User Experience - Pengertian dan Tips Membuatnya (Lengkap)

User Experience: Pengertian dan Tips Membuatnya (Lengkap)

Selain masalah interface yang harus terlihat menarik satu hal yang harus selalu diperhatikan dalam pembuatan sebuah web atau aplikasi adalah kepuasan pelanggan. Masalah kepuasan ini merupakan hal yang akan membuat pelanggan kembali lagi menggunakan produk yang Anda buat. Dalam industri digital, hal ini biasa disebut dengan user experience atau yang biasa disebut dengan UX.

User experience sendiri merupakan hal yang tidak akan terpisahkan dari user interface (UI). Jika UI dibuat untuk memudahkan user dan mempercantik tampilan maka user experience dibuat untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi user. User Experience ini akan menentukan seberapa berhasil dan seberapa disukai dari produk yang Anda buat.

Daftar Isi

Apa Itu User Experience?

Dalam proses pengembangan sebuah web atau aplikasi, user experience adalah sebuah proses kerja di mana seorang front end developer akan membuat sebuah desain dengan pendekatan seorang pengguna. Dengan menggunakan user experience (UX) yang baik selain bisa memenuhi kebutuhan dari user, hal ini juga akan memberikan kesan yang menarik ketika mereka menggunakan aplikasi atau web yang Anda buat.

Beberapa hal yang sering muncul dalam pembuatan user experience seperti desain layout, navigasi, visual design, dan lainnya. Selain itu user experience juga meliputi kekuatan branding, konten, dan kemampuan copywriting yang akan menjangkau calon pengguna. Beberapa hal yang harus diketahui tentang user experience diantaranya adalah:

Tujuan

Pada proses pembuatan sebuah user experience maka seorang programmer akan berfokus kepada bagaimana cara memberikan pengalaman yang menyenangkan kepada user. Ini merupakan tujuan utama dari penggunaan user experience ini. Jika user merasa senang dan nyaman ketika menggunakan aplikasi atau saat mengakses web maka bisa dibilang user experience yang dibuat sudah berhasil.

Proses

Salah satu proses penting yang dibutuhkan saat akan merancang sebuah user experience adalah melakukan riset. Fokus utama dari riset ini adalah mencari apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh user. Itulah mengapa dalam lingkup kerjanya ada orang yang menjadi seorang UX researcher. Mereka inilah yang akan mencoba mencari tahu keinginan user dan mencoba menerjemahkannya untuk kemudian dibuat desainnya oleh UX designer.

Komponen

Pada pembuatan user experience maka seorang developer akan benar – benar memikirkan fitur yang tepat untuk digunakan. Hal – hal seperti struktur desain, cara melakukan navigasi, konten, dan lainnya akan menjadi komponen yang sering digunakan untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi user. Selain masalah kemudahan, komponen ini juga haruslah memberikan kenyamanan bagi user.

Tools

Para user experience developer biasanya akan lebih banyak menggunakan tools yang bisa memberikan feedback secara langsung tentang apa yang mereka buat. Software seperti Sketch, Figma, Adobe XD merupakan tools yang akan sering digunakan.

Skill

Jika berbicara masalah skill, maka hal utama yang harus dimiliki oleh seorang UX developer adalah kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Ini merupakan inti dari pekerjaan seorang UX developer, di mana mereka harus mampu membuat sebuah solusi untuk masalah yang dimiliki oleh user.

Secara mudah user experience adalah cara bagaimana sebuah aplikasi bekerja dengan merespon apa yang diinginkan user. Salah satu hal yang juga harus diperhatikan untuk masalah user experience adalah kompatibilitas. Setiap user experience harus bisa digunakan pada semua platform.

Penggunaan User Experience yang Baik

user experience adalah

Untuk mendapatkan manfaat yang besar dari penggunaan user experience ini maka hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan memastikan produk yang dibuat juga memiliki user experience yang baik. Berikut adalah beberapa ciri penggunaan user experience yang benar.

1. Usability

Karena fungsi utamanya yang harus memberikan kenyamanan maka user experience yang baik haruslah mudah digunakan. Seorang user harus bisa menggunakan berbagai fitur yang ada pada user experience dengan mudah dan sebisa mungkin effortless.

2. Valuable

Selain masalah kenyamanan, hal penting yang juga harus dimiliki oleh user experience adalah masalah nilai. Nilai dari sebuah user experience dilihat dari seberapa besar fungsi dari fitur yang ada pada user experience tersebut. Apakah fitur tersebut berguna atau tidak. Semakin berguna suatu fitur pada user experience maka nilainya pun akan semakin tinggi.

3. Adoptability

UX yang baik juga harus mudah untuk didapatkan. Sebisa mungkin, produk yang Anda buat ini haruslah sangat dekat dengan user. Entah dengan cara membeli ataupun mendownload, semakin mudah produk tersebut didapatkan maka akan semakin baik.

4. Desirable

Ini merupakan hal utama yang menjadi fungsi dari penggunaan user experience yaitu masalah kesukaan. user experience yang Anda buat akan menjadi semakin baik jika banyak orang yang suka. Masalah kesukaan ini akan berbeda antara tiap orang dengan lainnya.

5. Usefull

Setiap user experience akan dibangun dengan berbagai elemen yang satu sama lain akan terhubung. User experience yang baik setiap elemen yang membangunnya haruslah berfungsi dengan baik. Semua fitur harus bisa menjalankan perannya. Hal lain masalah usefull ini adalah setiap fitur yang ada fungsinya tidak tumpang tindih antara yang satu dengan lainnya.

6. Alur Kerja yang Mudah

Hampir mirip dengan UI, UX juga dibuat dengan tujuan untuk memudahkan user. Inilah yang akan menjadi salah satu ciri dari user experience yang baik adalah alur kerja yang sangat mudah untuk digunakan. Jika tiap user bisa menggunakan user experience dengan alur kerja yang mudah maka itulah user experience yang bisa dikatakan baik.

7. Konsistensi

Pada pengembangan sebuah user experience (UX) maka hal yang perlu dijaga adalah konsistensi. Baik konsistensi pada tampilan, desain, tema, layout, dan lainnya. Konsistensi ini bertujuan untuk membuat user tidak bingung. Terutama jika Anda membuat sebuah web dengan banyak halaman, maka konsistensi ini menjadi sesuatu yang wajib dijaga.

8. Subjektif

Sebuah user experience yang baik adalah produk yang harus pas dengan calon usernya. user experience yang baik harus dibuat dengan berpatokan kepada seperti apa calon user yang akan menggunakannya. Kaitan hal ini adalah dengan kepuasaan user itu sendiri.

Apa yang Terjadi Jika User Experience Buruk?

Sebuah aplikasi atau web yang tidak menggunakan UX dengan baik cenderung akan membosankan. Tanpa UX biasanya web atau aplikasi tidak bisa mendapatkan kesan yang baik dari user.

Hal lain yang mungkin terjadi dengan penggunaan UX yang buruk adalah menurunnya minat user untuk menggunakan produk Anda. Adapun beberapa hal lain yang akan terjadi jika web atau aplikasi tidak memikirkan UX diantaranya adalah :

1. Ditinggalkan User

Efek paling terlihat jika sebuah web atau aplikasi yang tidak menggunakan user experience adalah kehilangan user. Setiap user tentu ingin aplikasi atau web yang nyaman saat digunakan. Jika web atau aplikasi memiliki user experience yang buruk maka hal tersebut akan memberikan pengalaman yang tidak menyenangkan dan berpotensi untuk membuat hilangnya pengguna.

2. Reputasi yang Menurun

User experience yang buruk maka akan memberikan pengalaman yang buruk juga pada pengguna. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada reputasi produk yang Anda buat. Semakin buruk pengalaman yang di dapat pengguna saat menggunakan aplikasi maka akan semakin jelek reputasi yang dimiliki produk yang dikembangkan. Dalam segi bisnis, hal ini tentu merupakan suatu kesan negatif.

3. Banyak Uang yang Harus Dikeluarkan

Sebuah produk dengan user experience yang buruk biasanya akan mengeluarkan banyak uang untuk perbaikan di kemudian hari. Semua perbaikan yang dibutuhkan ini seharusnya bisa dihindari jika sejak awal menerapkan UX dengan benar.

4. Kerugian Bisnis

Jika dikaitkan dengan faktor sebelumnya dimana UX yang buruk akan menghamburkan banyak uang maka pada dunia bisnis tentu ini akan menyebabkan banyak kerugian. Selain masalah banyaknya uang yang harus dikeluarkan, kerugian ini juga disebabkan karena produk yang akan ditinggalkan banyak user. Hal ini karena UX yang buruk akan berpotensi membuat user meninggalkan produk yang Anda buat.

Kesalahan Pada Design User Experience

user experience adalah

Semua kerugian tadi akan muncul dengan penggunaan UX yang tidak baik. Sementara itu, seringkali sebuah UX juga dibuat dengan perencanaan yang tidak baik. Beberapa kesalahan yang biasanya terjadi ketika melakukan design sebuah UX diantaranya adalah :

1. Pop Up Iklan

Meskipun beberapa website atau aplikasi bisa hidup dari iklan, namun faktanya kemunculan pop up iklan yang terlalu sering juga akan mengganggu. Terutama pop up yang tidak penting. Seringkali sebuah pop up bisa muncul sampai berkali – kali dan membuat user menjadi kehilanhgan minat untuk menggunakan web atau aplikasi yang dibuat. Ini juga akan membuat kerugian secara langsung kepada program yang Anda buat.

2. Perpaduan Warna yang Buruk

Semua hal yang berkaitan dengan desain biasanya akan berhubungan juga dengan pemilihan warna. Entah untuk latar belakang, warna tulisan, atau kebutuhan lain. Sayangnya, beberapa pemilihan warna terkadang justru memberikan efek yang negatif bagi UX yang dibuat. Pemilihan warna yang terlalu gelap dianggap akan membuat konten menjadi sulit terbaca. Selain itu pemilihan warna yang terlalu mencolok juga menyebabkan ketidak nyamanan saat menggunakan web atau aplikasi. Inilah mengapa proses pemilihan warna pun harus dipikirkan dengan sebaik mungkin.

3. Desain yang Tidak Sesuai dengan Fungsi

Seringkali dalam pengembangannya sebuah tampilan web atau aplikasi dibuat dengan desain yang rumit. Meskipun bisa terlihat indah, namun seringkali desain tersebut justru membuat bingung user. Desain yang terlalu rumit akan membuat banyak fungsi menjadi tidak maksimal. Inilah mengapa pemilihan desai harus juga disesuaikan dengan fungsi. Desain juga harus mendukung dan bisa menjadi media untuk menjelaskan banyak hal yang ada pada web atau aplikasi.

4. Desain dan Konten yang Bertabrakan

Selain masalah desain yang tidak sesuai dengan fungsi, masalah lain yang sering terjadi juga adalah sebuah desain yang kadang tidak sesuai dengan isi dari web atau aplikasi. Jika Anda membuat sebuah web tentang olahraga maka pastikan desain yang mendukungnya pun memiliki nuansa olahraga. Pastikan ada kesesuaian antara desain yang akan digunakan dengan konten yang akan dibuat.

5. Tata Letak yang Berantakan

Kesalahan lain yang juga sering terjadi yang berurusan dengan UX adalah penatann konten yang berantakan. Inilah mengapa pada bidang UX ada satu hal yang bernama Arsitektur Informasi. Bidang arsitektur informasi inilah yang akan bertanggung jawab untuk memastikan kesalahan ini  tidak akan terjadi. Konten yang berantakan selain akan membuat bingung juga akan membuat user kesulitan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Fungsi dan Tujuan User Experience

Pada dasarnya penggunaan UX bertujuan untuk membuat pengguna nyaman ketika menggunakan aplikasi dan web. Tapi selain itu masih ada beberapa hal lain yang menjadi fungsi dari penggunaan UX. Fungsi lain dari UX diantaranya adalah :

1. Menghasilkan Produk yang Diinginkan User

Karena masalah kenyamanan maka fokus utama dari pengembangan UX adalah menciptakan apa yang diinginkan oleh user. Dengan semua kemungkinan yang diinginkan oleh pengguna, maka dengan pengembangan UX ini bisa membuat hal tersebut diciptakan. Produk yang dibuat dengan berpatokan kepada apa yang diinginkan user biasanya lebih banyak peminatnya.

2. Meningkatkan Kepuasaan User

Dengan pengembangan UX yang baik maka hasil yang akan didapatkan adalah kepuasan pengguna. Sebuah produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh user akan membuat produk tersebut akan lebih mudah diingat. Penggunaan UX yang baik ini juga akan membuat user terus menggunakan produk Anda secara berkala.

3. Meningkatkan Bisnis

Jika Anda memiliki toko online maka dengan menggunakan UX yang benar hal ini mampu meningkatkan bisnis yang Anda kembangkan. Pada sebuah toko online, sebuah UX akan mampu membuat user nyaman saat berbelanja. Inilah yang akan membuat pelanggan kembali mengakses toko Anda dan membuat bisnis yang dikembangkan menjadi besar.

4. Memudahkan User

Sebuah UX selain berfungsi untuk memberikan pengalaman yang menarik bagi user juga harus bisa memudahkan user. Kemampuan setiap user dalam menggunakan sebuah aplikasi atau memahami web tentu akan berbeda. Di sinilah peran dari UX akan dibutuhkan. UX harus mampu “menjelaskan” kepada user tentang bagaimana cara kerja dari aplikasi tersebut. Semua elemen dan komponen dari UX harus bisa menjadi manual tidak tertulis bagi user ketika sedang menggunakan aplikasi atau web.

5. Menghasilkan UI yang Baik

Seperti sudah sering dijelaskan jika UI dan UX merupakan dua hal yang akan selalu berkaitan. Keduanya akan menjadi tampilan dari sebuah web atau aplikasi. Dengan penerapan UX yang baik, maka besar kemungkinan Anda juga akan mendapatkan UI yang baik. Dengan mengetahui tingkat kepuasan dari user maka Anda akan dengan mudah membuat UI yang menarik bagi user.

6. Meningkatkan Daya Saing

Dengan penerapa UX maka Anda akan lebih mudah mengetahui seberapa tingkat kepuasan dari user yang menggunakan web atau aplikasi yang dibuat. Dengan hal tersebut maka Anda akan lebih mudah mengkonversi apa yang diinginkan user dan merealisasikannya. Tingkat kepuasan user yang baik tentu akan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing usaha Anda. Inilah yang menjadi salah satu fungsi dari penggunaan dan pemanfaatan UX.

Seberapa Penting User Experience?

Jika ditanya seberapa penting sebuah UX dalam produk digital, maka jawabannya adalah sangat penting. UX ini yang akan menjadi tolak ukur seberapa memuaskannya produk yang Anda buat. Selain itu, UX juga akan menjadi patokan yang mudah untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh user Anda. Beberapa alasan lain yang membuat UX menjadi sangat penting diantaranya adalah :

1. Membuat Pengguna Nyaman

Alasan utama mengapa UX menjadi sangat penting adalah karena hal ini bisa membuat pengguna menjadi nyaman. Pengguna akan terus menggunakan produk yang Anda buat. Kenyamanan ini juga membuat tujuan Anda menciptakan produk tersebut menjadi tersampaikan.

2. Memudahkan Pengembangan

Nantinya setiap produk pasti akan mengalami proses pengembangan. Hal itu tentu bertujuan untuk membuat produk menjadi lebih baik. Dengan menggunakan UX maka proses pengembangan ini akan menjadi lebih mudah. UX akan memberikan banyak informasi tentang aspek mana saja yang harus mengalami pengembangan. UX juga bisa menjadi jembatan antara keinginan user dengan pengembang tentang apa saja yang harus diperbaiki atau dikembangkan.

3. Waktu Pembuatan Produk Menjadi Lebih Singkat

Dengan menggunakan UX yang baik maka pengembang sudah punya gambaran awal tentang apa yang ingin mereka buat. Dengan adanya gambaran awal ini maka para pengembang sudah tidak akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk meraba – raba produk apa yang dibuat. Penggunaan UX ini tentu akan menghemat banyak waktu kerja.

4. Menciptakan Produk yang Sesuai Kebutuhan

Penggunaan UX juga akan memberikan banyak informasi tentang apa yang dibutuhkan oleh user. Hal ini akan membantu para developer untuk menciptakan apa yang dibutuhkan tersebut. Tentu saja hal ini akan membuat kesan baik pada pengguna sehingga akan menaikan nilai dari produk itu sendiri.

Cara Membuat User Experience yang Baik

apa itu user experience

Untuk menciptakan sebuah UX yang baik tentu Anda harus paham setiap langkahnya. Setiap langkah ini perlu dilakukan karena akan sangat membantu dan memudahkan setiap kerja Anda. Adapun cara untuk membuat UX yang baik adalah :

1. Lakukan Riset

Seperti yang sudah dijelaskan jika salah satu langkah penting untuk pembuatan UX adalah dengan melakukan riset. Riset ini akan bertujuan untuk mencari dan memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh user. Sebagai contoh, jika Anda akan membuat UX untuk sebuah toko online maka hal – hal seperti bagaimana kebiasaan pelanggan saat berbelanja, apa yang mereka butuhkan dan inginkan, proses pembayaran seperti apa yang paling diminati, dan lainnya merupakan hal yang akan didapatkan pada proses ini.

Cara melakukan riset kini sudah mulai beragam. Dari mulai cara konvensional dengan membagikan lembaran survey sampai dengan cara mengisi online survey. Proses riset UX ini juga bisa dilakukan dengan mengamati setiap data yang ada.

2. Membuat Arsitektur Informasi

Setelah proses riset dilakukan dan hasilnya sudah didapat maka langkah selanjutnya adalah dengan membuat sebuah arsitektur informasi. Ini merupakan langkah di mana Anda akan menyusun sebuah struktur untuk website atau aplikasi.

Struktur yang dibangun merupakan bagian – bagian yang menjadi konsep dari apa yang akan Anda buat. Dengan menyusun arsitektur ini maka akan memudahkan Anda dalam memahami seperti UX yang akan dibuat nantinya.

3. Merancang Wireframe

Ini merupakan proses di mana seorang desaigner akan mulai merancan desain dari UX. Rancanganya masih berupa rancangan kasar. Proses ini lebih menekankan ke arah pembuatan alur informasi tentang bagaimana nantinya UX tersebut bekerja. Dengan kata lain proses ini mirip seperti pembuatan flowchart.

Salah satu manfaat dari proses ini adalah akan sangat membantu desainer, content maker, dan developer untuk membuat UX nantinya. Mereka sudah memiliki bayangan tentang apa yang akan dibuat dan seperti apa cara dan alur kerjanya.

4. Membuat Alur UX

Jika sebelumnya Anda pernah mendengar tentang flowchart, maka di proses ini pun apa yang dibuat tidak akan jauh berbeda. UX flows merupakan proses dimana Anda akan mengatur bagaimana produk yang dibuat akan bekerja. UX flows akan dibuat dengan menggunakan pendekatan sebagai user. Manfaat dar proses ini adalah akan membantu developer ketika mengembangkan produk. Mereka akan lebih mudah mengembangkan karena alur yang terdokumentasikan dengan baik akan sangat membantu mereka memahami pola kerja dari UX itu sendiri.

5. Merancang Prototype

Tahap selanjutnya dalam proses pembuatan UX adalah dengan membuat sebuah prototype. Fungsi dari pembuatan prototype ini adalah untuk kepentingan uji coba. Prototype ini biasanya akan digunakan oleh orang tertentu yang akan mencobanya dan memberikan feedback. Jika masih ada kesalahan maka akan langsung bisa diperbaiki. Proses ini akan menentukan sebuah produk UX sudah layak atau belum sebelum dilempat ke user umum.

6. Membuat Design System dan UI

Tahap selanjutnya adalah menggabungkan antara UX yang sudah dibuat dengan UI. Pada proses ini biasanya produk yang dibuat sudah jadi dan siap untuk digunakan oleh user secara umum. Fungsi dari penggabunga ini adalah memberikan tampilan yang menarik dan efektif bagi web atau aplikasi dan memberikan pengalaman yang baik bagi user saat menggunakannya.

7. Proses Pengembangan

Ini merupakan proses di mana kekurangan yang mungkin baru muncul akan coba diperbaiki. Biasanya proses ini akan terjadi dengan memanfaatkan feedback dari user umum. Proses ini akan terus berlanjut selama produk digunakan. Proses ini juga akan berlanjut dengan pembuatan up date secara berkala.

8. Melakukan Pengujian

Ini merupakan test akhir sebelum produk benar – benar dilempar ke pasaran. Proses ini merupakan tahap di mana produk akan dinilai secara keseluruhan dan dicoba oleh beberapa user. Sebagian mungkin mengenal tahap ini sama dengan tahap beta. Pada proses ini semua kemungkinan kesalahan akan dicari dan diperbaiki. Jika semua tahap ini sudah terlewati maka UX pun sudah siap untuk dilepas ke user umum.

Tips Membuat User Experience yang Baik

Selain mengetahui alur kerja pembuatan UX Anda juga harus tahu beberapa tips untuk menciptakan UX yang sangat diminati oleh user. Beberapa tips tersebut diantaranya adalah :

1. Tempatkan Diri Anda Sebagai User

Meskipun Anda adalah seorang developer namun ketika sedang mengembangkan atau membuat UX maka berposisilah sebagai user. Pikirkan apa yang user mau, bagaimana sebuah kemudahan yang Anda inginkan sebagai user, dan lainnya. Dengan membuat sudut pandang seperti ini maka Anda akan lebih mudah dalam pembuatan UX.

2. Paham Seperti Apa User Anda

Untuk mendapatkan Produk UX yang baik maka salah satu hal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan riset. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan UX yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh user.

3. Jangan Buat Konten yang Sulit Diakses

Ketika user menggunakan aplikasi yang Anda buat, mereka pasti memiliki satu tujuan yang akan diakses. UX yang baik akan memudahkan hal ini dengan memberikan akses yang tidak rumit pada sebuah konten. Semakin mudah suatu konten diakses maka semakin baik penilaian terhadap UX tersebut.

4. Jangan Membuat Scrolling Terlalu Banyak

Jika Anda memiiki konten yang panjang maka pikirkanlah sebuah cara yang membuat user tidak perlu melakukan terlalu banyak scrolling. Terlalu banyak scroll berpotensi membuat user jenuh dan beberapa informasi yang tidak tersampaikan.

5. Shortcut dan Opsi

Salah satu cara Jika Anda memiliki konten yang banyak atau panjang adalah dengan memberikan pilihan opsi atau shortcut pada user. Sebagai contoh, jika Anda membuat artikel yang terlalu panjang maka bisa dipotong menjadi beberapa bagian dan berikan opsi “read more” atau “lanjut”. Selain itu, Anda juga bisa memberi shortcut supaya user bisa langsung menuju ke apa yang mereka tuju.

6. Tipografi dan Copywriting

Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam pembuatan UX adalah masalah tipografi dan copywriting. Hal ini akan berkaitan dengan desain pada tulisan yang ada Pada UX yang Anda buat. Kemampuan tipografi dan copywriting juga akan membuat Anda menampilkan sebuah konten tulisan yang simpel, ringkas, namun tetap enak dibaca.

7. Simpel Tetapi Jelas

Pastikan setiap UX yang dibuat memiliki desain yang simple namun informasi dan konten yang ingin disampaikan bisa diberikan dengan jelas. UX yang simple biasanya lebih disukai oleh kebanyakan user.

8. Pengujian dan Pengembangan

Sebuah UX yang baik biasanya dihasilkan dari berbagai pengujian dan pengembangan yang dilakukan secara berkala. Berbagai pengujian ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan kesalahan yang akan muncul sementara pengembangan adalah untuk memperbaiki kesalahan yang ada dan menambah fitur yang dibutuhkan.

9. Feedback dari User

Karena UX dibuat dengan kebutuhan untuk menyenangkan user maka cara untuk mendapatkan UX yang baik juga salah satunya adalah dengan mendengarkan apa yang diinginkan oleh user. Semua feedback ini akan berguna untuk pengembangan UX.

10. Konsistensi

Meskipun terkadang diperlukan sebuah perubahan, namun user akan lebih menyukai jika perubahan tersebut tidak terlalu besar. User biasanya akan lebih menyukai apa yang sudah biasa mereka lakukan. Inilah mengapa UX juga memerlukan konsistensi dalam tiap desainnya. Perubahan yang terlalu besar juga berpotensi untuk membuat bingun user.

11. Tonjolkan Aspek yang Penting

Poin penting dari bisnis Anda tentu akan menjadi nilai jual bagi bisnis. Akan sangat menguntungkan jika aspek penting itu bisa Anda tempatkan pada UX yang sedang dibuat. Aspek penting ini juga bisa menjadi pembeda antara UX yang Anda buat dengan apa yang dibuat oleh orang lain.

12. Alur yang Jelas

Jika website atau aplikasi yang dibuat memiliki banyak halaman maka pastikan jika UX yang dibuat memfasilitasi hal tersbut. Pastikan user bisa berpindah halaman dengan lancar dan mereka bisa menuju apa yang mereka cari. Alur yang jelas ini juga bisa menghemat banyak waktu user ketika menggunakan web atau aplikasi.

13. Interaksi Sederhana

Hal lain yang juga bisa menjadi nilai lebih pada pengembangan UX adalah adanya interaksi. User merasa dilibatkan dengan konten yang ada. Interaksi sederhana ini seperi user bisa memberik komen, memberi like, melakukan share, dan lainnya. Interaksi ini juga contohnya adalah dengan memberikan estimasi seberapa panjang konten yang ada.

Bidang yang Berhubugnan dengan User Experience

Selain menjadi seorang UX designer, masih ada beberapa pekerjaan lain yang juga berhubungan dengan bidang UX ini. Beberapa bidang yang juga akan terkair dengan pengembangan UX ini adalah :

1. Project Management

Bidang ini merupakan pekerjaan yang fokusnya adalah membangun sebuah perencanaan dan pengaturan dalam sebuah proyek kerja. Dalam hubungannya dengan UX, bidang ini juga akan bertanggung jawab untuk mengidentifikasi berbagai masalah yang mungkin muncul dan mencari solusinya. Bidang ini juga bertanggung jawab untuk membuat sebuah tim dan alur kerja secara efisien dan setepat mungkin.

2. UX Research

Salah satu pekerjaan yang harus dilakukan pada bidang UX ini adalah melakukan riset. Fokus dari riset ini adalah mencari apa yang diinginkan oleh user. UX research ini akan bertanggung jawab untuk mencari tahu berbagai kebutuhan dari user, pola penggunaan, dan lainnya. UX research ini juga bertanggung jawab untuk mengumpulkan beragam feedback dari user untuk kepentingan pengembangan dan perbaikan web atau aplikasi.

3. Usability Evaluation

Bidang pekerjaan ini akan berfokus ke seberapa mudah UX yang dibuat bisa digunakan oleh user. Bidang ini akan memantau seberapa baik seorang pengguna dalam menggunakan produk yang dibuat. Apakah pengguna mengerti dengan semua fitur yang ada, apakah fitur dan elemen yang ada sesuai dengan apa yang diharapkan, dan lainnya merupakan fokus utama dari bidang ini. Bidang ini juga akan melakukan eveluasi terhadap tingkat kemudahan UX untuk user.

4. Information Architecture

Information architecture merupakan bidang yang kerjanya akan berfokus pada seperti informasi dan konten yang akan disajikan. Mereka akan membuat struktur supaya semua konten dan informasi tersebut terlihat menarik bagi user. Mereka akan mengatur seperti apa tata letak dari setiap konten. Bidang ini juga akan sangat berkaitan dengan UI designer.

5. Interaction Designer

Pada pengembangan sebuah UX, maka bidang ini akan berfokus ke bagaimana sebuah produk yang dibuat bisa menjadi sangat interaktif dengan user. Web atau aplikasi akan dibuat sedemikian rupa sehingga bisa memunculkan kesan yang personal dengan user. Ini merupakan bagian dari pengembangan sebuah UX dengan tujuan untuk membuat website atau aplikasi menjadi lebih personal.

6. Content Strategy

Konten apa yang sedang menarik, konten apa yang dibutuhkan user, konten seperti apa yang menarik, dan hal lain yang berkaitan dengan pembuatan konten merupakan tugas dari bidang ini. Dalam kaitannya dengan UX development, maka bidang content strategy ini akan berusaha untuk melakukan riset tentang apa yang sedang digemari dan apa yang dibutuhkan. Bidang ini akan bertanggung jawab terhadap masalah kepuasan user untuk masalah konten. Seorang content strategy juga akan bertanggung jawab untuk melakukan kurasi dari setiap konten yang ada pada web atau aplikasi.

7. UX Analytics

Ini merupakan bidang yang akan mengumpulkan semua data yang diperlukan dari sebuah produk UX. Mereka akan mengumpulkan data yang berkaitan dengan pembuatan ataupun pengembangan dari semua UX. Mirip dengan UX research, namun fokus utama dari seorang UX analytics adalah mengamati produk yang sedang bekerja saja. Mereka akan benar – benar melakukan analisa tentang semua hal yang berkaitan dengan produk yang mereka buat.

8. UX Designer

Bidang ini bertujuan untuk menciptakan sebuah produk UX yang efisien dan efektif yang akan digunakan oleh user. UX designer juga akan menentukan bagaimana flowchart dari sebuah UX tersebut akan bekerja.

9. UX Copywriter

Bidang ini akan bertanggung jawab untuk membuat sebuah konten berupa tulisan yang akan menjangkau user. Seorang copywriter akan membuat sebuah teks yang bertujuan untuk menarik perhatian dari user. UX copywriter juga akan bertujuan untuk membuat tulisan yang akan menjelaskan berbagai macam produk dengan lebih menarik.

Cara Menjadi UX Designer

Saat ini sudah banyak orang yang ingin bekerja dalam dunia pengembangan UX ini. Tren produk digital yang makin meningkat membuat profesi sebagai UX designer mulai banyak diminati.

Skill yang Diperlukan

Untuk menjadi seorang UX designer setidaknya ada beberapa skill, baik soft maupun hard skill yang diperlukan. Beberapa skill tersebut diantaranya adalah :

1. Komunikasi Visual

Memang bukan syarat utama, namun mereka yang memiliki kemampuan di bidang ini biasanya akan lebih mudah ketika membutuhkan sebuah konsep desain tertentu. Kemampuan visual komunikasi ini menjadi penting karena pekerjaan utama dari seorang UX designer adalah membuat sesuatu yang akan dilihat oleh user. Seorang UX designer harus mampu berinteraksi dengan user lewat kemampuan visual ini.

2. Desain Interaktif

Kemampuan lain yang diperlukan untuk menjadi seorang UX developer adalah desain interaktif. Kemampuan ini akan berguna untuk membuat web atau aplikasi menjadi responsif ketika digunakan. Desain interaktif ini juga bisa menjadi sebuah manual bagi user ketika menggunakan aplikasi. Salah satu contoh dari penggunaan desain interaktif ini adalah munculnya pop up ketika Anda melakukan kesalahan input username atau password.

Baca: Mengenal UX Writer – Tugas, Tanggung Jawab, Serta Peranannya Bagi Bisnis (Lengkap)

3. Prototyping

Pada dasarnya ini merupakan kemapuan untuk membuat sebuah contoh produk yang mirip dengan aslinya. Contoh ini akan digunakan sebagai media untuk melakukan uji coba sebelum produk yang asli dilepas ke pasaran. Kemampuan ini bertujuan untuk mencari kemungkinan kesalahan yang ada dan memperbaikinya.

4. Analisa

Kemampuan analisa dibutuhkan oleh seorang UX designer berkaitan dengan kerjanya yang harus memuaskan user. Seorang UX designer harus bisa membuat sebuah analisa tentang apa yang sedang dibutuhkan dan diinginkan oleh user. Kemampuan analisa ini juga luas pemakaiannya karena tidak hanya terfokus pada analisa teknis saja namun juga mencakup analisa faktor non teknis.

5. Problem Solving

Selain skill analisa, hal lain yang juga dibutuhkan oleh seorang UX designer adalah kemampuan untuk memecahkan masalah. Seorang UX designer akan bekerja berdasarkan masalah yang ada dan akan mencoba membuat solusi untuk masalah yang muncul tersebut.

Tugas dan Tanggung Jawab

Seorang UX designer akan terlibat langsung pada proses pembuatan produk itu sendiri. Mereka akan benar – benar terlibat dari proses awal hingga produk tersebut jadi. Adapun tugas dan tanggung jawab dari seorang UX designer diantaranya adalah :

1. Riset

Salah satu tugas dan tanggung jawab dari seorang UX designer adalah melakukan riset. Tugas ini akan dilakukan bersama dengan UX researcher. Tugas ini bertujuan untuk mencari tentang kebutuhan dari pengguna. Pada proses riset ini nantinya akan ditemukan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh user. Inilah yang akan menjadi patokan dari pekerjaan UX designer ke depannya.

2. Pembuatan Desain

Ini merupakan tugas utama dari seorang UX designer. Mereka akan membuat berbagai macam desain dengan patokan hasil riset yang telah dilakukan. Proses pembuatan desain ini akan berfokus pada fungsi dan kenyaman user.

3. Pengujian

Tugas lainnya yang juga dimiliki oleh seorang UX designer adalah melakukan pengujian untuk desain yang telah mereka buat. Tujuan dari tugas ini adalah mendapatkan hasil dan gambaran apakah produk yang dibuat sudah sesuai dengan harapan atau masih memerlukan berbagai perbaikan.

Itulah beberapa hal tentang UX yang perlu Anda ketahui. Pada penggunaanya nanti, UX akan selalu berkaitan denga bagaimana tingkat kepuasaan dari user, hal itulah yang menyebabkan UX menjadi penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *