apa itu cdn

Apa itu CDN? Contoh Layanan CDN dan Cara Menggunakannya (Lengkap)

CDN atau Content Delivery Network kerap disebut sebagai salah satu cara jitu untuk mempercepat kecepatan website. Namun, tahukan Anda apa itu CDN dan bagaimana kerjanya? Hati-hati, jangan sampai salah kaprah dan terburu-buru menggunakan CDN.

Walaupun CDN dapat meningkatkan kecepatan website, CDN tidak selalu menguntungkan untuk Anda. Manfaat optimal CDN dapat didapatkan jika digunakan dengan tepat. Pemilihan layanan CDN (gratis/berbayar) bergantung pada besar atau tidaknya website Anda.

Memahami beragam hal mengenai CDN akan membantu Anda mengoptimalkan peran dan manfaatnya serta membuat Anda dapat memilih penyedia jasa CDN yang berkualitas dan tepat untuk Anda. Anda juga harus mengetahui pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana cara menggunakan CDN.

Apa itu CDN?

CDN adalah kumpulan server yang disimpan di beberapa data center yang berperan mengirim konten dari server ke suatu website. Tanpa CDN, pengunjung akan mengakses data atau konten website Anda dari web host.

Kecepatan akses data atau website tersebut bergantung pada lokasi server. Jika pengunjung mengakses website Anda dari Kanada dan server website Anda berada di Maroko, maka kecepatan website-nya menjadi lambat.

Jika Anda menggunakan CDN yang tersebar di seluruh kawasan, kecepatan website Anda akan terjaga karena orang Kanada akan mengakses website Anda dari server CDN di Kanada atau di wilayah terdekat.

Selain meningkatkan kecepatan akses, layanan CDN juga membagi data atau konten Anda ke beberapa server. Akibatnya, web host Anda tidak akan ‘diserbu’ oleh seluruh pengunjung di seluruh dunia.

Jika sampai diserbu hal tersebut tentu akan memberatkan dan membuat bandwith yang digunakan menjadi boros. Dengan CDN, para pengunjung tersebut akan ‘dijaring’ di server CDN terdekat tanpa harus mengakses server utama.

Penggunaan bandwith akan berkurang dan kecepatan aksesnya tidak akan berkurang. Akibatnya, website Anda menjadi lebih mudah diakses, memiliki performa tinggi, dan tentu tidak mengecewakan pengunjung.

Cara Kerja CDN

CDN akan mengambil beberapa konten statis, diantaranya gambar, CSS, dan Javascript untuk kemudian dioptimalkan dalam server CDN yang akhirnya dikirimkan ke pengunjung melalui web browser. CDN akan menyimpan konten yang diminta tersebut di server CDN.

Akibatnya pengunjung akan mengakses data lebih cepat. Kenapa? Karena data tidak perlu lagi diambil dari server pusat. Pada kunjungan pertama, kecepatan data biasa saja, bahkan cenderung lambat. Hal tersebut dikarenakan CDN sedang berusaha menyimpan data di server CDN.

Pada kunjungan selanjutnya, kecepatan website akan lebih cepat karena data sudah sudah tersimpan. Jika ada data yang berubah, maka CDN hanya akan membawa data yang dirubah saja tanpa harus mengambil daya yang sudah disimpan sebelumnya.

Akibatnya, website loading lebih cepat karena data yang dikirim berjumlah kecil serta tidak perlu menempuh “jarak” yang jauh. Begitulah cara kerja CDN yang mengakibatkan kecepatan website menjadi cepat.

Untuk mendapatkan manfaat penuh CDN, Anda bisa menggunakan layanan CDN dari penyedia CDN yang semakin hari semakin banyak. Perkembangan website dan internet pada umumnya, membuat peran CDN semakin penting.

Kelebihan CDN

Apakah Saya membutuhkan CDN? Pertanyaan tersebut pasti terlintas di benak Anda pasca memahami CDN. Keputusan menggunakan CDN juga dapat dipengaruhi oleh untung rugi CDN untuk website Anda. Selain itu, kondisi website (besar-kecil) juga memengaruhi keputusan tersebut.

CDN memiliki manfaat yang besar pada kecepatan website Anda. Apa hanya itu kelebihannya? Tentu tidak. Berikut adalah 4 kelebihan utama CDN.

  1. Meningkatkan Kecepatan Akses Website

Inilah manfaat utama CDN. Dengan CDN, website Anda akan lebih mudah diakses dan tidak lelet. Kecepatan akses yang cepat sangat berpengaruh pada pengalaman (kepuasan) pengunjung dan ranking SEO. CDN membuat pengunjung tidak terkumpul pada server host Anda tetapi membuat pengunjung mengakses konten Anda di server CDN yang paling dekat dengan lokasi geografis pengunjung.

  1. Meningkatkan Ranking SEO

Terdapat 2 keterkaitan utama antara kecepatan website dengan SEO. Pertama, website dengan akses yang cepat memiliki peluang lebih tinggi untuk mendapatkan ranking 1 Google.

Kedua, loading page yang lambat akan membuat pengunjung hanya bertahan sebentar sebelum akhirnya beralih ke website lain dimana hal tersebut akan berdampak buruk pada ranking SEO. Dengan CDN, SEO yang Anda lakukan menjadi lebih optimal.

  1. Lapisan Keamanan

Orang yang mengakses website Anda tidak semua bertujuan mengakses konten Anda. Website Anda juga akan dihinggapi oleh para hacker, bots, spammer dan berbagai ancaman lainnya. CDN dilengkapi dengan fitur keamanan yang mampu menangkal beragam ancaman tersebut.

Akibatnya, ancaman yang bisa melakukan penetrasi ke website Anda menjadi berkurang. CDN, ibaratnya memberikan lapisan keamanan tambahan.

  1. Biaya Web Hosting Menjadi Murah

Apa hubungannya CDN dengan biaya web hosting yang menjadi murah. Banyaknya pengguna yang mengakses konten di website Anda membutuhkan bandwith dan resource yang banyak dari server yang Anda gunakan.

Dengan menggunakan CDN, server web host Anda tidak perlu mengeluarkan bandwith dan resource yang banyak. Hal tersebut berdampak pada pemakaian bandwith di server web hots yang menjadi berkurang.

Kendati memiliki 4 manfaat yang berperan meningkatkan jumlah pengunjung, ranking SEO, dan kecepatan website, ternyata menggunakan CDN tidak selalu untung. Berikut adalah kekurangan CDN:

Kekurangan CDN

  1. Bisa Menjadi Mahal

Jika Anda tidak menghitung biaya dengan baik atau gagal memilih CDN yang tepat, menggunakan CDN bisa menjadi sesuatu yang mahal. Betul, bahwa CDN dapat membuat biaya web hosting menjadi murah.

Namun, biaya CDN juga tidak murah jika Anda membutuhkan transfer data yang besar dan cepat. Melakukan penghitungan anggaran yang tepat bisa menyelamatkan Anda dari kerugian karena menggunakan jasa CDN.

  1. Membuka Risiko Ancaman Keamanan Baru

Berhati-hati jika Anda menyimpan data yang sangat penting dan rahasia di CDN. Data yang Anda simpan di CDN akan di-copy dan didistribusikan ke seluruh server. Hal tersebut tentu membuka risiko ancaman keamanan baru.

Selain itu, bagi sebagian orang menyimpan data dan mempercayakannya pada orang lain merupakan sesuatu yang tidak nyaman. Karenanya, berhati-hatilah dan cerdaslah dalam mendistribusikan data ke CDN. Sel

  1. CDN Down Website Visibility Down

Jika Anda sangat bergantung pada CDN, maka berhati-hatilah. Jika jaringan CDN yang Anda gunakan mati atau bermasalah, maka visibilitas website Anda akan ikut mati dan terganggu. Hal tersebut tentu akan berpengaruh buruk pada SEO dan akses data/konten.

Jika down permanen maka Anda terpaksa harus mencari host atau CDN lain yang tentu memakan waktu dan biaya. Maka daripada itu, pilihlah CDN dengan risiko down yang rendah.

  1. Adanya Pembatasan

Karena website Anda diakses melalui CDN yang tersebar di beberapa negara, website Anda berpotensi tidak bisa diakses jika negara atau lembaga memblokir domain atau alamat IP CDN yang Anda gunakan. Akibatnya, website Anda tidak bisa diakses di negara atau lembaga tertentu. Akibatnya, Anda akan kehilangan traffic yang berharga.

Plugin CDN untuk WordPress

Jika Anda memang menginginkan peningkatan kecepatan website melalui CDN, Anda bisa menggunakan plugin CDN. Tidak semua plugin CDN dapat digunakan di WordPress. Plugin-plugin CDN akan Anda dapatkan setelah menggunakan layanan CDN dari plugin tersebut.

Di antara sekian banyak plugin CDN untuk website WordPress, terdapat 5 plugin CDN populer yang direkomendasikan untuk digunakan di website WordPress.

  1. CloudFlare

contoh cdn - cloudflare

CloudFlare akan selalu menjadi pilihan utama CDN gratis. ClodFlare menyediakan beragam fitur, dari mulai pengoptimalan kecepatan hingga keamanan. Fitur keamanan CloudFlare sendiri diklaim superior.

  1. Cloudinary

Cloudinary - cdn terbaik

Jika CloudFlare terkenal karena fitur keamanannya yang baik, Cloudinari dikenal karena fitur pengoptimalan gambarnya yang baik. Jika Anda bermasalah dengan ukuran gambar, maka Cloudinary memang untuk Anda.

  1. Incapsula

layanan penyedia cdn gratis - Incapsula

Selain mengoptimalkan kecepatan dan keamanan, Incapsula juga dilengkapi dengan fitur statistik dan informasi traffic yang lengkap. Melalui Incapsula, Anda akan mendapatkan data akurat mengenai traffic dan pengunjung.

  1. Rackspace

Apa itu CDN - Contoh CDN: Rackspace

Kelebihan Rackspace yang menonjol adalah kemampuan sinkronisasi datanya. Selain itu, seluruh data yang disinkronisasi tersebut dapat Anda sebarkan atau simpan di server Anda. Anda bisa menggunakan plugin ini untuk mempercepat website Anda.

  1. jsDelivr

jsDelivr

Plugin satu ini memungkinkan Anda untuk menggunakan layanan CDN tanpa harus melakukan pengeditan dengan kode. JsDeliver bekerja dengan baik bersama plugin lain, salah satunya WP SuperCache.

Layanan CDN Gratis

Setelah Anda memahami apa itu CDN dan manfaatnya yang besar, Anda mungkin berpikir akan menggunakan layanan CDN, namun tidak tahu penyedia layanan mana yang akan dipilih. Anda memiliki 2 opsi dalam hal ini, memilih CDN gratis atau CDN berbayar.

Baca: 37 Plugin WordPress yang Wajib Diinstall Supaya Performa Website Meningkat

Pilihan Anda akan dipengaruhi oleh seberapa besar website dan anggaran yang Anda miliki. Kendati demikian, pilihan Anda tidak terikat oleh kedua hal tersebut.

Umumnya, para pemula dengan website baru berkembang memilih menggunakan CDN gratis. Ada rekomendasi layanan CDN gratis yang digunakan? Berikut adalah 3 penyedia layanan CDN gratis yang cukup populer.

  1. CloudFlare

contoh cdn - cloudflare

Cloudflare merupakan pilihan paling populer jika Anda ingin menggunakan CDN gratis. Selain fitur untuk mempercepat website, CloudFlare juga dilengkapi dengan beragam fitur keamanan yang mengesankan, diantaranya DdoS Protection, SSL Certificate, dan Web Application Firewall.

  1. Incapsula

layanan penyedia cdn gratis - Incapsula

Incapsula memiliki beragam fitur untuk mempercepat kecepatan website. Layanan CDN satu ini menawarkan reverse proxy. Incapsual menggunakan pengoptimalan cache dan alat optimasi lain untuk meningkatkan kecepatan website sekaligus menurunkan penggunaan bandwith.

  1. Jetpack Photon

JetPack Photon

Jika Anda mencari plugin CDN yang khusus untuk mengoptimalkan gambar, maka Jetpack Photon yang Anda cari. Jetpack Photon bukanlah layanan CDN penuh karena pengoptimalan yang dilakukan hanya diperuntukkan untuk gambar saja.

Jetpack Photon merupakan plugin CDN spesialis pengoptimalan gambar. CDN premium atau berbayar menyediakan beragam fitur dan layanan yang tentu lebih lengkap dan lebih baik dari CDN gratis.

Jika Anda memiliki website yang sudah cukup besar dengan kesibukan pengunjung yang tinggi, maka menggunakan CDN berbayar direkomendasikan. Beberapa CDN gratis juga memiliki versi berbayar dengan fitur dan layanan yang lebih baik. Berikut 4 pilihan layanan CDN berbayar yang cukup populer.

Layanan CDN Berbayar

  1. Max CDN

Apa itu CDN? MaxCDN

Max CDN merupakan layanan CDN berbayar yang sangat pas pas jika Anda menggunakan CMS dengan konten gambar yang banyak, contohnya Joomla, Drupal, dan WordPress. Performa dari MaxCDN juga sangatlah baik. Website Anda akan lebih ringan ketika dibuka.

  1. RackSpace

Apa itu CDN? Contoh CDN - Rackspace

Website Anda merupakan website bisnis atau website dengan konten visual (video dan streaming) yang banyak? Jika ya, maka layanan CDN RackSpace benar-benar untuk Anda.

  1. jsDeliver

jsDelivr

Familiar dengan JavaScript dan suka mengutak-atiknya? Jika ya, Anda bisa menggunakan jsDeliver. Layanan CDN satu ini menyediakan banyak konfigurasi JavaScript. Dengan begitu, performa website Anda akan meningkat secara signifikan.

Panduan Menggunakan CDN

Sebelum memulai proses menggunakan CDN, pastikan Anda memiliki akses ke pengaturan domain DNS yang Anda gunakan. Jangan khawatir, Anda tidak memerlukan kemampuan atau skill khusus untuk dapat menggunakan CDN. Berikut adalah langkah-langkah cara menggunakan CDN.

  1. Pastikan CDN dapat Bekerja dengan Baik

Pastikan CDN dapat bekerja dengan baik pada website melalui pemeriksaan dengan tools analisis website. Salah satu tool yang bisa Anda gunakan adalah WebPageTest. Pada hasil pengecekan yang Anda lakukan, Anda akan mendapatkan pemberitahuan berupa, “CDN for all static assets:0/100”, yang menandakan bahwa CDN belum terkonfigurasi dengan baik. Hasil tersebut juga menunjukkan jika website Anda bisa bekerja dengan CDN.

  1. Analisis Website dan CDN (Berbayar/Tidak)

Jika Anda sudah memastikan bahwa CDN dapat bekerja dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah menentukan  jenis website dan layanan CDN yang anda butuhkan. Anda memiliki dua opsi dalam menggunakan jenis CDN.

Opsi pertama menggunakan layanan CDN gratis, contohnya Cloudflare. Opsi kedua menggunakan layanan CDN berbayar. Apa yang menentukan, apakah harus menggunakan CDN berbayar atau tidak?

Faktor utama yang menentukan apakah Anda akan menggunakan CDN berbayar atau gratis adalah seberapa besar website yang Anda miliki.

  • Jika website yang Anda gunakan/miliki merupakan website yang baru, belum besar, atau memiliki jumlah pengunjung yang rendah, maka direkomendasikan untuk menggunakan layanan CDN gratis.
  • Jika website yang Anda gunakan/miliki merupakan website dengan jumlah pengunjung yang besar, memiliki traffic yang tinggi, menggunakan resource yang besar, maka direkomendasikan untuk menggunakan layanan CDN berbayar.

Ketepatan dalam memilih layanan CDN yang tepat akan berpengaruh pada optimal atau tidaknya peran CDN sekaligus berdampak pada efektivitas anggaran dalam mengembangkan website yang Anda kelola.

  1. Pengaturan CDN

Pengaturan atau konfigurasi CDN akan dipengaruhi oleh jenis layanan CDN yang Anda gunakan, berbayar atau tidak. Karenanya, pengaturan CDN terbagi dua dimana Anda dapat menggunakan salah satu dari keduanya.

  • Pengaturan CDN Gratis (Cloudflare)

CloudFlare dipilih menjadi percontohan layanan CDN gratis dalam panduan ini. Anda memerlukan akses ke domain panel website untuk menggunakan CDN CloudFlare. Tunggu beberapa jam pasca Anda menyelesaikan beragam konfigurasi CloudFlare.

Setelah seluruh proses selesai, domain Anda akan menggunakan CDN dari CloudFlare. Selain CloudFlare, Anda bisa menggunakan Incapsula dan Jetpack Photon.

  • Pengaturan CDN Berbayar

Anda dapat menggunakan layanan CDN berbayar dari MaxCDN, RackSpace, dan jsDeliver. Lakukan pengaturan hingga selesai. Setelah pengaturan selesai, Anda sudah bisa menggunakan CDN berbayar yang Anda pilih.

  1. Lihat Hasilnya

Jika Anda sudah menyelesaikan pengaturan atau konfigurasi pada CDN yang Anda pilih (berbayar/tidak), Anda bisa melakukan pengecekan apakah semua pengaturan tersebut sudah diterapkan atau belum. Gunakan WebPageTest untuk memastikan bawah CDN bisa digunakan.

Jika sukses, Anda akan mendapatkan pemberitahuan beupa, “CDN for all static assets: 100/100”, tandanya CDN terkonfigurasi dengan baik.

Setelah Anda mengetahui lebih lanjut apa itu CDN beserta manfaatnya, Anda kini bisa menentukan apakah Anda akan menggunakan layanan CDN untuk meningkatkan performa website atau tidak. CDN terbukti meningkatkan performa website sekaligus menyediakan lapisan keamanan tambahan.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan CDN, hitunglah anggaran jasa dengan baik dan pilih layanan CDN yang memang Anda butuhkan.

Anda ingin memiliki web hosting dengan kualitas server tercepat di Indonesia ? Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *