operator pada php

Belajar PHP Part 6: Mengenal 8 Operator Pada PHP (Lengkap)

Pada panduan PHP sebelumnya, kita telah belajar tentang variabel dan tipe data. Nah, Anda sudah tahu integer, string, float, dan lain-lain. Pada panduan belajar PHP kali ini, kita belajar tentang operator pada PHP.

Ada 8 operator yang sering digunakan pada bahasa pemrograman ini. Sebelum belajar PHP lebih jauh, Anda perlu tahu apa saja operator ini dan bagaimana cara implementasi pada coding. Operator pasti akan sering digunakan ketika Anda ingin membuat website. Langsung saja kita bahas tentang operator pada PHP.

8 Jenis Operator Pada PHP

1. Operator Aritmatika

Nah, pasti Anda sudah sering bertemu dengan operator jenis ini walaupun belum pernah belajar bahasa pemrograman sekalipun. Operator ini sering digunakan pada operasi matematika, seperti penjumlahan, pengurangan, dan lain-lain. Contoh:

  • -$x = nilai negatif dari variabel x
  • $x + $y = penjumlahan nilai x dan nilai y
  • $x – $y = pengurangan nilai x dan nilai y
  • $x * $y = perkalian nilai x dan nilai y
  • $x / $y = pembagian nilai x dan nilai y
  • $x % $y = sisa bagi (modulus) dari x dibagi y
  • $x ** $y = x pangkat y

Perlu diperhatikan, untuk perkalian pada PHP (dan mayoritas bahasa pemrograman lain) menggunakan asterisk (*). Nah, di sini mungkin ada operator yang masih asing bagi kalian, yaitu modulus (%). Itu merupakan sisa pembagian. Contoh:

  • 5 % 3 = 2. (Hasilnya 2 karena 5 dibagi 3 adalah 1 dan masih tersisa 2)

Oh iya, ada satu lagi operator yang berbeda dengan yang ada pada matematika, yaitu operator pangkat. Pada PHP, kita memangkatkan nilai dengan menggunakan double asterisk (**). Untuk cara menggunakan operator aritmatika pada PHP juga seperti pada umumnya. Contoh kode programnya:

<?php
$x = 3;
$y = 2;
echo "Penjumlahan: ".$x + $y;
echo "Pengurangan: ".$x - $y;
echo "Perkalian: ".$x * $y;
echo "Pembagian: ".$x / $y;
echo "Sisa bagi (modulus): ".$x % $y;
echo "Pangkat: ".$x ** $y;

Oh iya, Anda juga bisa menyimpan hasil operasi kedua variabel tersebut pada variabel baru. Contoh:

$z = $x + $y;
echo "Penjumlahan : ".$z;

2. Operator Increment dan Decrement

Sesuai dengan namanya, operator ini berfungsi untuk menambahkan (increment) atau mengurangi (decrement) sebuah variabel atau nilai. Operator ini dituliskan dengan tanda ++ ataupun –. Fungsi dari ++ adalah menambahkan dengan 1. Misal $a = 5, kemudian $a++ maka nilai $a akan menjadi 6. Begitu juga dengan tanda –.

Berikut contohnya:

$a = 5;
$b = $a++;
echo "Nilai a = ".$a;
echo "Nilai b = ".$b;
//Output:
//Nilai a = 6
//Nilai b = 5

Mengapa hasilnya tetap 5? Itu karena variabel b diisi dengan nilai a yang masih belum ditambahkan (postincrement). Coba saja Anda ganti $a++ menjadi ++$a. Maka, nilai dari variabel b akan menjadi 6 karena nilai a dijumlahkan dahulu.

$a = 5;
$b = ++$a;
echo "Nilai a = ".$a;
echo "Nilai b = ".$b;
//Output:
//Nilai a = 6
//Nilai b = 6

Jika pada kode di atas, nilai b menjadi 6. Itu karena b  = nilai a yang telah dijumlahkan terlebih dahulu (preincrement). Mungkin, Anda masih bingung pada bagian ini jika belum pernah belajar bahasa pemrograman apapun sebelumnya. Tapi, tidak masalah karena lama-kelamaan juga Anda akan paham. Saya juga awalnya sedikit bingung dengan operator ini.

3. Operator Assignment

Operator jenis ini juga tidak asing bagi Anda. Dari namanya, assignment berarti penugasan. Operator ini adalah pengembangan dari operator aritmatika. Jadi, operator ini berfungsi untuk memberikan nilai pada sebuah variabel. Contoh sederhananya adalah $x = 5. Sebenarnya, ada banyak jenis operator ini, yaitu:

OperatorFungsi
+=Menambahkan dengan ruas kiri dan kanan
-=Mengurangi dengan ruas kiri dan kanan
*=Mengalikan dengan ruas kiri dan kanan
/=Membagi dengan ruas kiri dan kanan
%=Mencari sisa bagi dengan ruas kiri dan kanan
**=Memangkatkan dengan ruas kiri dan kanan

Jika masih bingung, Anda bisa lihat contoh di bawah:

$bensin = 5; //ceritanya bensin 5 liter
$bensin+=10; //maka nilai bensin jadi 15 (5+10). 5 merupakan nilai bensin sebelumnya.
$bensin-=2; //bensin menjadi 13 (15-2). 15 merupakan nilai bensin sebelumnya.

Jadi, penjabaran dari $bensin+=10 adalah $bensin = $bensin+10. Seperti yang sudah saya bilang, operator ini merupakan pengembangan dari operator aritmatika.

4. Operator String

Operator ini mirip dengan operator assignment. Fungsi dari operator ini adalah untuk menggabungkan string (concatenation). Ada 2 penulisan pada operator ini, yaitu:

Penulisan OperatorFungsi
$a.$bMenggabungkan string $a dan $b
$a.=$bMenambahkan nilai $a menjadi $a dan $b

Contoh kode programnya adalah sebagai berikut:

$a = "Belajar ";
$b = "PHP";
$c = $a.$b;
//nilai dari $c adalah "Belajar PHP". Tapi, nilai dari $a adalah "Belajar ".

echo $a.$b;
//menampilkan tulisan "Belajar PHP" tapi $a masih berisi "Belajar " dan $b masih berisi "PHP".

$a.=$b;
//nilai dari $a adalah "Belajar PHP".

Jadi, jika operator .= dapat menyimpan nilai pada ruas kiri. Jika operator . hanya berfungsi untuk menggabungkan lebih dari satu variabel saja tanpa menyimpan nilai dari gabungan tersebut.

5. Operator Logika

Hasil dari operator yang satu ini akan bernilai benar (true) ataupun salah (false). Sebenarnya, ada banyak operator logika, seperti di bawah ini:

  • AND: Bernilai benar jika semuanya benar
  • OR: Bernilai benar jika salah satu benar
  • NOT: Bernilai benar jika salah
  • NOR: Bernilai benar jika semua inputan salah
  • NAND: Bernilai benar jika salah salah satu atau semua inputan salah
  • XNOR: Bernilai benar jika inputannya sama
  • XOR: Bernilai benar jika inputannya berbeda

Tapi, yang sering dipakai pada bahasa pemrograman adalah AND, OR, dan NOT. Sisanya, sangat jarang dipakai. Untuk simbol dari operator di atas seperti ini:

  • AND: &&
  • OR: ||
  • NOT: !

Nah, simbol itulah yang bisa kita implementasikan pada bahasa pemrograman, salah satunya PHP. Berikut contoh implementasinya:

<?php
$a = true;
$b = false;

$d = $a && $b;
$e = $a || $b;
$f = !$a;
var_dump($d); //output: bool(false) syarat and adalah bernilai true jika $a dan $b true
var_dump($e); //output: bool(true) syarat or adalah bernilai true jika $a atau $b true
var_dump($f); //output: bool(false) kebalikan dari $a

Oh iya, kita menggunakan var_dump() supaya bisa tahu informasi tentang variabel tersebut. Jika hanya menggunakan echo, kita hanya tahu nilanya. Tapi, jika menggunakan var_dump akan lebih lengkap beserta informasinya.

6. Operator Perbandingan / Relasi

Operator yang satu ini juga sering digunakan dalam matematika. Fungsi dari operator ini untuk membandingkan antara nilai satu dengan nilai yang lainnya. Berikut operator perbandingan:

OperatorFungsi
<Bernilai benar jika ruas kiri kurang dari ruas kanan
<=Bernilai benar jika ruas kiri kurang dari atau sama dengan ruas kanan
==Bernilai benar jika ruas kiri sama dengan ruas kanan (tanpa melihat tipe data)
===Bernilai benar jika ruas kiri sama dengan ruas kanan dan tipe datanya juga sama
>=Bernilai benar jika ruas kiri lebih dari atau sama dengan ruas kanan
>Bernilai benar jika ruas kiri lebih dari ruas kanan
!= atau <>Bernilai benar jika ruas kiri tidak sama dengan ruas kanan
!==Bernilai benar jika ruas kiri tidak sama dengan ruas kanan dan tipe datanya juga berbeda

Cara penggunaannya pun seperti biasa. Contoh:

<?php
$a = 3;
$b = 5;
$c = $a<$b;
$d = $a!=$b;
var_dump($c); //output: bool(true) karena $a kurang dari $b
var_dump($d); //output: bool(true) karena $a tidak sama dengan $b

7. Operator Ternary

Operator ini fungsinya sama dengan percabangan (percabangan dibahas di bab selanjutnya). Jadi, operator ini akan mengecek sebuah kondisi apakah bernilai benar atau salah. Setelah itu, program akan melakukan penanganan sesuai dengan hasil pengecekannya, apakah benar atau salah. 

Struktur dasar ternary adalah seperti di bawah:

  • kondisi ? jawaban benar : jawaban salah;

Sedangkan untuk penerapannya pada PHP seperti ini:

<?php
$nilai = 100;
$ucap = $nilai == 100 ? "Selamat" : "Tetap semangat";
echo $ucap;

Jadi, pada line 3 ada sebuah pengecekan. Jika isi dari $nilai sama dengan 100, maka $ucap berisi “Selamat”. Namun, jika $nilai bukan 100, maka $ucap bernilai “Tetap Semangat”. Itu salah satu contoh melakukan penanganan dengan menyimpan ke dalam variabel.

Sekarang, kita coba jika tanpa variabel bantuan. Kurang lebih seperti ini:

<?php
$nilai = 100;
echo $nilai == 100 ? "Selamat" : "Tetap semangat";

Hasilnya sama dengan kode yang sebelumnya. Cuma kalau yang ini tanpa variabel tambahan untuk menyimpan keterangan.

8. Operator Bitwise

Operator ini sebenarnya mirip dengan operator logika. Namun, penggunaan operator ini untuk bilangan biner. Contoh simbol operator bitwise adalah seperti ini:

SimbolNamaFungsi
&AndBernilai 1 jika kedua bit bernilai 1
|OrBernilai 1 jika salah satu bit bernilai 1
^XorBernilai 1 jika hanya salah satu bernilai 1
<<Shift leftMenggeser nilai bit ke kiri
>>Shift rightMenggeser nilai bit ke kanan
~NotKebalikan

Contoh kode programnya seperti ini:

<?php
$a = 0b101; //nilai a = 5
$b = 0b111; //nilai b = 7

echo $a & $b; //hasilnya adalah 5
echo $a | $b; //hasilnya adalah 7
echo $a ^ $b; //hasilnya adalah 2
echo ~$a;
echo $a<<1; //hasilnya adalah 10 (karena nilai bit ditambah 0 sebanyak 1 di bagian kanan sehingga jadi 0b1010) echo $a>>1; //hasilnya adalah 2 (karena nilai di bagian kanan dihapus, sehingga jadi 0b10 saja)

Oh iya, untuk penulisan biner diawali dengan tanda ‘0b’ untuk memberitahu program kalau itu adalah bilangan biner. Untuk and, or, xor, maupun not konsepnya sama dengan yang ada di operator logika. Tapi, untuk shift left dan shift right mungkin Anda masih agak sedikit bingung. 

Tapi, jika Anda paham konsep bilangan biner, pasti dapat menggunakan operator ini dengan baik. Oke, sekian dulu pembahasan kali ini mengenai operator pada PHP. Apabila ada yang belum jelas, bisa ditanyakan saja di kolom komentar. 

Panduan Sebelumnya: Variabel dan Tipe Data PHP
Panduan Selanjutnya: Percabangan Pada PHP

Anda ingin memiliki web hosting dengan kualitas server tercepat di Indonesia ? Klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *