Apa itu Framework

Apa itu Framework? Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya

Bicara soal web development tidak akan lepas dari pembahasan tentang framework. Di berbagai grup dan forum pemrograman, framework adalah topik yang selalu hangat untuk diperbincangkan.

Penguasaan framework juga selalu ditemukan dalam daftar persyaratan di setiap informasi lowongan kerja di bidang web development. Lalu, sebenarnya framework itu apa sih?

Apa itu Framework?

Frame artinya kerangka, dan work artinya kerja. Secara harfiah, framework berarti kerangka kerja. Jika dihubungkan dengan pemrograman web, maka pengertian framework adalah kerangka kerja yang digunakan programmer dalam membuat website.

Masih bingung ya?

Begini, pertama-tama mari kita bedah dulu apa yang ada di balik sebuah website. Dari segi tampilan, website disusun dan didesain dengan seperangkat bahasa front-end seperti  HTML, CSS, dan JavaScript.

Kemudian, dari segi fungsionalitas, website memiliki logika terstruktur yang berisi cara kerja dan perintah-perintah. Misalnya saat Anda memasukkan kata kunci di kolom pencarian kemudian menekan tombol Search, website akan menampilkan hasil pencarian sesuai kata kunci yang Anda berikan. Mekanisme ini ditulis di bagian back-end website, begitu juga dengan fungsi-fungsi lainnya.

Baca Juga: 14 Skill yang Harus Dikuasai untuk Menjadi Backend Developer Handal

Sekarang, bayangkan website yang pernah Anda lihat sebelumnya. Perhatikan susunan tampilannya, jumlah tombol beserta fungsi-fungsinya, serta sistematika konten dan fitur yang ada di website ini. Bayangkan, berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang programmer untuk mengembangkan website sekompleks ini?

Belum lagi dari segi penyimpanan dan pengolahan data, keamanan, serta aspek-aspek lain yang harus menjadi perhatian programmer. Kalau harus menulis seluruh kode program dari nol, tentu membutuhkan banyak waktu untuk menghasilkan satu website saja. Itu pun dengan resiko bug dan celah keamanan yang cukup tinggi.

Di sinilah framework mengambil peran

Setelah Anda memiliki gambaran tentang betapa rumitnya proses pengembangan website, mari kita kembali ke pembahasan tentang framework. Alih-alih menulis seluruh kode program dari nol, framework menyediakan kerangka kerja yang bisa digunakan programmer untuk mempercepat pekerjaannya.

Framework menyediakan sekumpulan kelas, fungsi, variabel, dan komponen-komponen lain yang kerap dibutuhkan programmer dalam mengembangkan sebuah website.

Dengan menggunakan framework, Anda tidak perlu menulis seluruh kode program secara manual. Cukup menggunakan kerangka dasar yang sudah disiapkan di dalam framework.

Cara Kerja Framework

Cara terbaik untuk memahami suatu istilah asing adalah dengan menggunakan ilustrasi yang lebih familiar.

Mari kita coba …

Pertama-tama, bayangkan web development layaknya proses perakitan mobil. Dalam merakit mobil, Anda harus menyediakan semua komponen yang dibutuhkan agar mobil dapat beroperasi dengan baik.

Secara fungsional, Anda harus menyiapkan komponen-komponen bagian dalam mobil seperti mesin, suspensi, rem, dan lain sebagainya. Ini sama dengan back-end website yang berisi sekumpulan fungsi, perintah, dan cara kerja yang berkaitan dengan fungsionalitas website seperti ilustrasi fitur pencarian yang kita bahas di atas.

Secara tampilan, mobil juga harus terlihat menarik, futuristik, dan sesuai dengan selera pasar. Anda harus merancang model, ukuran, warna, corak, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan aspek visual dari sudut pandang pengguna.

Dalam web development, ini adalah bagian front-end yang berfungsi untuk merancang dan mempercantik tampilan website seperti background, font, kombinasi warna, dan sebagainya.

Baca Juga: 17 Skill yang Diperlukan untuk Menjadi Front-end Developer

Sekarang, bayangkan jika Anda harus memproduksi seluruh komponen mobil secara manual. Anda harus merancang dan membuat mesin, mendesain chasis, mengatur mekanisme keamanan, dan seluruh aspek rumit dalam sebuah mobil. Tentu membutuhkan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan biaya. Sama halnya dengan mengembangkan website dari nol.

Lain ceritanya jika Anda menggunakan framework. Layaknya puzzle, framework terdiri dari kepingan-kepingan komponen yang bisa Anda susun sesuka hati hingga membentuk gambar yang utuh.

Ini seperti komponen siap pakai yang tinggal disusun dan dirangkai untuk membuat mobil. Dalam web development, framework menyediakan fungsi-fungsi berkualitas tinggi yang bisa langsung Anda gunakan.

Dengan begitu, proses pengembangan website bisa dilakukan secara lebih mudah, cepat, hemat, serta dengan hasil yang lebih berkualitas. Seperti itulah cara kerja framework dalam web development.

Framework VS Library

Banyak orang keliru mengartikan framework sebagai library, padahal keduanya memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Konsepnya memang mirip, library dan framework sama-sama menyediakan fitur dan fungsionalitas yang dibutuhkan dalam web programming. Tapi dari segi kompleksitas, framework jauh lebih lengkap dan luas dari library.

Perbedaan pertama dapat dilihat dari jenis objek. Library berisi sekumpulan kode yang terdiri dari kelas, fungsi, dan variabel siap pakai. Framework pun sama, namun fungsinya jauh lebih luas dari sekedar menyediakan sepaket fitur.

Library bisa diinstall secara individual layaknya plugin tambahan di web browser. Pernah menginstall plugin dari Chrome Web Store? Kurang lebih seperti itulah proses instalasi library. Mekanismenya tergantung dari bahasa pemrograman yang Anda gunakan, biasanya melalui Command Line.

Sedangkan framework adalah aplikasi utuh yang membutuhkan aplikasi-aplikasi pendukung lain. Laravel misalnya, membutuhkan banyak ekstensi PHP beserta aplikasi-aplikasi lain yang harus diinstall ke perangkat. Biasanya, programmer menginstall XAMPP yang menyediakan paket lengkap sesuai kebutuhan Laravel. Ukuran dan konsumsi sumber daya framework juga lebih besar karena berwujud aplikasi.

Perbedaan lainnya bisa dilihat dari mekanisme kontrol antara keduanya. Saat menggunakan library, kode program Anda memanggil library dengan metode import. Sebaliknya, saat menggunakan framework, framework-lah yang memanggil dan mengimport kode program Anda. Mekanisme ini disebut dengan Inversion of Control (IoC).

Jadi, jangan keliru menyebut library sebagai framework, atau sebaliknya.

Fungsi Framework dalam Web Development

Framework memiliki peran dan fungsi yang sangat signifikan dalam pengembangan web. Bahkan, saat ini framework sudah menjadi kebutuhan dasar bagi setiap programmer. Meskipun tidak wajib, nyatanya penggunaan framework semakin meluas dan menjadi standar umum dalam bidang web development. Beberapa fungsi framework antara lain :

1. Meningkatkan Efisiensi Programmer

Karena framework sudah menyediakan sekumpulan fitur siap pakai, Anda tidak perlu lagi menulis kode program secara manual. Dengan begitu, Anda bisa memberikan lebih banyak perhatian pada performa dan tampilan website secara luas, tanpa harus dipusingkan dengan detail-detail spesifik. Biarkan framework yang mengambil-alih setiap detailnya.

Hal ini secara langsung berdampak pada efisiensi kinerja Anda sebagai seorang programmer. Pekerjaan Anda bisa diselesaikan dengan lebih mudah dan cepat. Apalagi di tengah ketatnya persaingan di pasar digital, kecepatan menjadi aspek penting yang harus dioptimalkan untuk memenangkan kompetisi.

2. Mempermudah Kolaborasi Tim

Banyak programmer yang berpendapat bahwa lebih mudah menulis kode sendiri daripada harus membaca dan memahami kode buatan programmer lain. Dalam pengembangan web skala besar, kolaborasi antar programmer menjadi hal yang tak terelakkan.

Kalau Anda menulis kode program secara manual, rekan Anda mungkin akan kesulitan dan membutuhkan waktu lama untuk memahami alur kerja kode Anda. Begitu juga sebaliknya, Anda butuh waktu untuk memahami kode program yang rekan Anda buat. Saat tiba waktunya menggabungkan hasil pekerjaan antar anggota tim, masalah baru muncul : disintegrasi antar bagian.

Masalah ini bisa diatasi dengan menggunakan framework. Karena framework sudah menetapkan standar umum dan cara kerja yang terpublikasi, semua orang bisa mempelajarinya dengan mudah.

Jadi, kalau seluruh anggota tim Anda memahami dan menggunakan framework yang sama, tidak akan sulit untuk memahami dan menggabungkan hasil kerja antar anggota tim.

Si A tidak harus mempelajari alur kode Si B. A dan B hanya perlu sama-sama memahami satu framework yang sama, maka kolaborasi antara keduanya akan berjalan dengan lancar tanpa menemui banyak masalah.

3. Kualitas Kode Lebih Terjamin

Framework dibuat, dikembangkan, dan dirawat oleh tim programmer profesional dari berbagai belahan dunia. Framework open-source mempublikasikan kode sumbernya di internet agar semua orang bisa mempelajari, menemukan celah, dan mengajukan pembaruan pada tim pengembang. Singkatnya, framework adalah hasil karya programmer-programmer terbaik sedunia.

Dari segi kualitas, tentu saja framework lebih terjamin. Jika seorang pengembang menemukan bug, ia bisa langsung melaporkannya ke tim. Laporan ini akan segera dievaluasi dan secepatnya ditindaklanjuti melalui pembaruan berkala. Kualitas kode framework terus dipantau dan diperbarui secara aktif.

Bandingkan dengan kode yang Anda tulis sendiri. Dari segi jumlah partisipan, kode yang dibuat dan dikembangkan oleh ribuan orang tentu lebih berkualitas daripada kode yang ditangani oleh satu orang atau sebuah tim kecil. Selain lebih cepat dan mudah, kualitas website yang Anda buat pun lebih dapat dipastikan dengan menggunakan framework.

Jika Anda menguasai framework, maka Anda sudah bisa membuka jasa pembuatan website kepada klien. Itu karena website yang Anda buat dari framework sudah memenuhi standar minimal.

4. Minim Celah Keamanan

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, framework lebih aman karena dikembangkan oleh programmer berskala global. Faktor keamanan perlu mendapat perhatian khusus karena bisa berakibat fatal bila diabaikan. Cyber attack terus meningkat dari waktu ke waktu. Kalau sampai website Anda menjadi korban penyerangan, Anda akan mengalami banyak kerugian.

Dari segi kredibilitas, peringkat website dan jumlah kunjungan Anda sangat mungkin mengalami penurunan. Secara ekonomi, penghasilan yang Anda dapat dari website pun berkurang akibat serangan tersebut. Masih banyak kerugian lain yang ditimbulkan dari cyber attack, meskipun website Anda hanya down selama beberapa menit.

Inilah salah satu keunggulan framework. Website Anda menjadi jauh lebih aman karena fitur-fitur framework yang Anda gunakan terus dipantau keamanannya. Sama seperti bug, celah keamanan framework pun terus dipantau dan langsung ditindaklanjuti oleh tim pengembang.

5. Hemat Biaya

Efisiensi tidak hanya ditinjau dari segi kecepatan, tetapi juga dari biaya yang dikeluarkan. Dalam web development, framework memiliki fungsi lain untuk menghemat biaya pengembangan. Setidaknya ada dua alasan di balik poin ini.

Pertama, sebagian besar framework bisa Anda gunakan secara gratis. Bayangkan berbagai fitur dan fungsi siap pakai yang bisa Anda manfaatkan tanpa harus membayar sepeser pun.

Kedua, semakin cepat website Anda dibangun, semakin besar pula keuntungan finansial yang bisa Anda dapat. Ingat, dalam pasar digital, setiap detik sangatlah berharga dan bisa dikonversi menjadi penghasilan. Semakin lama website Anda dibangun, semakin tinggi biaya pengembangan yang harus Anda keluarkan, semakin besar pula potensi keuntungan yang Anda lewatkan selama proses tersebut.

Jenis-jenis Framework

Framework dapat dipisahkan berdasarkan beberapa kategori. Berdasarkan platform, framework dapat dibagi menjadi framework desktop, web, dan mobile. Framework web pun terbagi lagi ke dalam front-end dan back-end. Belum termasuk framework-framework lain untuk kegunaan yang lebih spesifik, data science misalnya.

Pembahasan mengenai klasifikasi framework bisa sangat panjang dan saling tumpang-tindih satu sama lain. Untuk gambaran singkat, mari kita ulas beberapa framework terpopuler di kalangan programmer.

1. Laravel

laravel adalah framework PHP terpopuler

Laravel adalah salah satu framework PHP yang sangat diandalkan oleh banyak programmer. Dengan syntax yang elegan dan ekspresif, Anda tidak akan kesulitan dalam mempelajari dan menggunakan Laravel.

Bahkan menurut Google Trends, Laravel adalah framework PHP terbaik dengan kualitas dan standar kode tingkat tinggi untuk mengembangkan aplikasi canggih berbasis web.

Beberapa perusahaan yang mengandalkan Laravel dalam pengembangan website, di antaranya :

  • Alison.com
  • Barchart.com
  • Negihborhood Lender
  • World Walking

2. Angular

Angular framework adalah produk Google berbasis javascript

Berbasis typescript, Angular adalah framework JavaScript yang dikembangkan oleh Google dengan sistem open-source. Angular menyediakan fitur lengkap seperti injeksi dependensi, end-to-end tooling, dan masih banyak lagi.

Angular bisa Anda gunakan untuk membuat aplikasi yang berkualitas dengan performa maksimal di desktop, web, maupun mobile. Google pun menggunakan Angular untuk beberapa produknya seperti Google Cloud Platform dan AdWords, serta berbagai tool yang digunakan oleh tim internal Google.

Beberapa perusahaan yang menggunakan Angular di website mereka adalah :

  • Netflix
  • Paypal
  • YouTube
  • Upwork

3. Django

django framework adalah salah satu python-based framework

Python sudah lama dikenal sebagai bahasa pemrograman multifungsi. Dalam web development, Python pun menyediakan framework canggih yang banyak diandalkan oleh programmer profesional. Salah satunya adalah Django.

Framework ini dipublikasikan secara open-source dan bisa digunakan secara gratis. Beberapa perusahaan ternama yang menjatuhkan pilihan pada Django adalah :

  • Instagram
  • Mozilla
  • Pinterest
  • Disqus

4. Flutter

Flutter framework adalah produk multi-platform buatan Google

Satu produk unggulan lagi dari Google, sebuah framework bernama Flutter. Framework ini sedang merangkak naik demi merebut popularitas di antara framework-framework pendahulunya.

Flutter memiliki fitur unggulan berupa kompatibilitas di semua perangkat. Anda bisa menggunakan Flutter untuk mengembangkan aplikasi desktop, web, dan mobile dari satu codebase. Tidak perlu lagi menulis kode program yang terpisah untuk setiap platform.

Meskipun dikembangkan oleh Google, penggunaan Flutter untuk perangkat mobile tidak terbatas pada OS Android saja. Flutter pun mendukung kompatibilitas di perangkat iOS besutan Apple Inc. Jadi, dengan satu framework saja, Anda bisa membuat aplikasi yang bisa dijalankan di perangkat apa pun.

Beberapa aplikasi populer yang dikembangkan menggunakan Flutter adalah :

  • Alibaba
  • Google Ads
  • Cryptography

Tips Sebelum Belajar Framework

Sekarang Anda sudah memahami pengertian, cara kerja, beserta kegunaan framework dalam bidang pengembangan web. Kalau Anda tertarik untuk belajar framework, kami sarankan untuk memulai dari tahap dasar terlebih dahulu.

Framework adalah teknologi yang dikembangkan dengan basis bahasa pemrograman tertentu. Seperti Laravel yang berbasis PHP dan Angular yang dibuat dengan JavaScript. Jadi, sebelum belajar framework, Anda perlu mempelajari bahasa pemrograman web terlebih dahulu.

Setelah menguasai bahasa pemrograman, barulah Anda bisa melanjutkan ke materi tentang pendalaman framework. Pilihlah framework yang populer dan banyak digunakan oleh programmer. Popularitas framework tentu mempunyai alasan di baliknya, misalnya dari segi kualitas. Selain itu, framework populer memiliki dukungan komunitas yang lebih kuat serta peluang kerja yang lebih tinggi.

Jika Anda benar-benar berniat untuk memasuki dunia web programming, bersiaplah untuk menjadi pelajar seumur hidup. Bahasa pemrograman baru, framework baru, teknologi baru, dan tren-tren baru akan terus bermunculan. Setiap ada pembaruan, Anda harus siap untuk mempelajari segala sesuatunya agar skill Anda tetap relevan dengan kebutuhan pasar.

Jadi, siapkah Anda untuk terjun ke bidang ini? Berikut saya berikan artikel terkait framework secara lebih spesifik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *