Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development

Format BMP: Pengertian, Kelebihan, dan Contohnya

3 min read

Format BMP Pengertian, Kelebihan, dan Contohnya

Jika Anda seorang desainer grafis, kemungkinan format BMP merupakan format gambar yang tidak asing lagi. Dalam menjalankan pekerjaannya, desainer grafis akan melakukan pengeditan foto maupun gambar secara tepat.

Biasanya mereka akan menentukan apakah ingin membuat bitmap maupun vektor. Berkaitan dengan format bitmap, berikut ini pembahasan selengkapnya.

Apa Itu BMP?

Format BMP atau bitmap adalah format gambar yang terkadang juga dinamakan DIB atau Device Independent Bitmap. Ini merupakan sebuah format di mana gambarnya mirip dengan gambar yang asli. Pada gambar tersebut tersusun berbagai piksel lalu membentuk gambar di monitor.

Semakin banyak jumlah piksel yang membentuk gambar, maka gambar tersebut akan semakin halus. Sebaliknya, ketika jumlah piksel semakin sedikit maka gambar terlihat pecah atau kualitasnya buruk. 

BMP juga merupakan file gambar tidak terkompresi serta memiliki ukuran file yang besar. Ketika Anda menjumpai gambar berformat BMP di internet, gambar tersebut kurang tepat untuk Anda kirimkan ke orang lain ketika koneksi internet lambat. Selain itu, format bitmap ini hanya mempunyai dua warna dasar, hitam dan putih.

Namun karena kompleksitasnya yang meningkat membuat warnanya berkembang lebih banyak. Jumlahnya pun dapat mencapai jutaan.

Baca juga: Apa itu Bitmap? Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya!

Kelebihan Format BMP

Setiap format file pasti memiliki kelebihannya masing-masing. Begitu juga dengan file yang berformat bitmap atau BMP ini. Adapun beberapa kelebihannya antara lain:

  • BMP memiliki gambar yang terlihat nyata. Maksudnya gambar tersebut hampir serupa dengan gambar aslinya.
  • Gambar format bitmap juga dapat menangkap nuansa warna serta bentuk secara natural.
  • Gambar format bitmap bisa Anda tambahkan efek khusus. Dengan begitu, objek tersebut yang muncul akan sesuai dengan yang Anda inginkan.
  • Daripada gambar vektor, untuk gambar bitmap memiliki kualitas gambar yang lebih jernih serta lebih realistis.
  • Selain itu, gambar tersebut juga mampu menghasilkan objek yang asalnya dari gambar vektor secara mudah dan cepat. Ketika dicek pun resolusinya bisa lebih rendah.
  • Penggunaan memori yang lebih kecil.

Kelemahan Format BMP

Meskipun format bitmap memiliki banyak kelebihan, tetap saja ada beberapa kelemahannya. Berikut beberapa kekurangan dari gambar berformat BMP:

  • Ketika Anda memperkecil ukurannya, maka kualitas gambar tersebut juga akan ikut berkurang. Maksudnya, pikselnya semakin terlihat lalu gambar tersebut juga terlihat pecah-pecah.
  • Karena gambar BMP memiliki ukuran gambar yang lebih besar, maka besar maupun kecilnya ukuran bitmap tersebut menyesuaikan jumlah titik atau piksel yang terdapat di dalam gambar.
  • Pada saat gambar ukurannya berubah baik diperbesar maupun Anda perkecil, kualitas gambarnya pun juga ikut berubah.
  • Kelemahan selanjutnya, gambar bitmap ketika Anda cetak di resolusi rendah maka efek dari gambar tersebut detailnya juga akan berkurang.
  • Ketika gambar yang beresolusi tinggi Anda tampilkan pada layar monitor yang memiliki resolusi rendah, akibatnya gambar menjadi terlihat besar. Bisa jadi gambar tersebut juga terlihat kabur dan berbentuk kotak-kotak saat Anda melakukan pembesaran gambar.
  • Berikutnya, warna maupun detail gambar juga menyesuaikan resolusi gambar BMP tersebut.

Contoh Format BMP 

Setelah mempelajari kelebihan dan kekurangannya, lalu apa saja contoh gambar berformat bitmap? Berdasarkan informasi, terdapat beberapa contoh BMP, di antaranya yaitu format JPEG, GIF, PNG, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, silakan mengikuti informasi berikut:

1. JPEG

JPEG atau Joint Photographic Experts Assemble merupakan format gambar yang dipakai sebagai standar oleh para fotografer profesional. Salah satu keunggulan format gambar ini yaitu Anda bisa mengompresinya hingga berukuran kecil.

Untuk data JPEG yang dapat Anda kompresi memiliki rasio perbandingan 2:1 dan paling tinggi adalah 100:1. Ketika file tersebut dikompresi, maka kualitas gambarnya juga akan menurun serta tidak dapat Anda kembalikan lagi. 

Format JPEG merupakan pilihan yang sesuai untuk website. Para pengunjung website bisa memuat gambar JPEG tersebut dengan cepat. Selain itu, penurunan kualitasnya juga hampir tak terlihat.

2. PNG

Contoh format BMP yang kedua yaitu PNG atau Portable Network Graphics, sebuah format gambar yang berasal dari jenis raster. Karena file PNG ini termasuk kompresi lossless, menandakan kualitas serta datanya tetap dipertahankan meskipun telah di-compress.

Itulah mengapa kualitas gambar PNG cenderung lebih baik dari JPEG. Detail serta kontras warnanya pun juga lebih bagus. Bukan hanya itu, teks yang terdapat pada file berformat PNG juga terlihat lebih jelas dibandingkan JPEG.

Itulah mengapa gambar PNG cocok untuk mendukung penggunaan teks, baik dalam bentuk banner, screenshot, infografis, dan lain-lain. Format PNG pun juga mendukung warna yang lebih banyak hingga mencapai 16 juta warna.

3. GIF

Berikutnya ada format gambar yang termasuk bitmap yaitu GIF atau Graphics Interchange Format. GIF merupakan sebuah format yang hadir dengan 8 bit per piksel. 

Pada format GIF ini, gambar yang ditampilkan bisa sebanyak 256 warna. Dengan kata lain, GIF mempunyai kualitas gambar kurang tajam jika Anda bandingkan dengan format raster yang lain. Misalnya JPEG yang memiliki 16.777.216 variasi warna dan menyajikan sampai 24 bit per piksel.

Namun keterbatasan tersebut membuat file GIF cenderung lebih kecil. Jadi cocok untuk penggunaan konten animasi yang pendek. Selain itu, GIF juga mendukung seluruh browser maupun sistem operasi.

4. TIFF

Tagged Image File Format alias TIFF adalah sebuah format gambar yang biasanya dipakai untuk printing. Ini karena kualitasnya lebih baik dari format yang lain. Lalu kebanyakan perangkat scanner juga memakai format TIFF demi menjaga kualitas gambar serta dokumen yang sedang dipindai.

Melalui format TIFF, Anda dapat mempertahankan beberapa layer. Ini membuat Anda dapat mengedit gambar secara lebih lanjut. Namun tentu ada risikonya yakni ukuran file menjadi lebih besar.

Baca juga: Apa itu TIFF? Pengertian, Kelebihan, dan Perbedaannya dengan Format Lain!

5. RAW

RAW merupakan format gambar yang umumnya dipakai kamera digital dalam menyimpan gambar dengan kualitas penuh. Biasanya untuk keperluan pasca produksi, misalnya retouching foto. Gambar berformat RAW termasuk 14 bit. Itu artinya Anda dapat mengubah warna serta kontras pada file berformat RAW secara lebih mudah. 

6. PSD

Contoh format BMP berikutnya adalah PSD atau Photoshop Document. PSD adalah sebuah format gambar dari aplikasi editing yang sangat terkenal yaitu Adobe Photoshop. Secara umum, file berformat PSD mempunyai ukuran file besar karena di dalamnya memuat banyak elemen visual seperti path, layer, serta filter.

Elemen tersebut menghasilkan file PSD dan sepenuhnya bisa Anda edit serta sesuaikan. Dengan begitu, Anda bisa terus mengeditnya hingga mendapatkan hasil sesuai yang Anda inginkan.

Sudah Paham Apa Itu Format BMP?

Sekian informasi tentang format bitmap. Kesimpulannya, bitmap awalnya hanya memiliki 2 warna dasar, yakni hitam dan putih. Kemudian berkembang hingga memiliki jutaan warna. Selain itu, gambar berformat bitmap juga memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.

Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development