cara optimasi seo on-page

12 Cara Optimasi SEO On-page untuk Website/Blog (Lengkap)

Setelah Anda belajar konsep dasar SEO, sekarang saatnya Anda untuk belajar optimasi SEO. Pada dasarnya, SEO dibagi menjadi dua jenis, yaitu on-page SEO dan off-page SEO. On-page SEO adalah sebuah teknik optimasi website Anda melalui halaman yang ada.

Apa itu SEO On-page?

Jadi, pada intinya Anda akan belajar cara optimasi seo on-page, yaitu optimasi bagian dalam website Anda, seperti konten, tampilan, dan lain-lain. Beda halnya dengan off-page SEO yang merupakan optimasi bagian luar, seperti promosi, link building, dan lain-lain (off-page SEO akan kita bahas di artikel selanjutnya).

Di sini kita akan belajar membuat website yang disukai oleh mesin pencari. Tujuannya apa sih belajar on-page SEO? Supaya website Anda akan lebih mudah dibaca oleh pengunjung dan lebih enak dilihat.

Coba bayangkan apabila ada pengunjung, mengunjungi website Anda. Sementara, kondisi website Anda seperti ini:

    • artikelnya tidak enak dibaca
    • tampilan tidak responsif
    • pemilihan warna tidak tepat
    • navigasi susah
    • tidak ada gambar, dll.

Tentunya, pengunjung Anda akan kabur dan tidak akan mengunjungi website Anda lagi. Andaikan website Anda sudah teroptimasi secara on-page, mungkin saja pengunjung yang tadi tidak jadi kabur dan justru malah membeli produk Anda.

Betapa berharganya optimasi on-page. Tidak hanya membuat website menjadi enak dilihat, namun juga membuat orang lain akan lebih mudah melakukan transaksi pada website Anda. Selain itu, supaya website Anda memiliki kualitas terbaik dibanding website lainnya yang sejenis.

Dengan melakukan optimasi on-page, Anda juga dapat membuat website menjadi lebih relevan dengan kata kunci yang Anda targetkan. Apabila sudah melakukan optimasi on-page dengan baik, maka struktur website Anda akan lebih rapi dan lebih mudah untuk di-index oleh Google bot sehingga akan lebih cepat mendapatkan peringkat.

Cara Kerja On-page SEO

Tanpa adanya on-page SEO, website Anda akan mustahil mendapatkan peringkat pada mesin pencari. Logikanya begini, apabila on-page SEO tidak dioptimasi, maka struktur website Anda akan buruk dan menyulitkan pengunjung untuk mengunjungi halaman website Anda.

Nah, Google sudah memiliki sinyal yang dapat mengetahui kualitas website dari para pengunjung web Anda. Apabila pengunjung kabur dan tidak puas dengan web Anda, maka Google akan menganggap website Anda jelek dan tidak memberikan peringkat tinggi untuk halaman website Anda.

Pada dasarnya, kita melakukan on-page SEO supaya pengunjung betah berlama-lama di website Anda. Itu yang perlu Anda ketahui. Apa sih yang membuat pengunjung menjadi lebih betah?

  • Navigasi mudah
  • Konten dapat menyelesaikan masalah mereka
  • Cepat diakses
  • Tampilan tidak menyakitkan mata

Sebenarnya, sangat mudah untuk belajar on-page SEO. Anda hanya butuh beberapa jam saja lalu praktikkan dengan konsisten. Karena, SEO itu teknik jangka panjang. SEO itu proses, bukan tujuan. Tujuan Anda (dan beberapa pemilik website lainnya) yaitu:

  • Mendapatkan pengunjung
  • Mendapatkan klik iklan AdSense banyak
  • Mendapatkan transaksi

Nah, SEO itu berfungsi untuk membantu Anda mencapai tujuan Anda. Maka dari itu, pada halaman ini, kita akan belajar memuaskan pengunjung. Apa saja faktor on-page SEO yang perlu diperbaiki supaya para pengunjung betah di website Anda?

Komponen On-page SEO

Ada berbagai komponen pada on-page SEO yang bisa Anda optimalkan supaya website menjadi lebih baik dan disukai oleh pembaca.

1. Konten Berkualitas

Pada intinya, konten Anda harus berkualitas supaya dapat menyelesaikan masalah pengunjung. Google dan mesin pencari lain tidak mau memberi peringkat tinggi pada halaman website yang kontennya buruk. Mengapa begitu?

Logikanya begini. Google itu merupakan sebuah bisnis. Mereka ingin mendapatkan hati orang-orang supaya menggunakan Google untuk mencari informasi.

Nah, supaya mendapatkan hati orang-orang, Google akan menampilkan konten berkualitas yang dapat menyelesaikan masalah mereka. Jadi, kita sebagai pemilik website memiliki tugas untuk membuat konten yang berkualitas supaya diberikan peringkat tinggi oleh Google.

Ilustrasinya seperti ini…

konsep on-page SEO

Apabila Anda pernah belajar on-page SEO pada forum-forum, pastinya banyak orang akan menyarankan beberapa hal ini:

  • Panjang artikel harus ___ kata
  • Keyword density (penggunaan keyword pada artikel) harus ___%, dll

Itu bukan patokan membuat artikel berkualitas. Artikel berkualitas tidak hanya harus originial. Tapi, kategori artikel berkualitas yaitu apabila memiliki ciri seperti di bawah

  • Lebih lengkap daripada artikel lainnya yang sejenis
  • Dapat menyelesaikan masalah pembaca
  • Tidak membuat orang membaca artikel lain, karena jawaban mereka sudah ada di artikel Anda

Jangan pernah melakukan copy paste dari artikel lain karena Anda akan terkena penalty dari Google. Apabila Anda sudah melakukannya dan belum terkena penalty, tinggal menunggu waktu saja untuk menerima penalty.

Prinsipnya, pada saat membuat konten, perhatikan pembaca Anda. Apakah mereka nyaman dengan konten yang Anda buat. Apabila pembaca puas, maka mesin pencari akan memberikan rangking tinggi pada SERP (Search Engine Result Page).

Banyak orang yang memperdebatkan jumlah kata. Semakin banyak jumlah katanya, maka kualitas artikel semakin baik. Hal itu memang salah, namun tidak sepenuhnya benar juga. Percuma membuat artikel panjang namun terlalu banyak basa-basi.

Setiap keyword itu memiliki standar kata kunci yang berbeda. Bisa jadi, keyword A hanya perlu 500 kata untuk dibahas hingga tuntas. Sementara itu, keyword B perlu 2500 kata supaya dapat dibahas hingga tuntas.

Cara mengetahui jumlah kata yang pas untuk artikel Anda adalah dengan melihat jumlah kata pada artikel kompetitor yang sejenis. Apabila rata-rata jumlah kata artikel sejenis sekitar 1000 kata, maka Anda dapat membuat artikel yang komprehensif dengan panjang kata lebih dari 1000 kata.

Jadi, jumlah kata itu bukan patokan dalam menentukan kualitas sebuah artikel. Namun, pembahasan yang lengkap dan komprehensif merupakan patokan utama untuk menentukan apakah sebuah artikel bisa dikatakan berikualitas atau tidak.

Jangan pernah membuat artikel secara asal-asalan. Google tahu mana artikel yang dibuat dengan sepenuh hati, mana artikel yang dibuat dengan terburu-buru. Jadi, apabila Anda tidak menguasai topik website, Anda bisa ganti topik lain yang Anda kuasai.

Atau jika tidak ingin ganti topik, Anda bisa membayar penulis untuk menuliskan artikel tentang topik yang Anda mau. Tapi, jangan sembarangan cari penulis. Pastikan penulis yang Anda bayar itu memang benar-benar ahli di bidangnya.

Pada peringkat satu Google, artikel memiliki panjang seperti pada gambar di bawah:

panjang kata pada artikel

Untuk dapat membuat artikel dengan panjang lebih dari 1700 kata, diperlukan orang yang memang ahli di bidangnya. Nah, Anda bisa membaca beberapa panduan di bawah ini untuk dapat membuat artikel yang berkualitas:

2. Optimasi Gambar

Artikel tanpa gambar akan terasa sangat membosankan. Siapa yang ingin membaca sebuah artikel yang seluruh isinya berupa tulisan tanpa ada gambar satupun. Banyak para pemilik website yang mengatakan bahwa sebuah artikel tanpa gambar justru akan memberatkan halaman website.

Anggapan itu salah. Penggunaan gambar justru akan menambah kualitas artikel dan halaman website sehingga para pembaca akan lebih betah. Itu artinya, penggunaan gambar sangat berguna asalkan jumlahnya tidak berlebihan.

Dengan menggunakan gambar, website Anda akan lebih bernilai dan mudah dipahami sehingga memiliki nilai plus bagi pembaca. Selain gambar, Anda juga dapat memasukkan video pada artikel Anda. Saat ini, artikel yang disertai dengan video akan sangat bagus.

Oh iya, gambar atau video yang dimasukkan juga tidak sembarangan, ya. Anda perlu memerhatikan beberapa unsur di bawah:

  • Gambar atau video harus relevan dengan artikel
  • Gambar atau video harus dapat menjelaskan isi artikel secara garis besar 
  • Sebelum upload gambar, pastikan compress gambar dulu dengan plugin compress gambar supaya lebih ringan. 

Jangan sampai Anda menambahkan gambar hanya sekedar untuk pemanis saja tanpa ada nilai dari sebuah gambar. Contoh gambar yang baik ada pada artikel ini. Seluruh gambarnya memiliki fungsi untuk menjelaskan isi dari artikel secara garis besar.

Oh iya, Anda juga perlu menambahkan alt pada gambar yang akan Anda upload. Mengapa? Supaya mesin pencari dapat mengetahui gambar Anda itu berisi tentang apa. Selain itu, apabila para pembaca tidak dapat memuat gambar pada website karena masalah koneksi, nilai alt akan muncul. Contohnya seperti di bawah:

fungsi alt pada gambar

Nah, dari gambar di atas saya ingin memberikan alt yang bernilai “konsep dasar SEO”. Dengan begitu, mesin pencari akan mengenali gambar itu sebagai gambar yang menjelaskan konsep dasar SEO. Sampai sini paham?

Alangkah lebih baik apabila Anda membuat infografis yang menjelaskan semua inti pada artikel yang Anda bahas. 

3. Optimasi Permalink

Permalink atau yang sering kita ketahui sebagai URL merupakan salah satu komponen SEO yang penting. Menurut Anda, lebih bagus mana antara ketiga permalink ini.

  • makinrajin.com?id=7
  • makinrajin.com/artikel/7
  • makinrajin.com/tips-memilih-hosting/

Kalau Anda memilih permalink yang ketiga, berarti pilihan Anda sudah tepat. Permalink yang bagus itu dapat menggambarkan isi konten website. Coba lihat permalink pertama dan kedua. Anda tidak bisa mengetahui isi konten apabila permalink-nya seperti itu.

Beda dengan permalink ketiga. Hanya dengan melihatnya saja, Anda sudah dapat mengetahui kalau permalink itu berisi tentang artikel tips memilih web hosting. Anda harus membuat permalink yang mudah menggambarkan isi konten.

Dengan kata lain, relevansi antara permalink dengan konten sangat diperlukan. Apabila Anda ingin membuat konten tentang list pantai terindah di Yogyakarta, Anda dapat membuat permalink seperti ini: domainanda.com/pantai-terindah-di-yogyakarta/.

Anda harus menyisipkan keyword pada permalink supaya mesin pencari dapat mengenali konten Anda. Kesimpulannya, permalink itu harus:

  • Singkat dan mudah diingat
  • Mengandung kata kunci utama yang ditargetkan
  • Formatnya rapi. Contoh: domainanda.com/kata-kunci/

4. Peletakan Keyword

Ini termasuk hal yang sering memicu perdebatan di antara para webmaster. Banyak orang yang menyarankan untuk meletakkan keyword sebanyak sekian kali pada artikel. Itu merupakan teknik SEO yang sudah jadul.

Sekarang, Google sudah jauh lebih canggih. Google dapat mengetahui topik sebuah artikel tanpa perlu menuliskan kata kunci berulang-ulang. Justru, dengan menuliskan keyword berulang-ulang malah dianggap spam karena kita berusaha melakukan optimasi untuk mesin.

Padahal, prinsip dasar SEO adalah optimasi website untuk manusia. Pada dasarnya, kita harus membuat konten kita nyaman dilihat oleh user.

Untuk peletakkan keyword, Anda tidak perlu memaksakan. Buat natural saja. Tapi, Anda juga bisa melakukan optimasi dengan meletakkan keyword pada:

  • Permalink
  • Judul
  • Konten 
  • Meta description

Apabila Anda ingin memberikan keyword pada konten, Anda bisa meletakkan keyword tersebut pada 100 kata pertama dan sisanya terserah Anda. Intinya, jangan terlalu berlebihan ketika optimasi hingga artikel tidak enak dibaca.

Untuk mendapatkan kata kunci yang optimal, Anda perlu melakukan beberapa cara riset keyword. Untuk tools riset kata kunci yang populer yaitu Google Keyword Planner.

5. Internal Link

Coba bayangkan apabila pengunjung membaca konten/artikel Anda, kemudian setelah membaca, mereka langsung pergi dan tidak membaca artikel lainnya. Tentu itu sangat disayangkan. Anda bisa mendapatkan views hingga dua kali lipat apabila pembaca membaca artikel Anda yang lain.

Nah, solusinya dengan memberikan internal link pada setiap artikel Anda. Kalau berurusan dengan internal link, pasti Anda pernah mendengar kata bounce rate. Nah, semakin tinggi bounce rate-nya, maka semakin buruk website Anda. Oke, di sini buruk dalam segi apa?

  • Navigasi. Bisa jadi orang akan susah mengunjungi konten Anda yang lain karena navigasi susah.
  • Kualitas. Orang akan langsung pergi dari website Anda karena kualitas konten sangat membuat mereka frustasi

Tujuan dari internal link adalah sebagai berikut:

  • Mempermudah navigasi website sehingga pengunjung bisa berlama-lama di website Anda
  • Memberikan otoritas (nilai) konten tersebut ke konten lain pada website Anda
  • Memperbaiki struktur website

Ketika Anda sudah paham pentingnya internal link, Anda pun membuatnya. Tapi, hasilnya sama saja. Pengunjung tetap langsung pergi setelah membaca artikel Anda. Padahal, Anda berharap mereka klik internal link yang Anda berikan. Mengapa bisa begitu?

Membuat internal link saja tidak cukup. Anda tidak bisa membuat internal link dengan asal-asalan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Apa saja?

  • Relevansi link dengan konten yang sedang dibaca. Jadi, apabila ada konten tentang tips memilih laptop, Anda dapat memberikan internal link menuju konten yang berisi list laptop terbaik.
  • Jangan buat internal link ke halaman yang sama. Itu sangat percuma dan membuat user frustasi karena diarahkan ke halaman yang baru saja dia baca.
  • Gunakan anchor text teroptimasi. Pastinya, Anda pernah menemukan internal link dengan tulisan “Klik di sini”, “Baca sekarang”. Lebih baik Anda menggunakan keyword atau judul sebagai anchor text. Bingung? Lihat internal link pada artikel ini.
  • Jangan arahkan ke homepage. Itu juga tidak ada gunanya. Pengunjung ingin melihat konten Anda secara langsung, bukan melihat homepage Anda.

Dengan membuat internal link, Anda dapat membuat struktur website jauh lebih baik. Itu sudah saya terapkan di halaman panduan cara membuat website. Dengan memiliki struktur website yang bagus, maka ilustrasinya seperti ini:

website dengan struktur yang dioptimasi

“Di website saya kan sudah ada fitur ‘Related Posts’. Bukannya sudah cukup?”

Tentu tidak. Related posts sangatlah kurang untuk membangun struktur website Anda. Terkadang, related post dengan konten kurang relevan sehingga tidak dapat membuat pengunjung tergugah untuk klik related post.

Selain itu, related post biasanya terletak di bawah artikel. Dengan begitu, pengunjung harus membaca artikel hingga selesai baru kemudian melihat related post.

Beda halnya dengan internal link, Anda bisa menentukan relevansi artikel dengan link. Selain itu, internal link juga bisa diletakkan di mana saja di dalam artikel. Anda bisa meletakkan di tengah, di awal, ataupun di akhir artikel.

Apabila bingung dalam memberikan internal link, Anda bisa membuat anchor text-nya terlebih dahulu. Setelah itu, blok anchor text tersebut, kemudian Anda klik tombol di bawah:

cara membuat internal link

Setelah klik tombol tersebut, maka nanti akan muncul tampilan seperti di bawah:

cara membuat internal link

Isikan saja URL dengan link artikel yang akan Anda arahkan.

6. LSI

Tadi sudah kita bahas kan tentang peletakkan keyword pada konten. Anda tidak perlu repot-repot harus meletakkan keyword secara berlebihan pada konten. Nah, solusinya ada LSI (Latent Semantic Index).

Pada prinsipnya, ini hampir sama dengan keyword. Dengan bantuan LSI, Google dapat mengetahui apa maksud dari suatu artikel. Contohnya adalah seperti gambar di bawah:

penerapan LSI

Pastinya Anda tidak asing dengan gambar di atas. Ketika mencari sesuatu di Google, pasti Anda akan menemukan itu pada bagian bawah. Nah, Anda dapat menambahkan kata yang bercetak tebal pada artikel Anda. Contoh:

“Ada beberapa cara belajar bahasa inggris dengan mudah dan cepat untuk pemula. Materi ini dimulai dari dasar sehingga Anda akan lebih mudah memahami. Pada artikel ini, Anda akan belajar tentang percakapan atau yang sering disebut dengan conversation“.

Nah, kalimat di atas sudah menerapkan LSI pada artikel. Semakin banyak menerapkan LSI, maka artikel akan semakin bagus. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jangan memasukkan semua LSI hanya karena ingin dianggap SEO oleh mesin.

Anda tidak harus memasukkan semua LSI, secukupnya saja asalkan tetap natural. Kalau misal bisa memasukkan semua LSI ya tidak masalah. Namun, artikel tetap harus enak dibaca karena tujuan optimasi on-page SEO adalah untuk manusia.  Website yang SEO-friendly adalah website yang human-friendly.

Manfaat menggunakan LSI yaitu Anda juga akan mendapatkan peringkat tinggi untuk kata kunci tersebut. Dengan begitu, sama saja Anda mengoptimasi untuk berbagai jenis kata kunci.

7. Manfaatkan Heading dan Subheading

Tentunya, Anda pernah melihat gambar di bawah:

optimasi seo onpage menggunakan heading

Nah, Anda bisa menggunakan Heading pada subjudul Anda. Misalnya, di artikel ini juga sudah menerapkan Heading 2 dan Heading 3 untuk subjudul. Apa sih manfaatnya?

Heading akan membuat struktur artikel lebih baik sehingga pembaca akan lebih mudah membaca. Selain itu, mesin pencari juga akan lebih mudah dalam mengenali konten website Anda. Alangkah lebih baik apabila Anda memasukkan keyword pada Heading. Namun, jika tidak ya tidak masalah.

8. Optimasi Judul Halaman

Judul merupakan hal pertama yang dilihat sebelum orang membaca artikel Anda. Pada hasil pencarian di mesin pencari, konten Anda akan bertarung dengan konten lainnya yang sejenis. Para pembaca tidak bisa tahu kualitas artikel sebelum membukanya.

Dan, waktu mereka terbatas untuk membuka seluruh konten yang ada di mesin pencari. Mereka hanya punya waktu untuk membaca 1 konten saja. Nah, bagaimana supaya para pembaca mengunjungi konten Anda, bukan konten orang lain?

Caranya dengan melakukan optimasi judul. Prinsipnya, kita melakukan optimasi judul untuk menarik perhatian para calon pembaca. Perhatikan gambar di bawah

membuat judul yang menarik untuk optimasi seo onpage

Gambar di atas adalah contoh artikel yang sudah dioptimasi judulnya. Namun, sebenarnya judul di atas masih bisa dioptimasi lagi. Karakter pembaca itu:

  • Ingin mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya
  • Menghemat waktu

Nah, pembaca itu ingin mendapatkan informasi yang banyak namun tidak perlu membaca banyak artikel. Mereka inginnya membaca 1 artikel saja tapi sudah sangat lengkap. Nah, kita bahas contoh judul di atas (nomor sesuai dengan peringkat pada gambar).

  1. Listnya hanya 7, masih kalah dengan judul yang lain, judul terpotong. Kelebihan judul artikel ini hanya pada cara mengusirnya yang ampuh dan mudah.
  2. Listnya 19+ sudah bagus dan paling banyak dari artikel lain, kita tidak tahu apakah cara ini mudah atau tidak. Kelebihan judul artikel ini adalah kecoa tidak datang lagi ke rumah.
  3. Listnya hanya 10, masih kalah dengan yang 19. Kelebihan judul artikel ini hanya mudah dan ampuh. Namun, kita tidak tahu apakah kecoa datang lagi ke rumah.

Sejauh ini, judul yang terbaik pada gambar yaitu untuk artikel nomor 2. Lalu, mengapa artikel nomor 2 masih kalah dengan yang nomor 1? Bisa jadi, penyebabnya adalah sebagai berikut:

  • Kualitas artikel di peringkat 1 lebih baik
  • Pemasaran artikel di peringkat 1 lebih masif

Setelah saya cek, kualitas artikel di peringkat 1 biasa saja. Justru, malah kualitas artikel di peringkat 2 lebih baik. Untuk kualitas peringkat 3 hampir sama dengan peringkat 1. Jadi, kualitas artikel yang terbaik itu yang ada di peringkat 2.

Itu berarti, pemasaran peringkat 1 memang jauh lebih masif. Tapi, cepat atau lambat artikel yang ada di peringkat 2 akan bertukar dengan artikel di peringkat 1. Semakin banyak jumlah klik, maka semakin tinggi peringkatnya.

Tapi, jangan pernah membohongi para pembaca. Jangan membuat judul yang berbeda dengan isi artikel. Misal “25 Manfaat Buah Nanas. Tapi pada artikel, manfaatnya hanya 10”.

Membuat judul yang menarik memang bukan merupakan optimasi terhadap mesin secara langsung. Namun, kita melakukan optimasi terhadap user. Apabila user tertarik, maka mesin pencari akan menganggap kualitas artikel kita bagus.

Anda bisa membaca panduan menulis judul artikel yang baik supaya dapat menarik perhatian.

9. Outbound Link

Outbound link adalah sebuah link menuju website lain. Tapi, syaratnya harus relevan dan websitenya juga tidak sembarangan. Misalnya, pada panduan optimasi SEO on-page ini, saya membuat link menuju artikel tentang website terpercaya yang isinya tools riset kata kunci SEO. 

Apabila website Anda masih tergolong baru, sangat disarankan untuk membuat outboud link atau referensi ke website lain. Coba bayangkan, ada 2 konten, kriterianya sebagai berikut:

  • Ditulis oleh ahli di bidangnya. 
  • Ditulis oleh orang yang belum terbukti.

Mana yang Anda pilih? Tentunya Anda memilih konten yang sudah terbukti, kan? Nah, sama halnya dengan ini. Google ingin menampilkan konten yang terpercaya bagi para pembaca. Maka dari itu, Google akan memberikan peringkat lebih tinggi bagi konten yang terdapat outbound link.

Itu karena website yang terdapat outbound link dianggap lebih terpercaya karena memiliki dasar. Tapi, Google juga akan menelusuri link tersebut. Apabila link-nya sembarangan, maka konten Anda juga akan dianggap konten yang biasa saja. Beda halnya apabila Anda mengarahkan menuju link yang berkualitas.

“Tapi, banyak yang bilang kalau kita menanamkan link pada website kita menuju website lain, Page Rank kita akan bocor”.

Itu sama sekali tidak benar. Page Rank (PR) sudah tidak ada. Itu merupakan parameter untuk menilai reputasi suatu website, dan sekarang sudah tidak digunakan lagi. Sekarang kita menggunakan Page Authority (PA) dan Domain Authority (DA).

Dan memberikan outbound link juga tidak dapat merusak PA maupun DA website Anda. Justru akan meningkatkan reputasi website Anda karena dianggap website yang terpercaya (asalkan outbound link-nya berkualitas).

Jadi, asalkan itu baik untuk user, lakukan saja. Karena, SEO-friendly adalah human-friendly.

Untuk penggunaannya, tidak ada aturan maksimal dan minimalnya. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan jangan sampai mengganggu kenyamanan pembaca.

10. Kecepatan Website

Website yang cepat akan memiliki nilai tambah di mata user maupun mesin pencari. Tentunya, Anda tidak mau kan apabila pengunjung tidak jadi mengunjungi web Anda karena terlalu lama menunggu loading website? Nah, untuk itulah Anda perlu meningkatkan kecepatan website supaya tidak membuat pembaca frustasi.

Anda bisa menggunakan CDN untuk meningkatkan kecepatan website. Berikut adalah faktor penyebab kecepa

  1. Jumlah file JavaScript dan CSS terlalu banyak
  2. Kualitas web hosting buruk

Anda bisa mempercepat website Anda secara manual. Berdasarkan nomor, berikut adalah solusinya:

  1. Kurangi file .js atau .css yang tidak diperlukan. Apabila Anda paham coding, hal ini terasa mudah
  2. Ganti penyedia web hosting. Disarankan untuk membaca panduan memilih web hosting ini.

Apabila Anda menggunakan WordPress, maka ada plugin untuk mempercepat website, salah satunya WP Rocket. WP Rocket adalah salah satu plugin WordPress terbaik favorit saya. Untuk mengecek skor kecepatan website, Anda bisa gunakan tools dari Google.

11. Gunakan Plugin Share

Tentunya, akan sangat menyenangkan apabila pembaca klik tombol share untuk membagikan artikel Anda terhadap orang lain di media sosial mereka. Banyak orang yang menganggap bahwa jumlah share sebanding dengan peringkat di SERP.

Dengan kata lain, semakin tinggi jumlah share-nya, maka semakin tinggi peringkatnya. Anggapan itu keliru. Jumlah share sosial media bukan merupakan faktor yang memengaruhi peringkat di mesin pencari. Ini sudah dikonfirmasi oleh pihak Google.

Tapi, fungsi share button pada artikel tetaplah penting. Logikanya begini:

  1. Pembaca share artikel Anda
  2. Teman-teman para pembaca membaca artikel Anda dan mereka puas
  3. Reputasi dan peringkat artikel dan website Anda meningkat di mata Google

Sampai sini paham, kan? Jadi, secara tidak langsung, sosial media dapat berpengaruh terhadap traffic dan peringkat asalkan banyak para pembaca dari sosial media. Tapi, tidak sembarang pembaca. Melainkan, mereka yang datang dari sosial media benar-benar butuh artikel Anda dan masalah mereka dapat diselesaikan dengan artikel Anda.

Tapi, website yang peringkatnya tinggi kok jumlah share-nya banyak?

Nah, jumlah share mereka banyak karena peringkat di mesin pencari tinggi. Bukan peringkat tinggi karena jumlah share yang tinggi. Jangan sampai kebalik.

12. Gunakan Schema Markup (Apabila Menjual Produk)

Tentunya, Anda pernah melihat tampilan seperti ini pada mesin pencari:

website dengan menggunakan rating

Bandingkan dengan gambar di bawah:

website tanpa rating

Sebagian besar orang akan memilih gambar yang pertama karena sudah jelas terbukti bagus. Sudah ada lebih dari 20.000 orang yang melakukan transaksi pada gambar pertama sehingga toko akan lebih dipercaya.

Beda halnya dengan gambar kedua. Belum ada rating, jadinya calon pengunjung akan sedikit ragu karena toko tersebut belum terbukti bagus (Saya tidak bilang toko itu jelek).

Nah, jika Anda menjual produk pada internet, Anda perlu membuat konten penjualan Anda memiliki sistem rating. Jadi, apabila orang sudah melakukan pembelian pada website, Anda bisa minta mereka untuk mengisi rating.

Apabila menggunakan WordPress, Anda bisa menggunakan plugin Rating Widget.

 

Anda ingin memiliki web hosting dengan kualitas server tercepat di Indonesia ? Klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *