Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development

7 Cara Mengatasi Discovered Not Indexed Google Ala Pakar SEO

5 min read

7 Cara Mengatasi Discovered Not Indexed Google Ala Pakar SEO

Discovered – Currently Not Indexed adalah salah satu masalah indexing umum yang sering terjadi pada banyak website. Masalah ini terjadi saat halaman website telah ditemukan oleh Googlebot, namun ia tidak mengindeksnya. Pertanyaan pentingnya, bagaimana cara mengatasi discovered not indexed Google ini?

Pada ulasan kami kali ini, kami akan menjelaskan kepada Anda secara terperinci mengenai penyebab masalah ini dan juga solusi tepat untuk mengatasinya. Penasaran? Langsung saja, simak ulasannya yang kami rangkum di bawah!

Apa Itu Status Discovered Currently Not Indexed?

Discovered Currently Not Indexed adalah masalah indexing yang terjadi saat Googlebot menemukan atau mengunjungi suatu halaman website, namun belum atau tidak memasukkannya ke dalam daftar indexing.

Jika Anda mengintegrasikan website Anda dengan GSC dan tersandung masalah indexing ini, maka Anda akan dapat menemukan notifikasi masalah ini dashboard Anda.

Baca Juga: Artikel Terkena Deindex Google? Ini Solusi yang Dapat Anda Coba!

Mengapa Status Discovered Currently Not Indexed Jadi Isu Penting?

Sebelum membahas mengenai mengatasi discovered not indexed Google, Anda harus memahami terlebih dahulu seberapa urgent masalah ini. 

Pasalnya, masalah ini berhubungan dengan indexing dari website Anda. Saat halaman website Anda mengalami isu ini, maka ia tidak akan tampil di SERP Google. Lebih parah lagi, masalah indexing ini bukanlah masalah temporary (sementara).

John Mueller ,yang merupakan Google Search Advocate pernah membahas mengenai masalah ini pada sesi Google Search Central SEO Office Hours di tanggal 18 Februari 2022 silam.

Ia menjelaskan bahwa masalah indexing ini terjadi karena halaman website terkait tidak memenuhi standar kualitas dari sudut pandang mesin pencari Google. Ia pun juga menjelaskan bahwa Google tidak menjamin akan merayapi dan mengindeks setiap halaman website.

Jadi, dari penjelasan John Mueller, tersirat bahwa masalah indexing ini dapat bertahan dalam waktu lama, bahkan selamanya, jika Anda tidak menanganinya.

Penyebab Discovered Currently Not Indexed Google

Seperti yang telah kami sedikit singgung, masalah indexing ini dapat terjadi karena Google menganggap halaman website dengan isu ini tidak memenuhi standar mereka. Maka dari itu, terdapat beberapa penyebab yang membuat Google menganggap suatu halaman website tidak memenuhi standar mereka. Ini 7 faktor penyebabnya!

1. Kualitas Konten Rendah

Sekarang ini, bukan rahasia lagi, bahwa Google sangat selektif dalam pengindeksan dan perangkingannya. Terlebih setelah update core di bulan Oktober 2023 lalu, Google cenderung hanya mengindeks dan merangking konten berkualitas (helpful content).

Jika halaman website Anda memiliki isu Discovered – Currently Not Indexed ini, maka kualitas konten kemungkinan dapat menjadi penyebabnya.

2. Terdapatnya Noindex Tag

Penyebab discovered currently not indexed lainnya adalah terdapatnya Noindex Tag. Tag Noindex adalah sebuah instruksi berupa kode html yang memerintahkan bot mesin pencari untuk tidak mengindeks halaman yang memilikinya. 

Jika suatu halaman website memiliki tag ini, maka halaman tersebut akan web crawler kecualikan dari daftar indexing.

3. Isu Duplicate Content

Duplicate content adalah salah satu faktor penyebab munculnya masalah indexing, termasuk dalam masalah Discovered – Currently Not Indexed ini. Pasalnya, memiliki halaman duplikat di website, akan membuat Googlebot bekerja lebih extra dalam melakukan crawling terhadap website Anda. 

Perlu Anda ketahui juga, Googlebot menemukan konten baru di website Anda melalui crawling. Selain itu, ia juga melakukan recrawl untuk memastikan apakah terdapat perubahan pada halaman lama.

Jadi, adanya halaman duplikat akan menambah beban kerja dari Googlebot dan membuat sejumlah halaman lainnya tertunda untuk mendapatkan crawling. Selain itu, masalah duplicate content juga membuat crawl budget Google menjadi boros (burns crawl budget).

4. Hosting yang Menyimpan File Website Melarang Crawling

Pada beberapa kasus, masalah indexing ini berasal dari sisi hosting website, yaitu hosting yang menyimpan file website melarang web crawler untuk melakukan perayapan. Maka dari itu, website terkait tidak dapat terindeks di SERP.

Selain itu, terdapat kemungkinan juga terjadi masalah pada sistem website, entah itu htaccess, CDN, server configuration, dan lainnya yang menyebabkan terjadinya blokir akses terhadap web crawler.

5. Penalti dari Google

Penalti dari Google juga dapat menjadi penyebab mengapa suatu halaman website mendapatkan isu indexing ini. Jadi, saat sebuah website melanggar TOS Google, maka visibilitas website di SERP akan menurun drastis. Bahkan, banyak website yang melanggar TOS Google langsung Google sisihkan dari SERP nya.

6. Internal Link Menggunakan Nofollow

Di dalam penerapan SEO, menggunakan nofollow untuk menghubungkan halaman penting di website adalah praktik haram. 

Pasalnya, penggunaan nofollow pada internal linking akan mengisyaratkan pada Google, bahwa halaman yang terhubung tersebut bukan halaman penting dan tidak perlu terindeks. Hal inilah yang berpotensi memicu munculnya masalah indexing pada halaman.

7. Kemungkinan Orphan Page

Hal terakhir yang dapat menjadi penyebab, sebelum mengatasi discovered not indexed Google adalah tidak terdapatnya tautan internal ke halaman yang bermasalah. 

Pasalnya, di dalam pengembangan website, internal linking terbilang salah satu hal yang sangat penting. Bukan hanya sebagai sarana untuk mendistribusikan trafik kunjungan, internal linking juga memberikan sinyal kepada Google, bahwa halaman yang terhubung adalah penting.

Jadi, halaman yang tidak mendapatkan tautan internal (orphan pages) berpotensi untuk Googlebot anggap sebagai halaman yang tidak penting. Alhasil, halaman pun tidak terindeks di SERP Google.

Cara Mengatasi Discovered Not Indexed Google

Demi mengatasi masalah indexing ini, terdapat beberapa langkah perbaikan yang dapat Anda ambil. Lengkapnya, berikut adalah sejumlah langkah perbaikan tersebut!

1. Melakukan Request Indexing

Salah satu solusi paling sederhana mengatasi discovered not indexed Google adalah melakukan request indexing melalui Google Search Console. Dalam hal ini, Anda dapat melakukan request indexing ini melalui fitur inspect URL yang tersedia di GSC.

Caranya, masukkan tautan halaman website yang bermasalah ke kolom inspect URL dan tekan enter. Saat kotak dialog indexing muncul, tekan request indexing. 

Jika sebenarnya tidak terdapat masalah pada halaman website terkait, maka halaman tersebut akan terindeks dalam beberapa hari ke depan. Namun, jika halaman tidak terindeks, maka Anda harus lanjut ke beberapa solusi lain di bawah ini.

2. Perbaikan Kualitas Konten

Google tidak mengindex semua halaman website yang ia temukan dan kunjungi. Dalam hal ini, Google hanya memprioritaskan konten yang berkualitas, unik, dan menarik untuk dapat masuk ke daftar indexing.

Jadi, jika suatu halaman website memiliki isu indexing, maka hal tersebut kemungkinan akibat kualitas konten yang rendah. Konten berkualitas rendah yang kami maksud di sini sendiri adalah konten yang termasuk dalam kategori berikut:

  • Hasil translate dari konten bahasa asing (Machine-translated content);
  • Konten hasil spinner (spun content);
  • Konten hasil buatan AI (AI-Generated content);
  • Konten tipis/tidak unik (Thin content).

Jika halaman website Anda termasuk dari salah satu jenis konten berkualitas rendah di atas, maka solusi mengatasi discovered not indexed Google yang dapat Anda lakukan adalah perbaikan konten.

3. Memperbaiki Noindex Tag

Langkah lainnya yang juga dapat Anda lakukan, jika menemukan masalah indexing ini adalah memeriksa dan memperbaiki noindex tag. Periksa apakah halaman website Anda yang bermasalah memiliki tag noindex? Jika ada, maka Anda harus memperbaiki tag ini, agar Googlebot dapat merayapi dan mengindeks halaman website Anda.

4. Memperbaiki Duplicate Content 

Duplicate content adalah kondisi saat suatu website memiliki beberapa halaman yang mirip dari sisi URL dan juga konten. Masalah ini biasanya terjadi pada website yang strukturnya besar, seperti e commerce atau marketplace. Adapun contoh dari duplicate content ini sendiri adalah sebagai berikut.

  • Halaman website yang tersedia dalam versi HTTP dan HTTPS.
  • Halaman kategori atau produk di website.

Jika website Anda memiliki salah satu dari kedua jenis duplicate content  di atas, maka Anda harus segera memperbaikinya. 

Khusus jenis konten duplikat pertama, yaitu yang terjadi akibat 2 versi protokol, Anda dapat memperbaikinya dengan melakukan pengalihan (redirect) HTTP ke versi HTTPS. Jadi, Anda hanya akan memiliki 1 versi halaman utama, yaitu versi https.

Pada jenis konten duplikat kedua, Anda dapat mengatasinya dengan menambahkan canonical tag pada halaman yang ingin Anda indeks. Misalnya, jika Anda memiliki 3 halaman yang sama, yaitu halaman A, B, dan C. 

Di dalam kasus ini, Anda ingin ingin Google untuk merangking halaman A, maka Anda dapat menambahkan canonical tag ke halaman A tersebut. Jadi, Googlebot akan memahami, bahwa halaman tersebut adalah halaman penting.

5. Memberikan Internal Link ke Halaman

Jika halaman yang memiliki masalah indexing ini ternyata adalah orphan page, seperti yang kami jelaskan sebelumnya. Salah satu solusi terbaik yang dapat Anda lakukan adalah memberikan tautan internal dari halaman relevan yang telah terindeks ke halaman tersebut.

Dengan melakukan hal ini, Anda akan memberikan sinyal kepada Google, bahwa halaman yang bermasalah tersebut adalah halaman penting.

Baca Juga: Mengenal Internal Link: Tips dan Trik Untuk SEO yang Lebih Optimal

6. Memperbaiki Internal Link Nofollow

Jika halaman website Anda memiliki isu discovered not indexed Google, maka Anda sebaiknya juga melakukan pengecekan internal link yang mengarah ke halaman tersebut. Pastikan internal link yang mengarah ke halaman tersebut bersifat dofollow.

Khusus bagian ini, Anda dapat melakukan pengecekan melalui tool SEO premium, seperti Ahrefs atau secara manual melalui GSC. Jika terdapat tautan nofollow yang mengarah ke halaman website tersebut, maka Anda harus memperbaikinya (menggantinya ke dofollow).

7. Menghubungi Penyedia Hosting

Jika Anda telah melakukan beberapa langkah perbaikan di atas, namun masalah indexing ini belum juga terselesaikan. Kemungkinan besar, masalah ini berasal dari sistem website Anda, entah itu htaccess, DNS atau server configuration.

Khusus bagian ini, solusi mengatasi discovered not indexed Google yang dapat Anda lakukan adalah menghubungi penyedia hosting website Anda. Dalam hal ini, Anda harus meminta pihak penyedia hosting untuk menemukan sumber blokir yang menyebabkan masalah indexing ini.

Telah Paham Cara Mengatasi Discovered Not Indexed Google?

Jadi, discovered not indexed Google adalah masalah indexing yang terjadi saat Googlebot telah menemukan suatu halaman website dan mengunjunginya, namun tidak memasukkannya ke dalam daftar indexing. 

Masalah indexing ini dapat terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari kualitas konten yang rendah, isu duplicate content, hingga terdapatnya penalti dari Google.

Jika website Anda mengalami masalah ini, Anda dapat mencoba solusi mengatasi discovered not indexed Google yang kami uraikan di atas, yaitu mulai dari melakukan perbaikan konten, memperbaiki tag, menyelesaikan isu duplicate content, hingga menghubungi pihak penyedia hosting. Semoga bermanfaat.

Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development