apa itu cloud hosting

Apa itu Cloud Hosting? Perbedaan Cloud Hosting dengan Shared, VPS, dan Dedicated

Seringkali orang merasa bingung untuk memilih jenis web hosting yang tepat untuk websitenya. Ada berbagai pilihan hosting, seperti apa itu cloud hosting, shared hosting, VPS, hingga dedicated hosting. Kebanyakan orang takut salah pilih.

Apabila mereka memilih hosting dengan kapasitas tinggi untuk website kecil, tentunya itu kurang efektif karena cukup boros. Namun, apabila Anda membeli shared hosting dengan kapasitas yang paling kecil, Anda takut itu tidak cukup untuk website Anda.

Di sinilah banyak orang terjebak…

Dilema dalam memilih jenis hosting yang tepat untuk website dan bisnis Anda adalah hal yang wajar. Cloud hosting, shared, VPS, dan dedicated adalah jenis-jenis hosting yang bisa Anda pilih. Di antara keempatnya, cloud hosting adalah jenis hosting yang makin hari makin populer.

Apa itu cloud hosting? Dalam definisi atau makna yang sederhana, cloud hosting adalah jenis hosting yang menggunakan beberapa server. Ketika Anda menggunakan cloud hosting, website akan terhubung ke beberapa server.

Hal tersebut mungkin terjadi karena cloud hosting menggunakan teknologi cluster. Apakah hal tersebut adalah sesuatu yang positif? Tentu saja hal tersebut adalah hal yang positif dan bertanggung jawab sehingga jenis hosting ini unggul dari yang lain.

Cloud hosting juga memiliki keunggulan lain yang membuatnya menjadi pilihan populer hosting saat ini.

Apa Itu Cloud Hosting?

apa itu cloud hosting

Apa jadinya jika sebuah server yang Anda gunakan mati total? Tentu saja, website Anda pun akan mati total. Tidak demikian dengan cloud hosting. Karena cloud hosting menggunakan banyak server, website Anda tidak akan ikuti mati.

Penggunaan multiple server tersebut juga mengakibatkan beban (load) dapat diseimbangkan. Selain menyeimbangkan load, cloud hosting juga mampu mengoptimalkan kerja server (uptime).

Pada praktiknya, cloud hosting ini menggunakan banyak server yang bekerja layaknya satu server penuh. Teknologi cluster memungkinkan sebuah website untuk berpindah dari satu server ke server lain jika terjadi masalah.

Dengan demikian, Anda tidak perlu takut website mati karena antara satu server dengan server lainnya saling membackup. Cloud hosting lebih menitikberatkan pada fleksibilitas, scalling, dan pengoptimalan resource.

Berdasarkan model deployment, terdapat 3 jenis cloud hosting. Ketiga jenis cloud hosting tersebut adalah Private Cloud, Public Cloud, dan Hybrid Cloud. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai ke-3 model tersebut.

1. Private Cloud

Private cloud biasanya digunakan oleh sebuah perusahaan atau organisasi yang membutuhkan instalasi cloud di luar lingkungan perusahaan tersebut. Cloud hosting memungkinkan Anda untuk membuat lingkungan cloud di rumah atau di area manapun.

Anda bisa menggunakan departemen IT aktif untuk mengelola beragam operasi, dari mulai manajemen data dan maintenance server. Lakukan hal ini sendiri atau dengan bantuan pihak ketiga.

Instalasi cloud privat membuat Anda memiliki kontrol yang lebih kuat. Anda dapat melihat dan melakukan pengawasan data dan informasi yang lebih mendetail, tahap demi tahap. Private cloud juga membuat Anda bisa merancang sendiri perangkat keras yang digunakan.

Pada intinya private cloud membuat Anda memiliki kebebasan untuk mengatur banyak hal, termasuk urusan keamanan.

2. Public Cloud

Berbanding terbalik dengan private cloud, public cloud justru dapat diakses oleh banyak orang. Public cloud memang diperuntukkan untuk informasi, data, atau produk yang dapat diakses oleh kelompok yang cukup besar.

Website yang menggunakan model cloud hosting ini biasanya adalah website dari organisasi publik, pemerintahan, dan perusahaan bisnis besar yang mampu menampung pengunjung dalam jumlah yang besar.

Sumber daya dalam public cloud ini didistribusikan dengan baik. Public cloud dapat Anda pilih karena pembiayaannya yang dinilai cukup efektif. Selain diperuntukkan untuk website umum, public cloud juga cocok untuk website skala kecil-menengah yang tidak membutuhkan alokasi resource yang besar.

Anda bisa mengatur resource seefektif mungkin dengan biaya yang efektif dan tidak terlalu menuntut.

3. Hybrid Cloud

Hybrid cloud adalah perpaduan antara private dan public cloud. Karenanya, hybrid cloud memiliki karakteristik dari kedua jenis cloud hosting tersebut. Sama seperti private cloud, hybrid cloud dapat dioperasikan terpisah dari infrastruktur utama tetapi dapat tetap berada di level publik.

Lalu, siapa yang cocok menggunakan model cloud hosting ini? Hybrid cloud cocok digunakan untuk siapapun yang menginginkan keamanan data yang lebih baik. Karena merupakan gabungan dari keduanya, hybrid cloud memiliki kelebihan yang mewakili kedua model cloud hosting tersebut.

Anggap saja model cloud ini sebagai solusi fifty-fifty bagi siapapun yang ingin mengambil kebaikan dari kedua jenis cloud hosting tersebut. Anda bisa memperlakukan hybrid cloud sebagai private atau public cloud dan mengatur penggunaan skala resource sesuai dengan kebutuhan kedua model tersebut.

Cara Kerja Cloud Hosting

cara kerja cloud hosting

Masing-masing server yang digunakan pada cloud hosting akan menyimpan dan mendistribusikan data-data tertentu. Informasi pada masing-masing server dapat berbeda bergantung pengaturan yang Anda lakukan.

Bayangkan saja, Anda memiliki website di mana ada banyak informasi di dalamnya. Informasi tersebut disebar di beragam server yang Anda gunakan. Ketika dibutuhkan, Anda akan mendapatkan data dari beragam server.

Ketika terjadi kondisi tertentu, katakanlah terjadi failure pada server manapun pada cloud hosting yang Anda gunakan, maka secara otomatis server lain akan mengambil peran server yang mengalami gangguan tersebut.

Akibatnya, Anda masih bisa mengoperasikan website dengan baik tanpa adanya gangguan pada data. Kondisi yang sama juga terjadi jika terjadi kondisi mengganggu lainnya, contohnya kondisi overload (kelebihan beban).

Pada kondisi overload, server lain akan membantu server yang kelebihan beban tersebut. Downtime dapat dicegah karena distribusi tidak terpusat hanya pada satu server saja. Cloud hosting menerapkan sistem distribusi server yang saling bekerja sama menutupi permasalahan di masing-masing server.

Konsekuensi positifnya, performa baik website dapat dijaga dengan risiko gangguan pada lalu lintas data yang berkurang.

Perbedaan Cloud dengan Shared, VPS, Dedicated

Sekarang, Anda mengetahui apa itu cloud hosting dan bagaimana cara kerjanya. Saatnya, Anda mengetahui perbedaan dan perbandingan antara masing-masing jenis hosting. Terdapat 4 jenis hosting yang banyak digunakan.

Keempat jenis hosting tersebut adalah cloud hosting, shared hosting, VPS, dan dedicated hosting. Masing-masing hosting memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut penjelasannya lebih lanjut.

  1. Cloud Hosting

Cloud hosting menawarkan kemampuan mengatasi permasalahan pada traffic dengan baik. Karena menggunakan banyak server (cloud), sebuah website akan aman dari gangguan overload dan gangguan pada server lainnya.

Dalam urusan resource, cloud hosting menerapkan penerapan resource yang tidak berbeda jauh dari VPS. Pada cloud hosting, penggunaan lebih dari satu server membuat lebih banyak resource yang tersedia.

Kelebihan Cloud Hosting

Berikut adalah kelebihan menggunakan cloud hosting.

  • Cloud hosting adalah jenis hosting yang paling dapat diandalkan untuk menghadapi beragam situasi tidak terduga. Hal tersebut dikarenakan penggunaan multiple server yang saling membackup satu sama lain.
  • Cloud hosting menawarkan fleksibilitas tinggi dimana Anda bisa mengatur resource yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan. Jika sedang butuh, tingkatkan, jika tidak, maka turunkan saja.
  • Anda tidak perlu keampuan khusus untuk dapat konfigurasi server. Beda halnya dengan VPS yang mengharuskan Anda untuk melakukan konfigurasi server.

Kekurangan Cloud Hosting

Berikut adalah kekurangan menggunakan cloud hosting.

  • Biaya cukup mahal.
  • Anda tidak akan mendapatkan akses root server karena tidak ada konfigurasi.

Fleksibilitas cloud hosting juga terlihat pada nilai gunanya. Cloud hosting cocok untuk jenis website apapun dengan kala bisnis dari kecil hingga besar.

Dari segi harga, sudah disebutkan sebelumnya jika jenis hosting ini mematok harga sesuai dengan resource yang digunakan. Cloud hosting bisa dioptimalkan walaupun Anda atau tim Anda tidak memiliki kemampuan konfigurasi server yang cukup.

kelebihan dan kekurangan cloud hosting

  1. Shared Hosting

Sesuai dengan namanya, shared hosting adalah jenis hosting yang menyimpan website di sebuah server dimana resource server tersebut akan dishare kepada banyak (hingga ribuan) website lainnya. Artinya, Anda akan berbagi beragam hal, dari mulai memori hingga CPU.

Bayangkan saja shared hosting ini sebagai rumah dimana masing-masing anggota keluarga berbagi peralatan dan fasilitas rumah tangga.

Kelebihan Shared Hosting

Berikut adalah kelebihan menggunakan shared hosting.

  • Kelebihan utama dari shared hosting adalah harganya yang sangat murah. Dibandingkan dengan jenis hosting lainnya, shared hosting adalah pilihan paling ekonomis.
  • Shared hosting menyediakan kemudahan. Mudah untuk digunakan, begitu juga mudah untuk dikelola. Tidak diperlukan kemampuan khusus. Anda bisa langsung menggunakannya.

Kekurangan Shared Hosting

Berikut adalah kekurangan menggunakan shared hosting.

  • Performa lambat. Mungkin Anda pun sudah memiliki ekspektasi dari hosting yang dihargai murah ini. Karena disharing, server akan terbebani dan peredaran data akan terjadi dengan lambat. Lebih parah jika sampai jumlah pengguna menumpuk dalam satu waktu, performa website dijamin sangat buruk.
  • Masalah keamanan dan risiko peretasan pada shared hosting juga cukup tinggi. Maklum, semuanya disharing, jika ada website yang bermasalah maka website lain berisiko mengalami hal yang sama.
  • Sumber daya juga terbatas. Apabila website Anda memiliki traffic yang tinggi, alangkah baiknya untuk menggunakan Cloud/VPS/Dedicated.

Shared hosting memang murah dan mudah untuk dioperasikan. Itulah kenapa jenis hosting ini cocok untuk Mereka para pemula dan orang-orang yang masih coba-coba. Jangan pikir mengenai bagaimana mengatur resource.

Hal tersebut sulit dilakukan dengan berbagai macam keterbatasan yang Anda. Shared hosting cocok untuk website skala kecil dengan data yang tidak begitu besar. Biasanya, blog menggunakan jenis hosting ini.

kelebihan dan kekurangan shared hosting

  1. VPS Hosting

VPS atau Virtual Private Server adalah jenis hosting dengan prinsip kerja yang tidak berbeda jauh dengan shared hosting. Anda akan berbagi server dan resource, tetapi dengan jumlah pengguna dan akses fasilitas yang lebih baik.

VPS menyediakan akses data, kontrol, dan kebebasan pengaturan yang lebih baik dari shared hosting. Karena lebih baik, harga VPS tentu lebih mahal dari shared hosting.

Kelebihan VPS Hosting

Berikut adalah kelebihan menggunakan VPS hosting

  • Apakah lebih baik dalam hal performa dari shared hosting adalah kelebihan? Tentu saja hal tersebut adalah sebuah kelebihan. Anda bisa lebih bebas mengatur penggunaan resource. Anda juga bisa mengakses root server. Akibatnya, Anda memiliki kontrol yang lebih pada hosting yang Anda gunakan.
  • Kualitas keamanan VPS hosting lebih baik dari shared hosting. Terdapat lapisan keamanan ekstra yang dipasang sebagai benteng pencegahan serangan siber dan pembatas antara pengguna server.

Kekurangan VPS Hosting

Berikut adalah kekurangan menggunakan VPS hosting.

  • Dengan prinsip kerja yang sama dengan shared hosting, harga VPS hosting memang lebih mahal.
  • Niatnya awalnya mungkin pengoptimalan. Penyedia jasa hosting kerap memadatkan jumlah pengguna pada satu server. Akibatnya, gangguan masih sering muncul ketika terjadi lalu lintas data yang tinggi.
  • VPS tidak dapat dioperasikan dan dikuasai semudah shared hosting. Anda perlu melakukan pengaturan tambahan sebelum mengoperasikan hosting tersebut secara optimal.

VPS hosting berada di antara shared hosting dan dedicated hosting. VPS biasanya menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang merasa jika dedicated hosting terlalu mahal dan seluruh fasilitasnya tidak dapat digunakan.

Begitu juga dengan shared hosting yang dianggap tidak memberikan kontrol penuh dan terlalu lambat. Jika Anda merasa demikian, maka VPS dapat menjadi jalan tengah. Beberapa orang merasa VPS merupakan pilihan yang tanggung.

kelebihan dan kekurangan vps hosting

  1. Dedicated Hosting

Terlalu egois untuk berbag? Membutuhkan privasi dan semua resource untuk diri sendiri? Jika ya, maka dedivated hosting adalah untuk Anda. Dedicated hosting memang didedikasikan untuk siapapun yang menginginkan server sendiri dan hanya digunakan untuk sendiri.

Itu karena untuk sendiri seluruh resource yang tersedia hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri. Anda memiliki kebebasan penuh untuk melakukan apapun pada server tersebut.

Kelebihan Dedicated Hosting

Berikut adalah kelebihan menggunakan dedicated hosting.

  • Anda mendapatkan total freedom. Server tersebut milik Anda dan And bisa melakukan konfigurasi atau kustomisasi apapun. Manfaatkan hal tersebut untuk membuat server memenuhi seluruh kebutuhan Anda.
  • Dibandingkan jenis hosting lainnya, dedicated hosting menyediakan performa tercepat dengan resource terlengkap. Tidak ada cerita gangguan ini itu dan masalah muncul di waktu yang tidak tepat.

Kekurangan Dedicated Hosting

Berikut adalah kekurangan menggunakan dedicated hosting.

  • Performa mantap dan kebebasan penuh itu tidak murah. Diantara jenis hosting lain, biaya dedicated hosting memang yang paling mahal.
  • Untuk mengoptimalkan server yang Anda gunakan, Anda perlu secara penuh mengetahui, memahami, dan mahir dalam mengatur resource dan konfigurasi yang dilakukan. Jika tidak, kebebasan penuh yang Anda dapatkan menjadi sia-sia.

Ada harga, ada kualitas tentunya. Kelebihan yang Anda dapatkan dari dedicated hosting ini harus ditebus dengan harga yang tidak murah. Namun, kualitas dan harga yang Anda bayar dijamin sejalan dan sebanding.

Karena kualitas dan harga yang ditawarkan, dedicated hosting cocok digunakan untuk website yang memiliki traffic tinggi, bisnis skala besar, dan website yang membutuhkan keamanan rapat dan berlapis.

kelebihan dan kekurangan dedicated hosting

Manfaat Menggunakan Cloud Hosting

Setelah Anda mengetahui apa itu cloud hosting dan perbandingannya dengan hosting lain, Anda pasti sudah memiliki gambaran mengenai kenapa cloud shoting semakin hari semakin populer.

Cloud hosting dapat dikatakan sebagai hosting untuk semua karena memenuhi karakteristik hosting untuk semua situasi dan semua keperluan. Paling tidak, ada 5 manfaat menggunakan cloud hosting yang perlu Anda ketahui. Berikut penjelasannya.

  1. Pembiayaan yang Efektif

Jenis hosting lainnya mematok harga per bulan terlepas apakah resource digunakan secara penuh atau tidak. Cloud hosting mematok harga yang sesuai dengan apa yang Anda gunakan. Akibatnya, pembiayaan menjadi lebih efektif dengan alokasi resource yang bisa Anda atur sesuka hati dan sesuai dengan keperluan.

Cloud hosting dapat menjadi solusi ketika Anda ingin berhemat namun tetap ingin mempertahankan performa berkualitas.

  1. Tidak Perlu Khawatir Gangguan pada Server

Penggunaan multiple server adalah hal yang membuat cloud hosting unik dari jenis hosting lainnya. Manfaat besar dari penggunaan multiple server adalah jika ada satu server mati, mengalami gangguan, atau overload, maka server lain akan membantunya dan menggantikan perannya.

Anda tidak perlu khawatir adanya gangguan pada server berpengaruh buruk pada performa website karena ada server lain yang siap membantu.

  1. Performa dan Kecepatan Website yang Tinggi

Alih-alih melakukan upgrading untuk membuat performa dan kecepatan website meningkat, Anda dapat mengatur penggunaan resource dan menyeimbangkan perredaran data antar server. Dengan menggunakan cloud hosting, Anda tidak perlu melakukan penambahan kapasitas yang dinilai tidak efektif.

Cukup lakukan pengaturan yang Anda pikir akomodatif dan memilih penyedia jasa hosting dengan kualitas terbaik.

  1. Mampu Menyeimbangkan Traffic

Solusi dari traffic yang tidak stabil dan kadang naik dan kadang turun adalah mengatur skala penggunaan resource pada server.

Cloud hosting memungkinkan Anda untuk mengatur naik dan turunnya traffic sesuai dengan keperluan. Dibandingkan dengan jenis hosting lainnya, kemampuan cloud hosting melakukan penyeimbangan dan pengaturan traffic dapat dikatakan yang terbaik dan terlengkap.

  1. Tidak Terpengaruh Permasalahan Hardware

Lagi-lagi, penggunaan multiple server membuktikan jika cloud hosting unggul dalam hal menangani situasi darurat. Ketika terjadi permasalahan pada hardware server, apapun alasannya, dari peretasan hingga kecelakaan, Anda tidak mengalami gangguan downtime dan website dapat terus hidup.

Banyaknya server membuat data langsung berpindah dan tidak memengaruhi performa website secara keseluruhan.

Kapan Saatnya Menggunakan Cloud Hosting?

Dengan perkembangan teknologi di bidang internet dan website yang kian berkembang pesat, solusi yang efekfit, tidak hanya dalam hal operasi tetapi juga dalam hal pembiayaan sangat dibutuhkan. Cloud hosting adalah pilihan tepat bagi perusahaan skala kecil-menengah dengan kemampuan finansial yang ekonomis.

Cloud hosting bukanlah solusi yang 100% ampuh untuk menyelesaikan berbagai masalah yang Anda alami. Populernya cloud hosting adalah karena fleksibilitasnya yang tinggi, baik dari sisi fasilitas maupun harga. Dibalik kelebihannya tentu ada beberapa kekurangannya.

Kapan saat yang tepat menggunakan cloud hosting? Tidak ada waktu yang spesifik yang menandakan kapan Anda harus menggunakan cloud hosting. Seperti sudah Anda ketahui sebelumnya, hampir seluruh fasilitas yang ada pada cloud hosting dapat Anda atur dengan akurat.

Jika Anda merasa diri Anda mampu mengoptimalkan performa di waktu yang tepat maka sudah saatnya Anda menggunakan cloud hosting. Ketepatan dan efektivitas pemakaian ini cocok digunakan oleh website dengan karakteristik dan traffic yang bervariasi, dari rendah hingga tinggi.

Cloud hosting cocok hanya cocok digunakan oleh perusahaan kecil-menengah saja? Bagaimana dengan perusahaan besar. Karena fleksibilitasnya tersebut, cloud hosting cocok digunakan untuk perusahaan kecil maupun besar.

Perusahaan yang membutuhkan traffic besar tidak akan akan mengalami banyak keluhan. Tingginya uptime dan tidak adanya delay karena penggunaan multiple server adalah alasannya. Seluruh resource dapat digunakan secara efektif dan tidak ada yang tersia-siakan.

Cloud hosting dapat dikatakan sebagai jenis hosting jalan tengah. Dilihat dari tingkat kapabilitisnya, cloud hosting lebih baik dari shared hosting dan VPS. Dedicated hosting masih menjadi pilihan utama bagi yang ‘mendewakan’ performa.

Cloud hosting dapat menjadi pilihan tepat bagi Anda yang tidak menyukai performa lambat dan berpikir VPS adalah hosting yang tanggung. Cloud hosting sebenarnya berhasil menggeser posisi shared dan VPS sebagai jenis hosting yang pas untuk perusahaan kecil-menengah.

Akhirnya Anda mengetahui apa itu cloud hosting dan seluruh informasi yang berkaitan dengannya, semua kembali kepada Anda, apakah akan menggunakan cloud hosting atau tidak. Cloud hosting dapat digunakan oleh pemula dan oleh Mereka yang sudah berpengalaman.

Apapun pilihannya, Anda tetap tidak boleh mengabaikan kualitas penyedia jasa hosting. Sebaik apapun jenis hostingnya tetap harus didukung oleh layanan jasa yang baik. Apabila Anda ingin menyewa hosting, alangkah baiknya Anda membaca artikel tentang tips memilih hosting yang telah saya siapkan.

Anda ingin memiliki web hosting dengan kualitas server tercepat di Indonesia ? Klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *