Apa itu Hosting? Pengertian, Jenis, dan Tips Memilih Web Hosting

Apa itu Hosting? Pengertian, Jenis, dan Tips Memilih Web Hosting

Berangkat dari pertanyaan dasar, apa itu web hosting? Topik yang tak pernah selesai dibahas di kalangan developer website. Hosting adalah tempat disimpannya file-file website, tempat yang kita kunjungi saat mengakses sebuah situs.

Definisi hosting kerap disalahartikan dengan domain. Padahal hosting dan domain adalah dua hal yang sama sekali berbeda, meskipun saling berkaitan. Kalau Anda berencana untuk membuat website, memahami pengertian hosting termasuk langkah pertama.

Apa itu Web Hosting?

Web hosting adalah tempat penyimpanan file-file website seperti script, gambar, video, email, dan lain sebagainya. Wujudnya berupa komputer yang diletakkan di sebuah data center besar berisi ribuan PC dan Anda menyewa salah satu komputer yang ada di sana.

Jadi, saat Anda mengunjungi sebuah website, Anda sebenarnya sedang mengakses file-file komputer lain secara remote. File-file tersebut kemudian diproses oleh web browser dan ditampilkan sedemikian rupa sesuai instruksi yang dibuat programmer di script kode website.

Anda bisa membayangkan hosting layaknya gedung apartemen besar berisi ribuan ruangan. Sama seperti data center berisi ribuan komputer.

Anda menyewa salah satu ruangan yang ada di apartemen tersebut dan menaruh barang-barang Anda di sana. Sama seperti ketika Anda menyewa komputer di data center kemudian menaruh file-file Anda di komputer tersebut.

Saat orang lain ingin mengunjungi Anda, mereka akan menuju alamat apartemen Anda, misalnya “Apartemen Kusuma No. 125, Jl. Cidranaya, Kec. Wuyung, Solo”. Sama seperti ketika orang lain ingin mengunjungi alamat web Anda, mereka akan mengakses alamat dalam bentuk URL.

URL inilah yang disebut dengan domain, fungsinya sebagai alamat unik sebuah situs web agar lebih mudah diingat dan diakses pengguna. Seperti itulah konsep hosting, domain, dan website.

Cara Kerja Web Hosting

hosting adalah

Di bagian definisi, Anda sudah mengerti bahwa hosting adalah tempat menyimpan file-file website. Tapi file-file tidak hanya disimpan begitu saja. Hosting punya kemampuan mengorganisir file secara rapi dan terstruktur, serta melayani pengguna yang hendak mengakses file tersebut. Itulah mengapa PC untuk web hosting disebut sebagai server alias pelayan.

Saat Anda mengunjungi suatu link (misal: makinrajin.com), web browser Anda mengakses alamat IP sesuai domain tersebut. Web browser ‘meminta’ hosting untuk memberikan informasi yang ingin Anda dapatkan. Mekanisme permintaan ini disebut dengan request.

Saat hosting menerima request dari web browser, hosting akan mencari file-file yang tersimpan di dalamnya. Setiap file juga memiliki alamat unik, semuanya berada di satu direktori yang sama. Kecuali file yang diakses dari website lain menggunakan hyperlink.

Kalau tidak percaya, coba Anda kunjungi sebuah situs web. Cari gambar yang ada di sana, klik kanan, lalu klik copy image address. Paste ke text editor, Anda akan mendapatkan URL gambar tersebut. Itulah alamat unik tempat gambar disimpan di web hosting.

Tidak hanya gambar, semua file yang Anda akses pada sebuah website juga disimpan di komputer hosting dengan alamat URL tersendiri. Seperti yang sudah kita bahas di awal, hosting adalah tempat tinggalnya file-file website.

Setelah hosting mendapatkan semua file yang direquest, hosting akan mengirimkannya ke web browser. Semua file tadi disusun sedemikian rupa kemudian ditampilkan dalam bentuk halaman website yang rapi dan terstruktur. Dalam menyusun elemen, browser mengacu pada instruksi yang diberikan programmer di script kode website.

Pada konteks gambar tadi misalnya, browser akan membaca instruksi di script untuk mengetahui di mana dan pada ukuran berapa gambar harus ditampilkan

Seperti itulah cara kerja web hosting dalam berinteraksi dengan browser dan pengguna.

Jenis-jenis Web Hosting

Web hosting terbagi ke dalam beberapa jenis. Tiap jenisnya memiliki spesifikasi tersendiri sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan website. Dua faktor utama dalam menentukan jenis hosting yang tepat adalah kapasitas penyimpanan dan kemampuan hosting dalam menangani trafik. Lebih jelasnya, simak uraian di bawah ini.

1. Shared Hosting

Jenis hosting yang satu ini termasuk yang paling murah. Shared hosting adalah server tunggal yang digunakan oleh beberapa website sekaligus. Ibarat apartemen, Anda mendiami salah satu kamar bersama beberapa orang teman.

Karena digunakan secara kolektif, biaya sewa hosting pun ditanggung bersama-sama. Inilah yang menyebabkan harga sewa shared hosting lebih murah dibandingkan jenis lain. Konsekuensinya, sumber daya hosting pun dibagi untuk beberapa website.

Jenis hosting ini cocok untuk blog pribadi atau bisnis kecil yang tidak memerlukan sumber daya besar. Trafik harian relatif rendah dan mampu ditangani sumber daya yang terbagi.

2. VPS Hosting

Hampir mirip dengan shared hosting, VPS hosting juga menerapkan teknik pembagian sumber daya server. VPS adalah singkatan dari Virtual Private Server. Sesuai namanya, VPS membangun beberapa lingkungan server virtual di bawah satu server utama.

Kalau Anda pernah bekerja dengan virtualisasi seperti VMWare atau VirtualBox, konsep VPS akan lebih mudah Anda pahami. Dengan virtualisasi, Anda bisa memiliki beberapa komputer virtual di dalam satu komputer utama.

Misalnya, Anda memiliki sebuah PC yang menjalankan sistem operasi Windows 10. Dengan software virtual, Anda membangun PC lain dengan sistem operasi berbeda, misalnya Debian dan FreeBSD. Seolah-olah Anda memiliki banyak komputer, padahal sebenarnya hanya ada 1 komputer utama, sisanya hanya berupa virtual tanpa wujud fisik yang nyata.

VPS hosting adalah implementasi teknik virtualisasi di sektor web server.

Sumber daya yang dimiliki komputer virtual didapatkan dari komputer utama. Dalam ilustrasi di atas misalnya, PC Anda memiliki kapasitas RAM 10GB. Dari total kapasitas tersebut, Anda mengalokasikan masing-masing 2GB untuk PC virtual yang menjalankan Debian dan FreeBSD. Kalau Anda menjalankan kedua PC virtual sekaligus, maka pembagiannya menjadi seperti ini:

·         4GB untuk Windows 10 sebagai OS utama

·         2GB untuk Debian virtual

·         2GB untuk FreeBSD virtual

VPS hosting pun menerapkan teknik yang sama. Sumber daya server dibagi ke dalam beberapa komputer virtual. Saat menyewa VPS hoting, yang Anda dapatkan adalah salah satu server virtual tersebut. Anda berbagi dengan penyewa yang lain sama seperti shared hosting.

Bedanya, VPS hosting seolah memberikan ruang tersendiri untuk masing-masing website. Ruang virtual inilah yang disewakan untuk penggunaan umum yang membutuhkan sumber daya minimal.

Harga VPS hosting lebih mahal dari shared hosting, tapi masih relatif terjangkau dibandingkan jenis hosting lain.

3. Dedicated Hosting

Untuk website dengan jumlah kunjungan yang tinggi, dedicated hosting adalah pilihan terbaik. Dedicated hosting adalah layanan penyewaan hosting prioritas berkapasitas penuh. Tidak seperti shared atau VPS, dedicated hosting menyediakan satu server hanya untuk satu klien. Anda tidak akan berbagi sumber daya dengan pengguna lain.

Karena Anda berperan sebagai pengguna tunggal, tentu saja Anda bisa lebih leluasa. Dari sistem operasi misalnya, Anda bisa memilih apakah akan menggunakan Windows atau Linux. Sekedar informasi, Linux adalah OS yang mendominasi server web di seluruh dunia.

Keunggulan utama dedicated hosting terletak pada keamanan. Karena Anda punya kontrol penuh, Anda bisa memastikan bahwa seluruh komponen server berada dalam kondisi aman. Berbeda dari shared hosting yang berpotensi mendatangkan virus akibat kelalaian pengguna lain.

Dengan layanan yang menyeluruh, harga dedicated hosting tentu saja lebih mahal, bahkan bisa dibilang yang paling mahal dibandingkan hosting lain.

4. Cloud Hosting

Sejak meningkatnya popularitas komputasi awan (cloud), para penyedia hosting pun dengan cepat mengadopsinya. Layanan cloud hosting menawarkan fitur canggih dari segi kecepatan, stabilitas, dan keamanan mutakhir.

Salah satu kecanggihan cloud hosting bisa dilihat dari cara mengantisipasi trouble. Saat terjadi trouble pada salah satu server, hosting akan memindahkan layanan ke server di titik lain. Dengan begitu, website Anda bisa tetap bekerja tanpa terganggu masalah teknis pada server.

Cloud hosting adalah sekumpulan server yang tersebar di berbagai titik lokasi. Masalah pada salah satu server tidak akan memengaruhi server yang lain sehingga performa website klien bisa dipertahankan.

Di Indonesia, layanan cloud hosting sudah cukup populer. Biasanya penyedia cloud hosting menggabungkan teknologi cloud dengan kecepatan Solid State Drive (SSD) untuk melayani website besar super sibuk.

Harga cloud hosting jelas lebih mahal dibandingkan jenis lain, tapi fasilitas yang Anda dapatkan pasti sepadan dengan biaya.

5. Managed WordPress Hosting

WordPress menguasai 40% pasar hosting di seluruh dunia. Dengan pangsa pasar yang dominan, para penyedia hosting pun menawarkan layanan hosting khusus untuk pengguna WordPress. Jenis hosting ini disesuaikan dengan lingkungan WordPress agar menghasilkan performa yang kencang dan handal.

Managed WordPress hosting memberikan layanan tambahan berupa pengaturan konfigurasi WordPress. Penyedia hosting tahu betul bagaimana cara memaksimalkan WordPress agar dapat bersaing dengan website kompetitor. Dengan menyewa managed WordPress hosting, Anda mendapatkan 2 keuntungan sekaligus: hosting berkualitas dan dukungan teknis pengaturan WordPress.

Anda hanya perlu fokus pada konten SEO dan promosi. Tidak perlu lagi repot-repot memikirkan pengaturan WordPress yang rumit. Terutama jika Anda belum benar-benar menguasai SEO teknikal.

Kalau Anda terbiasa menggunakan CMS WordPress, managed WordPress hosting adalah pilihan tepat.

Tips Memilih Web Hosting

Coba browse Google dengan kata kunci ‘web hosting Indonesia’, hasil pencarian akan menampilkan puluhan penyedia layanan. Tentu tidak mudah untuk memilih salah satu dari sekian banyak pilihan. Agar tidak salah pilih, ikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Spesifikasi

Langkah pertama sekaligus yang paling penting adalah menentukan spesifikasi server. Menyewa hosting hampir sama seperti membeli komputer. Anda pasti menempatkan spesifikasi sebagai pertimbangan utama.

Beberapa poin penting menyangkut spesifikasi:

·         Jenis penyimpanan (HDD / SSD) dan kapasitasnya. Disarankan menggunakan SSD untuk mendapatkan kecepatan transfer maksimal

·         Kapasitas memori (RAM) fisik dan virtual. Sesuaikan dengan kebutuhan website

·         Bandwidth, yaitu kecepatan transfer data dalam satuan bit per second (bps). Pilih bandwidth sesuai jumlah trafik harian website Anda

·         Core CPU. Sesuaikan dengan kebutuhan

·         Email POP3 / IMAP4. Terutama untuk website bisnis, butuh alamat email dengan domain yang sama dengan alamat web

Selain spesifikasi dasar di atas, sebenarnya masih banyak poin spesifikasi lain yang juga perlu dipertimbangkan. Tapi poin-poin lainnya hanya berpengaruh untuk website raksasa. Kalau untuk web pribadi atau bisnis kecil dan menengah, cukup memperhitungkan lima poin vital di atas.

2. Performa

Pilihlah web hosting yang stabil. Performa hosting berdampak langsung pada performa website Anda. Kalau hosting sering mengalami trouble, website Anda juga sering down. Kualitas hosting adalah syarat vital untuk membangun website yang bagus.

Untuk pertimbangan mudah, kunjungi penasihathosting.com. Di sana Anda bisa melihat statistik perbandingan performa antar penyedia hosting di Indonesia. Dari sini Anda bisa menyimpulkan web hosting mana yang terbaik dan harus Anda pilih.

Kalau belum puas dengan statistik umum, Anda bisa menggali lebih dalam ke masing-masing penyedia hosting. Pelajari fitur apa saja yang mereka tawarkan, berapa banyak pengguna yang sudah mereka handle, dan bagaimana tanggapan pengguna terhadap layanan hosting yang mereka sediakan.

Bila perlu, minta rekomendasi dari sesama pengembang web di grup-grup terkait. Testimoni pengguna relatif lebih akurat karena sifatnya netral dan dibuat berdasarkan pengalaman langsung.

3. Keamanan

Faktor keamanan perlu dibahas tersendiri karena pengaruhnya yang sangat krusial. Website hosting adalah sasaran empuk peretas. Menjaga keamanan server adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan.

Perhatikan data-data di bawah ini:

·         Sebuah laporan tahun 2019 menunjukkan bahwa pembobolan keamanan meningkat sebesar 67% dalam periode 5 tahun (2014-2019)

·         73% hacker black hat mengatakan bahwa antivirus dan firewall tradisional sudah tidak relevan atau ketinggalan jaman

·         Rata-rata 30.000 website baru diretas setiap hari

·         Hacker menciptakan 65 juta malware baru di kuarter pertama 2019 (Januari – April)

·         Kaspersky melaporkan penemuan 24.610.126 objek berbahaya baru sepanjang 2019, meningkat 14% dari 2018

·         FBI melaporkan peningkatan kejahatan siber sebesar 3 kali lipat, dari sebelumnya 1000 kasus per hari menjadi 3000-4000 kasus per hari

Masih banyak data-data empiris lain yang memperkuat fakta bahwa resiko keamanan memang tidak boleh disepelekan. Karena itulah memilih web hosting yang aman sudah semestinya menjadi prioritas, sepaket dengan spesifikasi dan harga.

4. Customer Support

Siapa yang Anda hubungi pertama kali saat bermasalah dengan hosting?

Customer support yang mudah diakses, cepat respon, dan solutif adalah wujud perhatian penyedia hosting pada pelanggan. Di kompetisi digital yang serba cepat dan dinamis, setiap masalah harus secepatnya diselesaikan. Customer support resmi dari pihak hosting adalah problem solver utama.

Pilihlah penyedia hosting yang menyediakan customer support 24 jam dan dapat diakses melalui channel-channel familiar. Misalnya via telepon bebas biaya, WhatsApp, Email, atau live chat. Channel apa pun yang tersedia, customer support harus mampu merespon pertanyaan dan keluhan Anda secepat mungkin.

5. Harga

Deduksi final dari semua faktor di atas adalah harga sewa. Budget harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Harga layanan hosting di Indonesia bervariasi, tergantung dari poin-poin yang kita bahas di atas.

Berkaitan dengan harga, akan lebih baik jika Anda memilih penyedia hosting yang kerap memberikan diskon. Anda bisa menghemat budget untuk dialokasikan ke sektor lain, misalnya untuk membeli template, plugin, atau backlink. Diskon hosting adalah buruan para pengembang web, terutama di hari-hari khusus ketika para penyedia hosting berlomba-lomba membanting harga.

Selain itu, hosting yang memberikan garansi juga patut dijadikan prioritas. Garansi adalah wujud jaminan bahwa penyedia hosting sanggup memberikan pelayanan yang memuaskan. Kalau Anda tidak puas, uang dikembalikan. Apalagi kalau garansinya tanpa syarat, berarti penyedia hosting benar-benar optimis dengan layanan yang mereka sediakan.

Pilih Web Hosting Terbaik

Mari kita buat kesimpulan. Web hosting tebaik adalah:

·         Spesifikasi sesuai standar hosting tercanggih saat ini

·         Performa kencang dan stabil

·         Fitur keamanan tingkat tinggi

·         Customer support responsif 24 jam

·         Harganya murah

Terdengar sempurna, bukan? Kalaupun tidak bisa mendapatkan semuanya di level 100%, setidaknya Anda bisa mencari jasa hosting yang skornya paling tinggi.

Setelah memahami apa itu hosting, apa pengaruhnya pada website, dan bagaimana cara memilih hosting yang tepat, sekarang waktunya untuk menerapkannya ke aksi langsung. Hosting adalah 50% kesuksesan website, pertimbangkan baik-baik sebelum memilih ‘rumah’ untuk website Anda.

4 thoughts on “Apa itu Hosting? Pengertian, Jenis, dan Tips Memilih Web Hosting

  1. Rekomendasiin niagahoster. Selama langganan disana, website jarang banget down. Supportnya juga ramah banget kalo pas di chat apa di tiket

    1. Iya bener banget mas Firza. Di niagahoster pelayanannya sangat ramah dalam membalas pesan klien. 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *