Alexandromeo Lawrence

Alexandromeo Lawrence is the CEO of Makinrajin and focuses on digital growth strategy, SEO, organic growth, and content strategy. He has worked on digital marketing projects across various industries and regularly shares insights on SEO, content, and digital growth.

Panduan Cara Memasang Canonical URL dan Solusi Perbaikannya

5 min read

Cara Memasang Canonical URL dengan Mudah

Duplikasi konten merupakan salah satu permasalahan SEO yang sering menjadi momok seram bagi pemilik website. Pasalnya, kondisi ini bisa menurunkan ranking halaman di hasil pencarian (SERP) dan bahkan berisiko menyebabkan deindexing. Namun, untungnya Anda bisa mengatasinya dengan cara memasang Canonical URL.

Apa Itu Canonical URL?

Canonical URL merupakan sebuah tag HTML (rel=“Canonical”) yang berguna untuk mengirimkan sinyal kepada mesin pencari bahwa suatu URL halaman adalah versi utama (kanonis) dari beberapa halaman yang sama atau sangat mirip. 

Dengan kata lain, Canonical URL berfungsi sebagai penanda resmi yang Anda sematkan pada suatu halaman agar mesin pencari memprioritaskan URL tersebut untuk diindeks. Dalam praktik SEO, penggunaan Canonical URL sangat penting, khususnya pada website berskala besar seperti e-commerce.

Hal ini karena satu halaman pada website bisa diakses melalui berbagai versi URL, misalnya:

  • https://example.com/produk 
  • https://example.com/produk?utm_source=facebook
  • https://www.example.com/produk
  • http://example.com/produk 

Meskipun menampilkan konten yang sama, mesin pencari seperti Google dapat menganggap setiap URL tersebut sebagai halaman yang berbeda. Tanpa implementasi Canonical URL, kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah SEO, seperti:

  • Duplikasi konten;
  • Link equity (pembagian nilai/bobot SEO);
  • Penurunan ranking di hasil pencarian (SERP); dan
  • Masalah indexing.

Dengan memasang Canonical URL, Anda memberikan sinyal yang jelas kepada Google mengenai versi URL yang harus mesin pencari prioritaskan untuk diindeks.

Baca Juga: Apa itu Canonical URL? Apa Pentingnya untuk SEO

Cara Memasang Canonical URL

Untuk memasang Canonical URL di halaman website, terdapat beberapa cara yang bisa Anda gunakan, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Pemasangan Manual Melalui HTML

Anda bisa memasang Canonical URL secara langsung pada bagian <head> halaman web. Misalnya, jika halaman website yang ingin Anda jadikan kanonis adalah https://www.example.com/halaman-utama/, maka sisipkan tag berikut di dalam elemen <head> dari halaman tersebut.

<link rel="Canonical" href="https://www.example.com/halaman-utama/" />

2. Menggunakan Plugin Yoast SEO

Jika Anda menggunakan CMS WordPress, pemasangan Canonical URL bisa dilakukan dengan lebih praktis melalui plugin SEO. Salah satu plugin yang banyak digunakan adalah Yoast SEO. Adapun cara memasang Canonical URL melalui Yoast SEO adalah sebagai berikut.

  1. Login ke dashboard WordPress.
  2. Kemudian, buka halaman atau artikel yang ingin Anda beri Canonical URL.
  3. Pada panel Yoast SEO, pilih menu Advanced.
  4. Lalu, masukkan URL yang ingin Anda jadikan versi kanonis pada kolom Canonical URL.
  5. Terakhir, klik tombol Save atau Publish.

3. Menggunakan Plugin Rank Math

Selain Yoast SEO, Rank Math juga menyediakan fitur cara memasang Canonical URL secara mudah. Plugin SEO yang mulai populer sejak 2018 ini dapat Anda gunakan dengan langkah-langkah berikut.

  1. Login ke dashboard WordPress.
  2. Lalu, buka halaman atau postingan yang ingin Anda edit.
  3. Pada panel Rank Math, pilih menu Advanced.
  4. Setelah itu, masukkan URL yang ingin Anda jadikan versi kanonis pada kolom Canonical URL.
  5. Terakhir, klik tombol Save atau Publish untuk menyimpan perubahan.

Baca Juga: Apa itu URL? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Cara Cek Keberhasilan Canonical URL

Selain memahami cara memasang Canonical URL, Anda juga perlu mengetahui bagaimana mengevaluasi keberhasilan penerapannya. Terdapat beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk memastikan apakah implementasi Canonical URL telah berjalan dengan benar, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Pengecekan Secara Manual

Cara cek keberhasilan Canonical URL tentu saja bisa Anda lakukan secara manual. Pada tahap ini, Anda perlu memastikan bahwa tag canonical telah terpasang dengan benar pada kode HTML halaman website. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

  1. Buka halaman yang Anda pasangi tag canonical.
  2. Selanjutnya, klik kanan pada halaman tersebut, lalu pilih View Page Source.
  3. Tekan Ctrl + F pada keyboard, kemudian masukkan perintah rel=“Canonical”.
  4. Pastikan URL dan posisi tag canonical sudah tepat.

2. Pengecekan Melalui Google Search Console (GSC)

Google menyediakan tool SEO gratis bernama Google Search Console (GSC) yang memungkinkan Anda memantau performa website di hasil pencarian (SERP). Selain itu, GSC juga bisa Anda gunakan untuk memeriksa penerapan Canonical URL. Berikut adalah langkah-langkah pengecekan Canonical URL melalui GSC.

  1. Login ke akun Google Search Console yang terhubung dengan website Anda.
  2. Selanjutnya, pilih menu URL Inspection.
  3. Masukkan URL halaman yang ingin Anda periksa.
  4. Setelah hasil inspeksi muncul, perhatikan bagian User-declared Canonical dan Google-selected Canonical.

Jika nilai User-declared Canonical dan Google-selected Canonical menunjukkan URL yang sama, itu artinya implementasi Canonical URL pada halaman tersebut telah berhasil.

Baca Juga: 7 Cara Mudah Verifikasi Google Search Console untuk Pemula

3. Menggunakan Tool SEO

Sebagian besar tool SEO modern saat ini telah dilengkapi fitur Audit yang memudahkan proses identifikasi berbagai masalah SEO, termasuk masalah canonical. Anda bisa menggunakan alat-alat di bawah ini sebagai salah satu cara cek keberhasilan Canonical URL.

A. Ahrefs

Ahrefs adalah tool SEO yang sangat andal dengan beragam fitur canggih untuk mempermudah analisis performa dan permasalahan SEO pada website. Untuk memeriksa Canonical URL menggunakan Ahrefs, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Buka fitur Site Audit.
  2. Kemudian, jalankan proses crawl dan tunggu sampai proses perayapan website selesai.
  3. Jika sudah, buka laporan Site Audit.
  4. Cari masalah yang berkaitan dengan canonical, seperti “Canonical URL has no incoming internal links”, “Duplicate page content”, dan “Canonical tag points to a different URL”.
  5. Klik setiap isu untuk melihat halaman yang terdampak.
  6. Terakhir, perbaiki masalah sesuai rekomendasi Ahrefs.

B. Screaming Frog SEO Spider

Screaming Frog SEO Spider adalah software desktop yang menyediakan layanan audit website dengan sistem crawling seperti bot mesin pencari. Melalui software ini, Anda bisa mengidentifikasi berbagai permasalahan pada website, termasuk isu canonical.

Penggunaannya sendiri cukup sederhana, di mana Anda hanya perlu memasukkan URL website, kemudian jalankan proses crawling pada Screaming Frog. Setelah proses perayapan selesai, buka tab Canonicals untuk melihat dan mengevaluasi masalah canonical yang terdeteksi.

Baca Juga: Cara Menggunakan Screaming Frog untuk Audit Website

Contoh Penggunaan Canonical URL

Implementasi Canonical URL pada dasarnya bisa berbeda-beda, tergantung jenis website. Untuk memperkuat pemahaman Anda mengenai Canonical URL, berikut adalah contoh-contoh penerapannya yang bisa Anda pelajari.

1. Penerapan pada Situs E-Commerce

Pada situs e-commerce atau toko online, seringkali terdapat beberapa variasi produk dengan URL yang berbeda. Misalnya, sebuah website e-commerce memiliki beberapa versi halaman untuk produk kemeja hitam, seperti:

  • https://www.example.com/products/kemeja-hitam
  • https://www.example.com/products/kemeja-hitam?variant=xxl
  • https://www.example.com/products/kemeja-hitam?color=hitam

Dalam kondisi ini, Canonical URL digunakan untuk mengarahkan mesin pencari agar hanya mengindeks satu halaman utama yang dipilih dari berbagai variasi URL tersebut.

2. Penerapan pada Portal Berita

Penerapan Canonical URL juga umum ditemukan pada portal berita. Saat ini, banyak portal berita menggunakan sistem pagination untuk menampilkan konten berita. Tanpa implementasi Canonical URL, mesin pencari dapat mengalami kesulitan dalam menentukan halaman paginasi mana yang seharusnya diindeks.

Potensi Masalah Canonical URL dan Solusinya

Dalam praktiknya, Canonical URL harus diimplementasikan dengan cermat. Sebab, kesalahan dalam proses ini justru dapat berdampak negatif pada performa SEO. Berikut ini beberapa kekeliruan yang umum terjadi dalam implementasi beserta solusinya.

1. Canonical Mengarah ke Halaman yang Salah

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah penetapan Canonical URL yang mengarah ke halaman yang tidak relevan atau kurang mewakili konten utama. Untuk menghindari masalah ini, pastikan Canonical URL yang digunakan merupakan versi halaman yang paling lengkap, relevan, dan representatif.

2. Kesalahan Implementasi pada HTML Halaman

Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah pemasangan tag canonical yang tidak tepat pada struktur HTML. Akibatnya, sinyal prioritas halaman tidak dapat terbaca dengan baik oleh mesin pencari.

Untuk mengatasinya, pastikan tag canonical ditempatkan di dalam bagian <head> pada halaman situs. Jika Anda belum memahami dasar-dasar HTML, Anda dapat menggunakan plugin SEO seperti Yoast SEO atau Rank Math yang menyediakan pengaturan Canonical URL melalui antarmuka grafis (Graphical User Interface).

3. Multiple Canonical dalam Satu Halaman

Penggunaan lebih dari satu plugin SEO yang sama-sama memiliki fitur Canonical URL otomatis dapat menyebabkan munculnya beberapa tag canonical dalam satu halaman. Untuk mencegah hal ini, periksa kemungkinan konflik antar plugin dan pertimbangkan untuk menggunakan satu plugin SEO saja.

4. Mesin Pencari Mengabaikan Canonical URL

Permasalahan Canonical URL tidak hanya bisa terjadi dari sisi pengelola website, tetapi juga dari mesin pencari. Dalam sejumlah kasus, mesin pencari mengabaikan Canonical URL dan justru mengindeks versi URL lain.

Jika isu ini terjadi di website Anda, salah satu cara mengatasi masalah Canonical URL ini adalah memperkuat internal linking menuju versi Canonical URL. Selain itu, pastikan struktur URL di seluruh situs diterapkan secara konsisten.

Baca Juga: Mengenal Internal Link: Tips dan Trik Untuk SEO yang Lebih Optimal

Sudah Paham Cara Memasang Canonical URL di Website?

Dengan memahami cara memasang Canonical URL, Anda telah mengambil langkah penting untuk menjaga konsistensi halaman, mencegah duplikasi konten, dan memperkuat sinyal SEO di mata mesin pencari. Penerapan yang tepat membantu Google memahami halaman utama yang ingin ditampilkan, sehingga performa website menjadi lebih terarah dan optimal.

Ke depan, cara membuat Canonical URL yang konsisten dapat menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi kualitas SEO jangka panjang. Jadikan praktik ini sebagai bagian dari strategi teknis website Anda agar setiap konten bekerja maksimal, relevan, dan siap bersaing di hasil pencarian.

Alexandromeo Lawrence

Alexandromeo Lawrence is the CEO of Makinrajin and focuses on digital growth strategy, SEO, organic growth, and content strategy. He has worked on digital marketing projects across various industries and regularly shares insights on SEO, content, and digital growth.

Hai!

Silakan pilih salah satu dari agent kami

Customer Service Makinrajin Admin
6288215431609
Silakan hubungi kami kapanpun Anda mau
Hai! Ada yang bisa saya bantu?
×
Butuh bantuan?