelah didownload anda bisa mengextract file tersebut agar bisa digunakan.

2. Jquery Library

Ini merupakan hal yang anda perlukan jika anda membutuhkan bootstrap yang bekerja secara offline. Secara default, jika kita mendownload bootstrap maka tidak ada jquery yang disertakan. Jquery ini bisa kita dapatkan dengan mendownload di situs resmi Jquery itu sendiri.

Selain untuk membuat bootstrap bisa digunakan secara offline Jquery library ini juga diperlukan untuk membuat berbagai bootstrap komponen terutama bootstrap komponen yang membutuhkan javascript. Jquery ini akan membantu javascript untuk menjalankan komponen dengan baik. Beberapa komponen itu seperti pop up, bar navigasi, dan lain sebagainya.

3. Code editor

Ini juga merupakan hal penting yang harus anda miliki jika anda ingin menggunakan bootstrap. Kode editor akan sangat berfungsi terutama untuk anda merubah dan menuliskan syntax. Pada kode editor inilah nantinya berbagai macam bahasa pemograman dituliskan.

Ada banyak kode editor yang bisa anda coba. Satu diantaranya adalah notepad ++. Jika anda pemula, maka notepad ++ sudah lebih dari cukup untuk anda gunakan. Untuk tingkat lanjut maka anda bisa menggunakan visual studio code sebagai kode editor. Bootstrap sendiri sebenarnya memiliki kode editor bawaan yang bisa anda gunakan yaitu bootstrap play. Kode editor ini bisa digunakan untuk melakukan tes dan juga uji coba kode yang telah anda buat.

Skill yang Harus Dimiliki Sebelum Belajar Bootstrap

Untuk bisa menguasai bootstrap setidaknya ada beberapa skill yang harus dimiliki sebelumnya. Beberapa skill tersebut diantaranya adalah :

1. HTML

Meskipun bootstrap merupakan framework yang bekerja dengan CSS namun untuk setiap pembuatan web tentunya akan menggunakann HTML sebagai bahasa dasarnya. Itulah mengapa menguasai HTML akan menjadi sangat penting untuk anda menjadi seorang front end developer.

2. CSS

CSS merupakan dasar dari framework ini. Menguasai CSS juga akan membantu anda untuk mengerti tentang cara kerja dari framework ini. Dengan menguasai CSS maka anda akan bisa membuat tampilan web menjadi lebih menarik.

3. Javascript

Seperti halnya HTML dan CSS, javascript juga merupakan bagian penting pada pembuatan website. Javascript akan membuat web menjadi lebih dinamis dan memiliki banyak fungsi. Mencoba belajar javascript juga akan membuat anda bisa menambahkan berbagai komponen lain ke dalam website anda.

Baca Juga: Jasa Pembuatan Website Murah dan SEO Friendly

4. Jquery

Jquery merupakan cara agar kerja anda dengan javascript menjadi lebih cepat. Jquery merupakan library untuk javascript dimana pada jquery ini menyediakan berbagai macam plug in tentang javascript yang sering anda butuhkan. Dengan menggunakan jquery maka anda tidak perlu lagi membuat komponen yang anda butuhkan jika komponen tersebut sudah ada di library.

5. Responsive Design

Hal lain yang juga harus anda pahami sebelum mencoba bootstrap adalah dengan memahami bagaimana responsif design bekerja. Responsif design berguna untuk membuat web memiliki tampilan yang optimal di setiap ukuran layar. Saat ini sudah banyak orang yang mengakses web melalui handphone dengan ukuran layar yang berbeda – beda. Di sinilah fungsi responsif design dibutuhkan.

Contoh Penggunaan Bootstrap

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan bootstrap yang cukup sering digunakan

1. Tabel

Tabel merupakan satu komponen yang cukup sering ditemukan dalam berbagai web. Terutama jika web yang berisi informasi. Dengan menggunakan bootstrap maka untuk membuat tabel tidak perlu lagi mengetikan berbaris – baris program. Cukup dengan menggunakan class yang sudah ada dan tersedia di dalam bootstrap.

Ini merupakan script untuk membuat tabel standard

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
  <title>Contoh Penggunaan Bootstrap</title>
  <meta charset="utf-8">
  <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
  <link rel="stylesheet" href="https://maxcdn.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.5.2/css/bootstrap.min.css">
</head>
<body>
<div class="container">
  <h2>Contoh Tabel</h2>
  <p>Ini merupakan contoh Penggunaan bootstrap untuk membuat tabel standard</p>            
  <table class="table">
    <thead>
      <tr>
        <th>Nama</th>
        <th>Asal</th>
        <th>Pekerjaan</th>
      </tr>
    </thead>
    <tbody>
      <tr>
        <td>Agus</td>
        <td>Bandung</td>
        <td>Karyawan Swasta</td>
      </tr>
      <tr>
        <td>Herman</td>
        <td>Medan</td>
        <td>Guru</td>
      </tr>
      <tr>
        <td>Doni</td>
        <td>Jakarta</td>
        <td>Freelance</td>
      </tr>
    </tbody>
  </table>
</div>
</body>
  <script src="http://bootstrap/js/jquery-3.2.1.js">
</script>
  <script src="http://bootstrap/js/bootstrap.min.js"></script>
</html>

Dengan script seperti itu maka yang akan dihasilkan adalah tampilan seperti ini.

Ini merupakan tampilan tabel standard yang dibuat menggunakan bootstrap. Jika anda ingin merubah tampilan dari table maka anda cukup merubah table class nya saja. Untuk tampilan seperti di atas maka “table class = table”. Class table lain yang bisa anda gunakan adalah

.table-striped untuk membuat bentuk tabel di mana warna setiap baris menjadi berbeda – beda seperti pola zebra

.table-bordered untuk membuat border atau garis batas untuk setiap tabel

.table-hover berfungsi untuk membuat efek pada setiap kolom. Efek akan terlihat ketika anda meletakan mouse di suatu kolom pada tabel

.table-dark untuk memberikan background warna gelap pada tabel

Itu adalah beberapa contoh dari class table yang bisa anda gunakan pada bootstrap. Selain itu juga masih ada banyak class table yang bisa anda coba.

2. Alert

Ini merupakan salah satu komponen yang biasa ada pada website yang fungsinya adalah memberikan peringatan atau tanda. Ini merupakan contoh alert yang mungkin sering terlihat

Tampilan di atas didapat dengan menggunakan script seperti di bawah ini

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
  <title>Contoh Bootstrap</title>
  <meta charset="utf-8">
  <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
  <link rel="stylesheet" href="https://maxcdn.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.5.2/css/bootstrap.min.css">
</head>
<body>
<div class="container">
  <h2>Alerts</h2>
  <p>Ini merupakan contoh pembuatan alerts menggunakan bootstrap</p>
  <div class="alert alert-success">
    <strong>Selamat</strong> File anda telah terkirim.
  </div>
  <div class="alert alert-info">
    <strong>Perhatian</strong> Web dalam masa perbaikan.
  </div>
  <div class="alert alert-warning">
    <strong>Perhatian</strong> Perangkat anda terindikasi memiliki file berbahaya.
  </div>
  <div class="alert alert-danger">
    <strong>Bahaya !</strong>File Berbahaya.
  </div>
</div>
</body>
  <script src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/3.5.1/jquery.min.js">
</script>
  <script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
  <script src="https://maxcdn.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.5.2/js/bootstrap.min.js"></script>
</html>

Script seperti di atas biasa nya digunakan untuk membuat tanda peringatan dengan tampilan standard.

3. Button

Jika anda membutuhkan tombol pada website yang sedang anda buat maka anda juga bisa membuatnya menggunakan bootstrap. Ini merupakan script yang digunakan untuk membuat button atau tombol

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
  <title>Contoh Bootstrap</title>
  <meta charset="utf-8">
  <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
  <link rel="stylesheet" href="https://maxcdn.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.5.2/css/bootstrap.min.css">
</head>
<body>

<div class="container">
  <h2>Button/Tombol</h2>
  <p> Ini merupakan contoh penggunaan bootstrap untuk pembuatan button/tombol</p>
  <button type="button" class="btn">Basic</button>
  <button type="button" class="btn btn-primary">Primary</button>
  <button type="button" class="btn btn-secondary">Secondary</button>
  <button type="button" class="btn btn-success">Success</button>
  <button type="button" class="btn btn-info">Info</button>
  <button type="button" class="btn btn-warning">Warning</button>
  <button type="button" class="btn btn-danger">Danger</button>
  <button type="button" class="btn btn-dark">Dark</button>
  <button type="button" class="btn btn-light">Light</button>
  <button type="button" class="btn btn-link">Link</button>      
</div>
</body>
  <script src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/3.5.1/jquery.min.js">
</script>
  <script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
  <script src="https://maxcdn.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.5.2/js/bootstrap.min.js"></script>
</html>

Script seperti di atas akan menghasilkan tampilan seperti di bawah ini

Contoh seperti di atas terdiri dari beberapa button atau tombol dengan berbagai class button. Beberapa button class yang ada pada script diatas adalah

.btn berfungsi untuk membuat button standar

.btn-primary berfungsi untuk membuat tombol utama dengan warna biru. Biasa digunakan untuk membuat tombol login

.btn-secondary berfungsi sebagai pendamping dari tombol primary.

.btn-success berfungsi untuk membuat tombol yang menginformasikan keberhasilan sebuah program atau perintah.

.btn-info berfungsi untuk membuat tombol untuk menuju sebuah informasi. Biasa digunakan pada website ketika pengunjung mungkin membutuhkan informasi lebih banyak dari yang ditampilkan.

.btn-warning berfungsi untuk membuat tombol peringatan

.btn-danger berfungsi untuk membuat tombol yang akan mengindikasikan sebuah bahaya

.btn-dark berfungsi untuk membuat tombol dengan latar warna gelap

.btn-light berfungsi untuk membuat tombol dengan latar warna yang terang

.btn-link berfungsi membuat tombol yang akan berisi link dan menyambungkan ke tujuan link tersebut.

Selain tipe class button seperti di atas, ada juga tipe class button lain seperti

.btn-primary btn-lg berfungsi untuk membuat button dengan ukuran besar

.btn-primary berfungsi untuk membuat button dengan ukuran default

.btn-primary btn-sm berfungsi untuk membuat button dengan ukuran kecil

4. Navigasi

Salah satu komponen lain yang juga bisa dibuat dengan bootstrap adalah navigasi. Mungkin anda sering melihat navigasi seperti ini

Hal seperti menu, home, dan navigasi lain yang sering anda lihat pada website bisa juga dibuat dengan bootstrap. Pada tampilan navigasi seperti di atas bisa dibuat dengan menggunakan script seperti ini

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
  <title>Contoh Bootstrap</title>
  <meta charset="utf-8">
  <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
  <link rel="stylesheet" href="https://maxcdn.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.5.2/css/bootstrap.min.css">
</head>
<body>

<div class="container">
  <h2>Navigasi</h2>
  <p>Ini merupakan contoh pembuatan navigasi dengan menggunakan bootstrap</p>
  <ul class="nav">
    <li class="nav-item">
      <a class="nav-link" href="#">Home</a>
    </li>
    <li class="nav-item">
      <a class="nav-link" href="#">Menu</a>
    </li>
    <li class="nav-item">
      <a class="nav-link" href="#">Help</a>
    </li>
  </ul>
</div>
</body>
  <script src="https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/3.5.1/jquery.min.js">
</script>
  <script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
  <script src="https://maxcdn.bootstrapcdn.com/bootstrap/4.5.2/js/bootstrap.min.js"></script>
</html>

Script di atas merupakan contoh untuk membuat navigasi standard yang biasa digunakan. Pada pengembangannya navigasi ini juga bisa dibuat dengan berbagai desain dan bentuk.

Itulah beberapa hal tentang bootstrap yang harus anda ketahui sebelum mulai untuk mencobanya. Saat ini bootstrap merupakan salah satu framework yang banyak digunakan oleh para front end developer. Menguasai bootstrap akan sangat membantu banyak hal dalam pekerjaan anda sebagai developer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *