Apa itu PWA? Pengetian dan Manfaat PWA bagi Website

Apa itu PWA? Pengertian dan Manfaat PWA bagi Performa Website

Saat ini penggunaan PWA atau Progressive Web App sedang marak-maraknya, lebih-lebih aplikasi ini menawarkan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh website dan aplikasi native. Sudah banyak perusahaan ternama dunia yang menggunakan aplikasi PWA ini. Selain karena murah, PWA ini bisa mendongkrak performa website yang bisa berimbas pada meningkatnya penjualan.

Selama ini, tidak ada masalah yang berarti ketika membuka website menggunakan komputer atau laptop. Akses dan loading ke dalamnya pun lancar tanpa ada masalah yang berarti, mungkin ada sesekali masalah, itu pun disebabkan karena jaringan yang buruk. Masalah sebenarnya adalah ketika membuka website/aplikasi web yang sama menggunakan mobile device.

Ya, banyak pengguna mobile device yang mengalami kendala ketika ingin membuka website, entah loading lama maupun UI website yang tidak kompatibel untuk mobile. Jadi banyak pengguna mobile yang terpaksa harus meng-install aplikasi native dari website tersebut. Namun jangan khawatir, dengan adanya PWA, aplikasi web bisa bekerja dengan handal dan smooth serta bisa diakses offline.

Apa Itu PWA (Progressive Web App) ?

Lalu, apa itu PWA? Mengapa bisa sangat diminati masyarakat? PWA adalah kependekan dari Progressive Web App, aplikasi web progresif yang dibangun dan didesain dengan menekankan optimasi pada website, sehingga bisa memberikan performa yang maksimal ketika diakses oleh user. Jika PWA ini diterapkan, tidak ada ceritanya loading lama, white screen, UI tidak cocok dan lain-lain.

Sebenarnya PWA tidak hanya bertujuan untuk membuat kinerja website lebih cepat, namun juga bisa memberikan pengalaman menggunakan aplikasi native bagi user-nya. Berkat konsep offline first dan Web API baru, aplikasi PWA ini bisa diakses dalam mode offline khususnya ketika jaringan buruk atau tidak terkoneksi dengan internet sama sekali. 

Jadi pengguna tidak akan kehilangan UI website yang ditinggalkan dan data-data yang ditampilkan terakhir kali. Jika Anda masih bingung, aplikasi PWA ini telah digunakan di website-website populer semisal OLX, Twitter, Pinterest, Trivago dan masih banyak lagi. Website yang disebutkan barusan terbukti memberikan performa yang handal dan smooth yang memuaskan pengguna setianya.

Perbedaan PWA, Website, dan Aplikasi Mobile

Sebenarnya, PWA adalah aplikasi yang hybrid, alias menggabungkan aplikasi native dan website. Diciptakannya PWA terinspirasi dari mudahnya menggunakan browser untuk mengakses website di banyak platform. Selain itu, PWA dibuat untuk meningkatkan rasa nyaman yang dirasakan user ketika mengakses website tersebut melalui mobile device (smartphone/tablet).

Namun begitu, tentu ketiga hal ini sesuatu yang sama sekali berbeda. Untuk lebih jelasnya bisa disimak poin-poin di bawah ini :

1. Website

  • Update berjalan otomatis
  • Fitur terbatas
  • Mengandalkan browser dan cross platform
  • Biaya development terjangkau
  • Bisa diakses hanya jika terhubung di internet

2. Aplikasi Mobile

  • Dibuat untuk platform khusus dengan menggunakan bahasa pemrograman khusus pula, misalnya Java untuk Android dan Swift untuk IOS
  • Update hanya bisa dilakukan secara manual
  • Biaya development relatif mahal
  • Bisa diakses dalam mode offline
  • Fitur lengkap untuk menjamin kenyamanan user

3. PWA

  • Dibuat mengandalkan peramban/browser dan cross platform
  • Update bisa berjalan secara otomatis
  • Bisa diakses dalam kondisi offline
  • User Experience (UX) yang lebih intuitif daripada web app
  • Biaya development murah

Cara Kerja PWA

Akhir-akhir ini Google memang sedang gencar mengenalkan teknologi PWA dan manfaatnya jika website mengadaptasi teknologi tersebut. PWA ini memang sangat bermanfaat, utamanya untuk kinerja website yang lebih baik dan ramah pengguna layaknya aplikasi native. 

Masih menurut Google, kebanyakan user akan meninggalkan halaman website jika selama 3 detik halaman tersebut belum selesai dimuat. Tentu ini hal yang harus dihindari, khususnya untuk pebisnis yang menggunakan website sebagai platform jualannya.

Namun tenang saja, berkat adanya PWA, masalah-masalah seperti white screen, internet low dan loading lama bisa diatasi dengan tuntas. Namun bagaimana sih sebenarnya cara kerja PWA ini? Cara kerja teknologi satu ini adalah dengan mengandalkan Service Worker.

Melalui Service Worker ini, pengelola website bisa menyimpan shell (kerangka halaman) serta aset website (CSS & JS) di Cache Storage yang nantinya akan dimunculkan kepada user yang mengakses halaman tersebut. 

Dengan begini, user tidak perlu memuat setiap halaman website berulang kali, bahkan mereka bisa membuka halaman terkait offline dan dalam jaringan yang buruk. Jadi download halaman website beserta asetnya hanya dilakukan ketika user baru membuka website pertama kali.

Jika dijabarkan secara mendetail, cara kerja Service Worker dan Cache Storage adalah sebagai berikut :

  • Jika user belum pernah mengakses website dengan teknologi PWA, maka ketika dia mengakses website tersebut pertama kali, Service Worker akan mengarahkan permintaan tersebut ke web server terlebih dahulu dan juga menyimpannya di Cache Storage.
  • Jika user sudah pernah mengakses website, maka Service Worker akan langsung menampilkan halaman yang diminta kepada user
  • Untuk selanjutnya, karena halaman dan aset sudah tersedia di Cache Storage, maka user bisa memuat halaman yang diminta berulang kali dengan lancar dalam semua jaringan (2G, 3G, 4G, 5G0 bahkan dalam keadaan offline.

Strategi Caching

1. Cache Only

Cache Only atau hanya cache adalah strategi dimana PWA hanya akses cache untuk pertama kali untuk kemudian tidak menggunakan internet sama sekali. Karena tidak menggunakan jaringan, maka akan menyebabkan cache dianggap kadaluarsa dan akan diperbarui secara otomatis. Strategi caching satu ini kompatibel untuk aset statis semisal gambar, gaya tulisan/font dan file CSS.

2. Network Only

Network Only adalah kondisi dimana aplikasi PWA selalu mengambil data dengan menggunakan jaringan/internet. Karena selalu terhubung dengan internet, maka informasi yang ditampilkan selalu diperbarui.

Sayangnya, jika ada masalah dengan jaringan akan menyebabkan aplikasi lambat diakses dan bahkan menyebabkan error. Namun begitu, strategi caching ini perlu khususnya untuk pengiriman data yang mana tentu membutuhkan akses database semisal mengganti profil.

3. Cache First

Selanjutnya Cache First, dimana aplikasi PWA mengakses file yang di-request melalui penyimpanan cache terlebih dahulu. Jika ternyata cache kosong, maka Service Worker baru mengarahkan permintaan tersebut ke web server menggunakan network/internet.

Strategi caching satu ini paling sering diterapkan di aplikasi PWA, dimana keuntungannya adalah dapat membuat akes jauh lebih cepat. Karena menggunakan jaringan, setidaknya device harus terhubung ke internet.

4. Network First

Strategi caching selanjutnya adalah Network First, dimana aplikasi PWA akan mencari halaman yang diminta user menggunakan jaringan. Nah, jika ada masalah atau gangguan dengan jaringan, baru PWA menampilkan informasi dari penyimpanan cache kepada user.

Strategi ini cocok diaplikasikan lebih-lebih terhadap website yang rutin update data semisal artikel blog, foto dan semacamnya. Kelemahan strategi ini adalah jika internet pelan, user terpaksa menunggu Request Time Out sebelum PWA  bisa mengakses cache. 

5. Stale while Revalidate

Strategi caching yang terakhir adalah Stale while Revalidate, yang artinya PWA akan menampilkan informasi yang diminta dari cache sembari mengambil cache dari internet dan menjadikannya sumber cache terbaru. 

Strategi satu ini sangat menguntungkan karena informasi yang belum disimpan di cache akan ditambahkan. User juga bisa merasakan pengalaman mendapatkan informasi yang luar biasa karena cepat dan smooth untuk mobile device.

Kelebihan PWA

1. Bisa Diakses Secara Offline/Tanpa Jaringan Internet

User masih bisa mengakses website yang sudah menggunakan teknologi PWA meski dalam keadaan offline. Jika Anda pengguna Google Chrome, ketika membuka web app biasa, maka akan muncul gambar dinosaurus saat offline atau jaringan terputus. 

Nah, jika sebuah website sudah mengadaptasi teknologi PWA ini, user tetap bisa mengaksesnya tanpa hambatan karena semua halaman dan aset sudah tersimpan dalam Cache Storage. Ini tentu akan memberikan pengalaman luar biasa kepada user karena mereka bisa mendapatkan informasi tanpa jaringan internet. 

2. Biaya Produksi yang Murah

Kelebihan teknologi PWA berikutnya adalah biaya pembuatannya yang sangat terjangkau. Jangan salah, meski menawarkan banyak manfaat yang bagus untuk bisnis, biaya produksi PWA tidak semahal yang banyak orang kira.

Dari website yang sudah dikelola, memiliki cukup mengadaptasi dan mengembangkan website tersebut dengan metode progresif yang diusung oleh PWA. Beda jika membuat aplikasi, yang mana lebih kompleks dan membutuhkan biaya yang lebih mahal.

Mudahnya, biaya produksi membuat PWA tidak begitu jauh dengan biaya pembuatan website, entah itu pembuatan pertama kali atau ketika akan melakukan update. Dari segi bisnis, ini dipandang sangat menguntungkan karena Anda bisa menekan biaya dan mengalihkannya ke sektor lain.

3. Update Otomatis

Berbeda dengan aplikasi mobile yang harus di-update manual oleh user, aplikasi PWA akan update otomatis asalkan device yang digunakan terhubung dengan jaringan internet. Jadi pengguna tidak perlu ribet update aplikasi, karena begitu mereka mengakses aplikasi tersebut, sistem PWA akan update sendiri secara otomatis.

Manfaat ini juga berlaku untuk pengelola aplikasi PWA, karena akan dimudahkan dalam mengontrol dalam penggunaan versi terbaru. Update otomatis ini juga berguna untuk memastikan kenyamanan pengguna dalam menggunakan dan mengakses website dan aplikasi yang Anda kelola.

4. Ramah Penyimpanan

Teknologi PWA ini juga akan sangat menguntungkan user, terkait dengan penyimpanan device yang mereka gunakan. Ya, berbeda dengan aplikasi native yang bisa berukuran relatif besar, aplikasi PWA ini memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga tidak akan menyesali storage pada device.

Jika masih kurang yakin, Anda bisa melihat aplikasi Pinterest yang telah mengaplikasikan teknologi PWA. Versi PWA-nya, Pinterest hanya berukuran 688 KB saja, yang mana sangat kecil sehingga user bisa menggunakannya tanpa khawatir storage device penuh.

5. Kecepatan Akses yang Optimal

Seperti yang telah dijelaskan diatas, PWA menggunakan Service Worker untuk pengelolaan cache yang efektif dan efisien. Jadi tidak perlu heran jika aplikasi ini bisa memberikan kecepatan akses yang optimal yang juga bisa meningkatkan kenyaman pengguna ketika mengaksesnya.

Jika Anda butuh bukti, maka bisa melihat Uber, yang mana bisa diakses dengan lancar hanya dengan menggunakan jaringan 2G. Jadi bayangkan saja jika Anda mengaksesnya menggunakan jaringan yang lebih baik semisal 3G dan 4G.

Apakah kecepatan akses website berpengaruh terhadap marketing? Tentu saja, user sangat menyukai ketika mereka menemukan platform yang smooth yang bisa menyediakan kebutuhan mereka dengan cepat dan nyaman. Bayangkan jika tidak menggunakan aplikasi PWA dan jaringan tiba-tiba memburuk, calon pelanggan baru Anda akan kabur hanya dalam 3 detik.

6. Push Notification dan Bisa Diletakkan di Home Screen

Aplikasi PWA bekerja layaknya aplikasi mobile, jadi user bisa menambahkannya di home screen device dan bahkan mendapatkan notifikasi. Berbeda dengan aplikasi native yang harus memasangnya, user hanya harus mengakses website yang ada PWA-nya kemudian menambahkannya di layar depan smartphone.

Harus diakui, penggunaan aplikasi mobile sangat meningkat dan terus mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu. Ini karena aplikasi mobile memberikan pengalaman yang lebih baik daripada ketika mengaksesnya melalui website. Nah, dengan PWA, pengalaman yang akan didapatkan user juga sama plus dengan harga yang lebih murah.

7. Tidak Membutuhkan Playstore untuk Mempublish PWA

Kelebihan lainnya dari PWA adalah kemandiriannya dari App Store, artinya memiliki website tidak perlu mendaftarkan website-nya ke Google Playstore, Apple Store hingga Windows Store. Jika dipandang dari kacamata bisnis, fakta ini sangat menggembirakan karena memiliki tidak harus mengeluarkan biaya pendaftaran.

Jika Anda belum tahu, registrasi aplikasi ke App Store tidaklah gratis, karena setidaknya Anda harus membayar biaya registrasi dan berlangganan. Menurut data yang kami himpun, setidaknya butuh 99 Dollar untuk mendaftarkan aplikasi ke Apple Store dan 25 Dollar untuk mendaftarkannya di Google Play Store.

Selain lebih hemat, tidak tergantung dari Playstore berarti juga membebaskan pemilik untuk mengembangkan dan melakukan inovasi terhadap website secara mandiri. Anda tidak perlu terpaku terhadap syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh App Store, jadi lebih leluasa dalam mengoptimalkan tampilan dan fungsi website.

Namun jika ingin mem-publish website PWA tersebut di Playstore untuk menjangkau lebih banyak user juga bukan langkah yang buruk. Apalagi, sekarang Google sudah mendukung PWA untuk dapat diupload di Playstore.

8. Mengurangi Beban Server

Tidak hanya bagi user, pemilik website juga bisa merasakan manfaat dan kelebihan dari PWA, salah satunya adalah berkurangnya beban server. Ya, dengan adanya strategi caching dan Service Worker, user tidak akan selalu mengakses halaman/aset website melalui web server dengan menggunakan internet. 

Semua yang dibutuhkan oleh user sudah tersedia dalam Cache Storage, dengan catatan user sudah pernah mengakses website yang bersangkutan. Jika belum pernah, memang harus menggunakan internet lebih dahulu, namun jangan khawatir karena cuma sekali karena selanjutnya data tersebut akan tersimpan dengan aman dalam penyimpanan storage.

9. Kompatibilitas Tinggi

Menggunakan teknologi PWA berarti membuka peluang kompatibilitas website yang lebih baik di berbagai perangkat dengan jenis layar yang berbeda-beda. Teknologi PWA memang mobile first, yang mana sangat tepat lebih-lebih sekarang ini eranya mobile, dimana pengguna mobile terus tumbuh secara signifikan.

Fenomena semacam ini menyebabkan sekitar 94% pengguna internet tanah air menggunakan smartphone untuk mengakses website. Dari segi bisnis hal ini sangat menguntungkan karena pasar semakin luas dan peluang penjualan bisa ditingkatkan dengan pesat. Jadi, menerapkan teknologi ini bisa menjadi strategi marketing yang sangat jitu dan strategis.

10. Ramah Bandwith

Teknologi PWA juga ramah bandwith, utamanya karena semua data sudah tersedia di penyimpanan cache, jadi pengguna tidak perlu menggunakan internet untuk mengaksesnya. Selain itu, PWA juga menawarkan fitur optimasi gambar, yang mana bisa menghemat data hingga 70%. Jadi pengguna tidak perlu khawatir memboroskan data internet ketika mengakses aplikasi PWA.

11. Keamanan Terjamin

Terakhir, kelebihan dari teknologi PWA adalah keamanannya yang sangat terjamin. Sebagaimana yang sudah Anda pahami, keamanan dalam menggunakan internet merupakan hal yang penting, karena sekarang ini marak kejahatan internet seperti pembajakan dan penipuan.

Namun jangan khawatir, PWA memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan bisa diandalkan berkat protokol jaringan HTTPS. HTTPS ini menerapkan tiga lapis keamanan saat user mengakses sebuah website. Protokol ini juga meng-enkripsi data jadi penyalahgunaan data user bisa dihindari.

Jadi menerapkan teknologi PWA ini menjadi sangat urgent khususnya untuk website bisnis atau e-commerce yang biasa menerapkan dan memproses pembayaran. Pemilik website dan bisnis pun akan merasa tenang karena segala bentuk cyber crime bisa diminimalisir.

Contoh Website yang Telah Menerapkan PWA

1. Twitter

Pada tahun 2017 lalu, Twitter merilis Twitter Lite, sebuah aplikasi PWA yang bisa digunakan dengan nyaman di mobile oleh pengguna di seluruh dunia. Twitter telah digunakan oleh sekitar 80% pengguna mobile, yang sangat heterogen dan berasal dari area dengan tingkat stabilitas sinyal yang berbeda-beda.

Berikut fitur utama Twitter Lite yang menggunakan teknologi PWA ;

  • Tweets yang dikirimkan bertambah 70%
  • Bounce rate berkurang 20%
  • Sesi halaman/page session bertambah 65%

2. Tokopedia

Berikutnya ada Tokopedia, e-commerce populer yang juga telah menggunakan teknologi PWA. Melalui teknologi ini. pengguna bisa melihat katalog-katalog yang ditawarkan merchant meski dalam keadaan offline atau jaringan buruk. Hasilnya, tingkat engagement meningkat begitu pesat dan menguntungkan.

3. Bukalapak

Sama dengan Tokopedia, Bukalapak juga telah menggunakan teknologi PWA untuk menjaring banyak konsumen dan membuat mereka merasa nyaman dalam browsing item-item yang ingin dibeli. Segala bentuk transaksi di dalamnya juga sangat aman karena telah menggunakan SSL atau protokol HTTPS.

4. OLX

Dengan pengguna mobile yang mencapai 90%, tidak salah jika OLX fokus meningkatkan pengalaman mobile user dalam mengakses website mereka. OLX versi PWA menawarkan push notification dan pengalaman menggunakan website layaknya aplikasi mobile yang mereka miliki.

Berikut beberapa hasil OLX versi PWA :

  • Re-engagement bertambah hingga 250%
  • Bounce rate berkurang 80%
  • CTR on Ads bertambah 146%
  • Website interaktif 23% lebih cepat dicapai

5. Pinterest

Pinterest adalah aplikasi populer dimana pengguna bisa posting, mencari dan mengkurasi gambar, video, resep makanan dan produk-produk lainnya. Karena website mereka lambat dan hanya bisa mengonversi 1% pengunjung, Pinterest inisiatif menerapkan teknologi PWA di website mereka.

Adapun hasil utamanya adalah sebagai berikut :

  • Penggunaan mobile bertambah 40%
  • User-generated ads revenue bertambah 44%
  • Engagement bertambah 60%

6. Trivago

Selanjutnya ada Trivago, aplikasi travelling yang fokus menjaring mobile user dengan menggunakan teknologi PWA. Teknologi PWA ini terbukti ampuh untuk meningkatkan konversi karena user bisa memesan akomodasi hanya melalui browser. Tercatat, sejak menerapkan PWA, click rate Trivago meningkat pesat hingga 95%.

7. Forbes

Forbes, majalah bisnis top di Amerika Serikat, juga telah mengaplikasikan PWA untuk memberikan informasi mendalam mengenai investasi, marketing, industri dan seterusnya melalui mobile device. Setelah menggunakan PWA, hasil yang didapatkan oleh Forbes adalah sebagai berikut :

  • Sesi pengguna bertambah 43%
  • Impresi per halaman bertambah 20%
  • engagement rates bertambah hingga 100%
  • Pembaca yang menyelesaikan bacaannya bertambah hingga 6x

Cara Cek Apakah Website Sudah Menggunakan PWA

1. Menggunakan Fitur Inspect

Bagaimana cara untuk tahu bahwa sebuah website telah menggunakan PWA? Mudah saja, pertama Anda bisa menggunakan fitur Inspect. Langkah-langkahnya sebagai berikut ;

  • Pertama kunjungi website yang ingin dicek
  • Setelah berada di halamannya, klik kanan lalu pilih “Inspect”
  • Selanjutnya pilih ikon “>>” lalu klik “Application”
  • Selanjutnya pilih menu “Service Worker” lalu cek statusnya, jika sudah berwarna hijau maka website tersebut telah menggunakan dan mengaktifkan PWA

2. Melalui Menu Titik Tiga

Jika cara diatas terlalu ribet, maka bisa menggunakan menu titik tiga pada sebuah browser, caranya adalah sebagai berikut :

  • Ketika sudah berada di halaman website yang ingin dicek, langsung saja klik menu titik tiga yang berada di pojok kanan atas
  • Nah, jika Anda menemukan opsi “Install” maka website tersebut sudah menerapkan teknologi PWA

Yang Harus Dipelajari Untuk Membuat Aplikasi PWA

1. Service Worker

Agar bisa mengembangkan aplikasi PWA, hal pertama yang bisa Anda coba kuasai adalah Service Worker. Di atas sudah dijelaskan tentang alur Service Worker dalam cara kerja PWA, namun apa sih sebenarnya Service Worker ini?

Service Worker termasuk JavaScript, yang mana dijalankan oleh browser di latar belakang dan terpisah dari kode lain yang berada di halaman browser. Nah, dari Service Worker ini lah user bisa mengakses dan mendapatkan informasi yang sudah ada di penyimpanan cache.

Dengan mempelajari Service Worker ini, Anda bisa menampilkan lagi data dalam cache kepada user tanpa koneksi internet atau ketika jaringan dalam kondisi buruk. Anda juga bisa membuat Service Worker otomatis mengakses web server jika user baru pertama kali mengunjungi halaman website tersebut.

2. Asynchronous JavaScript

Ada dua macam operasi di JavaScript, yaitu Syncronous dan Asyncronous. Synchronous berarti sinkron, yang artinya setiap operasi dijalankan hanya jika operasi sebelumnya telah selesai dilakukan. Sebaliknya, Asynchronous tidak perlu menunggu operasi sebelumnya selesai untuk mengeksekusi operasi selanjutnya. 

Terus apa kaitannya dengan PWA? Penggunaan Asynchronous JavaScript sangat berkaitan erat dengan teknologi PWA. Aplikasi yang menggunakan Asynchronous ini dapat menerima maupun mengirimkan data tanpa harus memuat ulang seluruh halaman.

3. Application Shell

Materi yang harus dipahami selanjutnya adalah Application Shell, kerangka tampilan aplikasi yang mana dibangun atas beberapa komponen halaman dan aset website lainnya. Application ini nantinya akan disimpan terlebih dahulu dalam penyimpanan agar bisa diakses dengan cepat meski dalam kondisi jaringan yang buruk.

4. Cache API

Memahami Cache API juga diperlukan jika Anda ingin menerapkan teknologi PWA di dalam website. Cache API ini bisa memungkinkan Service Workers untuk mengontrol berbagai sumber, yang berupa HTML pages, JavaScript files, JSON, images, CSS dan lain sebagainya.

Cache API ini dalam praktiknya terpisah dari cache biasa yang mana dikelola oleh browser, yang lebih digunakan sebagai penyimpanan. Dalam teknologi PWA, Cache API bermanfaat untuk menyimpan berbagai sumber. 

Sumber-sumber tersebut nantinya bisa digunakan dan diakses kembali melalui Service Worker bahkan jika user tidak terkoneksi dengan jaringan internet. Sangat bermanfaat untuk menggaet dan mengonversi lebih banyak pengguna mobile.

5. IndexedDB

Agar bisa menerapkan teknologi PWA secara mandiri, Anda juga harus memahami IndexedDB, yaitu sistem penyimpanan lokal yang menggunakan NoSQL di browser. Melalui sistem penyimpanan ini, Anda bisa menyimpan banyak data di browser yang digunakan oleh user.

Berkat sistem penyimpanan ini pula, pencarian, pembaruan hingga penghapusan data sangat mungkin dilakukan. Hebatnya lagi, mengakses website pun bisa dilakukan dengan cepat dalam kondisi jaringan yang minimalis bahkan dalam keadaan offline.

6. Web Push/Push Notification

Website yang telah menerapkan teknologi PWA bisa bekerja layaknya aplikasi, yang membuat nyaman dan bisa memberikan push notification. Layaknya aplikasi mobile, user juga akan mendapatkan pop up notifikasi bahkan ketika dia tidak sedang mengakses website tersebut.

Web Push ini bekerja berkat API yang mampu menerima pesan dari server di latar belakang. Dengan mengkombinasikannya melalui sistem notifikasi, maka akan muncul pesan pop-up di layar smartphone yang digunakan oleh user. Push Notification ini sangat menguntungkan karena user bisa mendapatkan informasi tentang produk/jasa meski sedang offline dan tidak membuka aplikasi.

7. Workbox

Terakhir namun tidak kalah penting adalah Workbox, sebuah library dimana Anda bisa menulis kode PWA dengan lebih singkat. Karena Anda tidak perlu mengetik sintaks kode yang rumit, maka pengelolaannya juga sederhana dan mudah.

Anda bisa menghasilkan berkas Service Worker, routing, precaching dan run-time caching berkat tool yang sudah tersedia di dalamnya. Intinya, Anda akan dimudahkan untuk dapat segera menerapkan teknologi PWA ke dalam website.

Di era digital ini, memiliki website sendiri merupakan hal yang penting bagi pebisnis jika ingin meningkatkan persaingan dan terus eksis dalam waktu yang lama. Jika belum memiliki website, jangan khawatir, karena sudah ada Framework JavaScript.

Melalui Framework JavaScript ini, Anda bisa membuat website dengan lebih mudah tanpa harus memahami coding terlalu jauh. Beberapa framework JavaScript terbaik yang bisa dimanfaatkan di antaranya adalah Angular, Vue, React.js dan masih banyak lagi. Intinya, Anda hanya harus banyak belajar dari sumber lengkap dan terpercaya untuk kemudian mempraktikkannya. 

Skill yang Harus Dikuasai Sebelum Belajar PWA

1. HTML & CSS

Namun sebelum mempelajari materi-materi di atas, setidaknya Anda harus memahami dasar-dasar website development. Ya, untuk menjadi developer profesional, wajib hukumnya menguasai dasar-dasar pengembangan sebuah website profesional, misalnya saja HTML dan CSS.

HTML atau Hypertext Markup Language sebenarnya bukanlah bahasa pemrograman, artinya HTML tidak bisa berfungsi secara dinamis. Namun begitu, melalui HTML ini Anda bisa mengatur dan memformat dokumen layaknya di Word.

Dengan memahami HTML, Anda juga bisa bebas mengatur tata letak paragraf, heading, link/tautan hingga blocknote untuk halaman website dan aplikasi. Namun begitu, memahami HTML saja tidak cukup, karena HTML tidak bisa seketika membuat website yang profesional, mobile friendly dan responsif.

Karena itu, Anda juga butuh untuk mempelajari bahasa pemrograman khusus untuk frontend website, salah satunya adalah CSS. Jika HTML dan CSS digabungkan, maka akan menciptakan sebuah website yang nyaman untuk user sekaligus tetap memberikan performa yang canggih.

Dengan mempelajari CSS, Anda juga bisa memahami bagaimana cara mendesain website agar lebih menarik namun tidak lupa menjaganya tetap responsif dan smooth. Well, untuk membuat Anda semakin paham, HTML bisa diibaratkan dengan tubuh seseorang, dan CSS adalah bajunya. 

Karena itu, memahami HTML dan CSS sangat penting demi website yang profesional yang bisa berkontribusi positif untuk bisnis. Kabar baiknya, dua hal tersebut bisa dipelajari dengan mudah jika dibarengi dengan ketekunan serta referensi bacaan yang akurat dan komprehensif. 

2. JavaScript

Selain HTML dan CSS, Anda juga harus sudah menguasai JavaScript, bahasa pemrograman yang populer digunakan dalam pengembangan website profesional. Jangan khawatir, bahasa pemrograman ini sangat mudah dipelajari, dimana banyak developer yang memilih JavaScript dibandingkan bahasa pemrograman lainnya.

Dengan belajar JavaScript, Anda bisa membuat website yang menarik dan lebih hidup yang akan membuat pengunjung betah di dalamnya. Kombinasinya dengan HTML dan CSS juga sempurna, dimana HTML sebagai pengatur konten, CSS yang mengurusi layout dan JavaScript yang memastikan website tersebut berfungsi dengan semestinya.

Karena ini berkaitan dengan sistem PWA, maka penting untuk lebih menekankan pemahaman tentang Asynchronous JavaScript. Asynchronous JavaScript adalah operasi dalam JavaScript yang bisa menjalankan perintah lanjutan tanpa harus menunggu perintah sebelumnya selesai. Dengan operasi ini, website bisa menerima/mengirimkan halaman website tanpa harus reload.

Tools yang Dibutuhkan untuk Belajar PWA

1. Text Editor

Tool atau alat penting yang harus disiapkan untuk proyek menerapkan teknologi PWA adalah text editor. Layaknya tukang yang membutuhkan palu untuk bekerja, programmer membutuhkan text editor untuk menuliskan baris kode. Jika masih bingung, Notepad yang ada di Windows termasuk aplikasi Text Editor.

Selain Notepad, banyak aplikasi text editor yang bisa Anda coba untuk menuliskan baris kode dengan nyaman. Usahakan untuk menggunakan text editor yang memiliki fitur paling lengkap, agar kegiatan programming bisa berjalan lancar. Berikut beberapa aplikasi text editor terbaik yang bisa Anda coba :

  •       Notepad++
  •       Visual Code Studio
  •       Sublime Text

Intinya, ada banyak sekali text editor terbaik yang bisa dicoba, yang penting disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan Anda. 

2. Browser

Tool selanjutnya yang harus disiapkan adalah browser, usahakan menggunakan Google Chrome. Tidak ada alasan khusus sih, namun Google Chrome dianggap lebih umum digunakan plus telah mendapatkan dukungan dari Google sendiri.

Oh ya, jangan lupa juga untuk menyiapkan laptop yang sudah memiliki spesifikasi mumpuni untuk kegiatan programming. Setidaknya, laptop yang bisa digunakan minimal memiliki resolusi Full HD, ditenagai prosesor Intel Celeron Core i3 dan RAM 2GB. Untuk OS fleksibel, bisa menggunakan Windows, mac OS atau Linux.

3. Extension (Web Server for Google Chrome)

Terakhir, tool yang harus disiapkan adalah Web Server for Google Chrome, ekstensi browser Google Chrome yang akan membantu developer ketika membutuhkan fungsi layaknya web server. Melalui ekstensi ini, Anda bisa merender halaman website dari HTML dan CSS, membagikan berkas secara lokal hingga web development dalam tingkat minor.

Jika Anda belum memasangnya, maka harus di-download terlebih dahulu, caranya adalah sebagai berikut :

  • Buka Google Chrome lalu klik menu titik tiga yang berada di pojok kanan atas
  • Selanjutnya pilih “More Tools’’ lalu “Extensions”
  • Setelah berada di halaman ekstensi, klik “Extensions” lalu pilih “Open Chrome Web Store”
  • Sekarang ketikkan “Web Server for Google Chrome” di pencarian
  • Jika sudah ketemu, klik “Add to Chrome” lalu “Add app”
  • Selesai

Sudah Siap Menerapkan PWA?

Menerapkan teknologi PWA adalah opsi yang wajib diambil bagi perusahaan/pebisnis jika ingin meningkatkan engagement dengan pengguna mobile. Selain sifatnya yang mobile first, website yang sudah menggunakan teknologi PWA bisa diakses dengan optimal kapan dan di mana saja, di kondisi jaringan yang buruk bahkan dalam keadaan offline.

Semoga artikel ini dapat memberikan gambaran bagi Anda untuk menggunakan teknologi PWA pada website Anda.

Anda ingin memiliki web hosting dengan kualitas server tercepat di Indonesia ? Klik di sini

2 thoughts on “Apa itu PWA? Pengertian dan Manfaat PWA bagi Performa Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *