ui ux adalah

Perbedaan UI dan UX Beserta Tips Membuatnya (Lengkap)

Selain masalah fungsi, sebuah produk digital baik web ataupun aplikasi tidak akan lepas dari masalah tampilan. Tampilan pada web atau aplikasi akan menjadi wajah dari produk itu sendiri. Dengan tampilan yang baik maka akan menjadi branding yang baik pula.

Selain masalah tampilan, yang tidak kalah penting juga adalah masalah kenyamanan bagi user. Sebuah aplikasi atau web setidaknya harus memberikan pengalaman yang baik bagi user ketika menggunakannya. Kenyamanan ketika menggunakan aplikasi ini akan berpotensi membuat para user terus menggunakan produk yang Anda buat.

Dalam dunia digital, masalah tampilan ini biasa disebut dengan UI atau user interface sementara masalah kenyamanan ini biasa disebut dengan UX atau user experience. Meskipun ada beberapa perbedaan, namun kedua elemen ini akan saling berkait satu sama lainnya. UX akan sangat mempengaruhi UI begitupun sebaliknya.

Apa Itu UI dan UX

UI UX adalah elemen penting dalam pembuatan sebuah produk digital. Keduanya akan menjadi tampilan yang pertama kali dilihat oleh pengguna. UI akan menjadi wajah dari sebuah produk sementara UX akan menentukan kesan bagi user setelah menggunakan produk Anda. Dengan penggunaan UI/UX yang baik maka hal tersebut akan menjadi sebuah kekuatan branding bagi produk Anda.

User Experience (UX)

UX atau user experience merupakan proses pembuatan sebuah produk dengan menggunakan pendekatan sebagai pengguna. Tujuannya adalah membuat produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pengguna. Selain itu tujuan utama dari penggunaan UX ini adalah untuk memberikan pengalaman yang baik kepada user ketika menggunakan produk tersebut.

Fokus utama dari pembuatan UX ini adalah bagaimana user dimudahkan ketika sedang menggunakan produk yang dibuat. UX dibangun dengan beberapa komponen seperti struktur desain, navigasi, visual design, copywriting, dan lainnya. Semua komponen ini akan dipilih dan disesuaikan dengan target dan keinginan pasar mereka.

User Interface (UI)

UI atau User Interface bisa dibilang merupakan bagian dari sebuah UX. UI merupakan tampilan visual yang akan pertama kali dilhat oleh user ketika menggunakan aplikasi atau mengakses web. UI adalah sebuah cara dimana user bisa berinteraksi dengan produk. Fokus utama dari pembuatan UI ini adalah memudahkan interaksi antara user dan sistem.

Selain sebagai cara untuk berinteraksi, fokus pembuatan UI juga adalah untuk mempercantik tampilan dari sebuah web atau aplikasi. Beberapa komponen utama dari pembentuk UI diantaranya adalah button, simbol, ikon, tipografi, layout, animasi, dan lainnya. Pada proses pembuatannya UI ini akan dibuat semenarik mungkin, seinteraktif mungkin, namun tetap mudah dan tidak rumit saat digunakan.

Mana Yang Lebih Penting Antara UI atau UX?

Sering muncul pertanyaan berkaitan dengan kedua hal ini. Mana yang lebih penting antara UI atau UX?. Hal yang pasti adalah kedua hal ini akan selalu berkaitan. UX diciptakan untuk membentuk UI dan UI dibuat untuk mendapatkan UX.

Aplikasi yang menarik namun sangat sulit digunakan adalah contoh UI yang hebat tetapi UX yang buruk. Sementara Aplikasi yang sangat berguna namun dengan desain yang berantakan adalah contoh UI yang buruk namun memiliki UX yang bagus.

Penggunaan UX yang baik akan membuat user menjadi pelanggan setia, pelanggan setia tentu ingin melihat UI yang menarik yang memudahkan mereka. Di sinilah peran UX dan UI akan saling berkaitan.

Perbedaan UI dan UX

perbedaan ui dan ux

Meskipun kedua hal ini akan sangat berkaitan namun ada banyak hal yang menjadi pembeda antara keduanya. Pada dasarnya UI dan UX memang diciptakan untuk dua hal dan tujuan yang berbeda. Beberapa perbedaan lain jika dilihat dari berbagai sisi antara UI dan UX antara lain adalah :

1. Tujuan

Secara mendasar UI dan UX memang berbeda secara tujuan. Meskipun keduanya bertujuan untuk mempermudah user namun fokus tujuannya akan sangat berbeda. Fokus dari pembuatan UI adalah mempercantik tampilan dari sebuah produk digital. Sementara fokus dari pembuatan UX adalah untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi user saat menggunakan produk yang dibuat.

Secara mudah, desain UI adalah kesan yang akan dilihat pertama kali oleh user ketika menggunakan produk sementara UX adalah kesan akhir yang dirasakan user saat dan setelah menggunakan produk digital.

2. Proses

Sisi lain yang membedakan kedua hal ini adalah proses pembuatannya. Dengan tujuan yang berbeda tentu akan mempengaruhi sisi prosesnya pula. Dengan fokus utama UX adalah kepuasan user maka semua proses pembuatannya akan berlandaskan pada data hasil riset dan survey. Riset pada pembuatan UX tujuannya adalah untuk mencari tahu apa yang diinginkan oleh user. Tujuannya adalah untuk menciptakan produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh user.

Semetara pada proses pembuatan UI, dengan tujuan untuk mempercantik sebuah tampilan maka proses utama dari pembuatan UI adalah bagaimana menentukan desain yang cocok dengan produk yang akan dibuat. Pada proses pembuatan UI pun dibutuhkan sebuah riset. Namun riset Pada UI ini lebih berfokus ke desain mana yang dinilai lebih baik dan disukai.

Perbedaan proses lainnya juga adalah pada tahap setelah desain utama jadi. Sebelum dilempar ke user umum pada proses pembuatan UX maka akan dibuat prototype produk terlebih dahulu sementara pada UI akan dibuat produk mock up terlebih dahulu.

3. Komponen

Karena tujuannya untuk penampilan, maka ketika pembuatannya sebuah UI dibangun dengan menggunakan komponen seperti warna, simbol, ikon, font, tipografi, dan lainnya. Semua komponen ini akan dipadukan untuk membuat sebuah tampilan yang menarik.

Sementara pada UX, untuk menciptakan sebuah kesan yang menarik dan pengalaman yang menyenangkan maka komponen pembuatannya antara lain seperti struktur desain, layout, navigasi, copywriting, dan lainnya.

4. Tools yang Digunakan

Kedua hal ini juga menggunakan tools yang berbeda dalam pengerjaan pembuatannya. Seorang UI designer akan banyak menggunakan tools seperti Adobe Ilustrator, Frames, Principle, dan sejenisnya. Semua tools yang digunakan adalah tools dengan tujuan untuk membuat sebuah tampilan yang indah. Semua tools tersebut juga biasanya dilengkapi dengan fitur semacam easy transitions, UI assets and kits, dan fitur sejenis lainnya.

Sementara itu bagi para UX designer mereka akan lebih sering menggunakan tools seperti sketch, Invision, Adobe XD, dan lainnya. Semua alat tersebut merupakan aplikasi yang mendukung untuk melakukan prototyping. Pada dasarnya, alat yang digunakan oleh para UX designer harus menyediakan beberapa fitur tertentu seperti collaboration, real time editing, easy to test dan lainnya. Semua fitur tersebut dimaksudkan untuk memudahkan para UX desaigner untuk menciptakan sebuah produk yang user friendly.

5. Skill

Perbedan lainnya dari kedua bidang ini adalah masalah skill dasar yang diperlukan. Seorang UI desainer biasanya harus dibekali dengan skill dasar seperti desain grafis, desain produk, cara berpikir kreatif, dan lainnya. Semua kemampuan tersebut bertujuan untuk menciptakan sebuah desain layout yang menarik. Pada dasarnya kemampuan dasar yang dibutuhkan oleh UI desainer adalah kemampuan kreatif.

Sementara itu seorang UX desainer  biasanya akan dibekali oleh skill dasar seperti kemampuan riset, analisis, problem solving, pemikiran kritis, dan lainnya. Kemampuan dari UX desainer ini bertujuan untuk membuat sebuah produk dengan orientasi seorang user. Skill ini terutama diperlukan untuk mencari sebuah solusi dari masalah yang ada pada user.

6. Fokus Kerja

Perbedaan lain dari UX dan UI juga bisa dilihat dari fokus kerja. UX akan berfokus pada manajemen dan analisa mulai dari masa pembuatan sampai pengembangan. Sementara pada UI fokus kerja utamannya adalah masalah teknis untuk menghasilkan desain jadi.

7. Cakupan Kerja

Jika dilihat dari cakupan kerja, akan terlihat jika UX akan lebih luas dari UI. UI merupakan bagian dari UX. Cakupan kerja UX akan dimulai dengan melakukan riset. Riset ini yang nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk pembuatan UI.

Proses Pembuatan UI dan UX

apa itu ui dan ux

Meskipun memiliki tujuan yang berbeda namun kedua bagian merupakan elemen yang akan saling terkait dan mempengaruhi. Sebuah UI akan dibangun dari hasil riset sebuah UX. Begitupun sebaliknya, sebuah UX akan dibangun dengan tujuan untuk mengembangkan sebuah U. Hal inilah yang membuat kedua elemen ini memiliki proses kerja yang akan saling terkait juga.

Dalam proses pembuatan UI dan UX ini keduanya akan saling berkesinambungan. Adapun proses kerja dari pembuatan UI dan UX adalah seperti ini :

1. Melakukan Riset Untuk User Experience

In merupakan langkah awal dari semua proses pembuatan UX dan UI. Melakukan riset di sini bertujuan untuk menemukan masalah, mencari solusi, mencari apa yang dibutuhkan, dan juga diinginkan oleh user. Riset ini akan menentukan banyak hal ke depannya.

Sebagai contoh, untuk pembuatan sebuah web berisi berita maka seorang developer harus tahu terlebih dahulu desain layout seperti apa yang diinginkan user, berapa lama biasanya user membaca berita, berita seperti apa yang menarik, font apa yang tidak membingunkan, dan lain sebagainya. Semua hal itu akan didapat hasilnya dari sebuah proses riset.

Semua hal yang didapat dari hasil riset tadi akan menjadi patokan dan tolak ukur untuk proses pengerjaan di langkah – langkah berikutnya. Semua hasil riset tadi bertujuan untuk menemukan sebuah produk yang sangat digemari oleh user.

2. Membuat Information Architecture

Pada proses ini yang dilakukan adalah membuat sebuah struktur – struktur yang akan menjadi bagian pada website. Proses ini akan dikerjakan setelah proses riset menemukan hasilnya. Proses ini bertujuan untuk memudahkan para developer untuk memahami konsep dari sebuah produk yang sedang dikembangkan.

Information Architecture ini dibangun berdasarkan hasil riset UX sebelumnya. Hasil riset ini akan dipilih yang nantinya akan menjadi patokan untuk menyusun Desain arsitektur informasi ini.

3. Membuat Wireframe

Proses selanjutnya adalah membuat wireframe. Wireframe merupakan sebuah sketsa yang akan menggambarkan sebuah produk secara visual. Nantinya, sketsa ini merupakan visual dari semua ide desain yang telah ditentukan sebelumnya.

Proses wireframing juga akan menunjukan bagaimana alur kerja dari produk yang akan dibuat. Pada proses inilah seorang UX desainer akan mulai bekerja. Selain membuat sketsa, pada proses ini juga sebuah produk sudah mulai dikembangkan. Pada dasarnya, ini merupakan proses penciptaan visual dari semua ide yang sudah ditentukan sebelumnya. Pada tahap ini biasa digunakan tools seperti Adobe XD.

4. Membuat Visual Design

Setelah tahapan wireframe maka tahapan selanjutnya adalah pembuatan desain visual. Pada tahap ini, semua sketsa yang sudah dibentuk akan diperjelas kembali secara lebih detail pada proses desain visual. Tahap ini akan menjadi tahapan awal dari semua desain yang akan digunakan nantinya. Pada tahap desain visual ini berbagai kemungkinan desain yang dinilai cocok akan dicoba. Dalam beberapa hal proses desain visual ini juga akan menghasilkan sesuatu yang biasa disebut dengan mock up.

5. Pengaturan UX Flows

Proses ini dilakukan setelah tahap wireframe selesai dilakukan. Pada proses ini akan dilakukan pengaturan bagaimana alur kerja dari produk yang sedang dibuat. Flow dibuat dengan menggunakan pendekatan user. Tujuannya agar user nyaman ketika menggunakannya. Nantinya, hasil dari pembuatan flow ini akan didokumentasikan dengan tujuan untuk memudahkan proses pengembangan dari produk itu sendiri.

6. Pembuatan Prototype

Tahap selanjutnya adalah pembuatan desain prototype. Desain prototype ini akan dibuat dengan berdasarkan desain wireframe dan flow yang telah dibuat. Tujuan dari pembuatan desain prototype ini adalah untuk uji coba. Biasanya desain prototype ini akan diuji coba oleh user tertentu. Proses ini bertujuan untuk menemukan kemungkinan masalah yang akan muncul. Jika ada masalah yang muncul pada tahap ini maka akan bisa langsung untuk diperbaiki.

7. Design System

Tahap selanjutnya adalah penentuan dari design system seperti apa yang akan digunakan. Di tahap inilah sebuah UI akan mulai dipikirkan. Pada tahap hal ini semua hal yang berhubungan dengan tampilan akan mulai dibahas dan coba diaplikasikan ke dalam produk. Proses ini akan mulai menentukan hal seperti simbol, font, warna, tipografi, dan komponen lain yang akan digunakan.

Pada tahap ini UX developer akan bekerja sama dengan UI desaigner dan juga web developer untuk pembuatan elemen desain. Selain menentukan tampilan yang akan digunakan, fungsi utama dari proses ini adalah membuat pengerjaan desain menjadi lebih cepat karena berbagai elemen yang sudah terencana.

8. Desain User Interface

Ini adalah tahap di mana seorang UI desainer mulai benar – benar bekerja. UI desainer akan mulai melakukan desain untuk tampilan dari produk yang sedang dikembangkan. Tahapan ini juga akan melakukan implementasi dari berbagai ide di tahap sebelumnya. Seorang UI desainer akan bekerja dengan berpatokan pada wireframe yang telah dibuat sebelumnya. Di tahap ini seorang UI desainer akan melengkapi dan mempercantik sketsa yang telah dibuat di wireframe sebelumnya

9. Tahap Development

Tahap selanjutnya setelah desain jadi adalah proses pengembangan. Di tahap ini desain yang sudah jadi akan coba dikembangkan oleh para developer. Di sinilah akan dibutuhkan kerja sama dari para developer baik UX, UI, maupun product developer. Tahap ini akan membahas berbagai kemungkinan yang bisa terjadi dengan desain yang sudah dibuat tadi.

Baca Juga: Cara Membuat Website dengan Mudah Mulai dari Nol

10. Design Usability Test

Ini merupakan tahap akhir sebelum sebuah desain benar – benar dilepaskan ke user. Tahap ini akan menjadi test akhir, di mana produk akan dicoba kepada beberapa user tertentu dan para developer akan melihat bagaimana feedback dari para tester tersebut. Jika hasilnya masih dirasa kurang, maka produk akan mengalami beberapa perbaikan sampai hasil yang diharapkan tercapai. Desain yang telah sesuai dengan harapan akan langsung diluncurkan untuk digunakan oleh user secara bebas.

Seberapa Penting UI dan UX?

pentingnya ui ux

Jika dilihat dari manfaatnya saat ini maka UI dan UX merupakan elemen penting yang harus dipikirkan. UI akan menjadi tampilan dari produk yang dibuat dan UX akan menjadi kesan yang akan ditinggalkan user pada produk Anda. Kedua hal ini akan menjadi branding yang baik bagi produk yang dikembangkan jika dibuat dengan sebaik mungkin. Beberapa alasan lain tentang seberapa penting UI dan UX diantaranya adalah :

1. Menghasilkan Apa yang Dibutuhkan User

Dengan berfokus pada UX, maka Anda bisa membuat sebuah produk yang diinginkan oleh user. Dengan membuat produk yang diinginkan ini tentu saja akan membuat produk tersebut diminati. Desain UX ini akan berfokus pada hal tersebut. Penggunaan UX dengan baik maka anda bisa menentukan desain apa yang diminati oleh user.

2. Meningkatkan Rasa Puas dari User Terhadap Produk yang Dibuat

Salah satu ciri UI ataupun UX yang baik adalah mudah digunakan. Semakin mudah untuk digunakan maka akan semakin meningkatkan kepuasan user terhadapa produk yang digunakan. Bagi seorang developer, untuk mendapatkan pengetahuan tentang cara yang memudahka ini maka dibutuhkan sebuah riset dan desain yang sesuai juga. Di sinilah peran penting dari elemen UX dan UI akan diperlukan. Kedua hal ini akan membuat produk Anda menjadi menarik dan mudah saat digunakan sehingga user pun akan puas dengan produk yang Anda buat.

3. Meningkatkan Nilai Bisnis

Berkaitan dengan kepuasan user, hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada aspek bisnis. User yang puas akan terus menggunakan produk Anda sehingga secara langsung ataupun tidak langsung akan membuat produk yang ada menjadi semakin dikenal.

Penggunaan UI dan UX yang baik akan mampu menghasilkan kekuatan branding bagi produk Anda. Dengan desain UI yang khas akan membuat produk Anda menjadi beda dari yang lain, sementara dengan UX yang nyaman akan membuat user kembali menggunakan produk tersebut berulang kali.

4. Branding

Penggunaan UI dan UX yang baik juga bisa meningkatkan branding pada produk yang Anda buat. Dengan menggunakan UI dan UX ini juga sebuah produk akan mampu menonjolkan keunggulannya yang dimilikinya. Kekuatan pada branding inilah yang menjadi salah satu fungsi penting dari penggunaan UI dan UX.

5. Membuat Visualisasi Menarik

Dengan penggunaan UI dan UX dengan baik juga akan mampu menciptakan sebuah visual yang menarik untuk produk Anda. Visual ini akan sangat berhubungan dengan desain UI. Visual ini juga akan sangat mempengaruhi kenyamanan user. Tentunya visualisasi ini juga harus dibuat dengan berpatokan kepada keinginan user. Tampilan yang menarik ini juga bisa menjadi peningkat minat bagi user. Minat user ini tentu akan sangat berpengauh jika dikaitkan dengan bisnis. Ini tentu satu hal yang sangat menguntungkan.

6. Memudahkan Penggunaan Aplikasi

Salah satu fungsi penting dari penggunaan UI dan UX ini adalah untuk memudahkan pengguna ketika mengggunakan produk tersebut. Kemudahan ini akan didapat jika web atau aplikasi menggunakan UI/UX dengan benar. Para developer akan lebih mudah mengetahui apa yang diinginkan oleh usernya ketika mereka menggunakan kedua hal ini. UX akan memberikan gambaran tentang apa yang diinginkan user, gambaran tersebut akan diterjemahkan ke dalam bentuk UI.

7. Menimbulkan Kesan Baik Bagi Pengguna

Penggunaan UI dan UX ini juga akan menimbulkan kesan yang baik bagi pengguna. Dengan UX maka Anda akan tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh pengguna. Hal itu akan membuat developer bisa membuat produk sesuai dengan kebutuhan user. User tentu akan senang jika apa yang mereka butuhkan bisa disediakan. Inilah yang akan menjadi kesan baik yang diberikan user kepada produk yang digunakan.

Kriteria UI dan UX yang Baik

Untuk mendapatkan berbagai keuntungan dari UI dan UX tentu Anda harus menggunakan kedua elemen itu dengan benar. Penggunaan yang salah hanya akan membuat produk menjadi berantakan. UI dan UX yang digunakan dengan baik memiliki beberapa ciri seperti ini

UI yang Baik

Beberapa ciri dari UI yang baik adalah seperti di bawah ini:

1. Konsisten

Sebuah website atau aplikasi, terutama yang memiliki lebih dari satu halaman. Menjaga konsistensi sangat penting di sini. Konsistensi baik dari segi desain, layout, dan lainnya. UI yang baik tidak akan membuat usernya kebingungan. Dan salah satu cara untuk membuat user tidak bingung adalah dengan menjaga konsistensi.

UI yang konsisten akan membuat user lebih mengerti dengan mudah pola dari produk Anda. Selain itu konsistensi ini juga akan membuat produk Anda menjadi lebih familiar bagi user.

2. Responsif

Sebuah UI yang baik harus memiliki tampilan yang fleksibel ketika dibuka pada berbagai perangkat dan platform, itulah yang dimaksud dengan desain yang responsif. UI yang responsif ini akan bertujuan untuk memudahkan user agar bisa membukan website atau aplikasi baik pada desktop ataupun mobile.

3. Jelas dan Ringkas

Sebuah UI yang baik juga ditandakan dengan tampilan yang singkat namun jelas. Para user lebih menyukai tampilan dengan informasi yang singkat namun semua informasinya jelas. Di sinilah peran dari copywriting akan dibutuhkan.

4. Intuitif

Sebuah UI yang baik juga harus bersifat intuitif, yaitu sebuah desain yang akan dengan mudah dimengerti. Desain UI akan bertugas seolah – olah menjadi manual bagi user untuk menggunakan produk tersebut.

5. Pemilihan Warna yang Baik

Sebuah desain UI tidak akan lepas dari pemilihan beragam warna. Pemilihan warna ini akan menentukan banyak hal. Pemilihan warna yang buruk akan membuat desain UI pun menjadi buruk. Salah satu akibat dari kesalahan pemilihan warna adalah informasi yang ada menjadi sulit dibaca karena warna pada font yang buruk.

6. Struktur Informasi

Desain UI yang baik juga haruslah memiliki struktur informasi yang jelas dan mudah digunakan. Fungsi dari pembuatan struktur informasi ini adalah untuk memudahkan user memahami segala isi dari web atau aplikasi tersebut.

7. Forgiving

Salah satu ciri dari UI yang baik adalah memiliki kemampuan forgiving. User tidak selamanya benar ketika menggunakan sebuah produk. Terkadang secara tidak sengaja, user melakukan kesalahan seperti salah memasukan password. Bagaimana cara UI meresponsnya adalah bagian dari kemampuan ini. Contoh lain adalah ketika user lupa username, respon UI untuk mengatasi masalah ini akan menjadi kemampuan yang membuat user menjadi nyaman.

UX Yang Baik

Ciri dari Penggunaan UX yang baik adalah seperti ini :

1. Usability

UX yang baik haruslah mudah digunakan. Baik dari segi desain maupun fitur yang ada, semuanya harus bisa digunakan dan dimengerti oleh user tanpa harus berpikir lama. Inilah maksud dari usability. Sebisa mungkin, semua fitur yang ada pada desain UX yang dibuat haruslah mudah dipahami ketika user melihatnya pertama kali. Semakin mudah dipahami maka UX tersebut akan semakin baik.

2. Valuable

Valuable atau bernilai yang dimaksud adalah sebuah UX yang dibuat haruslah sesuai dengan kebutuhan user. Semakin dibutuhkan produk tersebut maka UX nya akan semakin bernilai. Nilai di sini akan ditentukan dari seberapa seringnya user membutuhkan produk tersebut.

3. Adoptability

Hal lain yang juga menjadi ciri dari sebuah UX yang baik adalah kemudahan mendapatkan produk tersebut. Baik dengan cara membeli ataupun mendownload. UX yang baik akan sangat mudah dijangkau oleh usernya.

4. Desirable

Sesuai dengan fungsinya yaitu untuk memberikan kenyamanan, maka ciri UX yang baik adalah yang mampu memberikan kenyamanan kepada user. UX yang baik akan mampu memberikan user pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan produk yang Anda buat.

Komponen dalam UI dan UX

Dalam pembuatannya ada beberapa komponen yang akan mendukung pembuatan UI dan UX. Beberapa komponen tersebut diantaranya adalah :

Arsitektur Informasi

Ini merupakan komponen yang akan menentukan bagaimana struktur informasi nantinya akan ditampilkan. Pada penggunaanya, Komponen ini bisa dibentuk dengan menggunakn tiga metode, yaitu ;

1. Hierarki

Ini merupakan cara pengorganisasian sebuah informasi dengan memperhatikan masalah fungsionalitas. Metode ini dibentuk dengan menggunakan trik psikologis yang memudahkan. Salah satu contoh penggunaan metode ini adalah bar navigasi yang ditempatkan di atas ataupun menu “kontak” yang biasa dihubungi di bagian paling bawah.

2. Sekuensial

Metode ini menekankan penempatan informasi dengan proses break down. Setiap informasi akan dibagi menjadi beberapa bagian yang ditujukan untuk memudahkan user mengingat informasi dengan lebih baik.

3. Matriks

Metode ini merupakan cara pengorganisasian informasi yang diserahkan kepada user. Informasi yang akan ditampilkan hanya yang diinginkan oleh user saja. User memiliki akses untuk mengatur berbagai informasi yang ingin mereka lihat.

Desain Interaksi

Komponen ini dibuat dengan tujuan membuat aplikasi atau web  menjadi lebih interaktif kepada user. Desain interaksi ini akan memikirkan bagaimana sebuah produk akan berinteraksi dengan user. Interaksi ini bisa berupa cara klik, tombol, pop up yang muncul, dan lainnya. Fungsi lain dari interaksi desain ini adalah untuk mengetahui kebiasaan dari user.

Fungsionalitas

Komponen lainnya dari UI/UX yang tidak kalah penting adalah fungsionalitas. Ukuran dari fungsionalitas ini adalah seberapa mudahnya produk tersebut digunakan. Selain masalah kemudahan, hal lain yang menjadi fungsionalitas ini adalah masalah ketepatan dar fitur yang akan digunakan oleh user.

Prototype

Komponen lain yang juga diperlukan adalah prototype. Prototype ini akan dijadikan sebagai produk contoh yang akan dijadikan sebagai patokan untuk membuat produk yang sebenarnya. Prototype ini juga bermanfaat untuk menganalisa kemampuan sebuah produk sebelum benar – benar dilepas ke user umum.

Visual Design

Komponen terakhir yang penting pada pembuatan UI/UX adalah masalah desain visual. Komponen ini akan memperjelas dan memperindah sketsa kasar sebelumnya. Pada komponen ini pemilihan warna, font, tipografi, dan lainnya mulai ditentukan.

Profesi yang Berhubungan Dengan UI dan UX

profesi di bidang ui ux

Pada aplikasinya, banyak sekali bidang pekerjaan yang akan berhubungan dengan kedua hal ini. UI/UX tidak hanya permasalahan dua bidang saja. Ada banyak bidang lain yang akan terlibat pada bidang ini. Beberapa profesi yang berhubungan dengan pengembangan UI dan UX diantaranya adalah :

1. UX Designer

Secara keseluruhan, semua pekerjaan yang berhubungan dengan UX ini bisa dikerjakan oleh satu orang yaitu seorang UX designer. UX designer akan benar – benar mengerjakan proses pembuatan UX dari tahap awal hingga akhir. Meski demikian, seorang UX designer biasanya hanya akan berfokus pada satu tahap saja. Biasanya, UX designer ini akan berfokus ketika UX sudah dibuat sketsanya. Biasanya mereka hanya terlibat mulai dari proses tengah hingga akhir saja.

2. UI Designer

Secara umum tugas dari seorang UI designer adalah merancang tampilan yang pas dan menarik untuk sebuah produk. Seorang UI designer biasanya akan bekerja sama dengan web developer dan UX designer untuk  menentukan desain yang dianggap paling pas.

3. Project Management

Ini merupakan bidang kerja yang fokus utamanya adalah membuat perencanaan. Fokus utama bidang ini adalah mencari dan mengidentifikasi berbagai kemungkinan pada saat proses pengembangan UI dan UX. Bidang ini juga yang akan menentukan suatu pekerjaan dilakukan dengan seefektif dan seefisien mungkin.

4. Research

Salah satu alur kerja dari pengembangan UX adalah melakukan riset. Bidang inilah yang akan bertanggung jawab untuk melakukan hal tersebut. Riset di sini akan bertujuan untuk menemukan masalah, mencari solusi, mencari apa yang diinginkan dan dibutuhkan user, dan lainnya.

5. Content Strategy

Bidang ini akan berfokus untuk mengisi produk dengan hal yang diinginkan pengguna. Seorang yang bertanggung jawab di sini bertugas untuk mendapatkan cara bagaimana menarik user agar mau menggunakan produk yang dikembangkan.

6. Copywriter

Pada proses pembuatan UI dan UX terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan lewat gambar atau simbol. Di sinilah peran dari seorang copywriter akan diperlukan. Copywriter akan bertugas untuk membuat sebuah konten tulisan yang akan bisa menjelaskan namun sesingkat dan semenarik mungkin.

7. Analytics

Ini merupakan bidang kerja yang tugasnya adalah memantau seberapa berhasilkan produk yang dibuat. Di sini produk yang sudah dilepas ke user umum akan dilihat performancenya secara real time. Hasil dari proses analisa di sini bisa menjadi salah satu bahan evaluasi nantinya.

Tips Membuat UI/UX yang Baik

Untuk menciptakan sebuah UI dan UX selain harus tahu langkah – langkahnya, Anda juga harus paham seperti apa UI/UX yang digemari oleh user. Berikut adalah beberapa ciri dari sebuah UI/UX yang baik

1. Customer Oriented

Sebuah UI/UX yang baik haruslah dibangun dengan berpatokan kepada user. Pada proses pengembangannya pun UI/UX ini dibangun dengan berpatokan ke apa yang diinginkan oleh user. Semakin nyaman seorang user ketika menggunakan produk tersebut maka UI/UX bisa dibilang semakin berhasil.

2. Paham Dengan Audiens

Selain masalah kepuasan, hal lain yang juga harus dipikirkan ketika membuat sebuah UI dan UX adalah target pasar yang akan dituju. Dengan paham seperti apa target pasar yang akan dituju maka akan lebih mudah untuk menentukan produk seperti apa yang akan dibuat.

3. Fitur yang Mudah Dipahami

Hal lain yang harus juga dipikirkan adalah semua fitur yang ada pada UI dan UX yang dibuat haruslah bisa berfungsi dengan optimal. Semua fitur tersebut selain harus bisa berfungsi, penggunaanya juga haruslah mudah. User harus bisa memahami cara kerja berbagai fitur tersebut dengan waktu yang cepat. Semakin cepat user mengerti maka semakin baik kualitas produk yang dibuat.

4. Scrolling

Jika Anda menulis artikel yang panjang, maka pikirkanlah cara untuk membuatnya menjadi ringkas. Penggunaan scrolling yang terlalu panjang juga akan menurunkan kualitas UI dan UX yang dibuat. Terlalu banyak melakukan scroll biasanya berpotensi untuk membuat user kehilangan informasi yang dicari.

5. Copywriting

Dalam beberapa UI ataupun UX terkadang tidak hanya berisi simbol saja. Kedua elemen ini biasanya juga dilengkapi dengan beberapa tulisan. Tulisan ini akan berfungsi untuk menjelaskan suatu hal yang sulit dijelaskan dengan menggunakan simbol. Kemampuan copywriting menjadi penting di sini. Anda harus mampu membuat sebuah tulisan dengan singkat namun informasinya tetap jelas.

6. Konsisten

Jika Anda memiliki web dengan banyak halaman maka sangat penting untuk memikirkan masalah konsistensi ini. Setiap halaman setidaknya harus memiliki desain layout yang sama. Hal ini bertujuan untuk memudahkan user memahami pola yang ada pada produk tersebut. Dengan desain yang konsisten ini juga membuat user tidak akan kebingungan.

Itulah beberapa hal tentang user interface ataupun user experience yang bisa Anda ketahui. Pada banyak penggunaan UI dan UX menjadi elemen penting karena selain menjadi tampilan, elemen ini juga akan menjadi branding tersendiri bagi produk yang Anda buat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *