Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development

Mengenal AngularJS, Kelebihan, Fungsi, dan Konsep Dasarnya

6 min read

Mengenal AngularJS, Kelebihan, Fungsi, dan Konsep Dasarnya

AngularJS adalah salah satu framework open source untuk mengembangkan aplikasi web. Framework ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan framework lain. Oleh karena itu, mempelajari Angular akan meningkatkan kredibilitas Anda sebagai seorang web developer. Mari kita pelajari selengkapnya!

Apa itu Angular JS?

AngularJS adalah framework yang dikembangkan oleh Google dan bersifat open source. Awalnya, Angular adalah hasil buatan Misko Hevery, seorang developer yang bekerja di Google. Begitu melihat keberhasilan Angular, Google pun mengambil alih pengembangan dan maintenance project ini.

Angular adalah representasi dari sebuah sebuah framework struktural untuk mengembangkan aplikasi web dinamis. JavaScript adalah bahasa pemrograman yang menjadi basis dari Angular. Desain arsitektur Angular yang sederhana menawarkan fleksibilitas yang tidak bisa Anda dapatkan dari framework lainnya.

Karena arsitekturnya sederhana, Angular menjadi framework yang tepat untuk level pemula. Pada praktiknya, Angular bekerja dengan mengembangkan syntax HTML yang terkenal mudah digunakan. Walaupun begitu, Angular lebih dari cukup untuk mengembangkan aplikasi web berat dengan banyak komponen dan fitur.

Tidak seperti framework JavaScript lain yang berfokus pada pengembangan JS, Angular jauh lebih praktis dan cepat. Anda bisa menghindari operasi teknis yang kerap memakan waktu dalam menulis kode. Jadi, Angular memungkinkan Anda untuk membuat program hebat secara cepat dan mudah.

Mengapa Anda Perlu Menggunakan AngularJS?

AngularJS adalah framework yang menawarkan banyak fungsi dan keunggulan. Sampai saat ini, developer di seluruh dunia mengandalkan Angular untuk membuat aplikasi web dinamis. Beberapa alasan kuat untuk menggunakan Angular, yaitu:

1. Interface yang Deklaratif dan Intuitif

Alasan pertama mengapa Anda harus memakai Angular adalah interface yang deklaratif dan intuitif. Sejak dulu, HTML sudah lama dikenal sebagai interface paling sederhana. Karena Angular menggunakan HTML sebagai interface, maka kesederhanaan HTML juga bisa Anda dapatkan di dalamnya.

Fitur dependency Angular juga sangat cerdas. Alih-alih menulis flow yang rumit, Anda bisa langsung mendeklarasikan apa yang Anda mau. Semuanya terjadi pada level HTML, sehingga Anda tidak perlu berurusan dengan rumitnya logika program. Oleh karena itu, mempelajari Angular adalah keputusan yang tepat bagi developer.

2. Penggunaan MVC yang Efisien

Alasan kedua untuk menggunakan AngularJS adalah penggunaan Model View Controller (MVC) yang efisien. Pada framework lain, Anda mungkin perlu membagi aplikasi ke dalam beberapa komponen MVC. Kemudian menulis sebuah kode untuk menggabungkan semuanya. Cara ini tentunya kurang efisien dan rawan bug.

Sedangkan jika memakai Angular, Anda bisa menjalankan tugas ini dengan lebih praktis. Hal yang perlu Anda lakukan hanyalah membagi aplikasi ke dalam komponen MVC. Kemudian, serahkan sisanya pada Angular. Fitur dependency pada Angular yang akan menggabungkan komponen tersebut secara otomatis.

3. Kode Lebih Ringkas

Alasan selanjutnya mengapa Anda perlu memakai Angular adalah baris kode yang lebih singkat. Agar dapat membuat aplikasi yang sama, Angular membutuhkan lebih sedikit baris kode. Alasan utamanya, tentu saja karena interface berbasis HTML yang sudah terbukti paling simple. Akan tetapi, ada juga beberapa alasan lainnya.

Ketika menggunakan Angular, Anda tidak perlu menulis kode untuk pipeline MVC. Metode ini akan mengurangi panjang kode secara signifikan. Lebih jauh, fitur data binding membuat Anda tidak perlu memasukkan data ke dalam view secara manual. 

Terakhir, fitur Filters membuat Anda bisa memanipulasi data pada level view tanpa perlu mengubah controllers. Melalui semua fitur tersebut, pastinya Anda akan lebih mudah dan cepat dalam membangun aplikasi yang handal.

4. Model Data POJO

Alasan keempat untuk menggunakan AngularJS adalah model data POJO. Kepanjangan dari POJO adalah Plain Old Java Objects. Model data ini tidak memerlukan fungsi seperti getter dan setter. Anda bisa langsung menambahkan atau menghapus properti secara langsung.

5. Fitur Directives

Angular memiliki fitur khusus bernama directives. Fitur ini memungkinkan Anda untuk membangun tag HTML custom yang akan berfungsi sebagai widget custom. Tidak hanya itu, directives juga bisa mengubah atribut DOM. Fitur directives inilah yang menjadi salah satu ciri khas Angular dibandingkan dengan framework JS lain.

6. Injeksi Dependency

Dalam software development, Injeksi dependency adalah pola desain software yang mengatur cara aplikasi mendapatkan semua dependency. Agar dapat menanganinya, Angular telah menyertakan subsistem injeksi dependency bawaan. Anda tidak perlu lagi mengatur dependency secara manual.

Injektor Angular akan membantu Anda dalam membuat komponen. Kemudian, menyelesaikan dependency hingga menyediakannya ke komponen lain. Semua ini terjadi dengan halus tanpa memerlukan operasi teknis yang rumit.

7. Performa Tinggi

Alasan selanjutnya untuk menggunakan AngularJS adalah performa yang mumpuni. Angular menyediakan banyak fitur canggih seperti filters, animasi, validasi form, klien API, dan routing. Semua fitur tersebut akan meningkatkan performa website menjadi lebih kencang. Di sisi lain, proses pengembangannya juga lebih simple.

8. Filters

Alasan terakhir mengapa Anda perlu mencoba Angular adalah fitur filters yang sangat berguna. Fitur ini membuat Anda bisa mengubah format data tanpa mengubah format aslinya. Angular menyediakan beberapa filters untuk menangani format data yang berbeda. Melalui fitur ini, konsistensi data pastinya lebih terjamin.

Fungsi AngularJS

Sejauh ini, Anda sudah memahami apa itu AngularJS beserta kelebihannya. Sekarang, kita akan menyelam lebih dalam untuk melihat fungsi AngularJS di project sungguhan. Beberapa aplikasi yang mengandalkan Angular, yaitu:

1. YouTube PlayStation 3

Salah satu project yang mengandalkan AngularJS adalah YouTube di PlayStation 3. Karena Google adalah pemilik Angular, maka implementasi YouTube di PS3 pun berjalan mulus. Google mengubah banyak fungsi agar pengguna bisa merasakan pengalaman streaming YouTube terbaik di PS3.

Salah satu perubahan yang Google lakukan adalah mengubah pergerakan mouse menjadi penekanan tombol. Perubahan serupa juga dilakukan di banyak bagian lain sesuai karakteristik PS3. Karena fleksibilitasnya, Angular berhasil menjadi framework yang menghadirkan pengalaman YouTube sebagai native app di PS3.

2. E-Commerce T-Mobile

T-Mobile adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia. Salah satu proyek mereka adalah E-Commerce yang sempat mengalami kendala. T-Mobile menemukan bahwa konsumen mereka harus menunggu sampai konten selesai dimuat saat mengakses aplikasi. Mereka tahu bahwa konsumen benci menunggu.

Oleh karena itu, T-Mobile memutuskan untuk memakai Angular untuk server-side rendering. Keputusan ini terbukti benar. Angular berhasil mempercepat waktu muat konten sebelum konsumen merasa kesal. Lebih jauh, T-Mobile juga memakai Angular untuk parsing HTML guna keperluan search engine.

3. Aplikasi Data Real Time Seperti Weather.com

AngularJS adalah framework yang tepat untuk membangun aplikasi berbasis data real time. Salah satu contoh project suksesnya adalah weather.com. Situs ini menyediakan informasi cuaca real time berbasis web. Tentu saja, Angular memiliki peran besar di baliknya.

Berbagai fungsi dan fitur Angular memudahkan developer untuk mengembangkan aplikasi dalam bentuk apapun. Weather.com sendiri memanfaatkan Angular sebagai pondasi utama. Berkat Angular, Anda kini bisa mengakses layanan weather.com dari semua perangkat.

Konsep AngularJS

Setelah mengetahui apa itu AngularJS hingga contoh proyeknya, sekarang kita akan mencoba menganalisis cara kerja dan fitur dasarnya. Coba Anda perhatikan kode singkat di bawah ini:

<html ng-app=””>  

    <head>  

        <script src=”angular.min.js”></script>  

    </head>  

    <body>  

        <div>Penjumlahan 15 dan 30 adalah : {{15+30}}   

            <div>  

                <div>    

  Tulis beberapa kalimat:    

                      <input type=”text” ng-model=”sometext”>  

                        <h1>Selamat datang {{ sometext }}</h1>  

                        <h4>Huruf besar: {{ sometext | uppercase }}</h4>  

                        <h4>Huruf kecil: {{ sometext | lowercase }}</h4>  

                </div>  

    </body>  

</html>

Jika Anda sudah terbiasa bekerja dengan kode program, maka Anda pastinya tidak akan kesulitan memahami alur sederhana di atas. Program sederhana tersebut menampilkan hasil penjumlahan 15 dan 30.

Di bawahnya, terdapat text box untuk menulis kalimat. Angular akan mengubah teks di dalamnya menjadi huruf besar dan huruf kecil secara otomatis. Dapat Anda lihat bagaimana syntax Angular sangat sederhana. Karena konsepnya yang begitu simple, developer pemula sekalipun tidak akan kesulitan menggunakannya.

Fitur AngularJs

Sekarang, mari kita pelajari beberapa fitur unggulan Angular, yaitu:

1. Modules

Fitur pertama AngularJS adalah modules. Di dalam Angular, modules adalah wadah untuk menampung berbagai bagian aplikasi. Semua controller aplikasi harus dimiliki oleh sebuah modules. Secara sederhana, modules Angular adalah koleksi fungsi yang didefinisikan menggunakan JavaScript.

2. Directives

Fitur kedua Angular adalah directives. Directives adalah penanda pada elemen DOM seperti atribut, nama elemen, komentar, atau kelas CSS. Directives memberitahu compiler HTML untuk menyertakan perilaku tertentu pada DOM tersebut atau bahkan mengubahnya.

3. Expressions

Dalam Angular, expressions berfungsi untuk melakukan data binding. Contohnya seperti (()). Angular bisa memperbarui data di dalam expression tersebut secara otomatis. Anda juga bisa menggunakan expressions bersama dengan filters untuk melakukan format data sebelum menampilkannya.

4. Controller

Fitur keempat AngularJS adalah controllers. Fitur ini berfungsi untuk mengendalikan aplikasi Angular. Dalam penggunaannya, controller didefinisikan dengan directive ng-. Secara teknis, controller adalah sebuah objek JavaScript. Pembuatannya pun menggunakan JavaScript object constructor.

5. Scope

Scope adalah fitur Angular yang berfungsi sebagai komunikasi antara view dan controller. Cara kerja scope adalah dengan mengunci view ke fungsi dan viewmodel yang sudah ditentukan di dalam controller. Selain itu, scope juga berfungsi sebagai sumber data bagi Angular.

6. Data Binding

Agar dapat menjalankan aplikasi data real time seperti pada kasus weather.com, Angular mengandalkan fitur data binding. Fitur ini berfungsi sebagai sinkronisasi dua arah. Jika data pada model berubah, maka data view juga akan berubah. Begitu juga sebaliknya. 

7. Validations

Fitur untuk memastikan kebenaran data pada AngularJS adalah validations. Fitur ini membuat Anda bisa melakukan validasi pada data input. Lebih dari itu, pengguna juga mendapatkan pemberitahuan apabila Angular menemukan data tidak valid. Fitur ini pastinya sangat berguna di aplikasi web berbasis data real time.

Sudah Siap Membuat Aplikasi dengan AngularJS?

Sekarang, Anda sudah tahu pengertian AngularJS beserta kelebihan, konsep dasar, dan fiturnya. Anda juga sudah mempelajari fungsi AngularJS di berbagai project global besar dan tidak dapat dipungkiri bahwa AngularJS adalah framework JavaScript terbaik saat ini. Jadi, siap membuat aplikasi pertama dengan Angular?

Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development