Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development

Apa itu CNAME? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

4 min read

Apa itu CNAME? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Canonical name alias CNAME adalah istilah yang harus Anda kuasai sebagai webmaster. Nyatanya, setiap website yang sudah berkembang, terutama website bisnis, pasti memerlukan canonical name untuk berbagai keperluan. Oleh karena itu, di artikel ini, kita akan membahas pengertian, fungsi, dan cara kerja canonical name.

Apa itu CNAME?

CNAME adalah singkatan dari canonical name dan secara teknis merupakan DNS record untuk membuat nama alias pada domain atau subdomain, sehingga Anda bisa menyediakan banyak subdomain dan mengarahkan semuanya ke domain utama menggunakannya.

Contoh sederhananya, yaitu pada kasus akses domain menggunakan www dan tanpa www. Katakanlah situs Anda memiliki domain utama, yaitu baiklah.com. Namun, pengguna seringkali melakukan akses dengan menambahkan www di depannya. Agar dapat menangani hal ini, Anda bisa memakai canonical name.

Melalui canonical name, Anda bisa mengatur agar akses ke www.baiklah.com diarahkan ke domain utama Anda yaitu baiklah.com. Sehingga, Anda bisa memastikan bahwa tidak ada pengguna Anda yang ‘tersesat’. Tidak hanya pada kasus www, canonical name juga bisa Anda pakai untuk menangani kasus lainnya.

Misalnya, untuk membuat subdomain pada jenis produk atau layanan Anda. Kemudian, Anda mengarahkan  semua subdomain tersebut ke domain utama Anda. Pada dasarnya, fungsi CNAME tetaplah sama, yaitu mengalihkan akses subdomain ke domain utama. Tergantung bagaimana Anda mengaplikasikannya saja.

Cara Kerja CNAME

Setelah memahami apa itu CNAME, sekarang kita akan membedah cara kerjanya. CNAME adalah DNS record yang memberitahu DNS resolver untuk mengalihkan trafik ke domain utama. Agar lebih mudah memahaminya, pertama-tama Anda harus bisa membedakan canonical name dari A record.

Anda sudah memahami bahwa canonical name adalah salah satu tipe DNS record. Selain canonical name, ada juga tipe DNS record lain bernama A record. Canonical name bekerja dengan mengarahkan trafik subdomain ke domain utama. Sedangkan A record bekerja dengan mengarahkan akses domain utama ke alamat IP.

  1. CNAME: dari subdomain ke root domain.
  2. A record: dari root domain ke alamat IP.

Jika ingin menggunakan canonical name, Anda perlu mengatur DNS dengan mengarahkan subdomain ke root domain. Langkah ini bertujuan untuk melayani permintaan akses pengguna dari subdomain, URL dengan www, dan lain sebagainya. Fungsinya agar mereka semua bisa sampai ke root domain.

Setelah request dari pengguna mencapai root domain, maka DNS resolver akan membaca A record. Informasi di dalam A record inilah yang memberitahu DNS resolver tentang alamat IP tujuan root domain. Sehingga, pengguna bisa mengakses website yang menjadi tujuan mereka dari berbagai arah sumber.

Fungsi CNAME

Setelah memahami apa itu CNAME dan cara kerjanya, sekarang kita akan membahas fungsi CNAME. Dalam web development, CNAME adalah teknologi yang memberi banyak manfaat pada webmaster. Beberapa fungsi nyata yang bisa Anda rasakan dari canonical name, yaitu:

1. Menghilangkan Subdomain Gratis

Saat ini, ada banyak sekali penyedia layanan web gratis yang bisa Anda pakai untuk membuat website secara instan. Akan tetapi, sebagian besar penyedia layanan tersebut mewajibkan Anda untuk menggunakan subdomain bawaan. Contohnya seperti Blogger dari Google yang mengharuskan Anda menggunakan blogspot.com.

Contoh hasil domain dari penyedia web gratisan, yaitu:

  • baiklah1.blogspot.com
  • baiklah2.wordpress.com
  • baiklah3.wix.com

Subdomain gratis seperti contoh di atas pastinya terkesan kurang kredibel. Anda akan sulit membangun kepercayaan pengguna seperti yang bisa Anda lakukan dengan dot com. Kabar baiknya, Anda bisa menggunakan subdomain gratis dan mengarahkannya ke root domain Anda sendiri. Tentunya dengan canonical name.

2. Mengarahkan Country Code

Perusahaan berskala global pastinya memerlukan website dengan banyak country code TLD. Dalam menangani ccTLD, kegunaan CNAME adalah untuk mengarahkannya ke root domain. Sehingga, Anda bisa menentukan kapan harus menyediakan halaman terpisah untuk negara tertentu.

Beberapa contoh ccTLD, yaitu:

  • Indonesia: .id
  • Amerika: .us
  • Jepang: .jp
  • Australia: .au

Ketika menggunakan canonical name, Anda bisa mengarahkan semua ccTLD di atas ke root domain Anda. Jadi, Anda bisa melayani konsumen dari seluruh dunia dengan pengaturan akses domain yang lebih terencana.

3. Domain Terpisah untuk Produk

Jika perusahaan Anda merilis produk atau layanan dan ingin memisahkannya ke subdomain tersendiri, maka Anda bisa melakukannya dengan canonical name. Strategi ini sudah banyak dipakai di berbagai website perusahaan. Contoh penerapan subdomain untuk produk terpisah, yaitu:

  • one.baiklah.com
  • two.baiklah.com
  • three.baiklah.com

Pada contoh di atas, terdapat tiga subdomain untuk tiga jenis produk yaitu one, two, dan three. Kemudian, Anda bisa mengatur agar akses semua subdomain tersebut mengarah ke root domain Anda yaitu baiklah.com. Tentu saja, untuk melakukannya Anda perlu mengatur DNS dan menentukan canonical name di dalamnya.

4. Mengarahkan Layanan Website

Fungsi CNAME yang terakhir ini sebenarnya hampir sama dengan poin sebelumnya. Hanya saja, poin ini lebih mengarah ke layanan berbasis web. Misalnya, layanan hitung kurs, simulasi saham, translasi, dan lain sebagainya. Melalui canonical name, Anda bisa mengarahkan subdomain layanan tersebut ke root domain.

Contoh subdomain layanan berbasis web, yaitu:

  • kurs.baiklah.com
  • simulasi.baiklah.com
  • translasi.baiklah.com
  • kalkulator.baiklah.com

Agar dapat mengarahkan semuanya ke root domain, caranya sama persis, yaitu dengan mengatur DNS. Anda tinggal memasukkan canonical name di pengaturan DNS Anda agar pengguna diarahkan ke root domain.

Batasan Penggunaan CNAME

CNAME adalah cara mengarahkan subdomain ke root domain. Dari definisi tersebut, Anda mungkin sudah bisa menemukan batasan penggunaan canonical name. Ya, canonical name memiliki batasan fungsi dan aturan penggunaan yang harus Anda patuhi. Batasan penggunaan canonical name, yaitu:

  1. Canonical name harus mengarah ke domain, bukan alamat IP.
  2. Tujuannya sebaiknya root domain, bukan subdomain lain karena tidak efektif.
  3. Hostname untuk canonical name tidak boleh mengandung tipe DNS record lain seperti MX, NS, dan lain sebagainya.
  4. DNS record bertipe MX dan NS tidak bisa diarahkan ke domain alias.
  5. Domain layanan email tidak memiliki canonical name record untuk menghindari hasil yang tidak diharapkan di server email yang berbeda.
  6. Canonical name tidak bisa resolve URL. Alasannya karena canonical name tidak bisa membaca karakter titik dua, garis miring, dan semacamnya.

Cara Konfigurasi CNAME

Pada dasarnya, metode konfigurasi CNAME sama di semua web hosting. Perbedaannya hanya terletak pada tampilan dan URL untuk mengakses. Di tutorial ini, kita akan mengambil contoh konfigurasi canonical name via cPanel. 

Caranya adalah dengan mengakses cPanel lewat layanan hosting atau URL, misalnya baiklah.com/cpanel. Setelah itu, masukkan username dan password cPanel Anda seperti biasanya. Setelah Anda berhasil login ke cPanel, langkah selanjutnya adalah mengakses Zone Editor

Menu ini pasti bisa Anda temukan di halaman cPanel. Di dalamnya, terdapat pengaturan DNS lengkap, termasuk canonical name. Di bagian inilah Anda akan melakukan konfigurasi untuk mengarahkan subdomain ke root domain. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Konfigurasi Canonical Name untuk WWW

Baik dengan atau tanpa www, pengguna seharusnya bisa mengakses website Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengaturnya agar DNS resolver mengerti ke mana harus mengarahkan trafik. Cara konfigurasi canonical name untuk www, yaitu:

  • Record A: baiklah.com ke 111.222.333.444.
  • Canonical name: www.baiklah.com ke baiklah.com.
  1. Konfigurasi Canonical Name untuk Subdomain

CNAME adalah sistem untuk menangani trafik dari subdomain ke root domain. Cara konfigurasi untuk jenis akses ini sebenarnya sama dengan contoh sebelumnya. Akan tetapi, ada perbedaan di bagian pengaturan canonical name, yaitu:

  • Record A: baiklah.com ke 111.222.333.444.
  • Canonical name: produk.baiklah.com ke baiklah.com.
  • Canonical name: layanan.baiklah.com ke baiklah.com

Sudah Siap Menggunakan CNAME?

Sekarang Anda sudah memahami apa itu CNAME, fungsi, hingga cara kerja dan konfigurasinya. Setelah ini, Anda mungkin perlu melakukan uji coba dengan mengatur DNS salah satu subdomain Anda dan mengarahkannya ke root domain. CNAME adalah teknologi wajib bagi developer. Sudahkah Anda siap memakainya?

Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development