Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development

Mengenal 5 Jenis Content Marketing B2C untuk Kemajuan Bisnis

4 min read

Mengenal 5 Jenis Content Marketing B2C untuk Kemajuan Bisnis

Seiring menguatnya teknologi di tengah gencarnya persaingan dalam berbisnis, banyak pemilik usaha yang berusaha menerapkan berbagai jenis content marketing B2C. Pasalnya, penerapan sejumlah content marketing dapat memberi dampak yang signifikan dalam potensi keuntungan bagi bisnis kategori B2C.

Nah, di sini Anda bisa melihat berbagai jenis pemasaran konten yang ampuh untuk meningkatkan visibilitas brand dan membangun hubungan kuat dengan pelanggan Anda. Namun sebelumnya, Anda perlu mengetahui lebih dulu apa sebenarnya konten B2C, dan apa perbedaannya dengan B2B melalui penjelasan berikut.

Apa Itu Konten B2C? 

Konten marketing bisnis B2C (Business-to-Customer) merupakan suatu langkah pemasaran yang berbeda dengan strategi pemasaran content marketing bisnis B2B (business-to-business). 

Alasannya, target pemasaran B2C adalah konsumen sehingga pemilik bisnis perlu menyusun strategi konten marketing yang dapat menggugah target pasar secara langsung. 

Pada praktiknya, Anda perlu mengemas konten dan menyebarluaskannya melalui sejumlah media sosial untuk memasarkan produk atau jasa dari bisnis Anda. Contohnya adalah dengan menyajikan konten yang relevan pada akun Facebook, Pinterest, YouTube, atau Instagram miliki brand atau bisnis Anda. 

Content Marketing untuk B2B dan B2C Apa Bedanya?

Melansir dari 93x, format content marketing B2B lebih berfokus pada penggunaan kanal LinkedIn, postingan blog, press release dan juga e-book untuk menarik prospek. Umumnya, pelaku bisnis akan memilih untuk membuat postingan blog karena terjangkau dan mudah untuk mereka praktikkan.

Isi pesan marketing B2B pun berbeda dengan B2C. Bisnis B2B lebih mengedepankan nilai (value), kepercayaan (trust), dan layanan (service) yang kerap prospek cari pada perusahaan B2B. Sedangkan, konten marketing B2C akan berfokus pada harga kompetitif serta kepuasan pelanggan secara emosional. 

Oleh karena itu, konten visual adalah kunci untuk memasarkan bisnis B2C. Artinya, Anda akan dapat menjangkau banyak audiens dengan menggunakan media sosial, seperti Instagram dan YouTube. Akan tetapi, cara pemasaran B2C tidak hanya terbatas pada media sosial saja, melainkan juga dengan penerapan SEO.

Cara pemasarannya pun bisa B2C lakukan dengan memberikan detail seputar keunggulan produk beserta gambarnya pada artikel SEO mereka. Kemudian, Anda bisa memasukkan link berupa call-to-action (CTA) untuk memudahkan pelanggan melakukan aksi yang sesuai dengan objektif marketing Anda. 

Baca Juga: Strategi Pemasaran Content Marketing Bisnis B2B Terbaik

5 Jenis Content Marketing B2C

Dari penjelasan yang telah Anda baca sebelumnya, Anda mengetahui bahwa bisnis B2C bisa menggunakan strategi pemasaran organik, iklan berbayar dan influencer. Di bawah ini adalah lima jenis content marketing yang cocok untuk brand B2C terapkan untuk menjangkau audiens dan meningkatkan profit. 

1. Direct Seller

Penawaran produk secara langsung
Freepik

Jenis content marketing B2C paling umum pebisnis lakukan adalah penawaran produk secara langsung. Metode pemasaran ini bisa dengan mudah dilakukan oleh penjual dari perusahaan besar atau rumahan, secara online maupun offline.

Nah, bagi Anda yang bertanya-tanya bagaimana cara memasarkan penjualan ala direct seller, Anda cukup memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Twitter yang sering masyarakat gunakan untuk berinteraksi secara online

Selain itu, Anda juga bisa membuat situs web khusus untuk menjual produk bisnis Anda. Agar direct selling berjalan lebih efektif, buat konten visual yang mendukung produk dan penawaran Anda, bersifat informatif dan persuasif sehingga khalayak tertarik untuk mengetahui produk bisnis Anda lebih dalam.

2. Intermediaries

Pemanfaatan perantara untuk bisnis B2C
Freepik

Jenis content marketing B2C selanjutnya adalah dengan memanfaatkan intermediaries atau perantara untuk berjualan sekaligus memasarkan melalui iklan. 

Anda pasti sudah mengenal berbagai perantara/ aggregator yang dimaksud di sini, di antaranya adalah Shopee, Tokopedia, atau Traveloka yang merupakan platform marketplace berbasis aplikasi online

Nantinya, intermediaries akan mendapatkan fee atau komisi dari penjual sebagai biaya beriklan. Perantara tersebut akan langsung menetapkan besaran fee tiap penjualan maupun iklan. Seperti contoh, komisi yang Shopee tetapkan untuk penjual adalah 1,6 % dari nilai transaksi.

3. Advertising-Based

Pemasangan iklan untuk bisnis B2C yang lebih optimal
Freepik

Contoh strategi marketing B2C berikutnya adalah advertising-based atau berbasis periklanan. Strategi advertising-based dapat Anda optimalkan dengan menyajikan iklan untuk ditampilkan pada situs yang memiliki banyak pengunjung. Penggunaan strategi iklan ini dinilai cukup efektif untuk menggaet pelanggan baru.

Jadi, jika Anda memiliki produk yang tergolong baru dan sulit untuk mendapatkan pelanggan, Anda bisa memanfaatkan metode advertising-based. Sebaliknya, jika Anda telah memiliki situs yang cukup ramai pengunjung, Anda bisa memanfaatkan peluang ini untuk menawarkan pemasangan iklan perusahaan lain pada situs Anda.

Dengan adanya strategi berbasis iklan, keuntungan yang bisa Anda dapatkan pun lebih banyak, karena saat ini begitu banyak bisnis yang memerlukan tempat untuk beriklan.

4. Community-Based

Pemasaran B2C melalui komunitas
Freepik

Pemanfaatan komunitas sebagai salah satu jenis content marketing B2C juga menarik untuk Anda telaah. Pasalnya, kini banyak orang yang berinisiatif untuk membangun komunitas dengan khalayak yang memiliki hobi sama. Contohnya seperti komunitas pencinta alam, musik, atau makanan.

Maka dari itu, Anda bisa mencoba untuk mencari suatu komunitas tertentu yang mempunyai keterikatan dengan produk yang Anda jual. Penjualan melalui komunitas yang sesuai dengan bidang Anda bisa menghasilkan keuntungan optimal yang tidak Anda sangka-sangka, sehingga tidak ada salahnya untuk mencoba langkah ini.

5. Fee-Based

Strategi berlangganan untuk menarik pelanggan
Freepik

Bagi Anda yang sedang menjalankan usaha penciptaan konten tertentu, maka Anda bisa menerapkan strategi fee-based. Artinya, Anda bisa menerapkan akses berbayar kepada mereka yang ingin terus melihat konten Anda. Penggunaan akses berbayar ini umum dikenal dengan istilah berlangganan atau subscribe.

Beberapa contoh dari usaha B2C yang menerapkan strategi pemasaran fee-based adalah Netflix, Hulu, dan sejumlah situs media online.

Contoh Aplikasi Content Marketing

Anda bisa mempelajari pengaplikasian contoh content marketing yang telah disebutkan di atas melalui pembahasan singkat berikut ini. 

1. Challenge atau Tantangan di Sosial Media

Sejumlah brand mengandalkan strategi marketing berbentuk challenge atau kontes di sosial medianya, seperti Instagram atau Twitter. Tanpa Anda sadari, opsi pengadaan kontes tantangan mampu membuat suatu brand makin dikenal masyarakat luas. Contohnya dengan membuat kontes mengupload story atau post di Instagram.

Anda bisa mengungkit salah satu tema yang sedang ramai diperbincangkan saat itu. Misalnya, sebentar lagi akan ada event Valentine, dan Anda bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan produk Anda yang sesuai. Nantinya, kontes yang Anda berikan dapat menarik sejumlah konsumen baru bagi brand Anda.

2. Loyalty Program

Apabila Anda sudah mendapat pelanggan setia dari penjualan produk Anda, pastikan Anda memberikan program loyalitas untuk mempertahankannya. Anda bisa mengadakan program loyalitas dengan memberikan bonus (reward) dalam bentuk poin yang bisa pelanggan tukar dengan diskon atau hadiah.

Jenis content marketing bisnis B2C inilah yang bisa mendorong pelanggan untuk selalu ingin bertransaksi di bisnis Anda. Dari perlakuan seperti ini pula, mereka bisa mengajak teman-teman atau komunitasnya untuk bergabung, sehingga bisa memberikan keuntungan berlipat ganda untuk bisnis Anda.

3. Strategi Retargeting

Contoh strategi content marketing retargeting umumnya dilakukan oleh beberapa e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau Blibli. Mereka akan mengingatkan pengguna untuk membeli produk yang telah pengguna masukkan ke dalam keranjangnya. 

Biasanya, strategi retargeting akan e-commerce lakukan saat ada penawaran khusus seperti diskon. Akan tetapi, jika Anda ingin melakukan strategi retargeting, pastikan Anda tidak mengirim pemberitahuannya terlalu sering, sebab pelanggan akan merasa informasi ini akan terkesan mengganggu.

Sudah Paham Tentang Penjelasan Jenis Content Marketing B2C?

Pada dasaranya, content marketing memiliki jenis yang sangat variatif. Lima jenis content marketing B2C yang telah diulas di atas adalah beberapa contoh yang cukup umum dilakukan berbagai brand B2C.

Pastikan bahwa Anda sudah menetapkan target atau tujuan yang ingin bisnis Anda capai melalui sebuah kampanye marketing sebelum menentukan kanal/media serta cara atau jenis content marketing yang paling tepat. Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah mengukur keberhasilan dan melakukan evalusi kampanye tersebut.

Alexandromeo I'm an experienced SEO Specialist who can grow a website through organic channel. I'm also passionate about digital marketing and web development