Apa itu Deface Pengertian, Cara Kerja, dan Tips Mengatasinya

Deface Website: Pengertian, Jenis, Dan Cara Mengatasinya

Bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia website, mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya deface website.  

Tindakan ini termasuk ke dalam jenis suatu kegiatan yang sangat dilarang karena cukup merugikan salah satu pihak yakni pemilik ataupun pengelola suatu website. Kegiatan untuk melakukan deface ini biasanya berkaitan dengan adanya celah pada sistem keamanan sebuah website.

Orang yang melakukan kegiatan deface pada suatu website biasanya dikenal dengan sebutan defacer. Pada umumnya, defacer ini menyasar situs situs besar seperti situs pemerintahan, perusahaan, badan organisasi, dan lain sebagainya. Meski demikian, Defacer cukup jarang menyasar website-website miliki perseorangan atau pribadi.

Apa Itu Deface Website

Bagi Anda yang masih cukup awam dalam dunia website, mungkin mungkin istilah deface website masih cukup asing di telinga. Oleh karenanya, sebelum membahas secara lebih lanjut tentang deface yang pada suatu website, tidak ada salahnya jika terlebih dahulu akan diulas tentang pengertian dari deface itu sendiri.

Deface website merupakan suatu jenis aktivitas dan kegiatan sedemikian rupa sehingga yang dilakukan oleh sesorang dengan tujuan utamanya adalah untuk mengubah tampilan suatu website baik itu pada laman tampilan utama, file, index, dan atau pun halaman yang lainnya.

Web deface pada umumnya terjadi karena adanya celah keamanan pada website yang menjadi korbannya. Oleh karenanya, web deface adalah segala aktivitas yang melibatkan keberadaan celah keamanan pada suatu website sehingga bisa dimanfaatkan untuk ‘mengambil alih’ website yang bersangkutan tersebut.

Sebuah website yang sudah terkena serangan deface, secara umum memiliki tampilan yang tiba-tiba berubah dengan isi dan konten yang sudah tidak sama lagi dengan yang sebelumnya. Tak jarang, website yang sudah terkena serangan deface juga disertai dengan pesan yang aneh-aneh dan sangat berbeda dari isi konten website sebelumnya.

Cara deface website ada beberapa macam. Namun pada umumnya cara-cara tersebut melibatkan penggunaan suatu jenis perangkat lunak (software) dan juga membutuhkan pengetahuan tentang pemrograman termasuk di dalamnya pengetahuan tentang program Java, HTML, dan bahkan juga pengetahuan tentang SQL.

Defacing website melibatkan proses yang tidak sederhana karena memerlukan pemahaman tentang coding yang mumpuni. Jika tidak maka teknik deface yang Anda gunakan tidak akan efektif dan cenderung akan gagal. Bahkan tak jarang akan tertangkap dan bisa mendapatkan hukuman pidana.

Cara Kerja Deface Website

Secara sederhana, cara kerja deface website dapat digambarkan sebagai sejumlah langkah strategis yang digunakan untuk mengganti tampilan dari website yang menjadi target.

Untuk bisa ‘menguasai’ website yang menjadi korban defacing ini tentu tidaklah sederhana. Diperlukan kemampuan untuk bisa masuk ke dalam website ataupun mengakses server sehingga berbagai hal bisa dilakukan termasuk mengganti tampilan dan juga data-data yang ada pada website.

Ketika ingin melakukan defacing suatu website, terlebih dahulu Anda perlu ‘masuk’ ke dalam sistem tempat situs tersebut berada untuk bisa mengakses sejumlah fitur seperti data SQL, server, dan atau yang lain sebagainya sebelum kemudian memanfaatkannya untuk mengganti tampilan website korban sesuai dengan selera defacer yang bersangkutan.

Oleh karenanya, selain mengetahu tentang coding, seorang juga perlu memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang server website dan lain sebagainya agar proses defacing menjadi lebih lancar dan juga tidak meninggalkan jejak.

Apabila seorang defacer meninggalkan ‘jejak’ ketika melakukan deface website maka bisa dikatakan bahwa hal itu sama saja dengan ‘bunuh diri’, pasalnya ‘jejak’ yang terlacak tersebut bisa saja membuatnya tertangkap dan berakhir dengan tindakan pidana karena defacing suatu website termasuk tindakan yang merugikan orang lain.

Jenis-jenis Deface yang Bisa Terjadi Pada Website

Secara umum terdapat dua jenis deface yang bisa terjadi pada website. Jenis yang pertama adalah tipe full of page dan jenis yang kedua adalah deface jenis sebagian. Apa yang membedakan diantara keduanya?

1. Deface Website Dengan Jenis Full of Page

Jenis deface website full of page berarti deface dilakukan pada tampilan laman website secara keseluruhan. Untuk melakukan deface secara menyeluruh, biasanya yang ‘diserang’ adalah file index pada website yang menjadi korban.

Agar bisa melakukan full page deface, biasanya seorang defacer membutuhkan akses full ke server tempat webite berada. Hal ini agar proses pengubahan file index yang dimiliki oleh suatu website dapat dilakukan secara lancar dan menyeluruh.

Salah satu cara yang bisa digunakan agar bisa memiliki akses secara menyeluruh pada server adalah dengan menanamkan script deface ‘jahat’ pada server korban yang bersangkutan.

Untuk bisa melakukan deface secara full of page tentunya bukanlah perkara yang mudah dilakukan karena untuk bisa menembus celah keamanan suatu server website bukanlah perkara yang sederhana.

Tak jarang para penyerang mengirimkan shell backdoor ke sistem yang ditarget lewat port yang ada pada server atau bisa juga lewat page form dengan tujuan utama untuk bisa mendapatkan akses ke root sehingga ia dapat mengubah keseluruhan isi website target.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk sebisa mungkin mengamankan celah yang ada pada server website yang Anda miliki. Terlebih bila Anda mengatur dan mengelola secara mandiri server-server website yang Anda miliki.

2. Deface Pada Website Sebagian 

Jenis kedua deface adalah yang bertipe sebagian. Sesuai dengan namanya, defacing pada situs website jenis ini hanya terjadi pada sebagian halaman saja.

Apabila deface full of page dilakukan secara menyeluruh dengan mengubah file index yang ada di website, maka untuk deface sebagian hanya mengubah sebagian tampilan website saja.

Mengingat tampilan yang diubah tidak secara keseluruhan, besar kemungkinan teknik deface yang digunakan bukanlah menyerang atau mengubah pada file index website.

Namun hal ini tetaplah masih sebuah praduga karena pada dasarnya defacer sendirilah yang mengetahui maksud dan tujuan ketika ia melakukan defacing website.

Ketika deface website yang terjadi hanya sebagian saja, pada umumnya defacer ‘hanya’ menambahkan script-script coding yang mengganggu. Hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan bantuan dari perangkat lunak seperti SQL Injection dan ataupun model perangkat lunak berupa Database Injection.

Meskipun kedua deface tersebut berbeda, namun tetap saja merugikan bagi para pemilik website yang bersangkutaan. Oleh karena itu, Anda perlu sesegera mungkin untuk mengatasi cara deface website agar situs yang Anda miliki menjadi lebih aman dan juga terhindari dari berbagai kemungkinan ancaman serangan secara online yang merugikan.

Penyebab Website Dapat Terkena Serangan Deface 

Pada umumnya, sebuah deface website dapat terjadi karena adanya celah keamanan pada website yang bersangkutan. Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab terjadinya defacing pada sebuah website.

1. Credential Login Yang Cukup Lemah 

Setiap website pada umumnya memiliki credential login berupa username dan juga password yang diperlukan untuk masuk ke dalam dashboard dan sistem admin. 

Untuk menghindari kerumitan, biasanya banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan kombinasi-kombinasi username dan password yang mudah untuk diingat.

Bahkan tak jarang pula banyak orang yang menggunakan satu password untuk banyak akun. Hal ini sebenarnyaa termasuk salah satu tindakan yang sangat rawan dan juga cukup berbahaya karena bisa saja memudahkan para hacker/defacer untuk menyerang pada situs yang Anda miliki.

Di sisi lain, apabila password yang Anda gunakan pada website cukup sederhana, hal ini juga akan membuat defacer menjadi lebih ‘senang’ karena website bisa dijebol dengan memanfaatkan teknik brute force untuk login.

Teknik brute force sendiri adalah teknik menjebol password dengan memanfaakan bot untuk melakukan ribuan upaya kombinasi menebak credential login yang dimiliki oleh suatu website.

Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya deface website ada baiknya apabila Anda menggunakan kombinasi username dan juga kata sandi yang tidak sederhana dan tidak mudah ditebak untuk menghindari kemungkinan terjadinya upaya-upaya brute force yang terjadi pada situs yang Anda kelola.

2. Antivirus dan Firewall Tidak Aktif 

Kalau Anda membangun situs dengan menggunakan platform seperti WordPress, memang sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang cukup baik. Namun bukan berarti Anda bisa berleha-leha karena defacer masih bisa menggunakan sejumlah teknik deface untuk menyerang situs yang Anda miliki.

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan tingkat keamanan pada website yang Anda miliki adalah dengan memasang dan mengaktifikan anti-virus juga Firewall. Cara ini dapat digunakan untuk meningkatkan perlindungan pada website yang Anda miliki untuk menghindari kemungkinan terjadinya serangan pada website Anda.

3. Tidak Menggunakan Sertifikat SSL

Sertifikat SSL adalah ‘tools’ yang digunakan untuk melakukan enkripsi pada pertukaran data yang terjadi selama seseorang mengakses suatu laman website di internet. Pada saat visitor mengunjungi website Anda, sebenarnya terjadi pertukaran data dari browser ke server tempat database website tersebut berada.

Data-data tersebut pada umumnya mengandung informasi yang cukup sensitif semisal login credential. Seorang hacker tak jarang akan bisa mencuri data-data yang sensitif tersebut saat terjadinya proses pertukaran data dengan cara menyusup dan membaca informasi sensitif yang ditemukan untuk kemudian menggunakannya sebagai salah satu cara deface website yang Anda miliki.

Guna mengamankan proses terjadinya pertukaran data antara browser dan server diperlukan suatu alat untuk meng-enkripsi data-data tersebut. Alat ini bernama sertifikat SSL (Secure Sockets Layer) yang merupakan protokol kriptografi yang telah dirancang secara khusus untuk memberikan perlindungan dan keamanan pada komunikasi yang terjadi memaalui jaringan komputer.

Dengan menggunakan protokol/sertifikat SSL pada website yang Anda miliki, maka semua data selama proses pertukaran data antara browser dan server akan dienkripsi sehingga tidak mudah untuk dibaca oleh orang yang bertanggung-jawab.

Meskipun tidak 100% bisa menjamin keamanan dari ancaman deface website namun dengan adanya protokol enkripsi pada website akan membuat hacker/defacer menjadi lebih kesulitan dalam upaya untuk menjebol sistem website yang dimilikinya.

4. Penggunaan Tema dan Plugin Website Yang Cukup Rentan 

Tiap-tiap website pada umumnya memiliki tema yang digunakan untuk mempercantik tampilan website yang dimilikinya. Sedangkan pada website yang berbasis WordPress selain tema ada juga Plugins yang digunakan untuk fungsi atau tujuan-tujuan tertentu.

Selain tema dan plugin premium (berbayar), ada juga tema dan plugin gratis yang bisa didapatkan dari situs resminya. Namun, tak jarang pula ditemukan tema-tema dan plugin bajakan yang juga beredara secara luas di internet.

Sebenarnya, menggunakan tema dan plugin bajakan merupakan kegiatan yang kurang baik. Selain dipandang dari segi etika, tema dan plugin bajakan bisa juga disisipi dengan kode-kode jahat dan ataupun backdoor yang akan membuatnya menjadi mudah ditembus oleh para defacer website sehingga situs yang Anda miliki menjadi tidak aman.

Oleh karena itu, sebagai salah satu langkah sederhana untuk menghindari terjadinya teknik deface pada website yang Anda miliki, sebaiknya Anda tidak menggunakan tema dan ataupun plugin bajakan yang rentan.

Selain itu, sebelum memutuskan untuk memasang tema dan juga plugin pada situs, ada baiknya kalau kamu juga melihat terlebih dahulu rating dan versi terbaru yang dimilikinya. Semakin ter-update tema dan plugin yang dimiliki maka tingkat ke-aman-an yang dimiliki pun akan semakin optimal.

Saat ini, ada banyak sekali plugin WordPress terbaik yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan keamanan website Anda.

Teknik Deface Website yang Umum Digunakan 

Untuk melakukan defacing pada website, secara umum diperlukan kemampuan penting seperti dasar-dasar HTML, SQL, PHP, JavaScript, sistem kerja server, dan cara menghilangkan jejak setelah mengakses sebuah sistem. Secara teknis, berikut adalah beberapa metode yang biasa digunakan untuk melakukan deface website.

1. Metode SQL Injection

Apa itu SQL injection? Secara sederhana, SQL injection merupakan teknik deface yang digunakan untuk menyerang sebuah situs dengan tanpa harus melakukan login terlebih dahulu ke situs yang bersangkutan.

Dengan menggunakan metode ini, para defacer bisa mengakses ke seluruh sistem web seperti mengubah, menghapus, menambah data-data baru pada website, dan bahkan bisa juga menghapus seluruh data-data website.

2. Remote File Inclusion

Metode berikutnya yang juga bis digunakan untuk melakukan deface website adalah RFI atau yang dikenal dengan sebutan Remote File Inclusion.

Cara deface website ini adalah dengan memanfaatkan celah pada situs web dengan menyisipkan file script dari luar web yang kemudian dieksekusi oleh server web sehingga proses pengambil-alihan website bisa dilakukan.

3. Cross Site Scripting

Teknik Cros Site Scripting atau yang juga dikenal dengan sebutan XSS merupakan sebuah serangan pada website yang menggunakan injeksi kode-kode script pada website yang akan diserang.

Secara sederhana, teknik deface ini dilakukan dengan cara memasukkan script kode HTML dan atau kode tertentu lainnya yang bersifat ‘jahat’ sehingga penyerang bisa melakukan bypass keamanan dari sisi klien yang pada pada akhirnya bisa mendapatkan informasi sensitif untuk selanjutnya melakukan defacing pada sebuah website.

Cara Mengatasi Deface Website yang Perlu Anda Ketahui 

Setelah Anda mengetahui apa itu deface pada website, kini saatnya Anda pun perlu mengetahui mengani cara mengatasi deface yang terjadi pada website yang Anda miliki. Secara umum, cara untuk mengatasi defacing pada website adalah dengan meningkatkan sistem keamanan yang dimiliki.

Sebagai referensi, berikut adalah beberapa teknik yang bisa digunakan untuk mengatasi deface website yang terjadi pada situs yang Anda miliki.

1. Melakukan Penguncian Website

Apabila Anda menjumpai bahwa situs yang Anda miliki terkena deface, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan melakukan penguncian pada website tersebut.

Langkah ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan secara lebih lanjut dari website yang Anda miliki.Kemudian, Anda bisa mengaktifkan maintenance mode sehingga para pengunjung tidak akan mengetahui apa yang terjadi dengan website yang Anda miliki.

2. Lakukan Pengecekan Secara Menyeluruh

Setelah melakukan penguncian, tips berikutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan pengecekan secara menyeluruh pada situs yang Anda miliki. Untuk pengecekan, Anda bisa menggunakan tool seperti Detectify, WordPress Security Scan, dan bisa juga menggunakan Google Transparency Report.

3. Bersihkan Website Dari Script Kode yang Buruk dan Mencurigakan

Setelah melakukan scanning, biasanya akan ketahuan celah keamanan yang dibobol oleh defacer. Selanjutnya untuk mengatasi deface website Anda pun bisa menghapus kode-kode buruk dan mencurigakan yang Anda temukan pada website.

4.  Lakukan Update Credential Login Pada Semua Sistem Admin

Jika Anda sudah memperbaiki celah keamanan yang digunakan untuk men-deface situs yang Anda miliki, tidak ada salahnya jika Anda juga meng-update semua credential login pada sistem admin yang Anda miliki.

Anda bisa mengubah password ataupun role anggota Anda yang terdaftar sebagai member untuk dapat meningkatkan keamanan website.

Cara Mencegah Deface Website Pada Situs Yang Anda Miliki 

Sebenarnya cara terbaik untuk mencegah terjadinya deface pada website adalah dengan meningkatkan keamanan website yang dimilikinya. Untuk meningkatkan sistem keamanan pada website yang Anda kelola, berikut adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan sistem keamanan pada website yang Anda miliki.

1. Melakukan Pengecekan Sistem Keamanan Secara Berkala

Sangat penting untuk melakukan pengecekan tingkat ke-aman-an pada situs yang Anda miliki secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi secara lebih dini kemungkinan adanya celah pada situs yang Anda kelola. Untuk melakukan audit keamanan, dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa tool testing sesuai dengan yang Anda miliki.

2. Update Software Secara Rutin 

Apabila Anda menggunakan platform Content Management Systems (CMS) semisal WordPress untuk situs yang Anda miliki, maka sangat penting untuk selalu menggunakan versi yang terbaru. Hal ini dikarenakan untuk versi terbaru biasanya sudah dilengkapi dengan beberapa fitur untuk menutup celah keamanan yang ada di versi-versi sebelumnya sehingga mengurangi potensi terjadinya pemanfaatan oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

3. Backup Website Secara Berkala 

Bagi para pemilik dan pengelola suatu website, melakukan backup secara berkala dan rutin merupakan hal yang sangat penting. Hal ini berguna untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan termasuk kemungkinan terjadinya deface website pada situs tersebut. Oleh karena itu, jika website Anda mengalami kerusakan maka bisa dipulihkan seperti sebelumnya jika Anda memiliki file backup website tersebut.

4. Menggunakan Firewall

Cara berikutnya untuk menghindari deface adalah dengan memasang atau menggunakan firewall pada situs yang Anda miliki. Firewall ‘bekerja’ dengan cara mengamati IP yang masuk ke situs Anda sehingga apabila ada IP yang mencurigakan maka bisa dicegah sejak dini dan bisa menghindari potensi terjadinya deface pada website yang Anda miliki.

5. Lakukan Scan Malware Secara Rutin Pada Website 

Sebagai langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya deface website, Anda bisa melakukan scan malware secara berkala pada situs yang Anda miliki. Terkadang tanpa disadari, malware bisa saja masuk ke dalam sistem website yang Anda miliki. Jika dibiarkan, maka malware bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih parah dan pada akhirnya bisa membuat celah keamanan website Anda menjadi semakin ter-ekspose yang memudahkan terjadinya proses deface.

6. Pasang Protokol HTTPS Pada Situs 

Tips berikutnya yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah deface pada website adalah dengan menggunakan protokol HTTPS atau yang dikenal juga dengan SSL. Dengan adanya protokol ini maka proses pertukaran data antara browser dan server akan ter-enkripsi yang mengakibatkan sulit dibaca oleh orang yang tidak bertanggung-jawab.

Demikianlah ulasan mengenai pengertian, jenis, dan juga cara mengatasi deface website. Setelah Anda mengetahui seluk-beluk tentang deface yang bisa terjadi pada website dan cara mengatasinya, kini Anda bisa lebih mengamankan website dari ancaman para defacer yang merugikan situs milik Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *