Malware: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mengatasinya

Malware: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mengatasinya

Dunia digital kini bukan hanya tempat bersosial atau mencari informasi saja. Dengan perkembangannya yang pesat membuat dunia digital ini kini memiliki banyak fungsi dan manfaat. Mulai banyak orang yang beralih ke dunia ini.

Salah satu yang mendapatkan dampak positif dari perkembangan dunia digital ini adalah aspek bisnis. Mulai banyak orang yang berbisnis di sini. Perputaran uang di dunia digital pun makin membesar. Baik dengan cara legal seperti dengan berjualan online, maupun cara yang ilegal seperti melakukan carding.

Cara – cara ilegal inilah yang membuat sebagian orang takut untuk bertransaksi dan berinteraksi di dunia digital. Selalu muncul pertanyaan, bagaimana bisa seseorang mendapatkan akses ke akun pribadi orang lain. Selain karena peretasan, hal ini juga bisa diakibatkan oleh malware.

Malware ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh peretas yang bisa merugikan pihak lain. Malware merupakan salah satu cara untuk melakukan peretasan.

Malware sendiri sebenarnya bisa dihindari jika anda berhati – hati ketika berada di dunia digital ini. Tidak mendownload konten bajakan merupakan salah satu cara menghindari malware. Namun demikian, penggunaan malware saat ini pun makin canggih dan beragam.

Apa Itu Malware?

Malware adalah

Malware atau malicious software merupakan sebuah program yang sengaja dibuat oleh seorang hacker untuk merusak sistem. Tentu saja ini merupakan hal yang harus diwaspadai oleh banyak orang terutama mereka yang sering menggunakan dunia digital ini.

Malware ini sengaja dibuat untuk menjangkiti tujuannya, bisa pengguna atau bahkan server. Tujuan malware sendiri beragam meskipun intinya adalah membuat kerusakan. Malware biasa digunakan oleh para cracker untuk melakukan aksinya.

Malware menyebar melalui jaringan – jaringan komputer yang terhubung ke internet. Malware bisa muncul dari spam email, link yang tidak jelas, software gratisan, atau yang lainnya. Malware tidak dibuat oleh sembarang orang.

Mereka para pembuat malware biasanya orang yang sudah sangat paham tentang seluk beluk dunia komputer. Mereka menguasai banyak bahasa pemograman, mereka menguasai sistem keamanan komputer, dan juga mereka menguasai sistem jaringan komputer lengkap dengan berbagai protokolnya.

Seringkali keberadaan malware ini tidak disadari. Malware sering menyusup dan menyuerupai program – program yang bersih. Efek buruk dari perangkat yang terinfeksi malware ini adalah perangkat bisa lumpuh, jika server yang terkena, maka bisa jadi malware tersebut mengambil alih kendali pada server. Banyak orang membuat malware untuk mencuri data.

Bisa dibilang malware ini merupakan induk dari berbagai virus yang tersebar di dunia digital. Para pakar cyber menyadari jika malware tidak hanya bisa merusak sistem namun juga mampu membawa masalah – masalah lain yang efek kerusakannya bisa jauh lebih berat. Beberapa malware yang sering muncul di antaranya seperti backdoor access, worm, atau trojan.

Jika dilihat dari cara kerjanya, malware ini akan masuk ke dalam sistem anda tanpa anda sadari. Seringkali malware masuk ketika mengakses suatu web atau link yang tidak jelas.

Malware memang diciptakan untuk menyebar dengan cara demikian. Hal ini lah yang membuat sebagian orang menilai malware merupakan cara yang efektif untuk melumpuhkan sistem milik orang lain.

Cara Kerja Malware

Jenis malware

Biasa digunakan oleh para cracker, bisa dibilang malware merupakan salah satu senjata yang efektif untuk melakukan serangan. Dibandingkan dengan melakukan serangan dengan cara lain, penggunaan malware dianggap lebih tepat sasaran dan efek kerusakan yang dihasilkan pun lebih luas.

Jika dilihat dari penggunaannya, malware ini bisa dibedakan berdasarkan cara kerjanya. Beberapa cara kerja malware dalam menginfeksi diantaranya adalah :

1. Virus

Biasanya malware yang menginfeksi dengan cara seperti ini menyerang perangkat personal. Malware akan bekerja dan menyerang perangkat yang mungkin secara tidak sengaja terinfeksi virus yang berisi malware. Dalam konteks malware, virus ini biasanya disimpan di jaringan internet yang tidak aman.

Virus ini juga biasa disisipkan dalam website yang tidak jelas. Biasanya, malware yang menjangkiti sebuah perangkat akan membuat perangkat tersebut menjadi lambat. Efek paling mengerikannya adalah jika malware tersebut bisa mengakses data pribadi anda yang ada pada perangkat tersebut.

2. Plugin

Salah satu tempat malware bekerja adalah pada plug in. Plugin ini sebenarnya diciptakan untuk memaksimalkan fungsi baik pada browser maupun pada sistem. Namun diantara banyak plug in yang bermanfaat itu, biasanya ada plug in yang di dalamnya sudah disusupi oleh malware. Jika plug in yang disisipi malware ini digunakan pada server, maka server akan langsung tersusupi malware juga.

Baca Juga: Plugin WordPress yang Wajib Diinstal untuk Meningkatkan Keamanan

Ciri – ciri plug in yang ada malware di dalamnya biasanya dibuat oleh developer tidak jelas dan memiliki rate yang buruk. Plug in ini juga biasanya di dapat dari tempat yang sulit untuk dipercaya. Lebih lanjut, untuk menjamin keamanan jika anda membutuhkan plug in maka gunakanlah plug in dari sumber yang terpercaya.

3. Konten gratis Internet

Internet tidak hanya memberikan sesuatu yang legal. Di sini juga banyak barang ilegal yang tersedia salah satunya adalah barang bajakan. Untuk anda yang sering mendownload konten – konten bajakan ini, maka berhati – hatilah dengan kemungkinan munculnya malware yang sudah ditanam di dalam konten yang anda download.

Malware ini bisa menjangkit baik pada user maupun server. Ini lah salah satu bahaya jika anda menggunakan software bajakan yang anda download dari internet.

Tidak ada jaminan jika software yang anda dapatkan dengan gratis itu aman. Selain software, malware ini juga bisa menjangkit pada file audio, video, gambar, dokumen, dan konten lain yang sifatnya bajakan.

4. Aplikasi Ilegal

Jika anda menggunakan perangkat mobile, pastikan jika anda membutuhkan aplikasi apapun dapatkanlah dari penyedia yang legal. Hal ini untuk meminimalisir kemungkinan perangkat anda terinfeksi malware.

Saat ini banyak developer aplikasi yang tidak mendaftarkan aplikasi nya di tempat yang legal. Menggunakan aplikasi yang anda dapatkan dari tempat ilegal bisa membuat perangkat anda terinfeksi malware.

5. Website

Website mungkin menjadi tempat malware bekerja dan menyebar dengan masif. Malware biasanya menjangkit sebuah website yang mungkin memiliki traffic tinggi.

Semakin banyak pengunjung ke website terinfeksi tadi maka semakin luas juga penyebaran malwarenya. Ini menunjukan jika malware tidak hanya ada pada website yang tidak jelas. Website – website terpercaya pun bisa disusupi malware di dalamnya.

Untuk membuat anda lebih berhati – hati, salah satu tanda website yang terinfeksi malware adalah ketika anda mengaksesnya banyak muncul pop up dan browser secara otomatis ter direct ke halaman lain.

Jenis Jenis Malware

Saat ini, dengan semakin banyaknya orang yang beraktifitas di dunia digital membuat mereka yang ingin mendapatkan keuntungan dengan cara ilegal pun makin banyak. Termasuk di dalamnya malware. Baik dilihat dari cara kerja, tujuan, hingga efek kerusakannya malware ini memiiki beragam jenis. Jenis – jenis malware itu antara lain adalah :

1. Virus

Dalam prakteknya, mungkin ini merupakan jenis malware yang paling banyak digunakan. Virus mudah menyebar dan biasanya orang jarang menyadari sampai virus itu mulai menunjukan gejalanya.

Dalam berbagai hal, virus dianggap menjadi masalah yang besar dalam sistem komputer. Efek paling ringan adalah membuat perangkat menjadi berat namun, salah satu efek paling besar nya adalah kemampuannya untuk merusak sistem.

Virus ini bisa muncul di mana saja. Dalam konteks malware, seperti sudah dibahas sebelumnya bisa saja virus menjangkiti perangkat anda ketika anda mengakses web yang tidak aman. Ancaman virus ini juga bisa anda dapatkan ketika anda mengakses konten – konten ilegal.

Virus merupakan salah satu jenis malware yang keberadaanya akan sulit terlacak karena biasanya tersembunyi di dalam sistem. Virus – virus ini biasanya bersembunyi di dalam suatu program yang biasa digunakan.

Salah satu titik lemah dari malware jenis ini adalah program yang mereka tumpangi harus dijalankan agar virus yang ada bisa bekerja. Ketika program tidak digunakan maka biasanya virus pun diam.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah virus ini adalah dengan memasang anti virus pada perangkat anda.

2. Adware

Malware jenis ini tidak dibuat untuk merusak. Mungkin ini merupakan salah satu malware yang dibuat dengan tujuan untuk mencari keuntungan lewat berjualan.

Tujuan dari malware adalah hanya untuk menampilkan iklan. Namun demikian, malware jenis ini biasanya cukup mengganggu. Ini merupakan jenis malware yang fungsinya adalah menampilkan tanpa izin.

Malware ini biasanya akan membuat banyak iklan yang muncuk ketika anda mengakses internet. Secara sistem mungkin tidak merusak namun banyaknya iklan yang tidak kita inginkan muncul pastilah akan sangat mengganggu.

Biasanya malware ini akan muncul dengan iklan berbentuk pop up atau dalam tab yang tidak bisa diclose. Salah satu cara untuk menghindari malware ini adalah dengan memasang ad blocker pada browser yang anda gunakan.

3. Keylogger

Jenis malware lainnya yang juga sangat berbahaya adalah keylogger. Fungsi utama dari malware ini adalah mencatat segala aktivitas pada perangkat yang terpasang keylogger. Malware ini bisa mencuri data pada akun pribadi anda jika anda mengakses akun tersebut lewat perangkat yang terpasang keylogger.

Keylogger mampu merekam hal – hal seperti alamat email, username, ataupun kata sandi. Jika tidak hati – hati, cukup sulit untuk mendeteksi sebuah perangkat terpasang keylogger atau tidak.

Jika anda pengguna komputer di tempat umum seperti warnet, saat ini ada banyak aplikasi yang bisa mendeteksi apakah perangkat yang anda gunakan terpasang keylogger atau tidak.

4. Trojan Horse

Ini merupakan jenis malware yang biasanya ditunggangi juga dengan jenis malware lain. Trojan horse ini biasanya menempel pada program yang dianggap berguna sehingga penggunanya pun banyak.

Biasanya trojan horse ini muncul ketika anda mendownload suatu aplikasi atau software dari tempat yang tidak bisa dipercaya. Penyebaran software bajakan pun merupakan salah satu cara trojan horse ini menyebar.

Karena sifatnya yang bisa ditumpangi malware lain, efek kerusakan yang dihasilkan malware ini pun biasanya sangat masif. Tidak hanya melemahkan namun juga bisa langsung merusak sebuah sistem.

Aplikasi atau software yang mengandung trojan di dalamnya sendiri sebenarnya bisa terdeteksi jika kita memasang anti virus yang canggih.

Namun sebagai langkah pencegahan di awal, janganlah menggunakan software bajakan yang anda dapat dari web yang tidak jelas untuk menghindari malware ini.

Masuknya trojan ke dalam sistem akan menimbulkan banyak masalah. Trojan merupakan salah satu malware yang paling berbahaya. Bukan saja karena efek yang ditimbulkan, namun juga karena kemampuannya untuk membawa malware jenis lain masuk bersamanya.

5. Spyware

Hampir mirip dengan keylogger, namun malware ini tidak hanya merekam namun juga bisa menyebarkannya dengan cepat. Spyware memiliki kemampuan untuk menyebarkan data yang mereka curi. Malware ini bisa membuat data pribadi seseorang tersebar luas tanpa orang tersebut sadari.

Perangkat yang sudah terjangkit malware ini berarti sudah tidak aman digunakan apalagi untuk kegiatan yang bersifat pribadi. Sama halnya dengan keylogger, agak sulit mendeteksi perangkat yang sudah tertanam malware ini atau belum.

Namun anda juga bisa mencoba menggunakan beberapa software anti virus untuk mencari tahu apakah perangkat yang anda gunakan terjangkit malware ini atau tidak.

6. Worm

Salah satu malware merepotkan lainnya adalah worm. Ini merupakan malware yang akan menjangkit ke suatu perangkat lalu menyebar ke perangkat lain yang saling terkoneksi.

Salah satu yang menyebabkan mengapa malware jenis ini menjadi berbahaya adalah kemampuannya untuk memperbanyak secara mandiri.

Worm yang telah masuk ke dalam suatu perangkat akan secara otomatis memperbanyak jumlahnya dan lalu menyebar ke perangkat lain yang saling terkoneksi.

Efek paling ringan dan umum dari malware ini adalah membebani perangkat. Dalam sebuah jaringan yang terhubung munculnya worm akan membuat traffic menjadi padat dan kecepatan jaringan tersebut akan menjadi melambat.

Dalam skala lebih besar kerusakan yang bisa dihasilkan oleh malware jenis ini menghancurkan data – data penting pada sistem.

7. Dialer

Malware satu ini biasanya dipasangkan dengan keylogger atau spyware. Dialer akan berperan sebagai pencuri data dan spyware atau keylogger akan berperan sebagai pengumpul data yang dicuri.

Malware ini biasanya disimpan di satu perangkat dengan tujuan untuk mengaburkan jika pencurian data ini terlacak. Dengan fungsinya ini, malware ini biasa digunakan di perangkat publik yang biasa diakses oleh banyak orang.

8. Backdoor

Berbeda denga malware pada umumnya yang menginfeksi perangkat secara online. Malware ini menginfeksi perangkat secara offline lalu menyebarkan pada jaringan.

Biasanya malware dengan jenis backdoor ini masuk ke dalam perangkat lewat sebuah software yang kita install. Seperti yang sudah dibahas, software yang ilegal memang rentan ancaman malware. Salah satunya adalah malware dengan jenis ini.

Secara umum, backdoor merupakan sebuah cara yang dibuat oleh admin dari sebuah sistem untuk bisa masuk ke dalam sistem untuk melakukan maintenance ataupun troubleshoot.

Namun biasanya backdoor ini tidak terdokumentasi. Inilah yang seringkali digunakan oleh para peretas untuk bisa mengakses ke dalam sistem.

Pemegang sistem biasanya tidak pernah tahu dengan pasti ada berapa backdoor yang ada pada sistemnya. Celah inilah yang biasanya dimanfaatkan peretas dengan membuat akses backdoor lain tanpa sepengetahuan admin ataupun pemilik sistem.

Mereka yang memiliki akses backdoor ini berarti bisa merusak atau merubah sistem dari dalam.

9. Wabbit

Malware yang satu ini secara kerja mirip dengan worm. Malware ini sama – sama masuk ke dalam sebuah perangkat, bersarang di perangkat tersebut, memperbanyak secara mandiri, lalu menyebar.

Wabbit yang semakin banyak dalam suatu perangkat juga akan membuat perangkat menjadi lambat. Malware ini juga biasa dikenal dengan nama BOTS

Perbedaannya dengan worm adalah wabbit membutuhkan pengaturan tersendiri untuk membuat kerusakan yang lebih besar. Tanpa pengaturan tersebut wabbit hanya akan membuat perangkat menjadi lambat karena memakan banyak ruang.

10. Rootkit

Malware jenis ini tidak bertujuan untuk merusak. Jenis ini adalah malware yang bertujuan untuk menghapus jejak si perusak. Dengan malware ini, mereka yang menyimpan malware tidak akan terdeteksi oleh sistem.

Penggunaan rootkit ini akan sulit terdeteksi karena biasanya malware ini disimpan pada inti sistem atau kernel. Bahkan sekedar untuk mendeteksinya pun akan rumit. Dalam banyak kasus, satu – satunya cara untuk menghilangkan malware jenis ini adalah dengan melakukan install ulang.

11. Ransomware

Mungkin ini adalah jenis malware yang baru – baru ini ramai dibicarakan. Malware jenis ini bertujuan mencuri data di komputer dan menawannya.

Para peretas akan meminta tebusan untuk membebaskan data yang mereka tahan. Ransomware biasa masuk lewat web palsu, atau konten bajakan.

Ini merupakan jenis malware yang masuk dari internet lalu menginfeksi perangkat dan merusak sistemnya dengan berbagai cara. Salah satu malware jenis ini yang terkenal baru – baru ini adalah WannaCry.

12. Grayware

Ini merupakan jenis malware yang cara kerjana adalah membuat munculnya aplikasi ataupun file yang sama sekali tidak kita butuhkan.

Biasanya file atau aplikasi ini muncul ketika kita menginstall aplikasi lain yang kita inginkan. Banyak orang yang membiarkan aplikasi bawaan tersebut terpasang di dalam perangkatnya.

Tanpa mereka sadari sebenarnya aplikasi tersebut mengandung bahaya yang bisa memperburuk kerja dari perangkat. Lebih parah lagi aplikasi ini bisa memantau apa yang kita lakukan.

13. Rogue Security Software

Ini merupakan jenis malware yang bekerja dengan cara menipu anda dengan memberikan informasi jika perangkat yang anda gunakan terinfeksi malware berbahaya dan anda disarankan untuk membeli software yang bisa menangkalnya.

Sekilas ini seperti trik pemasaran biasa. Namun semua informasi yang diberikan oleh malware jenis ini adalah palsu. Informasi tentang perangkat anda terinfeksi malware adalah informasi palsu. Software penangkal yang ditawarkan pun software palsu bahkan bisa saja berbahaya.

Dalam penggunaanya, rogue security software ini akan terlihat seperti software atau aplikasi biasa saja. Sehingga tampak tidak mencurigakan.

Cara Mengatasi Malware

Cara mengatasi malware

Karena sangat berbahaya tentu sudah banyak orang yang membuat dan menemukan cara untuk menangkal bahaya ini. Mengatasi malware di sini termasuk dengan menangkal, menghindari, mendeteksi, dan juga bisa menghapus malware dari perangkat anda. Beberapa cara mengatasi malware itu diantaranya adalah :

1. Firewall

Ini merupakan langkah awal agar benda asing tidak masuk ke dalam perangkat anda. Firewall akan menghalangi dan memberi tahu anda jika ada benda asing seperti malware akan masuk ke dalam perangkat anda.

Dengan mengaktifkan firewall sama dengan membuat benteng pertahanan pada perangkat anda agar perangkat anda terhindar dari hal seperti malware. Firewall cukup efektif menangkal malware ketika anda sering beraktifitas di internet.

2. Anti Malware Atau Anti Virus

Cara kerja dari anti malware ini mirip dengan anti virus. Software ini akan memberi tahu anda jika ada malware masuk ke dalam sistem anda. Cara ini juga efektif untuk menghilangkan malware dari perangkat anda. Cara ini efektif untuk menangkal malware seperti virus ataupun worm.

3. Log Monitoring

Ini merupakan software yang berfungsi untuk melawan malware dengan jenis seperti rootkit. Malware akan memberikan anda tentang semua aktifitas yang ada pada perangkat anda.

Termasuk ketika munculnya sesuatu yang tidak anda inginkan. Fungsi log monitoring adalah untuk sebagai “CCTV” pada perangkat anda agar anda bisa melihat berbagai aktivitas yang ada pada perangkat anda.

4. Update Software

Baik software aplikasi maupun operating system. Penggunaan software dengan versi terbaru untuk saja membuat keamanan menjadi lebih terjamin.

Update yang disediakan tentu dibuat untuk memperbaiki celah yang ada pada versi sebelumnya. Dengan menggunakan software versi terbaru tentu akan membuat malware menjadi sulit masuk ke dalam sistem anda.

5. Backup Data

Salah satu tujuan malware adalah untuk mengambil data anda. Tujuan ini tentu bisa dihindari jika anda memiliki salinan dari data yang anda punya.

Buatlah selalu salinan dari setiap data penting yang anda punya. Selain untuk mencegah data hilang karena malware salinan data juga berguna untuk mencegah data hilang karena file system rusak karena hal lain.

Untuk membuat salinan data ini anda bisa melakukannya dengan perangkat offline seperti Harddisk eksternal ataupun anda bisa membuat salinan dengan menyimpannya di cloud.

6. Update Password

Tidak hanya membuat password dengan kekuatan yang kuat, melakukan update pada tiap kata sandi juga sangat diperlukan. Hal ini terutama untuk menghidari password anda mudah terterbak dengan malware keylogger. Perubahan password secara berkala juga akan membuat sistem anda jauh lebih aman.

7. Adblock

Meskipun adware bukanlah jenis malware perusak, namun malware ini tetap mengganggu. Munculnya iklan akan sangat mengganggu terutama iklan yang tidak anda butuhkan. Salah satu cara untuk menghindari malware ini adalah dengan memasang adblock. Cara ini akan mampu menghalangi malware jenis adware ini bekerja.

8. Network Monitor

Cara ini merupakan gabungan dari berbagai cara. Pemasangan firewall, pemasangan anti virus dan anti malware, log monitor, dan sistem keamanan lainnya.

Ini merupakan cara untuk mengamankan sistem dari serangan malware yang biasa digunakan di level tinggi. Data center perbankan, Institusi penting negara, dan sektor penting lainnya tentu akan menggunakan sistem gabungan seperti ini untuk mengamankan datanya. Sistem ini juga dibuat multi layer yang membuatnya menjadi lebih sulit untuk ditembus.

9. Wordfence

Ini merupakan cara menangkal pada wordpress. Cara ini dibuat untuk melindungi situs atau web anda dari serangan malware. Wordfence adalah plug in resmi dari wordpress yang bisa didapat secara gratis.

Wordfence juga akan berfungsi untuk mendeteksi datangnya ancaman dan menghilangkanya. Ini juga merupakan salah satu cara meningkatkan keamanan website

10. Safe Mode

Cara ini berlaku jika perangkat pc anda terkena malware. Safe mode ini akan berfungsi untuk menyelasaikan masalah karena malware dan memperbaikinya dari dalam.

Penggunaan safe mode digunakan karena dengan safe mode maka perangkat anda tidak akan terkoneksi ke jaringan. Ini akan membuat malware menjadi diam di tempat dan menjadi lebih mudah untuk ditemukan dan dihilangkan.

11. Hapus Berkala Temporary Files

Temporary files akan membuat proses pencarian virus dan malware menjadi lebih lambat karena data yang penuh. Ini akan membuat kinerja dari anti malware atau anti virus menjadi tidak maksimal.

Jika files ini sudah tidak berguna maka sebaiknya dihapus. Files ini juga kadang mudah terjangkit virus. Temporary files ini tidak hanya berlaku untuk files pada perangkat namun juga cache pada browser.

12. Windows Defender

Merupakan software bawaan dari windows. Ini merupakan software anti malware yang cukup ampuh yang disediakan oleh windows khusus untuk para penggunannya.

Peran nya sama dengan anti virus pada umumnya. Hanya karena software ini dibuat oleh windows langsung maka anti malware ini akan lebih mudah mendeteksi files asing yang tiba – tiba muncul pada sistem.

13. Software Atau Aplikasi Tidak Dikenal

Pastikan anda mengetahui setiap software atau aplikasi yang ada pada perangkat anda. Hal ini untuk memudahkan anda mengenali jika suatu waktu muncul aplikasi tidak dikenal yang tiba – tiba terinstall.

Software atau aplikasi aneh ini rawan disusupi malware sehingga keberadaanya tentu sangat tidak diharapkan. Jika aplikasi ini sudah terinstall maka langkah mudahnya adalah dengan langsung meng uninstall dari perangkat anda.

14. Install Ulang System

Mungkin ini adalah cara paling akhir yang harus dilakukan ketika semua cara sudah dicoba. Malware mungkin akan merusak sistem sedemikian rupa sehingga satu – satunya cara adalah melakukan install ulang system.

Di sinilah salah satu manfaat dari pentingnta membuat salinan data dilakukan. Ketika system harus diinstall ulang maka akan selalu ada kemungkinan data di dalamnya terhapus. Jika sudah ada salinannya maka data yang hilang tadi akan cepat bisa direstorasi kembali.

Ciri-Ciri Perangkat Terkena Malware

Meskipun terkadang efek dari malware ini terjadi secara tiba – tiba, namun biasanya masuknya malware ini juga ditandai dengan beberapa hal. Beberapa ciri perangkat yang terserang malware diantaranya adalah :

1. Mudah Overheat

Biasa terjadi pada perangkat mobile, Malware yang masuk biasanya ditandai dengan perangkat yang menjadi mudah panas. Pada perangkat seperti komputer ini juga ditandai dengan bunyi kipas yang seperti bekerja lebih cepat dari biasanya.

2. Performa Perangkat Menurun

Ini adalah ciri paling umum dari perangkat yang terkena malware, perangkat akan terasa jauh lebih lambat meskipun hanya membuka sedikit aplikasi dan ringan.

Malware biasanya memakan banyak ruang. Inilah yang membuat perangkat menjadi lebih lambat. Ini juga memaksa perangkat untuk bekerja lebih keras dan akan membuat perangkat menjadi lebih mudah panas.

3. Iklan Banyak Muncul

Secara tiba – tiba perangkat anda akan memunculkan banyak iklan ketika anda terkoneksi dengan internet. Iklan ini bukanlah iklan yang ada hubungannya dengan aplikasi yang sedang anda buat.

Biasanya iklan ini muncul secara pop up. Ini biasanya efek perangkat anda terserang malware jenis adware.

4. Baterai Yang Lebih Boros

Malware yang banyak memakan ruang memaksa perangkat bekerja lebih keras. Tidak hanya membuat perangkat menjadi lebih cepat panas namun juga membuat sumber daya pada perangkat menjadi lebih boros. Pengaruh ini juga akan berdampak langsung pada performa dan usia pakai baterai perangkat anda.

5. Penggunaan Data Menjadi Tidak Terkendali

Ini biasa terjadi pada perangkat mobile. Malware yang menyerang smartphone biasanya juga membuat penggunaan data menjadi jauh lebih besar dari biasanya. Entah karena membuka iklan yang muncul tiba – tiba ataupun karena mengakses web yang tidak kita inginkan. Malware ini akan membuat perangkat seolah – olah selalu terkoneksi ke internet.

6. BSOD

Blue screen of death merupakan salah satu ciri – ciri perangkat anda terkena malware. Ini merupakan tanda umum yang sering terjadi. BSOD menandakan jika sistem di dalam perangkat anda sudah sedemikian berantakan akibat malware. Selain BSOD, tanda lainnya juga perangkat sering merestart dengan sendirinya.

7. Aktivitas Tidak Dikenal

Jika anda merasa perangkat anda mengirimkan sesuatu kepada orang lain tanpa anda sadari, maka mungkin perangkat anda sudah terinfeksi malware.

Malware ini akan membuat perangkat anda seperti bekerja dengan sendiri tanpa kendali anda. Biasanya malware ini akan membuat perangkat anda mengirimkan email tanpa anda sadari yang mana email tersebut pun berisi malware lainnya.

Selain mengirim email, malware ini pun bisa membuat perangkat anda memposting sesuatu yang diluar kendali anda pada akun sosial media milik anda.

8. Redirect

Jika anda sedang membuka browser dan browser anda secara otomatis melakukan direct pada website – website aneh maka mungkin itulah tanda perangkat anda terkena malware. Malware memang bisa difungsikan untuk mengarahkan pengguna mengakses suatu website. Bisa jadi website tersebut pun berisi malware.

9. Notifikasi Keamanan

Jika anda sering mendapatkan pesan notifikasi yang menyatakan perangkat anda tidak aman dari aplikasi yang tidak anda inginkan maka itu juga bisa jadi tanda perangkat anda terkena malware.

Bisa jadi aplikasi tersebut merupakan malware yang tidak sengaja terinstall oleh anda. Anda bisa langsung menghapus aplikasi tersebut dan tidak usah menanggapi pesan yang ada.

Cara Menghindari Malware

Setelah banyak membahas tentang malware, maka anda juga harus tahu bagaimana cara untuk menghindari malware. Menghindari di sini bukan sekedar dengan memasang anti virus atau anti malware.

Menghindari di sini juga termasuk bagaimana anda menghindari dari sumber malware tersebut. Dengan menghindari sumbernya, maka anda pun tidak akan susah karena terkena malware. Beberapa cara untuk malware diantaranya adalah :

1. Hindari Menggunakan Software Bajakan

Termasuk di dalamnya jangan pernah menggunakan operating system bajakan. Software bajakan ini merupakan salah satu sumber malware. Meskipun terlihat berguna, namun tidak ada jaminan jika software bajakan ini aman untuk digunakan.

2. Hindari Penggunaan WiFi dari Sumber yang Tidak Jelas

Wifi gratis memang sudah banyak tersebar saat ini. Namun saat ini juga banyak wifi publik yang tujuannya adalah menyebarkan malware. Salah satu ciri dari wifi seperti ini adalah vendor penyedianya tidak jelas, nama yang digunakan aneh, dan tidak memerlukan password untuk aksesnya.

3. Jangan Mendownload File Sembarangan

File atau software yang didownload dari sembarang sumber bisa dipastikan jika itu merupakan barang bajakan. Sudah dibahas sebelumnya jika barang bajakan merupakan salah satu sumber penyebaran malware.

Selain itu, web tempat download yang sembarangan juga bisa jadi merupakan sumber malware lainnya yang akan menginfeksi perangkat anda ketika mengakses web tersebut.

4. Jangan Pernah Mengakses Link yang Tidak Jelas

Mungkin anda sering mendapatkan link – link tidak jelas. Entah dari email, personal message, ataupun dari sosial media. Jika anda merasa sumber link tersebut tidak jelas maka janganlah pernah untuk mencoba mengakses link tersebut. Bisa jadi link tersebut mengarahkan anda ke website berisi malware yang bisa menginfeksi perangkat anda.

5. Jangan Gunakan Fitur Autorun

Ini merupakan fitur yang ada pada windows yang memungkinkan sebuah program untuk langsung berjalan tanpa kita perintah. Fitur ini sebenarnya bermanfaat, namun untuk keamanan sebaiknya fitur ini tidak perlu digunakan.

Banyak malware yang sudah memanfaatkan fitur ini. Malware biasanya memerlukan programnya berjalan terlebih dahulu agar bisa bekerja. Pengaktifan fitur autorun akan membuat program yang disusupi malware tadi langsung bekerja tanpa kita sadari.

6. Gunakan Task Manager

Bagi pengguna windows, anda bisa menggunakan task manager untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan dalam sistem anda. Jika anda merasa ada aplikasi aneh yang berjalan maka anda bisa langsung menghentikan aplikasi tersebut dan menghapusnya.

Untuk pengguna sistem operasi lain anda bisa menggunakan fitur yang serupa dengan task manager pada sistem operasi anda masing – masing.

7. Gunakan Aplikasi Legal

Untuk setiap perangkat anda, gunakanlah selalu aplikasi yang legal. Baik legal secara produk maupun tempat anda mendapatkannya. Hal lain yang juga perlu perhatikan adalah review tiap aplikasi dari pengguna lain.

Pastikan anda memilih aplikasi dengan review terbaik dan memiliki banyak pengguna. Selain itu, gunakan selalu aplikasi dengan versi paling baru. Versi paling baru berarti telah menutup berbagai celah dari versi terdahulu.

8. Jangan Memberi Akses Super User Pada Pihak Lain

Untuk alasan apapun jangan pernah memberi akses super user pada aplikasi apapun termasuk aplikasi yang sangat anda butuhkan.

Memberikan akses super user ke pihak lain berarti anda memberikan akses perangkat anda ke pihak lain juga. Meskipun aplikasi yang anda gunakan aman memberikan akses super user tetaplah hal yang sangat tidak disarankan.

9. Gunakan Kombinasi Unik dalam Membuat Password

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk anda menghindari malware adalah dengan membuat password dengan kombinasi unik. Banyak sistem keamanan menyarankan password dibuat dengan kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol. Hal ini untuk membuat akun anda sulit diakses pihak lain.

Itulah beberapa hal tentang malware yang bisa anda ketahui. Selain mengetahui jenisnya, mengetahui cara mengatasinya dan menangkalnya juga penting untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *