Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis

8 Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis yang Perlu Anda Tahu

Website merupakan salah satu konten di internet yang sangat banyak dijumpai. Setidaknya website akan banyak digunakan dalam penyebaran informasi. Menggunakan website untuk kepentingan penyebaran informasi ini dianggap menjadi salah satu cara yang efektif.

Pada penggunaannya, website dianggap sebagai media dengan biaya murah namun memiliki efek yang sangat masif. Website bahkan bisa menjangkau target yang sebelumnya sulit untuk dicapai. Dengan semakin masifnya penggunaan website ini membuat banyak orang yang kini ingin menjadi web developer.

Setidaknya, untuk saat ini ada dua jenis website yang banyak digunakan. Yang pertama adalah website dinamis dan yang satunya lagi adalah website statis. Secara mudah, perbedaan keduanya terletak pada konten yang bisa berubah dengan otomatis atau tidak. Kedua jenis website ini tentu memiliki peruntukannya masing – masing.

Meskipun dianggap ketinggalan zaman, namun faktanya hingga kini masih banyak orang yang menggunakan web statis. Setidaknya website statis digunakan karena cara pembuatannya yang dianggap lebih mudah. Website statis biasanya digunakan untuk pembuatan profil sebuah perusahaan atau perorangan. Website statis ini biasanya digunakan untuk web yang tidak memerlukan perubahan terlalu sering.

Apa Itu Web Statis

Secara mudah bisa diartikan jika web statis merupakan sebuah website di mana pengunjung hanya bisa melihat – lihat saja dan tidak bisa melakukan hal lain. Pada web statis pengguna tidak akan bisa untuk melakukan perubahan secara langsung hanya dengan menggunakan browser. Pengguna hanya akan menerima apa yang diberikan server. Interaksi antara pengguna dan server juga terbatas hanya untuk melakukan eksekusi terhadap pemrosesan sebuah link.

Server akan memberikan respon terhadap link yang diminta pengguna, dan pengguna tidak bisa melakukan apa – apa lagi. Web statis tidak didesain untuk memiliki database. Sehingga data dan informasi yang ada tidak akan berubah. Satu – satunya cara untuk melakukan perubahan adalah dengan melakukannya pada source code. Apa yang dilihat oleh pengguna di sisi client akan sama persis dengan apa yang ada di sisi server.

Sekilas, web statis ini terlihat membosankan dan tidak berguna. Namun sampai saat ini penggunaan web statis masih banyak digunakan. Salah satunya adalah dalam hal pembuatan halaman yang berisi profil seseorang atau perusahaan. Halaman profil cenderung tidak akan banyak berubah. Itulah mengapa cukup dengan menggunakan web statis untuk membuat halaman ini.

Ciri – Ciri Web Statis?

Web statis ini memang memiliki beberapa ciri khas. Pada penggunaanya web jenis ini memiliki beberapa ciri seperti berikut:

1. Bahasa yang Sederhana

Web statis ini dibuat dengan menggunakan bahasa yang sederhana. Web ini hanya membutuhkan bahasa HTML yang akan digunakan sebagai struktur dari websitenya dan juga bahasa CSS bila memerlukan tambahan desain dan layout.

2. Tidak Menggunakan Database

Web statis ini tidak membutuhkan database dalam penggunaanya. Semua data dan informasi yang ada disajikan dengan apa adanya sesuai dengan apa yang dibuat. Web statis pada penggunaanya pun tidak memerlukan pengolahan data untuk hal apapun.

3. Perubahan Konten Harus Merubah Script

Pada web statis ini jika ingin merubah konten atau tampilan maka harus merubah script. Ini yang membuat konten pada web jenis ini jarang mengalami perubahan dalam jangka waktu yang cepat. Jika memerlukan perubahan konten, maka ini akan melakukan perubahan pada strukturnya langsung.

Ini berbeda dengan web dinamis. Pada web dinamis jika memerlukan perubahan konten maka bisa dilkaukan dengan menggunakan CMS salah satunya. Hal ini membuat web dinamis tidak memerlukan perubahan script hanya untuk perubahan konten.

4. Konten Jarang Update

Ciri khas lain yang juga ada pada website statis adalah konten yang ada jarang ter – update. Web statis memang tidak didesain untuk melakukan perubahan konten dalam jangka waktu yang cepat. Biasanya konten yang ada pada web statis ini pun merupakan konten yang tidak harus terlalu sering update. Website statis biasanya akan berisi informasi seperti profil seseorang, perusahaan, ataupun informasi lain yang relevan dalam waktu yang lama.

Jika dilihat dari sisi penggunaannya pada saat ini masih banyak halaman yang dibangun dengan menggunakan web statis. Website statis ini diperlukan terutama ketika akan membangun sebuah halaman web yang tidak memerlukan perubahan dengan berkala dan cepat. Pada penggunaanya pun website statis ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Web Statis

Meskipun dianggap membosankan namun faktanya web statis memiliki beberapa kelebihan dalam penggunannya. Beberapa kelebihan tersebut diantaranya adalah

1. Proses Pembuatan Mudah

Bisa dibilang untuk membuat sebuah halaman web yang statis maka tidak diperlukan keahlian pemograman yang istimewa. Mereka yang berada di level pemula sudah cukup untuk membuat website statis. Hal ini karena pada pembuatannya, website statis biasanya hanya memerlukan dua bahasa yaitu HTML dan CSS. Dua bahasa markup ini merupakan bahasa dasar yang akan dipelajari ketika awal memulai mencoba membuat web.

2. Cara Kerja Lebih Sederhana

Untuk dapat melihat apa isi konten dari web statis pun proses yang diperlukan tidaklah rumit. Client hanya perlu melakukan request ke sisi server dan server akan meresponsnya dengan menyajikan data dan informasi yang ada. Proses ini tidak memerlukan pengolahan data, update berkala dalam rentang waktu yang dekat, perubahan isi konten, atau lainnya. Kerja dari server akan lebih mudah pada hal ini.

3. Pengembangan Mudah

Pada prosesnya pun sebuah website statis akan lebih mudah dikembangkan. Proses pengembangan web statis ini tidak memerlukan hal yang aneh. Biasanya proses pengembangan pada website statis hanya berkisar antara perubahan konten ataupun perubahan desain.

Kekurangan Web Statis

Selain kelebihan sebuah website statis memiliki beberapa kekurangan ketika digunakan. Beberapa kekurangan yang ada tersebut diantaranya adalah :

1. Tampilan Kurang Menarik

Hal yang paling akan terlihat sebagai kekurangan dari web statis adalah tampilannya yang akan sangat monoton. Tampilan tidak akan berubah. Tidak ada hal yang bisa dirubah oleh user. Hal ini akan membuat tampilan dari web statis cenderung menjadi kurang menarik.site

2. Interaksi yang Terbatas

Pada web statis seorang user bahkan tidak bisa melakukan interaksi. Kalaupun ada, interaksi yang ada hanyalah user melihat konten yang disajikan tanpa bisa melakukan perubahan apapun.

Perbandingan Web Statis dan Web Dinamis

Jika dibandingkan antara web dinamis dan statis maka perbedaan yang paling mencolok adalah konten yang bisa berubah dengan sendirinya. Web dinamis memang didesain dengan beragam untuk menyimpan banyak konten dan layout yang beragam. Website dinamis akan mampu merubah kontennya dengan otomatis. Website dinamis akan sangat cocok digunakan untuk web yang membutuhkan update terus menerus secara berkala. Website yang menampilkan harga saham merupakan salah satu contoh dari aplikasi web dinamis ini.

Jika dilihat dari beberapa sisi maka kedua jenis website ini memang akan terlihat jelas bedanya. Beberapa perbedaan dari berbagai sisi antara website statis dan web dinamis diantaranya adalah :

1. Penggunaan Database

Pada penggunaanya saat ini, database mungkin menjadi salah satu elemen penting yang ada pada website. Pada website, fungsi utama dari database adalah menyediakan tempat untuk penyimpanan semua data yang berhubungan dengan web tersebut. Database ini juga akan bertanggung jawab untuk memproses dan menyajikan data yang ada.

Semua kegunaan database ini akan ditemukan pada web dinamis. Hal – hal seperi Oracle ataupun MySQL merupakan hal yang harus ada pada sebuah website dinamis. Hal ini untuk menunjang performa website dalam memproses data dan informasi yang dibutuhkan oleh pengunjung.

Sementara pada website statis maka database itu sendiri tidaklah diperlukan. Website statis hanya akan memproses data yang mereka miliki secara mandiri. Itulah mengapa biasanya data dan informaso yang ada [ada sebuah web statis tidaklah banyak.

2. Isi Konten

Konten merupakan magnet bagi sebuah website. Orang akan banyak mengunjungi website karena konten yang mereka miliki. Jika diibaratkan dengan restoran maka konten ini merupakan menu yang akan disajikan. Semakin menarik sebuah konten tentu akan banyak menarik pengunjung. Selain menarik, hal yang juga diperhatikan adalah masalah keberagaman konten itu sendiri.

Pada web statis maka konten yang ada cenderung itu – itu saja dan tidak akan banyak berubah. Website statis biasanya hanyak akan menampilkan konten yang memang pasti dan tidak banyak perubahan dengan cepat. Sementara konten yang beragam dan juga selalu berubah dengan berkala bisa ditemui pada web dinamis.

Web dinamis memang didesain untuk bisa melakukan hal tersebut. Pada web dinamis semua konten akan mengalami perubahan sesuai dengan keinginan pengguna. Jika pengguna merasa konten yang ada tidak sesuai maka bisa dihilangkan pada saat itu juga.

3. Ukuran Projek Website

Saat ini setiap website akan berlomba untuk menciptakan ukuran yang kecil namun tetap memiliki performa yang luar biasa. Salah satu caranya adalah dengan melakukan optimalisasi. Jika melihat pada sisi ini, maka sebuah website statis akan memiliki ukuran yang jauh lebih kecil jika dibanding dengan web dinamis. Hal ini karena pada proses pembuatannya website statis tidaklah terlalu rumit dan tidak memerlukan codingan yang kompleks. Selain itu, web statis juga tidak diisi dengan terlalu banyak konten.

Sementara pada web dinamis maka ukuran cenderung lebih besar. Hal ini karena web dinamis dibangun dengan codingan yang kompleks dan juga rumit. Selain itu, sebuah web dinamis juga akan diisi dengan banyak konten nantinya. Ini juga yang akan menjadi salah satu penyebab ukuran web menjadi lebih berat.

4. Desain Website

Sebagai salah satu cara menarik pengunjung maka hal yang bisa dilakukan adalah dengan membuat desain semenarik mungkin. Desain – desain yang menarik ini akan ditemukan pada web dinamis. Pada web dinamis semua macam ide desain akan ditumpahkan. Dari mulai hanya sekedar layout, grafis, sampai dengan animasi akan dimunculkan pada web jenis ini.

Sementara untuk website statis maka desain yang digunakan pun cenderung lebih sederhana. Hal ini berkaitan dengan tujuan dari pembuatannnya itu sendiri. Website statis memang tidak didesain untuk menarik banyak pengunjung. Website statis lebih ditunjukan untuk memberikan informasi pokok yang mungkin dibutuhkan oleh pengguna.

5. Interaksi Admin

Hal yang juga menjadi penting dalam pengembangan web adalah bagaimana cara kerja dari seorang web admin dalam mengurus webnya. Konsistensi dan ketelatenan akan berpengaruh di sini. Pada website statis seorang web admin biasanya cenderung lebih santai karena konten yang ada cenderung dibuat untuk jangka waktu yang panjang. Hal ini membuat web admin tidak perlu terlalu sering untuk melakukan perubahan baik pada sisi konten maupun tampilan.

Hal ini akan sangat berbeda dengan web admin pada jenis web dinamis. Diperlukan banyak sekali perubahan setiap waktunya pada sebuah web dinamis. Itu artinya kerja seorang web admin pun akan lebih banyak. Perubahan pada web dinamis ditujukan untuk memberikan pembaruan secara berkala bagi user.

6. Interaksi User

Selain masalah bagaimana admin web bekerja sisi yang menunjukan perbedaan dari kedua jenis web ini adalah pada sisi interaksi user. Pada website statis seorang user cenderung tidak bisa melakukan apa – apa. User hanya akan melihat konten yang disajikan tanpa bisa melakukan perubahan apapun.

Berbeda dengan web dinamis di mana seorang user akan mampu melihat banyak perubahan. Perubahan pada konten ini juga bisa disesuaikan dengan apa yang mereka inginkan. Sebuah konten akan ditampilkan jika user memang menghendakinnya. Inilah salah satu bentuk interaksi pada user.

7. Proses Pembuatan

Pada proses pembuatannya pun kedua web ini akan berbeda. Pada website statis maka proses pembuatannya cenderung lebih mudah. Hal ini karena website jenis ini cenderung tidak memerlukan banyak bahasa pemograman. Web statis biasanya hanya membutuhkan bahasa HTML dan CSS untuk membangunnya.

Berbeda dengan web dinamis. Proses pembuatan web dinamis akan cenderung lebih rumit. Pada web dinamis ini proses pembuatan akan melibatkan banyak sekali bahasa pemograman. Sementara pada web dinamis bahasa pemograman yang digunakan adalah Javascript dan PHP.

8. Bahasa Pemograman yang Digunakan

Dalam pembuatannya web statis hanya membutuhkan bahasa HTML saja. Kalaupun membutuhkan tambahan desain maka akan menggunakan bahasa pemograman CSS sebagai tambahan. Dua bahasa pemograman ini merupakan bahasa pemograman dasar yang akan digunakan dalam pembuatan web apapun

Sementara untuk web dinamis, maka bahasa pemograman yang digunakan pun akan lebih banyak dan kompleks. Web dinamis ini akan menggunakan bahasa pemograman seperti PHP dan Javascript. Selain tentunya bahasa pemograman HTML dan CSS.

Kini, mulai muncul web interaktif. Ini merupakan jenis web di mana antar usernya bisa saling berinteraksi. Website ini memungkinkan user bisa saling berkomunikasi ketika sedang online. Website ini awalnya digunakan sebagai website komunitas.

Itulah beberapa hal tentang jenis website yang perlu Anda ketahui. Pada pengaplikasianya saat ini web statis juga masih diperlukan. Terutama untuk halaman web denga konten yang dibutuhkan dalam jangka waktu lama. Seperti misal profil dan alamat perusahaan. Pada konten seperti ini web statis masih dianggap sebagai jenis website yang tepat untuk digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *