Apa itu Domain - Pengertian, Fungsi, dan Jenis Domain

Apa itu Domain? Pengertian, Fungsi, dan Jenis-jenisnya

Domain adalah istilah populer dalam web programming. Istilah ini kerap disandingkan dengan hosting karena perannya yang sama-sama vital dan pasti dibutuhkan untuk membuat website. Lalu sebenarnya, apa itu domain?

Di artikel ini kita akan membahas segala hal tentang domain. Mulai dari pengertian, fungsi, cara kerja, sampai jenis-jenis domain. Di bagian akhir, ada beberapa tips untuk memilih domain yang tepat sesuai budget dan kebutuhan.

Sudah siap? Mari kita mulai.

Apa itu Domain?

Domain adalah alamat. Sama seperti sebuah rumah yang mempunyai alamat khusus, website juga punya alamat yang disebut dengan domain. Kalau alamat rumah terdiri dari jalan, nomor, kelurahan, kecamatan, dan kota, domain terdiri dari nama dan ekstensi.

Ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah alamat: unik. Yang dimaksud dengan unik adalah saling berbeda satu sama lain. Sama seperti setiap rumah yang ada di dunia, semua pasti punya alamat unik yang merujuk pada suatu lokasi spesifik. Tidak mungkin ada dua rumah berbeda tapi berada di satu alamat yang sama.

Begitu juga dengan domain. Setiap website harus punya domain yang unik dan tidak boleh berbenturan. Sekarang Anda sudah bisa membayangkan apa itu domain, mari kita lanjutkan ke fungsi-fungsinya.

Fungsi Domain

Domain punya fungsi utama untuk mengidentifikasi sebuah website. Sama seperti nomor polisi di kendaraan bermotor sebagai pengenal khusus. Saat Anda ingin mengunjungi Facebook misalnya, Anda pasti langsung menuju ke www.facebook.com. Inilah yang disebut dengan domain.

Sebenarnya, domain bukanlah alamat yang sesungguhnya. Alamat asli sebuah website adalah IP address yang wujudnya berupa kombinasi angka. Contohnya seperti 192.168.100.101. Tapi menghafalkan kombinasi IP address seperti itu tentu merepotkan.

Atas dasar itulah domain diciptakan. Dengan domain name yang familiar, orang-orang lebih mudah menghafalkan alamat sebuah website. Ilustrasinya sama seperti alamat rumah yang kita gunakan di atas.

Alamat yang kita kenal seperti nama jalan, nomor, kelurahan, dan kecamatan hanyalah kreasi kita sendiri. Alamat rumah yang sesungguhnya adalah koordinat. Sebagai contoh, mari kita bandingkan alamat perpustakaan nasional dengan koordinatnya.

·         Alamat: Jl. Medan Merdeka Sel. No.11, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110.

·         Koordinat: -6.180833137526519, 106.82704335808874

Dari perbandingan alamat dan koordinat di atas, terlihat jelas bahwa opsi pertama jauh lebih familiar dan mudah digunakan. Konsep domain pun serupa dengan ilustrasi di atas.

Domain juga bisa digunakan untuk mengalihkan user ke alamat tertentu. Alamat web resmi Facebook adalah www.facebook.com. Tapi Anda juga bisa mengunjungi Facebook via www.fb.com. Pada akhirnya, Anda akan tetap dialihkan ke facebook.com sebagai domain utama.

Fungsi redirect seperti ini bertujuan untuk mengatasi kesalahan pengetikan yang kerap dilakukan user. Misalnya www.facebok.com akan tetap diarahkan ke Facebook meskipun penulisannya kurang 1 karakter. Atau untuk mempermudah dan mempersingkat alamat seperti fb.com di atas.

Cara Kerja Domain

Saat Anda mengakses sebuah website, anggaplah niagahoster.co.id, web browser Anda langsung mencari server yang memiliki alamat tersebut. Setelah menemukan server, terjadi mekanisme pertukaran data antara server dengan browser. Hasil pertukaran data ini kemudian ditampilkan dalam bentuk halaman website seperti yang Anda inginkan.

Sudah dijelaskan bahwa alamat sesungguhnya dari sebuah server web adalah alamat IP. Tapi Anda tidak bisa mendapatkan respon yang tepat hanya dengan mengunjungi alamat IP dari web browser. Anda harus mengarah ke port 80 dengan index.html sebagai halaman utama yang tersimpan di dalam server.

Tentu sangat merepotkan kalau semua itu harus dilakukan secara manual. Untungnya, mekanisme tersebut sudah dirancang menjadi cara kerja otomatis yang sangat praktis. Anda hanya perlu mengakses alamat web dari address bar di browser, beberapa detik kemudian halaman web yang Anda minta akan ditampilkan.

Jauh lebih mudah, bukan?

Di dunia ini ada jutaan domain. Kalau tidak diorganisir, pasti butuh waktu lama untuk mencari salah satunya. Karena itulah dibuat yang namanya DNS Server. Fungsinya seperti buku telepon yang mengumpulkan dan mengelompokkan domain-domain terdaftar.

Layanan web hosting adalah pihak yang bertanggung jawab mengelola DNS Server. Saat Anda mencoba mengunjungi sebuah website, alamat yang Anda tuju akan dicari di salah satu DNS Server. Kalau ternyata tidak berada di sana akan dicari di DNS Server lain. Begitu seterusnya sampai browser berhasil menemukan dan menampilkan website yang Anda cari.

Sejarah Domain

Secara historis, sejarah domain bisa dijelaskan dalam bentuk linimasa seperti di bawah ini.

  • 1985: Symbolics.com menjadi domain pertama di dunia yang dibeli oleh Massachusets, sebuah produsen di bidang komputer. Domain ini bertahan sampai 25 tahun lalu dibeli oleh XF.com tahun 2009
  • 1995: Pendaftaran domain diubah dari gratis menjadi berbayar. Network Solutions menunjuk National Science Foundation sebagai konsultan tentang biaya pendaftaran
  • 1998: Lahirnya Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN)
  • 2003: Domain masuk undang-undang PROTECT dengan ancaman hukuman bagi pelaku penipuan yang menggunakan domain. Dua domain pertama yang terkena hukuman undang-undang PROTECT adalah teltubbies.com dan bobthebuilder.com
  • 2007: Domain termahal sepanjang sejarah yaitu vacationrentals.com yang dibeli di harga 350-390 miliar rupiah. Ben Sharples selaku pemilik domain mengatakan bahwa tujuan dibelinya domain dengan harga fantastis adalah agar domain tersebut tidak digunakan oleh kompetitor bisnis
  • 2012: Pendaftaran domain terbanyak dalam 24 jam dilakukan oleh Mike Mann yang langsung membeli 14.962 domain
  • 2013: Kombinasi 4 huruf untuk membuat domain sudah habis. Domain selanjutnya harus menggunakan minimal 5 huruf. Sedangkan kombinasi 3 huruf sudah habis sejak 1997.
  • 2014: Pendaftaran ekstensi baru mencapai 100 yang terbagi ke dalam gLTDs dan ccTLDs.

Domain terus berkembang seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan website di dunia.

Jenis-jenis Domain

domain adalah

Domain terbagi ke dalam beberapa jenis. Tiap jenisnya mempunyai harga yang berbeda. Tidak hanya sekedar alamat, domain juga memengaruhi kredibilitas dan reputasi. Efeknya sangat besar pada tingkat kepercayaan publik.

Jenis-jenis domain yang perlu Anda ketahui adalah:

Top Level Domain (TLD)

TLD adalah domain favorit yang paling banyak diminati. Alasan utamanya adalah ekstensi domain yang netral dan mudah diingat. Disebut netral karena domain TLD tidak mengarah ke suatu negara atau organisasi tertentu, sehingga ideal untuk website pribadi dan swasta.

Selain itu, TLD juga dipercaya berpeluang lebih besar untuk mendapatkan ranking yang baik di Google. Publik pun cenderung lebih percaya pada kredibilitas domain TLD karena persepsi bahwa pemilik TLD pasti profesional.

Beberapa domain TLD yang populer adalah:

  • .com
  • .org
  • .gov
  • .net

Country Code Top Level Domain (ccTLD)

Hampir mirip dengan TLD, tapi mengarah ke negara tertentu. Domain ccTLD paling cocok dipakai untuk website berskala nasional. Sedangkan untuk website internasional tetap disarankan menggunakan TLD.

Contoh domain ccTLD adalah:

  • .ac.id
  • .co.id
  • .web.id

Sponsored Top Level Domain (sTLD)

sTLD paling cocok digunakan oleh kalangan organisasi atau instansi pemerintahan sesuai bidangnya masing-masing. sTLD disesuaikan dengan jenis organisasi agar relevan dan tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat. Contohnya:

  • .edu untuk instansi pendidikan
  • .gov untuk instansi pemerintahan

Second Level Domain (SLD)

Sebuah domain terdiri dari name dan ekstensi. Bagian name inilah yang disebut dengan SLD. Misalnya di google.com, google adalah SLD dan .com adalah ekstensinya yang termasuk dalam kategori TLD.

SLD dapat dibuat sesuai nama yang Anda inginkan, bisa individu maupun organisasi.

Third Level Domain (Subdomain)

TLD sering juga disebut dengan subdomain, yaitu sejenis domain turunan yang dibuat dari domain utama. Misalnya situs berita www.detik.com. Di dalamnya ada beberapa subdomain untuk merujuk pada jenis berita tertentu. Contohnya:

  • Finance.detik.com untuk berita finansial
  • Inet.detik.com untuk berita teknologi
  • Sport.detik.com untuk berita olahraga
  • Dan masih banyak lagi

Mengenal Domain Name System (DNS)

Domain yang sudah Anda pelajari hanyalah bagian kecil dari sebuah jaringan besar bernama Domain Name System (DNS). DNS adalah sistem penamaan domain yang diatur oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

PIkirkan, dengan sekian juta domain yang ada di dunia, siapa yang memastikan bahwa domain yang Anda daftarkan belum digunakan oleh seseorang di belahan dunia lain?

Faktanya, saat kita hendak mendaftarkan domain baru, penyedia layanan pasti memeriksa ketersediaan domain terlebih dahulu. Kalau domain belum digunakan baru Anda bisa memakainya. Berarti ada satu pusat data yang menyimpan semua nama domain di dunia, bukan?

Itulah fungsi ICANN. Demi mencegah perbenturan domain yang pasti mengakibatkan masalah teknis, ICANN mengumpulkan data semua domain di dunia ke dalam sebuah basis data. Siapa pun yang hendak mendaftarkan domain baru harus memeriksa ketersediaan dengan mengakses database ini.

Coba saja ketikkan ‘check domain availability’ di Google, pasti muncul banyak hasil berupa website yang menyediakan layanan pemeriksa ketersediaan domain. Layanan semacam ini disebut dengan Whois domain. Mereka semua menampilkan hasil berdasarkan data yang didapat dari ICANN.

Tanpa adanya ICANN, antara domain yang satu dengan domain lain pasti saling bertabrakan dan internet menjadi kacau balau.

Perbedaan Domain dengan Hosting

Jangan menganggap domain dan hosting sebagai dua hal yang sama. Mari kita lihat perbedaannya.

Hosting adalah sebuah web server tempat menyimpan dan mempublikasikan sebuah website. Sebagai server, hosting pada mulanya hanya memiliki alamat berupa IP. Sebenarnya IP saja sudah cukup untuk meluncurkan website, tapi pengguna pasti kesulitan untuk mengaksesnya.

Domain adalah alamat yang lebih mudah diingat untuk menggantikan IP. Setelah didaftarkan, Anda perlu mengarahkan domain yang Anda beli ke alamat IP hosting Anda. Dengan begitu, saat seseorang mengunjungi domain Anda, domain provider tahu harus mengarahkan pengguna ke alamat IP mana.

Kesimpulannya, hosting adalah server atau rumah bagi website, sedangkan domain hanyalah alamat yang merujuk pada lokasi rumah (server) tersebut. Keduanya jelas berbeda, tapi saling berhubungan.

Status Domain

Saat memeriksa ketersediaan domain, tools akan menampilkan hasil berupa status domain tersebut. Status domain pun bermacam-macam, yaitu:

  • Available: Domain masih tersedia dan bisa Anda pakai
  • Not Available: Domain sudah dibeli oleh orang lain sehingga Anda tidak bisa menggunakannya
  • Active: Domain masih aktif dan dalam masa kontrak sehingga Anda tidak bisa menggunakannya
  • Renewal Grace Period: Masa tenggang setelah domain kehabisan masa kontak. Pemilik domain masih bisa melakukan perpanjangan kontrak dengan harga yang sama. Durasi Renewal Grace Period berbeda-beda tergantung jenis ekstensinya
  • Redemption Grace Periode: Domain sudah melewati masa tenggang dan dihapus manual oleh penyedia. Pemilik masih bisa mendapatkannya kembali dengan membayar harga yang jauh lebih mahal, bisa mencapai 10x lipat dari harga awal. Durasinya kurang lebih 30 hari untuk semua ekstensi
  • Pending Delete: Domain sudah melewati masa Redemption Grace Period dan sudah dikembalikan ke publik. Kalau ingin mendapatkannya kembali, pemilik harus cepat-cepat membelinya di penyedia saat status domain sudah kembali Available. Kalau terlambat, domain akan dimiliki orang lain

Jadi kalau Anda ingin membeli sebuah domain, cek dulu di Whois dan baca statusnya. Kalau domain masih Active, segera beli domain tersebut sebelum didahului orang lain. Tapi kalau domain sudah tidak Active, tidak ada pilihan lain selain mencari nama domain lain yang masih relevan dengan yang Anda inginkan.

Cara Memilih Domain

Agar Anda mendapatkan hasil terbaik dari domain website, ikuti tips-tips di bawah ini:

1.   Gunakan kombinasi karakter yang singkat, menarik, dan mudah diingat

2.   Kalau Anda membeli domain untuk bisnis atau organisasi, cantumkan namanya dalam domain name

3.   Bila memungkinkan, tambahkan kata kunci ke dalam domain. Tapi jangan dipaksakan bila hal ini membuat domain menjadi terlalu panjang atau kurang menarik

4.   Sesuaikan domain name dengan skala website Anda. Apakah lokal, nasional, atau internasional. Misalnya, kalau Anda membeli domain untuk produk sepatu area bandung, Anda bisa mencoba dengan sepatubandung.com

5.   Pilih ekstensi sesuai jenis website Anda. Untuk pribadi dan bisnis, utamakan .com. Untuk organisasi, gunakan .org

6.   Bandingkan harga dan layanan antar penyedia. Pilih yang terbaik

7.   Sesuaikan durasi kontrak domain dengan kebutuhan dan ketersediaan budget

8.   Buat pengingat tanggal expired domain agar Anda tidak terlambat melakukan perpanjangan

9.   Periksa email dan halaman domain untuk mendapatkan informasi terbaru dari penyedia

Di Indonesia sendiri ada puluhan penyedia domain yang menawarkan berbagai fungsionalitas. Anda bebas memilih penyedia mana saja tergantung pertimbangan masing-masing.

Mengapa Domain Begitu Penting?

Meksipun ilustrasinya sama, ada satu hal yang membedakan antara alamat rumah dan alamat website (domain).

Alamat rumah hanya berfungsi sebagai penunjuk lokasi, sedangkan domain punya fungsi yang jauh lebih luas.

Yang pertama adalah kredibilitas. Bayangkan kalau ada seseorang menawarkan produk kepada Anda dan mencantumkan website bisnis mereka dengan ekstensi blogspot.com atau wordpress.com. Mana mungkin bisnis profesional menggunakan domain gratis untuk website mereka? Jadi poin penting pertama adalah kredibilitas dan kepercayaan.

Jika dibawa ke ranah bisnis, pemilihan domain juga punya pengaruh pada daya tarik dan daya jual. Website bisnis dengan domain .com dinilai lebih menarik dan terpercaya dibandingkan ekstensi domain lain, katakanlah .info.

Itulah mengapa domain TLD sangat populer di dunia. Bila memungkinkan, kami juga menyarankan Anda untuk menggunakan jenis domain TLD. Kecuali kalau ada hal-hal lain yang membuat Anda terpaksa harus menggunakan ekstensi lain, misalnya .org untuk organisasi yang Anda kelola.

Domain Adalah Hal yang Sangat Penting Bagi Website

Kita sudah mengetahui tentang apa itu domain, mulai dari pengertiannya hingga cara kerjanya. Kesimpulannya, domain bukan hanya alamat bagi website. Domain adalah salah satu penentu kesuksesan website dengan persentase pengaruh yang tak boleh diremehkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *